The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 175: Asgard



Kim Jung-Hwa yang mendengar itu segera terdiam dan berkata,


"Kalau begitu, tidak perlu menggunakan Kekuatan Berbahaya seperti yang kamu katakan sebelumnya."


Ekspresi Seo Jun-Woo segera menunjukkan ketidaksenangan.


"Tidak bisa seperti itu. Aku harus menggunakan kekuatan ini,"


"Tapi kamu sendiri yang bilang jika ini berbahaya, dan melarangku untuk menggunakannya?"


"Ayolah, ini berbeda denganmu, Tubuh mu tidak cocok mengendalikan Kegelapan. Tubuhku ini, memang memiliki kecocokan dengan kemampuan kegelapan, jadi bisa menggunakannya tanpa terlalu banyak resiko. Tubuh ini bahkan cocok juga menggunakan Kekuatan Cahaya, jadi bisa mengkombinasikan keduanya. Kamu tahu? Aku bahkan mendapatkan Gelar, The Chosen One of The Light and Darkness. Tubuh ini, sudah di pilihkan yang paling cocok dengan karakteristik kekuatanku,"


Kim Jung-Hwa yang mendengar itu menjadi terdiam lebih dari semua penjelasan yang dia dengar ada satu pertanyaan yang benar-benar membuatnya binggung.


"Di pilihkan? Siapa yang memilihnya?"


Seo Jun-Woo yang tiba-tiba diberi pertanyaan itu segera terdiam. Jika ada seseorang yang bisa dia bagikan rahasianya, itu hanya Kim Jung-Hwa yang saat ini ada di depannya.


Sebenarnya, ada beban berat yang harus dia tanggung, yaitu rahasia yang mengaggunya.


"Apakah kamu tahu alasan kenapa Aku menjadi Constellation?"


Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba, Kim Jung-Hwa segera menjadi binggung.


"Anda pernah bercerita jika, tidak memiliki ingatan tentang itu."


"Itu benar. Namun sejak aku kembali dan memasuki tubuh ini, aku mendapatkan semua ingatanku, Akulah yang mengalahkan Alter Ego Dewa kegelapan, dan menyelamatkan Dunia sekali, itulah kenapa Aku jadi Constellation. Ada semacam syarat tertentu yang di tentukan sistem. Aku juga tidak mengerti namun setelah Aku memberikan semua kemampuan ku yang tersisa padamu sebelum menghilang saat itu, tiba-tiba Aku lagi-lagi di pilih untuk bisa kembali kesini. Sistem itu sendiri, pergorbanan dari Constellation of The Light yang menghilang. Aku tidak tahu kenapa dia memilihku namun, ini ada hubungannya dengan Fregmen of The Light yang kamu dan Aku miliki."


Ini adalah sebuah penjelasan yang panjang, Seo Jun-Woo tidak tahu apakah Kim Jung-Hwa akan percaya atau tidak, atau akan memahaminya atau tidak. Hal-hal yang benar-benar terkesan di luar nalar.


"Jadi begitu, kenapa anda menjadi Constellation, harus memenuhi kriteria dan itu..."


Namun sebelum Kim Jung-Hwa menyelesaikan kata-katanya, ada seseorang yang sudah datang ke dalam ruangan itu. Keduanya saling bertatapan, memberikan kode bahwa saatnya untuk mengakhiri percakapan ini.


Orang yang datang itu adalah Lee Chae-Won. Orang itu segera menatap bergantian kepada Kim Jung-Hwa dan Seo Jun-Woo, melihat keduanya tiba-tiba berhenti bicara tatapan kecurigaan segera muncul.


"Aku sepertinya baru saja mendengar sesuatu yang menarik," katanya sambil tersenyum pada keduanya.


Seo Jun-Woo jelas menjadi sedikit panik, tidak mengira bahwa percakapannya didengar namun seberapa banyak yang di degar orang itu?


"Jangan menguping pembicaraan orang sembarangan," kata Seo Jun-Woo masih mencoba memiliki ekspresi tenang.


"Aku tidak menguping hanya kebetulan mendengar, sesuatu seperti 'Menjadi Constellation'. Jadi apakah ada sesuatu seperti itu? Cara untuk menjadi Constellation?"


