The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 85: Hal-hal Yang Terjadi



Seo Jun-Woo menatap pemandangan yang ada didepannya, dimana Api Hitam menyala sangat terang dan panas, seolah-olah bahkan bisa membakar segalanya. Dia yang berada di jarak yang cukup jauh saja, bisa merasakan panas dari Api itu. Kekuatan Api yang dulunya hanya level E, sekarang benar-benar berubah menjadi Level S, tidak bahkan lebih dari itu.


Berapa lama dia berlatih?


Apa yang dia lakukan untuk bisa menjadi sekuat itu?


Ketika dia sibuk berpikir, tiba-tiba suara ledakan terdengar. Suara ledakan itu menggema di seluruh arena saat tubuh Raja Iblis Belial mulai terbakar oleh kekuatan api Phoenix.


Perlahan-lahan, kegelapan yang menyelimuti Raja Iblis perlahan memudar, meninggalkan hanya tubuh yang terbakar habis.


Baik Phoenix dan Seo Jun-Woo menatap kearah kobaran Api mengamuk itu, dan mulai berdiri di tengah arena, melihat hasil kemenangannya dengan penuh kelegaan, terutama setelah beberapa pemberitahuan mulai muncul.


[Selamat! Raja Iblis Belial berhasil di kalahkan!]


Keduanya, lalu mulai mendekati Tubuh Raja Iblis Belial,yang terbakar itu, di tengah-tengah tubuh tidak beraturan itu, Seo Jun-Woo melihat semacam Kilauan tertentu.


Tepat ketika dia ingin melihat lebih dekat, sebuah pemberitahuan segera muncul.


[Egg's Dragon mengiginkan Core]


Sayangnya, bahkan sebelum Seo Jun-Woo mulai mendekati dan mengambil barang itu, Phoenix mengambil Core Monster itu dan memasukannya ke Inventory.


[Egg's Dragon benar-benar mengiginkan Core itu!]


Seo Jun-Woo memilih untuk mengabaikan pemberitahuan, karena mau bagaimanapun, barang itu milik orang lain.


Dan itulah juga akhir dari Dungeon ini.


Di kabarkan, ada banyak korban dalam Dungeon ini setelahnya. Tim yang melawan Heavenly Demon sangat kerepotan karena jumlah dan Kekuatan Heavenly Demon cukup kuat. Li Wenhua yang melawan salah satunya, tentu saja tidak bisa mengurus Heavenly Demon lainnya.


Sangat beruntung, hal-hal itu segera berakhir ketika Bos Dungeon tiba-tiba mati. Kekuatan dari Heavenly Demon juga perlahan-lahan melemah setelah kehilangan Raja mereka, dan akhirnya kalah.


Sekarang, Labirin yang memisahkan semua orang juga perlahan-lahan runtuh.


Matahari perlahan-lahan mulai muncul, menandakan hari yang baru bagi dunia. Gurun yang hampar terasa sangat menyegarkan sekarang. Seolah cahaya hadapan datang.


Pemilik Kontribusi kehebat dalam Dungeon itu, adalah Master dari Guild Starlight, Hero Phoenix, dia sekali lagi di puji-pujian dan di unggulkan oleh Anggota Tim Ekspedisi.


"Sayang sekali, Aku tidak sempat bertarung dengan Bos," keluh Li Wenhua pada Phoenix saat mereka menuju ke jalan keluar Dungeon.


"Tidak ada yang menarik,"


"Aku dengar ini Monster Rank SS?"


"Dia tidak sekuat itu,"


Tidak terasa, saat ini mereka sudah tiba di pintu keluar Dungeon. Tim Support mulai mendata Anggota-anggota yang keluar dan selamat, juga beberapa ada yang sempat membawa mayat beberapa Member Guildnya, termasuk Guild Starlight.


Seo Jun-Woo menatap salah satu peti dengan perasaan tidak senang. Seorang gadis tertentu terbaring disana. Hanya memikirannya, membuat dia merasa tidak berdaya. Namun sudah tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.


Janji untuk makan bersama yang tidak bisa di tepati.


Seo Jun-Woo tidak mengira dia akan mengigat janji kecil yang terlihat seperti sebuah lelucon itu, sebagai sebuah kenangan yang menyedihkan. Sudah sejak lama dia mengalami perasaan sedih ini.


"Seo Jun-Woo, jangan memasang ekpersi sedih begitu, lihat semua orang sedang merayakan kemenangan kenapa kamu begitu sedih? Aku tahu, kematian Viona sulit di terima, namun hal-hal semacam ini sering terjadi di Dungeon, orang-orang datang dan pergi begitu saja, Dungeun tempat berbahaya, menjadi kuburan bagi orang-orang," kata Park Shin Jun mencoba menenangkan Seo Jun-Woo.


Namun, ekpersi Seo Jun-Woo segera berubah menjadi dingin dan berkata,


"Itulah kenapa, Aku ingin memusnahkan Dungeon secara penuh, bukan hanya sementara, Tapi selamanya, dengan membunuh Dewa Kegelapan,"


Park Shin Jun yang mendengar itu sangat terkejut.


"Jangan mengatakan hal yang mengada-ada,"


Seo Jun-Woo tidak menjawabnya, hanya segera pergi dari sana, dan terus berjalan kedepan, menuju pintu keluar yang sudah dekat.


Sayangnya, ketika mereka sampai di pintu keluar, ada hal buruk yang terjadi.


Tempat itu tentu sudah bukan lagi, Gurun Penuh Kabut Hitam, orang-orang sudah berkerumun di depan Gerbang, beberapa adalah Reporter.


"Kalian sudah berada disana selama Tiga, Bulan sebenarnya apa yang terjadi di dalam?"


"Ada kabar buruk tentang kejatuhan Guild Starlight selama Master dan Wakil Master pergi, bagaimana pendapat kalian?"


"Selama tiga bulan, Aktifitas dari Guild Gelap pemuja Dewa Kegelapan semakin meningkat, bagaimana tanggapan kalian?"


"Kenapa kalian begitu lama ada di dalam sana?"


Seo Jun-Woo yang mendegar semua pertanyaan itu jelas menjadi kaget.


Tiga bulan?


Padahal di dalam sana, tidak begitu lama berlalu.


Apa yang terjadi sebenarnya di luar ketika mereka di dalam?


Ke binggungan jelas tidak hanya ada pada Seo Jun-Woo, namun juga pada semua orang, terutama Anggota Guild Starlight. Phoenix yang mendengar hal itu, segera mencoba menghubungi Kantor Guildnya, namun tidak ada jawaban.


Tiba-tiba perasaan buruk datang.