The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 26: Tidak Bisa di Hindari



Seo Jun-Woo menjadi sangat waspada ketika mendengar langkah kaki di lorong. merasa tidak ada cukup waktu lagi namun dia masih tidak menyerah dan mencoba membaca beberapa hal di dokumen itu. Ada sebuah simbol serigala, melihat tandanya itu seperti tanda dari sebuah Guild.


Apakah ini salah satu Guild cabang jahat lainnya milik Zodiak Knight?


Dengan buru-buru, Seo Jun-Woo mengambil gambar dengan ponselnya tanda simbol itu. Setelah selesai, dia mencoba melihat ke sekeliling ruangan yang memang tidak ada tempat untuk melarikan diri. Apalagi tempat untuk bersembunyi, Seo Jun-Woo menjadi binggung, segera berniat untuk meletakan dokumen-dokumen yang ada di tangannya.


Dia segera melihat sekeliling lagi, mengintip kearah pintu, dia melihat dua orang tadi yang sempat berbicara, Carlos dan Ketua Tim Perekrutan.


Masing-masing, Level A dan Level B. Dua-duanya jelas cukup kuat, Seo Jun-Woo jelas tidak akan membiarkan dirinya ketahuan segera mengaktifkan kemampuannya mulai bersembunyi di dalam bayang-bayang ketika dua orang itu mulai membuka pintu, dia dengan cepat melesat keluar ruangan.


Seo Jun-Woo jelas merasa lega ketika dirinya Akhirnya sampai berada cukup jauh dari ruangan itu. Sangat beruntung jika dua orang itu sepertinya tidak memiliki kemampuan pendeteksi semacam ini.


Ya, kekuatan Fregmen Kegelapan benar-benar cukup mengagumkan, bisa menyembunyikan diri dalam bayangan dan kegelapan, bahkan walaupun ini masih level C sudah menjadi sekuat ini apalagi jika nanti naik level?


Seo Jun-Woo benar-benar menantikan dirinya bisa kembali memasuki Dungeon lagi. Ingin menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi.


"Hey, kenapa kamu disini?" Tanya resepsionis yang tadi menunggu di depan sepertinya dia berniat pergi ke kamar mandi atau sesuatu.


Seo Jun-Woo yang melihat orang itu jelas saja merasa sedikit kaget lalu berkata,


"Aku hanya kebetulan sedang menuju kamar mandi namun sedikit tersesat,"


"Hah, kamar mandi sebelah sana, Ingat jangan macam-macam di tempat ini Kamu tidak boleh sembarangan memasuki lorong,"


"Tentu saja, aku akan hati-hati."


Seo Jun-Woo segera mencoba untuk pergi dari orang itu, namun ketika dia hendak pergi, dia di panggil lagi.


"Tunggu ... "


Seo Jun-Woo yang dipanggil itu segera merasa sangat cemas, apakah dirinya dicurigai?


"Ya, ada apa?"


Seo Jun-Woo kembali berbalik dan mencoba untuk memasang ekspresi tenang.


"Kenapa kamu memakai topeng?"


"Bukan apa-apa, wajahku hanya tidak enak untuk dilihat karena beberapa kecelakaan, bukanlah Guild ini tidak mempermasalahkan hal-hal ini?"


"Hah, kamu benar. Namun aku hanya ingin memberikan nasehat padamu, hati-hati jika berhadapan dengan Ketua Baek, dia cukup selektif dalam memilih anggota, Jika dia memiliki mood yang mungkin kamu ... "


Seolah resepsionis itu sengaja menggantung kalimatnya.


Seo Jun-Woo tentu saja mengerti apa yang dimaksud, jika dirinya gagal dalam tes atau sesuatu yang membuat Ketua Baek itu marah, dirinya mungkin akan dihabisi.


Namun hai semacam itu jelas tidak akan mungkin.


"Tentu saja aku akan hati-hati."


Setelah mengatakan itu dia segera pergi dari sana Kembali menuju ruang tunggu.


Di tempat lainnya, Dua orang yang memasuki ruangan itu, terutama Carlos yang melihat sekeliling ruangan, merasakan hal-hal tidak nyaman.


"Apakah ada seseorang yang masuk tempat ini?"


