
"Jadi begitu, kamu dari Guild Guardian of Calestial." Kata Seo Jun-Woo dengan ekpersi tenang, tidak menunjukkan keterkejutannya karena sudah menduganya.
Guardians of Calestial merupakan salah satu dari 8 Guild Besar, peringkat ke enam, dengan Ketua Charles Stingfied yang memiliki markas pusat di Inggris, Guild milik Para Arcangel.
"Lalu bagaimana denganmu Siapa kamu?"
Seo Jun-Woo sedang memeperdebatkan Apakah perlu untuk memperkenalkan dirinya?
Namun dia juga lelah harus selalu membuat identitas palsu disana sini.
"Aku Seo Jun-Woo dari Asosiasi Hunter Korea Selatan,"
"Kamu tidak bohong?"
"Tidak ada gunanya pula berbohong."
"Po! Po! Po!"
Naga kecil Vio sepertinya juga sangat ingin untuk memperkenalkan dirinya dan mulai terbang kesana kemari menarik perhatian keduanya.
"Apakah itu Pet milikmu?"
Ketika ditanya, Seo Jun-Woo sempat ragu untuk menjawabnya.
"Ini Vio. Dia.... Anggap saja milikku. Sudahlah sebaiknya kita segera pergi dari."
Emiliana terlihat menunjukkan ekspresi cemberut ketika mendengar itu.
"Kenapa kamu dari tadi buru-buru ingin pergi memangnya kamu tahu mau ke mana?"
"Mencari jalan Keluar."
"Apakah kamu punya petunjuk?"
Segera setelah Seo Jun-Woo mengatakan itu, sebuah layar transparan familiar muncul dihadapan mereka.
[XXX terkejut melihat kedatangan Saintness, dia menyapa "Hallo, Saintness kecil, Sudah lama aku tidak melihat orang sepertimu di tempat yang suram ini.]
Gadis itu yang tiba-tiba melihat pemberitahuan itu segera menunjukkan keterkejutan dan menatap ke arah Seo Jun-Woo.
"Bagaimana cara Aku menjelaskan? Aku juga tidak tahu dia sesuatu semacam apa Yang jelas dia tidak ada di pihak Iblis, dia itu semacam Constellation, namun tidak memiliki pengaruh disini."
Seo Jun-Woo merasa tidak perlu untuk memberikan begitu banyak informasi pada gadis itu. Jadi dia segera memutuskan untuk kembali berjalan pergi dari sana. Ada perkenalkan singkat antara Emiliana dengan Broken Constellation itu.
Berikutnya, Emiliana mengikuti dari belakang dengan Vio dalam pelukannya. Ada beberapa luka kecil di tubuh Vio pada awalnya, namun disembuhkan oleh Emiliana jad Naga kecil itu langsung menempel padanya.
"Po! Po!"
Emiliana awalnya hanya mengikuti pria yang ada di depannya terus berjalan namun semakin lama di mereka berjalan dia merasa cukup familiar dengan lokasi yang dilewati, dan arah ini...
"Tunggu! Kamu pasti pengikut Iblis Terkutuk itu kan! Kamu pasti ingin menangkapku dan kembali membawaku ke sana bukan?"
Seo Jun-Woo segera berhenti dan berbalik menatap ke arah gadis itu.
"Aku sudah bilang jika kamu tidak ingin mengikutiku maka pergilah."
"Apa-apaan itu? Lagi pula kenapa kamu malah menuju ke markas Raja Iblis? Wajar jika Aku curiga!"
"Hah, menurutmu bagaimana cara keluar dari sini?"
Gadis itu menggeleng Kepalanya.
"Kamu tidak tahu bukan? Aku juga tidak tahu bagaimana caranya keluar, itulah kenapa satu-satunya cara adalah mencari ke Markas Raja Iblis, mungkin di sana ada semacam petunjuk atau sesuatu."
"Itu cukup masuk akal, namun Tidakkah kamu tahu tempat itu sangat berbahaya."
Seo Jun-Woo memilih untuk berpura-pura tidak tahu dan bertanya,
"Kamu tahu?"
