The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 207: Carita Kuno (Part 3)



CTARRRRR


Bersama dengan serangan dari tombak mengerikan yang Mikaela gunakan, pertarungan itu pun berakhir. Tubuh Sang Raja Iblis tertembus oleh Tombak itu, dan terbelah menjadi dua, tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


Namun walaupun pertarungan terlihat sudah selesai, tidak ada wajah gembira dari Sang Constellation. Terutama Setelah dia melihat sekeliling tempat pertarungan itu berlangsung.


Saat ini, yang terbaring di lantai adalah Sang Acrhangel Uriel, terlihat terbaring tidak berbahaya dan penuh dengan darah dimana-mana. Di sampingnya, ada juga mayat dari puluhan Angel penjaga.


Seo Jun-Woo juga tidak tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Keduanya segera mendekat kearah tempat Mikaela berdiri. Sepertinya pertarungan itu lebih serius daripada yang dia kira.


Apakah ada korban Acrhangel lain juga?


Jika sampai iya, kekuatan Heavenly Realm akan berkurang cukup drastis. Mengigat Raja Iblis Lucifer bahkan memperkerjakan Para Dewa Jahat dari Dimensi lain. Ini baru serangan pertama bagaimana jika serangan berikutnya terjadi?


Seo Jun-Woo kira, kekuatan mereka cukup imbang, namun jika melihat lagi sepertinya ini tidak seperti itu. Dan lagi, Seo Jun-Woo tidak melalihat ada mayat Raja Iblis yang lain disana.


Apakah melarikan diri?


Tidak ada gunanya untuk hanya berhipotesis, lebih baik tanyakan langsung pada yang terlihat. Ketika Seo Jun-Woo mulai mendekat, tatapan mereka bertemu, Seo Jun-Woo yang bertanya lebih dulu,


"Sebenarnya apa yang terjadi disini?"


Mikaela mengabaikan pertanyaan itu dan malah balas bertanya,


"Kenapa kalian? Apakah ada penyusup di tempat itu?"


Mendengar pertanyaan itu, Seo Jun-Woo hanya segera mengangguk.


"Ya, entah bagaimana ada penyusup tidak dikenal yang masuk ke ruangan rahasia itu. Kami berdua sempat terlibat pertarungan sayangnya salah satu musuh sepertinya berhasil melarikan diri entah bagaimana, lalu disini..."


"Penyusup. Sudahlah, ini bukan saatnya membahas itu, sembuhkan dulu dirimu, baru membicarakan semua ini nanti."


Mikaela terlihat segera memanggil para penjaga yang masih selamat untuk membereskan kekacauan di sana terutama, untuk mengangkat tubuh Uriel yang terluka ke Ruang Kesehatan.


Sebagai bentuk perhatian, dia juga menyuruh para penjaga untuk mengurus luka-luka milik Seo Jun-Woo dan Kim Jung-Hwa.


Setelah beberapa saat dan mendapatkan perawatan, Seo Jun-Woo akhirnya bisa menghela nafas sedikit luka karena kondisinya membaik. Perawatan disana memang cukup kondusif dan cekatan.


"Hyung-Nim sudah tidak apa-apa?" Kata Kim Jung-Hwa yang baru saja tiba di ruangan perawatan Seo Jun-Woo, sepertinya masalah luka Kim Jung-Hwa lebih ringan dan selesai dengan cukup mudah.


"Ya, kita tidak boleh membuang waktu lebih lama mari segera temui dia, aku masih membutuhkan banyak penjelasan dan banyak hal yang ingin aku tanyakan,"


Dengan itu, keduanya keluar dan mulai bertanya pada penjaga disana, dimana pemimpin mereka.


"Beliau berada di ruang perawatan Constellation Uriel-Nim,"


Ekspresi Seo Jun-Woo menjadi buruk melihat penjaga itu terlihat cemas.


"Apakah kondisinya buruk?"


"Beliau masih belum sadarkan diri bahkan setelah menerima perawatan dari Constellation healing terbaik di Heavenly Realm,"


Mendengar itu, Seo Jun-Woo segera buru-buru menuju ke ruangan perawatan dan benar saja seorang gadis berambut pirang masih tidak sadarkan diri di tempat tidur. Luka-luka dan darah yang tadinya sempat ada sekarang sudah hilang namun masih tidak ada tanda tentang dia yang sadarkan diri.


Mikaela melihat kedatangan keduanya.


"Hah, Aku rasa ini saatnya menceritakan tentang apa yang terjadi,"


Seo Jun-Woo lalu mulai meringkas hal-hal yang terjadi dan dia ketahui ketika berada didalam ruang rahasia itu.


"Jadi menurut mu mereka utusan Raja Iblis Lucifer sialan itu?"