Ketua Tim Baek, yang ditanya itu menjadi binggung, dan berkata,


"Itu jelas saja tidak mungkin Bukankah tempat ini memiliki larangan untuk diakses orang? Orang biasa khususnya tidak akan bisa masuk ke sini sembarangan,"


"Namun sepintas tadi aku merasakan sesuatu,"


"Sesuatu apa? Aku tidak mengerti,"


"Ya, wajar jika kamu tidak mengerti Bagaimana cara aku membicarakannya? Ini mirip hawa keberadaan monster Dungeon atau sesuatu seperti itu, seolah ini beresonansi,"


"Hah? Aku tidak mengerti apa maksudnya,"


"Tanganku sedikit bergetar,"


"Eh? Mungkin itu hanya perasaanmu saja,"


"Kamu benar juga mungkin karena aku belum terbiasa dengan kekuatan baruku,"


"Sudahlah, aku akan mengurus untuk rekrutmen anggota baru kamu silakan melakukan apapun yang kamu suka di markas ini,"


Baek segera keluar dari sana, untuk pergi menguji dan mendata calon-calon anggota baru. Sebelumnya mereka baru saja kehilangan 3 Hunter berharga mereka, karena misi tidak berguna, Jadi sekarang dia berniat untuk mendapatkan orang lagi. Semakin banyak anggota semakin baik.


Demi Rencana Besar mereka.


####


"Kamu ... Kamu akhirnya kembali juga Kenapa lama sekali?"


Seo Jun-Woo yang baru sampai di ruang tunggu dan mendengar pertanyaan dari Min Jae hanya berkata dengan tenang,


"Aku hanya sedikit tersesat,"


Ekpersi Min Jae menjadi buruk, seolah tahu bahwa orang yang dibawanya itu baru saja melakukan hal-hal buruk.


Seo Jun-Woo lalu segera kembali duduk di sana, sedang memikirkan Apakah sebaiknya pergi dari sini?


Atau nanti mengikuti Tes?


Jika dirinya tiba-tiba mundur dan pergi Apakah itu terlihat mencurigakan?


Namun bagaimana nanti ketika melakukan tes identitasnya malah ketahuan?


"Jadi Kemampuan apa yang di miliki Ketua Baek ini?"


Min Jae yang ditanya itu segera terdiam, seolah sedang memikirkannya, Apakah sebaiknya memberitahu atau tidak.


"Mind Manipulation, ini bisa membaca beberapa pikiran orang yang bersentuhan dengannya,"


Mendengar itu, Seo Jun-Woo segera berdiri dengan kaget dan menjadi marah pada Min Jae.


"Jadi Kamu sengaja membawaku ke sini untuk menjebakku?"


"Bu-- Bukan begitu, Kemampuan Mind Manipulation terbatas, ini hanya membaca apakah seseorang berkata jujur atau tidak, selebihnya, dia mengunakan Kemampuannya itu untuk bisa mengontrol orang-orang yang lebih lemah darinya yang sudah dia beri tanda, kamu ingat tanda yang ada di tangan ku?"


Mendengar itu, Seo Jun-Woo mengerti, dia akhirnya tahu bahwa ternyata seperti itu pantas dia ada di bagian Perekrutan. Namun Apakah hanya semacam itu kemampuan yang dia miliki?


Seo Jun-Woo merasa sihir yang ada di dalam tanda yang dimiliki Min Jae lebih rumit daripada yang dirinya kira. Ini tidak seperti tanda bisa?


Dan lagi, apakah dia benar-benar Rank B?


Setelah semua informasi yang Seo Jun-Woo dapatkan dari Min Jae belum tentu kebenaran bukan berarti orang itu berbohong namun lebih seperti karena dia hanya bawahan mana mungkin tahu hal-hal rahasia?


Jendela Status seseorang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri jadi sangat mudah untuk memasukkan informasi-informasi ini. Tentu saja tidak mungkin seseorang akan membeberkan kemampuan seperti apa yang dia miliki pada siapapun.


Jadi, Seo Jun-Woo mengira berurusan dengan Ketua Baek ini, mungkin akan menjadi lebih merepotkan daripada Carlos yang level A.


Akan mudah jika hanya beradu pukul dan bertarung. Namun ini akan berbeda cerita Jika beberapa ingatannya dibaca.


Seo Jun-Woo jelas memiliki begitu banyak kenangan dan informasi di dalam kepalanya, dari mulai hal-hal sebelum kelahiran kembali, sampai saat menjadi Constellation.


Sebuah ingatan yang tidak boleh untuk diketahui oleh orang lain.


Apakah sebaiknya pergi saja?


