The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 66: Dungeon Hitam (Part 2)



"Hah, Pantas saja tidak ada orang yang berani masuk sampai Gerbang, hah pasir-pasir ini benar-benar bermasalah," keluh Viona yang secara tidak sengaja memakan beberapa pasir yang lewat mungkin saking kuatnya badai pasir.


Seo Jun-Woo juga segera mengenakan masker, untuk menghalau pasir.


"Kamu seharusnya membawa persiapan lebih banyak,"


"Itu sangat curang kamu bahkan membawa masker?"


"Tidakkah itu kamu yang aneh karena tidak membawanya?"


"Hey, kalian jangan bicara saja sepertinya Dungeun sudah hampir dekat,"


Kata-kata Park Shin Jun segera menghentikan perdebatan dua orang itu dan sekarang pandangan mereka menuju ke arah depan. Dimana disana ada sebuah gerbang hitam yang sangat besar dan menyeramkan.


Seo Jun-Woo tentu saja merasa sangat familiar dengan gerbang hitam itu yang benar-benar sangat mirip dengan Gerbang yang dulu dia masuki, Dungeon Alter Ego Dewa Kegelapan.


'Apakah benar ada satu di dalam?'


Semakin mendekat ke arah gerbang itu, Fregmen of The Darkness di dalam Tubuh Seo Jun-Woo juga Mulai bergetar, Seo Jun-Woo jelas sekali merasakan ada monster yang sangat kuat, mungkin saja setara dengan Alter Ego Dewa Kegelapan di dalam sana.


Dengan panduan Ketua Tim, Tim Ekspedisi ini satu demi satu mulai melangkah memasuki gerbang itu. Tentu saja semua orang tegang dengan sesuatu dibalik pintu. Wajar untuk takut ketika memasuki Dungeon yang tidak di ketahui ini.


Seo Jun-Woo yang sudah berada di depan gerbang tepat itu, juga merasa sedikit tegang.


"Apakah kamu akhirnya takut?" Tanya Viona, tangannya sebenarnya juga cukup gemetar ketika bertanya.


Mendengar itu, Seo Jun-Woo segera berkata dengan ekspresi tenang,


"Tidak ada yang perlu ditakutkan, kita toh tidak pergi sendiri. Bukankah kamu yang bilang? Bahwa Master Guild mu sangat kuat? Aku juga cukup Kuat Lo! Kamu bisa mengandalkanku juga nanti,"


"Dasar tukang pamer,"


Akhirnya, sampai pada rombongan Seo Jun-Woo yang mulai memasuki gerbang itu. Hanya ada sedikit getaran aneh ketika Seo Jun-Woo masuk, Fregmen of The Darkness, benar-benar terpengaruh dengan keberadaan gerbang itu apakah ingin menyerap energi kegelapan dari Gerbang?


Dan sekarang, pandangan Seo Jun-Woo kembali memasuki jurang kegelapan pekat setelah memasuki Dungeon itu. Pemandangan yang terlihat cukup familia seperti pemandangan yang ada di depan.


Sebuah Gurun dengan Kabut Hitam, namun yang membedakan terasa aura-aura yang berbahaya di sekitar sana.


"Hati-hati dengan langkah mu," kata Seo Jun-Woo mencoba memperingatkan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Dan tepat Setelah dia mengatakan itu terdengar teriakan dari sisi Kanan.


Karena kabut sangat gelap, orang-orang tentu saja masih tidak bisa melihat dengan jelas daerah sekitar. Namun Seo Jun-Woo bisa melihat semuanya dengan jelas karena kemampuan yang dia miliki.


Ada salah satu anggota Tim Ekspedisi yang baru saja di seret masuk kedalam pasir. Hal itu membuat orang-orang waspada.


Baru setelah itu, muncul sebuah Monster besar seukuran 2x lipat lebih besar dari Gajah, keluar merayap dari pasir yang terlihat mengerikan. Seperti cacing, dan memiliki banyak gigi di bagian depannya.


Sandworm


Rank A


Yang jadi masalah bukan karena ukurannya, namun jumlah mahluk itu yang tidak di ketahui, bersembunyi dari bayang-bayang kabut kegelapan dan pasir. Sedang menunggu mangsa.


"Semua!! Tetap jaga formasi jangan panik!" Kata Li Wenhua mencoba menenangkan orang-orang.


Tepat setelah itu, ketika salah satu Monster Sandworm itu menyerang, Monster itu segera terbakar dalam sekejap.


Tidak perlu bertanya siapa yang melakukannya, hanya satu orang di tempat itu yang memiliki kekuatan api yang begitu besar.


Kobaran Api Biru mematikan segera memasuki pandangan semua orang, Api itu selain membunuh Monster, ternyata menjadikan Monster sebagai Bahan Bakarnya, membuat pandangan orang-orang sedikit lebih jelas dengan cahaya yang terpancar.


