
Itu adalah sebuah ruangan serba putih yang cukup familiar ketika Seo Jun-Woo mulai membuka matanya. Dia melihat kearah sekeliling, dimana hanya ada sebuah kursi yang dia duduki, juga beberapa layar yang menunjukkan semacam berbagai hal.
Dia menjadi terteguh sesaat lalu mulai memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing. Disana, dia menyentuh sebuah topeng familiar yang dia pakai.
Entah kenapa ada kedamaian tertentu ketika dia berada di tempat itu. Dia hanya merasa, tidak ada yang salah ketika dia berada di sana.
"Hanya, mimpi buruk apa yang barusan Aku alami?"
Dia merasakan beberapa ingatan samar-samar, dimana dia mati, lalu hidup lagi, dan beberapa ingatan samar-samar. Namun hanya sebatas itu.
"Hah, Apa gunanya memikirkannya? Semua ingatan memang sudah hilang. Dan mimpi barusan terasa paling tidak masuk akal dari semua hal."
Itu juga sebuah adegan familiar, di mana terkadang dia memiliki mimpi samar-samar tentang sesuatu yang jauh, namun tidak bisa dia ingat.
"Constellation-Nim? Apakah Aku benar-benar masih harus mendaki gunung ini?"
Sebuah suara yang familiar terlihat ada dari salah satu layar. Terlihat seorang pemuda tertentu, mengenakan baju compang-camping, rambut hitamnya sedikit berantakan, namun sorot mata yang dimilikinya masih terlihat segar dan penuh semangat.
'Dia' terus menatap kearah layar, dan mulai mengigat lagi, ini adalah salah satu sesi pelatihan untuk Avatar yang dia pilih.
Seolah rasanya, duduk di tempat itu dan menatap ke arah layar layar itu adalah tempat yang tepat.
"Benar, terus lanjutkan untuk mendaki gunung itu, selain untuk meningkatkan stamina mu itu juga diperlukan beberapa pengalaman. 'Gunung Pertapa' adalah tempat yang cocok, disana salah satu Reruntuhan Dungeon yang mana Monster terkadang muncul, namun tidak bisa meninggalkan wilayah gurung itu. Itu bukan Dungeon, namun juga bukan Dunia Nyata. Salah satu tempat misterius. Bisa keluar masuk kapan saja, itulah kenapa tempat itu sering dijadikan tempat berlatih oleh orang-orang, namun ingatlah tempat itu cukup berbahaya."
'Dia' mengatakan semua informasi itu dengan tenang. Sedangkan pemuda yang ada di dalam layar, terlihat mendengarkan penjelasan dengan seksama. Setelah menerima beberapa penjelasan, pemuda dari dalam layar segera tersemyum dan berkata penuh percaya diri,
"Aku pasti akan bisa menyelesaikan latihan dari Constellation-Nim."
"Tentu saja, kamu harus."
Berikutnya adalah sebuah adegan, dimana 'Dia' terus memperhatikan kearah layar melihat pemuda yang ada di layar perlahan-lahan mendaki gunung dan mulai bertemu dengan monster. Awalnya itu monster yang cukup lemah, namun semakin lama menjadi semakin kuat.
"Jangan terlalu berlebihan untuk dirimu sendiri Kamu juga butuh istirahat."
Itu adalah sebuah nasehat yang 'dia' lontarkan.
"Tidak apa-apa, karena aku ingin menjadi lebih kuat, sehingga bisa membuat nama untuk Constellation-Nim, dan untuk mengalahkan Dewa Kegelapan."
'Dia' tersenyum mendengar perkataan penuh keyakinan dari pemuda di dalam layar membuat dia tanpa sadar tersenyum.
"Benar, itu adalah tugas mu."
Dia terlihat masih santai menatap kearah layar lagi. Dengan ini, dia menyadari jika tugasnya sudah selesai, beginilah yang seharusnya.
Setelah mengalami begitu banyak rasa lelah di masa lalu, telah berjuang begitu banyak, dia harus istirahat, dan bisa menyerahkan Tugasnya pada orang lain, pada Avatar yang dia pilih, pada Pahlawan Pilihannya, Kim Jung-Hwa.
Dalam waktu yang terus berlalu 'dia' terus menatap ke arah layar itu, mengamati perkembangan Avatar miliknya yang menjadi semakin kuat dan kuat. Sampai akhirnya, pahlawan pilihnya itu, menjadi apa yang dia inginkan, menjadi begitu kuat.
Dalam sebuah pertarungan Kritis, dia melihat bahwa Avatarnya, berhasil bertahan dan menyelamatkan orang-orang. Terlihat ekspresi bahagia ketika pemuda itu mendapatkan ucapan Terimakasih orang-orang. Avatar miliknya bekerja bagus untuk Tim, menjadi tameng sekaligus orang yang mendorong Tim nya maju kedepan.
Namun melihat orang-orang yang hanya datang dan pergi, 'dia' tiba-tiba merasakan perasaan tidak nyaman.
"Hey, aku pikir orang-orang itu hanya memanfaatkanmu, dia mengambil banyak keuntungan darimu Dan aku pikir kamu tidak mendapatkan imbalan yang setimpal, lihat orang itu malah mengambil hadiah jarahan lebih banyak dan menyisakan sedikit untukmu, padahal kamu yang ada di depan dan menyelamatkan mereka."
'Dia' akhirnya mengatakan rasa terganggunya. Namun jawaban yang dia dapatkan cukup mengejutkan.
"Tidak apa-apa. Aku tidak pernah bermaksud untuk mendapatkan imbalan dari mereka. Aku pikir apa gunanya itu? Bukankah yang paling penting aku bisa menyelamatkan seseorang?"