Toh, dia hanya level D, akan baik jika berpura-pura menjadi lemah dan mundur karena takut. Setelah mengambil keputusan itu dia segera berkata,


"Aku akan pergi,"


Min Jae yang mendengar itu segera berkata dengan panik sambil memegang tangan Seo Jun-Woo, seolah mencegahnya untuk pergi. Seo Jun-Woo menepis tangan itu dan berkata,


"Kamu diam saja, dan katakan kepada mereka bahwa aku sebenarnya takut untuk mencoba bergabung karena kemampuanku sangat lemah,"


"Tapi ... "


"Sudahlah lakukan saja apa yang aku katakan tidak akan ada yang curiga, bilang saja aku tiba-tiba gemetaran ketika sampai di markas ini setelah bertemu dengan orang-orang kuat harusnya hal-hal ini tidak masalah?"


Setelah berpikir sejenak, akhirnya Min Jae mengagguk.


"Aku mengerti."


Setelah mendengar itu, Seo Jun-Woo segera berdiri dan mencoba untuk keluar dari ruangan itu mana tahu ketika dirinya ada di pintu dan berniat membukanya di depan pintu ada wajah yang familiar.


Mungkin karena cukup kaget, Seo Jun-Woo segera menjaga jarak dan mundur ke belakang. Seo Jun-Woo jelas tahu jika orang yang ada di depannya itu adalah Ketua Baek, jadi Mari berpura-pura ketakutan.


Seo Jun-Woo lalu tiba-tiba menjadi gemetaran, dan berpura-pura jatuh terduduk kebelakang.


Ketua Baek segera menatap Seo Jun-Woo dengan ekspresi heran.


Min Jae tentu saja menjadi peka saat situasi seperti ini, dia berpura-pura membantu Seo Jun-Woo bangun, dan menjelaskan,


"Ini sebenarnya adalah kenalanku, dia awalnya ingin bergabung dengan Guild, itulah kenapa aku mengajaknya ke sini, namun setelah sampai di sini sepertinya dia merasa cukup takut untuk bergabung Karena dia hanyalah seorang level D, aku sudah bilang padanya jika lulus tes tidak apa-apa Namun sepertinya dia takut dan ingin pergi,"


Ketua Baek yang mendengar kata-kata itu lalu segera menatap Seo Jun-Woo dengan penuh selidik dan sedikit curiga. Namun dia tetap tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa tes ini hanyalah mudah, kamu cukup untuk memegang tanganku,"


Ketua Baek segera mengulurkan tangannya pada Seo Jun-Woo, Seo Jun-Woo jelas saja merasa ini situasi yang buruk, ini adalah hal yang ingin dia hindari agar pria yang ada di depannya itu tidak membaca ingatannya.


Namun apakah benar seperti itu?


Apakah dia benar-benar bisa membaca ingatannya?


Seberapa banyak yang dia baca nantinya?


Seo Jun-Woo jelas tiba-tiba tertarik dengan sesuatu. Ya, jika itu orang normal dan menerima semua ingatan mengerikan yang dirinya miliki itu jelas akan menjadi beban mental yang sangat banyak.


Ingatan dari tiga kehidupan termasuk hidup nya saat ini.


Apakah Level B benar-benar mampu?


"Kenapa? Apakah kamu masih takut?"


Seo Jun-Woo, lalu segera mengulurkan tangannya.


Sampai keduanya akhirnya berjabat tangan, dan disaat seperti ini, Ketua Baek segera mengaktifkan kemampuannya untuk mencoba membaca memori pria yang ada di depannya mencoba mencari tahu apakah dia mencurigakan atau tidak.


Namum tiba-tiba ketika dia mengaktifkan kemampuannya terjadi sebuah ledakan memori dalam otaknya. Seolah segelintir banyak informasi tiba-tiba muncul, membuat kepalanya sakit.


Yang paling berat dari semua ingatan Itu adalah, ingatan tentang kematian...


Ketua Baek, yang tiba-tiba merasakan ingatan tentang kematian itu, menjadi gemetar dan jatuh tertunduk di bawah ada darah yang mulai keluar dari hidung dan matanya mungkin karena terlalu berat menggunakan otaknya. Kepalanya sangat sakit dan terasa ingin pecah.


"Ti-- Tidak ... Siapa kamu sebenarnya?"


Seo Jun-Woo yang melihat pria yang ada di bawah itu memegangi kepalanya segera tersenyum, lalu mengeluarkan Phantom Sword miliknya dari balik mantelnya.


"Aku? Siapa? Seseorang yang kembali dari Neraka,"