Seo Jun-Woo yang melihat itu cukup takjub, sempat tidak memikirkan bahwa ada cara-cara semacam itu benar-benar sangat efisien.


Phoenix membakar berbagai Mosnter yang keluar dari Pasir dengan akurat, hal ini juga membuat pandangan orang-orang menjadi semakin jelas.


"Hey! Kamu kamu jangan terlalu membuang energi di awal! Sudah cukup!" Perintah Li Wenhua, sepertinya merasa kewalahan dengan sikap salah satu rekan dari Guild sebelah itu yang terlihat begitu bersemangat untuk membakar semua hal yang ada di sini.


Seolah menurut, serangan Phoenix berhenti, dan dia mengeluarkan pedangnya, dan mulai memberikan Instruksi pada Member Guildnya, yang sekarang sudah memiliki pandangan lebih jelas untuk hati-hati dan mulai menyerang jika ada monster yang muncul.


Namun sepertinya masalah tidak sampai disana, mereka sudah di sambut dengan kedatangan Monster baru.


Kali ini, adalah monster raksasa bertubuh pasir dengan banyak tentakel, dapat mengubur diri di pasir yang baru saja meluncur keluar dari pasir sudah siap untuk meregap mangsanya.


Ukurannya juga tidak main-main, monster itu sepertinya mulai mengeluarkan Badai Pasir di sekitar daerah ini.


Sand Kraken


Rank A


Seo Jun-Woo yang menatap monster-monster berbahaya itu hanya bisa menghela nafas, tempat ini benar-benar sangat berbahaya, ini baru permulaan.


Seberapa hebat Bos Monster nanti?


Seo Jun-Woo memilih untuk tidak terlalu memikirkannya dulu dan mulai bertarung juga dengan monster yang ada di sekitarnya karena cukup banyak Bahkan dia harus ikut berpartisipasi sebagai Tim Support.


Seo Jun-Woo mulai mengeluarkan Pedang miliknya. Namun takut terdeteksi mengubah Kemampuan kegelapan, dia hanya mengunakan Sword Aura miliknya, sudah level C, sepertinya sudah cukup mentok, mungkin karena dasar Sword Aura miliknya cocok dengan Elemen Kegelapan, Kemampuan Dasar ini bisa ikut meningkat walaupun tidak setinggi itu jika di bandingkan Kemampuan lainnya.


Ini membuat Seo Jun-Woo menjadi penasaran, itukah kenapa Tubuh ini di pilih?


Tubuh Baru ini, Tubuh yang cocok untuk Elemen Kegelapan dan Elemen Cahaya. Mungkin dari awal Karena Skill Awakening Dasar Sword Aura ini, biasanya Skill Sword Aura lebih mendekati Kemampuan Elemen Cahaya, namun nyatanya beradaptasi dengan baik dengan Elemen Kegelapan.


[Kemampuan Assassin's Blade diaktifkan]


[Kemampuan Volid Slash diaktifkan]


Pedang Seo Jun-Woo terlibat berlapis Aura yang menutupi Volid Slash, hal-hal ini sudah dia pelajari dan terapkan sebelumnya agar tidak terlalu terlihat mencurigakan.


Asal tidak mengunakan Shadow Blast dan sejenisnya, harusnya aman.


Seo Jun-Woo maju bertarung dengan Tim lain di sekitarnya, mencoba menebas Sand Kraken yang ada di hadapannya.


Sayangnya, serangan itu di serap oleh Sand Kraken, tentakel-tentakel pasir itu, sempat terpotong namun segera pulih lagi.


Orang-orang yang menyerang juga menyadarinya, bahwa serangan mereka tidak terlalu berpengaruh.


Sang Pemimpi Tim Li Wenhua, tentu saja menyadarinya, dia tidak panik dan segera memberikan perintah,


"Semuanya jangan panik!! Cepat Cari Kelemahan Monster itu! Monster itu pasti memiliki semacam Inti! Jika kita menghancurkannya pasti Monster itu akan mati!"


Dia memberikan komando sambil memberikan contoh pada Hunter lainnya.


Dia mengunakan Tombak, mulai membuat beberapa Clone, mulai menyerang Sand Kraken dari berbagai titik, dan benar saja, salah satu ujung tombak berhasil menembus Core dan hancur.


"Sepertinya Core berada cukup acak, jadi Serang lah dengan hati-hati!"


Seo Jun-Woo memperhatikan serangan itu dengan cermat, Kemampuannya cukup hebat, jelas Li Wenhua ini cocok untuk pertarungan 1 lawan banyak, Clone-clone itu sepertinya bukan hanya sekedar hiasan, namun masing-masing memiliki kemampuan cukup hebat.