"Ya, bukankah tempat itu dulunya adalah Ruang Rahasia milik Raja Iblis Lucifer?"


Mendengar pertanyaan itu, Mikaela menunjukkan ekspresi sedikit terkejut namun segera tenang dan berkata,


"Sepertinya kamu berhasil memecahkan teka-teki di dalam ruang rahasia,"


"Itu benar. Jadi apakah Raja Iblis Lucifer adalah mantan Constellation?"


"Ini sudah bukan rahasia, namun masih hal yang tabu untuk di bicarakan."


"Hanya Constellation of The Light yang tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka. Aku hanya menjalankan perintah."


Jawaban ambigu itu membuat Seo Jun-Woo merasa tidak senang. Sepertinya Constellation yang ada di hadapannya tidak berniat menjawab pertanyaannya dari awal.


"Dewa Jahat Dimensi lain terlibat. Jika saya boleh tahu, belakang saya juga mendengar sesuatu seperti Outer Constellation, sebenarnya keberadaan apa mereka itu?"


"Pertanyaan bagus. Mereka sama seperti kami, Para Constellation yang melindungi Dimensi, sama seperti kami yang melindungi Dimensi ini."


"Lalu bagaimana mereka bisa kesini?"


"Gerbang Dimensi pelindung tempat ini yang di buat oleh Sistem Rusak."


"Sistem? Apa ini merujuk ke Sistem Constellation?"


"Rasa ingin tahu yang berlebihan terkadang bisa menghancurkanmu."


Itu seolah sebuah sindiran bawah Seo Jun-Woo tidak boleh tahu lebih banyak dari ini, jelas membuatnya kecewa. Constellation didepannya, sepertinya memang tipe yang pelit berbagi informasi bahkan dalam keadaan krisis seperti ini.


Tepat saat itu ada keributan lainnya, seperti karena kekacauan sudah berakhir, gerbang portal dimensi ke Heavenly Realm juga sudah berfungsi kembali.


"Tuan Constellation-Nim, Ada tamu dari Asgard, seperti mereka buru-buru kesini setelah mendengar ada insiden disini,"


"Baik, Aku akan segera kesana."


Melihat Mikaela akan pergi, Seo Jun-Woo yang merasa ditinggalkan itu jelas tidak senang. Dia mengusulkan untuk ikut. Mereka belum pergi kemana-mana, namun Sang Constellation Odin sudah terbang ketempat mereka dengan kerta kudanya, tepat di depan Istana Uriel, di dekat ruang perawatan darurat.


Seo Jun-Woo terkejut melihat Lee Chae-won ikut dalam rombongan Constellation itu. Hmm, karena rasanya susah untuk mengorek informasi dari Para Constellation itu, bagaimana dengan bertanya padanya?


Seo Jun-Woo yakin, ada alasan kenapa orang itu diajak ke sini. Odin terlihat pergi dan menemani Mikaela bersama dengan Constellation lainnya, tidak memberikan tempat pada Seo Jun-Woo untuk mengikuti.


Tatapan Seo Jun-Woo bertemu dengan Lee Chae-won yang dari tadi terlihat menghadap ke arahnya,


"Apakah ada yang ingin kamu katakan dari tadi?"


Lee Chae-won terlihat menunjukkan ekspresi ragu, namun segera berkata,


"Aku tidak tahu, apakah ini terasa benar untuk mengatakan semua ini padamu atau tidak."


"Jika kamu memang tidak ada niat untuk mengatakannya padaku lebih baik tidak perlu mengatakan hal-hal ambigu begitu."


"Kekuatan Petir dari Constellation merupakan salah satu kunci,"


Seo Jun-Woo yang mendengar itu mau tidak mau menjadi bingung.


"Kunci apa?"


"Sesuatu yang Aku bahkan tidak tahu. Emm, namun kurang lebih Aku memiliki beberapa hipotesis."


Lee Chae-won lalu menunjukan buku dengan gambar jam sebelumnya.


"Aku merasa, itu kunci dari hal ini,"


Seo Jun-Woo menatap buku itu dengan ekspresi kaget. Gambar jam yang terlihat familiar, dimana dia pernah melihatnya?


"Apa ini sebenarnya?"


"Roda waktu?"


Lee Chae-won juga bertanya karena tidak yakin.


Kim Jung-Hwa mendengarkan percakapan antara keduanya mulai memikirkan hipotesisnya sendiri juga. Lalu teringat kata-kata dan pernyataan Seo Jun-Woo sebelumnya.


"Apakah itu sebenarnya gambar Sistem?"


"Sistem Constellation?" Tanya Seo Jun-Woo yang cukup kaget dengan hipotesis itu.


Tidak ada yang menjawab pertanyaannya karena mereka juga tidak tahu.