'Dia' menjadi terteguh dan berkata lagi,
"Kamu benar-benar aneh."
"Aku hanya mencontoh Apa yang Anda lakukan, Constellation-Nim."
"Aku tidak mengerti."
"Karena Anda telah menyelamatkan saya, saya pikir Bukankah tidak ada keuntungan yang anda dapatkan? Saya awalnya hanya level E, masih ada banyak Hunter kuat di luar sana, dan anda bahkan perlu repot-repot melatih saya. Anda tidak pernah meminta imbalan seperti menyebarkan Ketenaran atau yang lainnya. Saya hanya mencontoh anda."
Mendengar itu, 'Dia' menjadi terkejut.
"Kurasa kita memang aneh. Namun bagaimana Jika orang-orang yang kamu selamatkan ternyata malah menghianatimu?"
Pemuda yang ada di dalam layar hanya termenung sebentar, namun segera memberikan jawaban.
"Kenapa menurutmu begitu?"
"Maaf jika saya sedikit tidak sopan. Namun, anda adalah Constellation 'The Forgetten Hero'. Bahkan walaupun mungkin orang-orang melupakan anda namun anda masih tetap berjuang untuk menyelamatkan orang-orang seperti sekarang dengan cara anda sendiri, bukanlah begitu? Jadi tidak peduli apa kata orang, hanya lakukan yang anda anggap benar, itu mungkin adalah suatu kebanggaan tersendiri, tidak perlu Pengakuan dari orang lain, namun cukup pengakuan dari diri sendiri."
'Dia' tidak terlalu memikirkannya pada awalnya. Dan masih terus menikmati hari-hari damai miliknya, menatap dari balik Layar.
Sekarang, Avatar miliknya akhirnya di Akui, dan hendak pergi ke Dungeon yang lebih berbahaya, juga debut pertamanya secara resmi sebagai Hunter level A.
Itu adalah awal dari petualangan baru, namun entah kenapa 'Dia' merasa memiliki firasat tidak enak tentang ini. Namun begitu waktu berlalu, tidak ada yang salah. Dungeun selesai dengan baik.
Pahlawan pilihannya, lalu menjadi begitu populer setelah kejadian itu.
Perlahan-lahan dia merangkak naik, berkenalan dengan Hunter yang lebih hebat. Untuk menyelesaikan Dungeon yang lebih berbahaya lagi.
Semua berjalan benar-benar lancar, keberadaannya sebagai Constellation yang memberikan sponsor juga berjalan dengan baik, ribuan Poin didapatkan dan 'dia' menjadi semakin memiliki pengaruh. Dan bahkan naik peringkat.
Avatar miliknya, juga memiliki kehidupan yang baik dengan bertemu orang-orang baik. Beberapa wajah yang familiar. Dan mulai membuat sebuah Guild impian mereka, Starlight.
'Dia' terus menatap ke arah layar juga menatap ke arah dirinya sendiri.
Semuanya benar-benar terlihat terlalu lancar dan bahagia.
Namun melihat itu, dia akhirnya sadar bahwa ini semua terlalu indah untuk menjadi nyata.
Bahwa semuanya hanyalah ilusi.
Dan begitulah, perlahan-lahan dunia yang serba putih itu menjadi retak, dan menjadi kegelapan.
Dalam bidikan Kegelapan, ada sebuah suara.
'Bukankah ini salah mereka semua? Kamu selalu berusaha untuk menyelamatkan semua orang, Namun semua orang dengan begitu tidak tahu malunya, terpengaruh dengan beberapa rumor buruk, dan melupakan semua perbuatan baikmu, Tidakkah mereka harus dihukum? Namun kamu tidak perlu repot-repot melakukannya, kamu tetaplah menikmati hidup indahmu disini. Bukankah kamu menyukai saat menjadi Constellation? Itu adalah kenangan indah yang paling kamu inginkan.'
Seo Jun-Woo juga akhirnya sadar, bahwa dia sempat terperdaya oleh kata-kata barusan hingga tenggelam dalam sebuah dunia putih, dan masuk kedalam ilusi.
Sebuah ilusi bahwa semuanya tidak pernah terjadi. Jika saja, Kim Jung Hwa tidak pernah di serang, jika saja dia tetap menjadi Constellation...
Namun sebuah kata-kata penuh semangat kembali memasuki pikiran Seo Jun-Woo.
"Apakah penting? Aku tidak peduli apa kata mereka aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan!! Apakah mereka menghargainya atau tidak, itu tidaklah penting!!"
Kata-kata yang membuatnya tersadar dari semua ilusi itu.
Suara Kegelapan itu menjadi lebih suram terdengar.
'Kamu! Dasar tidak berguna dan naif!!'
Seolah gelombang energi kegelapan segera mengelilingi tubuh Seo Jun-Woo.
####
Di tempat yang jauh, di tengah bulan, dimana kekacauan terjadi, seorang Pria yang mengenakan sebuah topeng menatap ke arah bulan dengan ekpersi tidak nyaman.
"Ada Apa Master?"
"Tidak, hanya saja tiba-tiba Aku memiliki firasat yang tidak menyenangkan."
[Fregmen of The Light Bergetar]
Dia hanya memikirannya, apakah semua baik-baik saja?
Constellation-Nim nya...
"Maksud Master?"
"Tidak apa. Aku rasa semuanya baik-baik saja."
Dia tidak mengatakan omong kosong, hanya berdasarkan apa yang dia percayai.
Bahwa 'Dia' akan baik-baik saja.