The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 174: Usulan (Part 2)



Seo Jun-Woo terdiam sebentar, menunggu reaksi Para Constellation yang ada di Channel tentang ide yang dia miliki. Dan tidak lama sampai jawabannya segera muncul.


Tentunya ada berbagai macam jawaban di sana.


The Wise Knight: Aku setuju tentang hal-hal seperti kerjasama. Ini memang aneh, kita perlu menyelidiki lebih dalam


Excel: Aku suka ide itu, terdegar bagus


The Greatest One: Kerjasama bukanlah hal yang terlalu penting, namun itu bukan ide yang buruk juga, walaupun aku lebih suka melakukannya sendiri


The Joker: Kerja sama dengan Bajingan dari Olympus? Tentu saja tidak akan! Berikan dia keluar baru Aku akan masuk


Excel: Kenapa kamu begitu keras kepala?


The Wise Knight: Kalian jangan seperti itu terus, lihat Uriel belum muncul sampai sekarang tidakkah kalian ada yang khawatir padanya?


The Greatest One: Angel nakal itu tidak perlu dikhawatirkan dia bisa mengurus dirinya sendiri


The Lucky One: Benar, Uriel dan Para Constellationnya cukup kuat


The Chosen One of The Light and Darkness: Aku hanya memberikan sebuah saran sebaiknya dipikirkan lebih lanjut


Setelah menulis hal-hal apa yang harus dia katakan, Seo Jun-Woo pergi dari Channel Constellation. Butuh waktu agar mereka semua bisa mempertimbangkan usulannya ini, alangkah baik jika kelompok ini mau bekerja sama. Yah, walaupun Seo Jun-Woo tahu, mereka berkumpul awalnya karena membenci Zodiak, namun ketika Zodiak masih ada tidak ada satupun dari mereka yang berinisiatif menjatuhkan Zodiak.


Bisa di bilang, ini kelompok pasif yang lebih suka berbicara daripada bertindak, tentu dalam berbagai hal Seo Jun-Woo cukup kecewa dengan tindakan mereka. Namun setidaknya, dia yakin jika Para Constellation ini termasuk cukup baik, dari pada yang lainnya, setidaknya mereka masih menghargai Avatar mereka dan benar-benar memikirkan dunia.


Malam itu, tidak menunggu banyak waktu, Seo Jun-Woo segera menelepon Emiliana. Untuk memberikan kabar tentang tawarannya pada gadis itu. Seo Jun-Woo tentu khawatir, jika gadis itu menolak, mengigat situasi yang terjadi pada Guildnya.


'Terimakasih atas tawarannya, Tuan Seo Jun-Woo. Tentu saja aku akan ikut membantu, dan akan menyampaikan Pesan pada Constellation-Nim. Menurut kabar terbaru yang aku dapatkan, keadaan Heavenly Realm saat ini cukup stabil, hanya saja ada beberapa masalah pada gerbang teleportasi mereka, dan sempat terjadi serangan awal dari Raja Iblis, namun Para Raja Iblis segera pergi setelah memberikan serangan kejut,'


"Cukup melegakan kalau begitu. Baiklah Aku akan menunggu besok di Markas Starlight Guild. Sampai jumpa besok,"


'Tentu saja,'


"Harap ingat, kamu jangan sampai patah semangat dan terlalu sedih dengan situasi yang ada. Apapun yang terjadi hidupku masih berjalan, kamu mengerti?"


'Terimakasih atas nasehatnya, Aku pasti tidak akan patah semangat. Saat ini Guild ku, sedang di bangun ulang, kebetulan Nona Cha-Eun ada disini untuk membantu juga,'


Mendengar nama familiar itu, Seo Jun-Woo jadi cukup terkejut. Dia belum bertemu lagi dengan gadis itu sejak kejadian sebelumaya. Banyak hal yang perlu mereka diskusikan dan bicarakan bersama.


Seo Jun-Woo denger, Lee Cha-Eun sekarang begitu sibuk berkeliling Dunia untuk mengurus pembentukan ulang Guild Zodiak yang rusak. Dia membantu disana sini, tempat-tempat yang memiliki masalah Guild.


Semangat yang patut di perhitungkan. Seo Jun-Woo jadi yakin, tidak perlu lagi mengkhawatirkan Gadis itu jika nanti waktunya tiba mereka akan bertemu. Saat ini mereka memiliki peran masing-masing.


