
DUARR DUARR
Suara dari serangan pantulan untuk mengecoh Lust segera terjadi. Lust tentu saja mencoba untuk mengikuti sumber dari serangan itu, masih mencari keberadaan Seo Jun-Woo.
Seo Jun-Woo mencoba membuat jebakan dengan memanfaatkan cermin cermin itu mulai mengubah posisi cermin cermin itu sesuai rancangan yang dia buat dalam otaknya. Satu demi satu, dia mencoba pelan-pelan untuk menyerang dan menyempurnakan jebakan.
Lust saat ini, hanya berputar-putar di depan cermin-cermin itu, merasa sangat kesal karena tidak juga bisa menemukan targetnya.
"Sialan!!!"
Dia mulai mengumpat marah, dan melampiaskan dengan menyerang secara random, semakin lama terlihat wanita itu mulai kehilangan kesabarannya.
Perlahan namun pasti, jebakan yang Seo Jun-Woo buat perlahan-lahan mulai terbentuk. Cermin cermin itu sudah terpasang sesuai posisi satu persatu.
Jadi sekarang, kemampuan apa yang harus dia buat untuk menghabisi musuhnya secepatnya?
Serangan terkuatnya saat ini, Wave of Darkness. Dia belum bisa menguasai secara penuh dan menggabungkannya dengan sumber fragmen kegelapan untuk jurus itu. Sebelumnya dia bisa menggunakan itu karena ada bantuan dari Kim Jung-Hwa.
Seo Jun-Woo yakin dirinya sudah cukup kuat namun seperti kata pepatah ada langit di atas langit. Dia juga tidak bisa puas hanya dengan kemampuan ini karena tujuannya masih besar.
Setelah melihat bahwa persiapan cermin cermin itu sudah selesai dia mulai merapalkan kemampuannya.
[Kemampuan Wave of Darkness diaktifkan]
Gelombang energi kegelapan yang sangat besar mulai berkumpul, dan mengarah pada cermin-cermin yang sudah dia atur sebelumnya. Sejujurnya, Seo Jun-Woo juga masih sedikit takut jika, kemampuannya yang terlalu kuat malah menghancurkan cermin. Apakah cermin cermin itu benar-benar mampu untuk merefleksikan serangan miliknya?
Namun tidak ada artinya untuk ragu sekarang.
DUARRR
DUARRR
DUARRR
Seamban gelombang energi kegelapan yang sangat besar itu mulai mengarah ke satu cermin lalu mulai dipantulkan ke arah cermin yang lain. Terlihat seperti bola yang berputar dari cermin satu kecermin yang lainnya, hingga mencapai targetnya, yaitu Lust yang berada di tengah-tengah cermin. Sesuati yang Seo Jun-Woo kira, Lust cukup baik untuk bisa menghindari serangan itu, dan hanya mengores sedikit jubah yang dia pakai.
Namun di sinilah serangan sebenarnya baru saja dimulai. Serangan itu laki-laki memantul dan mulai tersebar ke segala arah, dari berbagai arah terpantul dari cermin-cermin itu, bergerak semakin cepat dan cepat dari berbagai sisi berhasil mengepung Lust.
Seo Jun-Woo juga mulai melancarkan serangan keduanya.
[Kemampuan Dark Nova diaktifkan]
Energi kegelapan laki-laki keluar di tangannya dan diarahkan ke arah cermin sebelumnya.
DUARRR
Gelombang serangan yang berasal dari berbagai arah itu segera mengincar Lust yang ada di tengah. Sepertinya dia tidak menduga jika tiba-tiba mendapatkan serangan dari semua sisi, yang membuatnya hampir tidak bisa melarikan diri.
Dia mencoba untuk meloncat keatas, namun ternyata sebuah bola kegelapan segera meledak di atas dan menuju ke arahnya. Karena efek serangan dari berbagai sisi membuat seluruh tubuh Lust terluka. Ada goresan di mana-mana di seluruh tubuhnya termasuk wajah cantiknya.
Namun dia tidak sempat untuk protes, karena pertarungan ini belum selesai, Lust tentu mencoba untuk bertahan dan membuat sebuah perisai. Sayangnya, serangan yang dibelokkan oleh cermin cermin itu lebih kuat daripada yang dia kira.