Namun tidak hanya pengunaan Clone, dia sepertinya memiliki pengendalian Elemental. Seo Jun-Woo pernah bertarung melawan seseorang yang memiliki kemampuan yang hampir mirip namun jika dibandingkan, jelas Li Wenhua ini jauh lebih hebat.


Disisi lainnya, Seo Jun-Woo lalu melihat kearah Phoenix atau Kim Jung Hwa nya bertarung.


Dari pada bergerak asal-asalan seperti Li Wenhua, Phoenix bergerak lebih tenang, seolah dia punya mata tambahan, setiap tebasannya langsung mengenai Core Sand Kraken, membuat Monster itu langsung hancur.


Jika Seo Jun-Woo memperhatikan teknik pedang itu secara mendalam, teknik itu memang mirip dengan sesuatu yang dia ajarkan, namun sudah jauh lebih meningkat.


Sekarang Seo Jun-Woo mengerti, kenapa di pertarungan terakhir kali kemampuan pedang mereka sedikit imbang, dan terlihat sama, itu karena memang dasar-dasar mereka sama. Dia merasa cukup kagum, melihat Kim Jung Hwa ternyata menerapkan ajaran yang dia berikan dengan baik.


Seo Jun-Woo juga mulai fokus pada lawan yang ada di depannya, mengaktifkan kemampuan deteksinya untuk melihat inti Monster Sand Kraken dengan akurat lalu menebasnya.


Namun Monster tidak hanya sampai disana, setelah monster itu kalah segera Sandworm yang memiliki ukuran lebih kecil juga mulai muncul namun walaupun ukurannya kecil kemampuannya tidak jauh berbeda dengan yang memiliki ukuran besar.


Dia menebas Sandworm itu dengan cukup baik.


Bisa dibilang pertarungan di arena gurun gelap itu berlangsung seolah tanpa henti karena rombongan monster terus saja muncul dan muncul bahkan setelah di binasakan


Monster-monster itu sepertinya didesain untuk menguras energi orang-orang yang memasuki Dungeon ini. Jika seperti ini, mereka mungkin hanya akan kelelahan jika terus berada di sini.


Seolah memikiran hal yang sama dengan Seo Jun-Woo, Phoenix segera memberikan beberapa saran dan berkata pada Li Wenhua,


"Mari kita berpencar menjadi dua Tim, kami sudah memiliki rencana-rencana semacam ini sebelumnya bukan? sepertinya tidak ada gunanya jika kita terus berkumpul di satu tempat ini Kita harus keluar dari kabut hitam ini!"


"Kamu benar. Baik untuk semua orang! Mari kita akan berpencar menjadi dua tim! Satu mengikuti Arahan Master Guild Starlight, dan Satu Tim mengikutiku! Kita akan berpencar untuk mencari Lokasi Bos Monster! Untuk pertemuan berikutnya, jika ada hal-hal berbahaya cobalah untuk mengirimkan Sinyal!"


Dengan itu, Li Wenhua dan Phoenix segera terpisah menjadi dua tim salah satunya menuju ke arah kanan dan satunya menuju kekiri. Tidak perlu untuk memilih karena semuanya sudah direncanakan dengan rinci dari awal.


Seo Jun-Woo tentu mengikuti Guild Starlight, seperti ketentuan awal. Dan bersama dengan dia, Member Guild Mystic Trinity juga mengikuti Guild Starlight.


Selama pertarungan panjang itu, Seo Jun-Woo tidak begitu sempat untuk memperhatikan mereka karena keberadaan Mereka terlihat tidak terlalu mencolok.


Namun justru itu yang aneh, Guild milik Zodiak, seharusnya selalu menjadi Guild yang paling sombong dan memamerkan kemampuan mereka, sesuai dengan riwayat yang sudah-sudah, bagaimana Zodiak Knight juga bersikap sombong itu. Keinginan Zodiak selalu ingin menjadi yang terkuat dan terlihat paling mencolok.


Jadi, terlihat sangat biasa ini malah mencurigakan.


Seo Jun-Woo lalu menatap kearah seorang pemuda yang mengunakan sebuah Panah di Tim itu. Bagaimana Seo Jun-Woo mengatakannya?


Ada beberapa Aura tidak biasa dari orang itu?


"Hey, apakah kamu tahu orang yang membawa panah dari Guild Mystic Trinity itu?" Tanya Seo Jun-Woo pada Park Shin Jun, temannya itu sepertinya mengenali dan memiliki banyak informasi tentang Guild-guild besar, harusnya bisa diandalkan.


"Aku tidak tahu orang itu, ini juga cukup baru, kan tadi Aku sudah bilang? Guild mereka sangat tidak menunjukkan ketulusan mungkin hanya memilih asal member untuk dikirim ke sini, entahlah mereka aneh,"