"Sampaikan salam ku padanya."


Begitu telepon di tutup, Seo Jun-Woo mulai tertidur. Namun pada akhirnya malam itu dia tidak bisa tidur nyenyak karena banyak yang dia pikirkan.


Misalnya soal Kemampuan baru yang dia miliki.


[Kemampuan Calling Shadow diaktifkan]


[Shadow Charles Stingfied di panggil]


Sesosok bayangan hitam, keluar dari bayangan Seo Jun-Woo, kemudian mulai membentuk tubuh gelap yang menyerupai manusia.


"Salam, Tuan Seo Jun-Woo."


Mahluk bayangan itu terlihat menunjukkan kepatuhan kepada Tuannya itu.


Seo Jun-Woo yang penasaran, segera bertanya,


"Bagaimana perasaan mu saat ini?"


"Lalu perasaan mu padaku?"


"Orang yang harus di patuhi dan lindungi bahkan dengan semua yang di miliki,"


Seo Jun-Woo mengaguk setelah mendengar jawaban itu. Mengira bahwa hal-hal ini tidak berbeda dengan Necromancer, dimana mahluk Summoning mereka, akan setia bahkan mengorbankan tubuhnya untuk Tuannya.


"Lalu, Bagaimana rasanya ketika menjadi bayangan?"


Shadow Charles menjadi terdiam sebentar sedang mencoba memikirkan hal itu. Namun itu tidak lama sampai dia menjawab lagi,


"Seperti tengelam dalam kegelapan, terkadang cukup mengerikan sampai Aku tidak tahu, Apakah ini masih diriku sendiri atau bukan,"


Seo Jun-Woo terdiam, dia juga tidak mengerti Kemampuan ini. Namun mendegar jawaban itu, membuat Seo Jun-Woo merasa sedikit cemas.


Merasa tenggelam dalam kegelapan yang mengerikan dan merasa bukan dirinya sendiri. Seo Jun-Woo pernah mengalaminya. Saat dia lepas kendali dan mulai termakan oleh kemampuan kegelapan.


Itu memang sangat kuat dan bahkan melampaui dirinya saat ini. Saat dia mengalahkan kedua Raja Iblis itu sekaligus. Namun itu bukan kekuatan yang bisa dia kendalikan.


Sekolah itu adalah orang lain dan bukan dirinya.


"Jadi begitu. Kamu bisa pergi."


Shadow Charles segera menghilang dalam bayang-bayang, seolah itu tidak pernah ada sebelumnya.


Seo Jun-Woo mulai memejamkan matanya dan beristirahat sejenak. Tidak banyak hal yang dia siapkan.


Keesokan harinya, sesuai dengan jadwal yang buat, dia bersiap untuk pergi ke tempat pertemuan.


Pertama, dia datang lebih awal, jadi disana dia hanya bertemu dengan Kim Jung-Hwa. Rasanya canggung ketika hanya ada dua orang itu di dalam ruangan.


"Selamat pagi, Hyung-Nim," kata Kim Jung-Hwa dengan sopan.


"Aku merasa sikapmu terlalu dibuat-buat."


Kim Jung-Hwa akhirnya hanya menghela nafas dan berkata lagi,


"Hah, Jadi apa yang Constellation-Nim minta dariku?"


Seo Jun-Woo tidak peduli dengan basa-basi ini, hanya tiba-tiba teringat dengan hal penting.


"Kamu, bagaimana menjadi lebih kuat?"


Kim Jung-Hwa yang mendapatkan pertanyaan itu jelas saja menjawab dengan cukup bingung.


"Kenapa anda menanyakan hal-hal yang sudah jelas? Tentu dengan berlatih."


"Maksudku, bukan hanya itu."


"Tidak ada hal spesial."


"Sudahlah, Aku akan mencari jawabannya sendiri. Ngomong-ngomong Aku memiliki hal penting yang harus aku katakan padamu,"


"Apa itu?"


"Ini hanya jika, jika Aku sampai lepas kendali, tolong pukul Aku sekuatmu."


Kim Jung-Hwa menjadi binggung.


"Kenapa?"


"Kamu pernah mengunakan Kekuatan Kegelapan, harusnya menyadari keanehan dari kemampuan itu?"