Seo Jun-Woo setidaknya merasa cukup lega karena sepertinya orang itu hanya mendengarkan bagian kata-kata Kim Jung-Hwa. Dia segera berkata dengan sedikit bercanda,


"Jadi apakah kamu tertarik menjadi Constellation setelah mendapat kekuatan dari Constellation mu?"


Lee Chae-won yang mendengar itu segera menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Itu terdengar sesuatu yang merepotkan. Namun aku pikir itu bukan sesuatu yang begitu buruk."


Jawaban yang terkesan ambigu.


Seo Jun-Woo lalu segera berkata lagi,


"Kamu bisa jika kamu mati."


Lee Chae-won yang mendengar itu segera menjadi kesal.


"Apa gunanya itu? Lupakan, Aku masih ingin hidup, Aku dengar menjadi Constellation itu membosankan, Aku sering mendengar Constellation ku mengeluh sebelumnya."


"Benar, menjadi Constellation memang membosankan."


"Seolah-olah kamu pernah menjadi satu," kata Lee Chae-won dengan nada bercanda.


Ketika mereka mulai berbicara, lagi-lagi ada orang yang datang ke sana. Itu adalah Anggota Guild Abyssal Horde sebelumnya, dan segera disusul oleh Emiliana. Seo Jun-Woo juga tahu bahwa Ketua Asosiasi tidak bisa ikut karena dia masih bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi jika ada serangan atau krisis tiba-tiba.


Ketua Guild Abyssal Horde, Mail Jevvan sekarang mulai memimpin rapat itu.


"Aku pikir karena semuanya sudah berkumpul ini, saatnya kita pergi. Namun aku akan mengatakan sekali lagi pada kalian semua, Jangan bertindak macam macam ketika berada di tempat Constellation-Nim. Dan jangan menyentuh hal-hal disana secara sembarangan, jangan mencoba untuk memprovokasi apapun yang berada disana," katanya mulai menegaskan kepada semua orang tentang peraturan yang berlaku.


Semua orang yang terkumpul disana mengangguk setuju. Dan setelah itu, muncul sebuah pemberitahuan di depan mereka.


Tepat setelah itu, sebuah portal bercahaya mulai muncul di depan mereka semua. Tentu, melihat portal itu membuat semua orang menjadi gugup. Terutama untuk orang-orang yang belum pernah masuk ke Dunia Constellation sebelumnya.


Seo Jun-Woo dengar, bahkan Ketua Guild Abyssal Horde juga belum pernah masuk ke sana. Mungkin Ketua dari generasi sebelumnya yang sudah pernah kesana.


Seo Jun-Woo dengan tenang mulai melangkah lebih dulu seolah tidak takut sedikitpun ataupun tegangan. Emiliana sendiri, yang pernah memasuki Dimensi Constellation juga menunjukkan wajah tegang.


Berbeda dengan Kim Jung-Hwa, yang masih menunjukkan wajah tanpa ekspresi, tidak bergeming sedikitpun dengan partai yang ada di depannya segera mengikuti Seo Jun-Woo. Kim Jung-Hwa sudah tidak memakai topengnya, merasa hal-hal itu tidak lagi di perlukan.


Seo Jun-Woo yang paling pertama melangkah melewati portal dimensi itu. Ketika melewati portal, Seo Jun-Woo bisa merasakan ada banyak energi yang sangat besar berada di ujung jauh sana. Dan tepat di tengah-tengah itu ada gelombang energi yang begitu besar lagi. Tidak perlu menebak, itu pastilah keberadaan Constellation di tempat ini.


Lalu mengabaikan itu, hal yang dia lihat di balik portal adalah sebuah tangga-tangga melayang, yang sepertinya menuju ke suatu tempat.


Saat ini, masih ada sedikit kabut di sekitarnya sehingga dia belum bisa melihat pemandangan di sekitarnya dengan jelas. Perlahan-lahan dia mulai melangkah diikuti dengan yang lainnya, menuju keatas.


Kabut pun perlahan-lahan mulai menghilang dan menunjukkan pemandangan di sekitarnya. Itu adalah kumpulan pulau-pulau langit, yang terlihat melayang di atas awan. Yang dihubungkan dengan tangga-tangga melayang seperti yang mereka injak saat ini.