Seo Jun-Woo juga sebenarnya bingung tentang keputusan Apa yang sebaiknya dia ambil. Jujur, awalnya dia ingin pergi ke Istana Raja Iblis Lucifer untuk menyelamatkan gadis itu. Namun karena Gadis itu sudah ada di sini Sebenarnya tidak terlalu perlu untuk pergi ke tempat paling berbahaya itu.
Siapa yang tahu jika ketahuan Raja Iblis Lucifer.
Situasi yang paling buruk, apalagi sekarang dia membawa beban tambahan. Tapi Seo Jun-Woo ingat, tentang rencana pembuatan Gerbang Dimensi sebelumnya di Istana Raja Iblis Lucifer, jadi bisa di bilang tidak ada tempat yang paling cocok untuk mencari informasi dari sana.
"Aku tahu ini terlalu berlebihan untukmu memintamu kembali ke sana. Namun, Aku Masih Ingin memastikan sesuatu."
"Apa yang ingin kamu pastikan?"
"Kamu ingat Constellation sebelumnya?"
"Ya, dia bilang ada semacam gerbang Dimensi disana. Saat ini dia tidak bisa melihat atau mengikuti kita ke sana karena Raja Iblis pemilik Istana sangat sensitif, jadi aku menyarankanmu untuk menyembunyikan semua kemampuan Cahaya milikmu, jangan mengunakan Kemampuanmu."
"Hah? Apakah itu masuk akal?"
"Diamlah, kita akan menyamar."
Seo Jun-Woo mulai sedikit mengarang cerita agar bisa membawa Gadis itu kembali ke Istana, tentu pasti ada petunjuk disana, agar bisa pulang.
Dan begitulah akhirnya mereka akhirnya tiba di Wilayah Raja Iblis Lucifer.
Pertama-tama, keduanya segera bertemu dengan beberapa iblis penjaga. Tentunya, Seo Jun-Woo segera mengaktifkan Volid Slash dan menebas Iblis-iblis itu.
Jika ada cara yang paling aman untuk menyamar ke sana, yaitu berpura-pura menjadi Iblis. Seo Jun-Woo kebetulan baru saja mengaktifkan salah satu kemampuan baru, tidak lebih tepatnya salah satu kemampuannya berevolusi.
"Apa yang kamu lakukan?" Kata Emiliana terlihat jijik ketika melihat Seo Jun-Woo mulai mengambil darah Iblis dihadapannya.
"Untuk penyamaran, jadi kesini!"
[Kemampuan Shadow Clone level 2 di aktifkan]
[Anda berhasil mengambil darah Target, penyesuaian akan segera di lakukan untuk membuat Clone seperti Target]
Segera, darah yang ada di tangannya itu berubah menjadi sesosok iblis. Tepat saat itu, Seo Jun-Woo mendorong Clone bayangan itu kepada Emiliana.
"Kamu.. apa itu! Akhhhhh..."
Emiliana tentu saja menjadi kaget ketika tubuhnya mulai menyatu dengan bayangan, dan bayangan itu mulai menyelimuti tubuhnya, benar-benar merubahnya terlihat mirip dengan Ibis sebelumnya.
"Ini seharusnya baik-baik saja."
"Ini kekuatan Kegelapan?"
Seo Jun-Woo yang mendengar nada dingin itu segera menunjukkan ekspresi kesal.
"Lalu ada apa dengan Kekuatan Kegelapan?"
"Tidak ada."
Setelah penyamaran siap keduanya segera kembali melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke Istana Raja Iblis.
"Kalau aku boleh tahu di mana kamu disekap sebelumnya?"
Emiliana mencoba mengingat tempat di mana dia disekap sebelumnya.
"Itu... Aku tidak begitu yakin, namun di sekitar tempat aku ditangkap ada berbagai semacam Artefak sihir aneh-aneh disana."
"Apakah itu semacam Laboratorium? Atau tempat penelitian?"
"Jika aku memikirkannya lebih dalam, sepertinya begitu?"
"Bagus, mari kesana."
"Tunggu? Apa kamu sudah gila?