Krakkk
Sampai Prisai pelindung yang dia buat di berbagai sisi itu perlahan-lahan retak. Melihat retakan di prisai miliknya, Lust juga menjadi cemas. Dan benar saja tidak lama sampai perisai yang melindunginya itu mulai hancur berkeping-keping dan sekarang serangan-serangan dari berbagai sisi itu mulai menerpa tubuhnya.
"AKHHHHHHHH"
Melihat itu, Seo Jun-Woo merasa sangat puas, bahwa serangannya akhirnya bisa sampai kepada musuh licik yang licin itu.
Sayangnya, ini tidak seperti dugaan Seo Jun-Woo bahwa, setelah ledakan itu berakhir, sosok compang-camping Lust masih terlihat, walaupun dia terlihat terluka cukup parah dia masih sadarkan diri.
"AKHHHHHHHH.... Wajah cantikku!!"
Lust mulai terlihat marah dan kesal ketika melihat pantulan wajahnya di cermin yang menunjukkan kulitnya menjadi gosong, dan rusak efek dari serangan itu, bagian-bagian tubuhnya juga mulai mengelupas.
Pemandangan yang benar-benar tidak cocok untuk di lihat.
Seo Jun-Woo merasa ngeri tiba-tiba melihat bagaimana monster yang ada di hadapannya itu bahkan masih sanggup bertahan dari serangan kuat yang dia buat.
Lust yang marah itu lagi-lagi mulai mengumpulkan gelombang energi di tangannya dan kali ini berbeda dari serangan-serangan sebelumnya, ini adalah sebuah energi terpusat yang mengerikan.
Lust juga tidak bodoh dan menyadari tentang cermin cermin yang bisa memantulkan serangan itu. Mencoba memanfaatkan pantulan-pantulan cermin yang diarahkan ke arahnya tadi untuk mencoba menyerang Seo Jun-Woo.
DUARRR DUARR
Lagi-lagi serangan besar terjadi, saat ini, energi dari serangan itu benar-benar menuju kearah Seo Jun-Woo. Karena dia mencoba menghindar dari serangan itu akhirnya tubuhnya mulai terlihat di pandangan Lust.
Lust menatap Seo Jun-Woo yang akhirnya muncul.
"Akhirnya Aku menemukanmu! Kamu pikir kamu bisa lolos dari ini setelah melakukan semua ini padaku?"
Terdengar suara murka dari arah Lust, yang sekarang lagi-lagi mulai mengumpulkan energi dan hendak membuat serangan. Seo Jun-Woo merasa cukup ngeri, bagaimana musuhnya selain bisa bertahan dari serangan besar itu namun juga bisa melancarkan serangan balasan yang mengerikan.
Namun jelas ini bukanlah saatnya untuk merasa putus asa dengan serangan itu. Sekarang, Seo Jun-Woo mulai mengeluarkan sebuah tombak dari inventorinya.
Kali ini, setidaknya harusnya ini cukup untuk mengakhiri serangan miliknya.
[Kemampuan Dark Heavenly Thunder diaktifkan]
Tombak itu, segera diselimuti oleh gelombang energi cahaya dan kegelapan yang menyatu, terlihat cukup mengerikan.
Butuh beberapa waktu sampai tombak itu berhasil ditembakkan. Seo Jun-Woo tahu, bahwa setidaknya serangan yang dia miliki sebelumnya cukup mempan pada Lust, memberikan luka di sana-sini pada tubuh itu.
Harusnya ini bisa untuk menyerang Lust.
Sedikit lagi...
Seo Jun-Woo mencoba mengumpulkan energi lebih banyak ke dalam tombaknya. Jelas Lust tidak tinggal diam saja, dan mengumpulkan energi juga siap untuk menyerang juga.
CTARRRR
Tombak yang penuh dengan energi cahaya dan kegelapan itu akhirnya Seo Jun-Woo lemparkan. Itu memiliki daya penghancur yang sangat besar, dan juga kecepatan yang sangat mengerikan.
Serangan itu, berhasil menembus serangan yang dibuat oleh Lust.
Pelan-pelan tapi pasti, serangan itu mengenai kearah Lust, tepat kearah tubuhnya, sebuah tombak tembus.
Sayangnya, Seo Jun-Woo belum bisa merasa lega karena hal-hal tidak terduga terjadi.
"Kamu...."