Setiap pulau melayang itu, terlihat memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri, dan semakin menuju ke pusat, pulau-pulau itu menjadi semakin tinggi dan tinggi membentuk sebuah piramida.


Dan tepat di tengah-tengahnya, ada sebuah Istana yang terbuat dari Emas, warna emas yang megah memenuhi seluruh bangunan istana, yang bahkan terlihat dari jarak mereka yang cukup jauh.


Bagaimana cara menggambarkannya?


Seo Jun-Woo pikir, tempat ini menggambarkan Kekayaan, wajar karena Sang Raja, memiliki kemampuan crafting yang tinggi, bisnisnya anatar Constellation sukses, tidak ada yang tidak tahu senjata buatan Odin, Sang Raja Asgard.


Walaupun Guild milik mereka di Bumi, tidak masuk delapan besar, namun Abyssal Horde tetap sebanding dengan delapan besar. Di kabarkan, di generasi ini mereka kekurangan orang kuat, itulah kenapa Guild mereka tidak begitu populer jika dibanding Guild Delapan Besar.


Tidak lama sempai mereka tiba di salah satu pulau terapung itu. Segera mereka disambut oleh seseorang disana, mengenakan pakaian prajurit.


"Selamat Datang Para Tamu yang terhormat, Mari akan saya antar ke Istana."


"Tentu saja." Kata Seo Jun-Woo dengan tenang.


Lee Chae-won yang melihat bagaimana Seo Jun-Woo terlihat sangat tenang, mau tidak mau merasa penasaran dan bertanya padanya,


"Kenapa kamu begitu santai? Tidak kamu kira orang yang menyapa kita barusan adalah Constellation penghuni tempat ini?"


Seo Jun-Woo yang tiba-tiba ditanya itu segera menjelaskan dengan tenang,


"Bukan, mereka bukan Constellation."


"Lalu apa mereka?"


"Pengikut Constellation. Kamu tadi bertanya bagaimana cara menjadi Constellation? Itupun jika kamu memenuhi syarat, jika tidak, kamu akhirnya hanya akan menjadi seperti mereka, Para pengikut Constellation, yang tinggal disini, harus patuh pada Constellation mereka selamanya dan tidak akan pernah menjadi bintang," bisik Seo Jun-Woo padanya, membuat Lee Chae-won tiba-tiba memiliki perasaan tidak nyaman.


"Aku tidak tahu, bahwa terikat dengan Constellation ternyata memiliki konsekuensi seperti ini. Jadi ini pasti syaratnya, untuk menjadi Rasi Bintang, tidak boleh terikat oleh Rasi Bintang manapun?"


"Kamu sangat cerdas."


"Tapi bagaimana kamu tahu?"


"Hmm, kamu pernah dengar sesuatu seperti Kuil Constellation yang kadang-kadang ada di dalam Dungeon? Ada semacam penjelasan semacam itu."


Tentu saja Seo Jun-Woo berbohong, mana ada informasi sepenting itu ada di sana, dia tahu ini karena pernah mengalaminya sendiri, cara menjadi Constellation.


"Jadi begitu, Kuil Misterius itu."


Tapi memang ada tempat semacam itu di Dungeon kadang-kadang.


Sekarang, fokus semua orang menuju kearah depan mereka, yaitu Istana tengah tempat itu. Tidak perlu ditanyakan tempat itu pastilah Istana milik Sang Raja.


Dan pulau-pulau di sekitarnya, kemungkinan di huni oleh Constellation lainnya. Dan yang terlihat cukup mencolok, pulau tepat sebelum Istana ini. Ada sebuah patung palu besar yang terlihat.


Namun tempat itu, terlihat yang paling suram daripada semua tempat.


Tatapan semua orang juga menatap kearah samping, ke Pulau yang terlihat tidak berpenghuni.


Seo Jun-Woo masih menyesalkan, sangat buruk kehilangan orang kuat di pihak mereka.


Tepat ketika mereka memasuki gerbang, ada sosok tak terduga yang menghampiri mereka. Itu seorang Pria, dengan rambut kuning terang, mengenakan pakaian terbuka yang sedikit aneh.


"Wow, orang-orang tidak berguna dipanggil ke sini," katanya dengan ekspersi tidak senang.