
Baik Seo Jun-Woo dan Kim Jung-Hwa saat ini masih menatap benda kristal yang ada di hadapan mereka. Dan tentu saja, Kim Jung-Hwa juga sempat memegang benda cystal misterius itu, sayangnya efek yang timbul sama dengan ketika Seo Jun-Woo menyentuhnya.
Dia terlempar kebelakang, seolah kekuatan itu menolaknya.
"Apakah kita hancurkan saja?" Kata Kim Jung-Hwa tiba-tiba setelah bangun dari lantai.
"Kamu... Apakah hobimu menghancurkan sesuatu? Hancurkan, hancurkan, selalu ide itu yang kamu katakan, bahkan saat kita ke Tokyo Tower sebelumnya,"
"Bukannya begitu, Saya hanya memilih ide yang paling efektif,"
Seo Jun-Woo juga kemudian terdiam, sejujurnya dia juga ingin tahu apakah kristal yang ada di depannya itu bisa dihancurkan atau tidak. Melihat sepertinya itu dilindungi oleh energi misterius, bukankah sepertinya juga tidak bisa di hancurkan?
Namun bagaimana jika setelah mendapatkan serangan kristal itu malah hancur berkeping-keping?
Bukankah ini merugikan?
Dan lagi, Sang Pemilik Istana bisa saja menjadi marah.
Ketika keduanya sedang serius untuk melihat hal-hal itu, tiba-tiba keduanya merasakan guncangan hebat yang bahkan sampai ke ruangan itu. Seolah ada energi hebat, yang baru saja masuk secara paksa ke sana.
Walaupun Seo Jun-Woo juga masih tidak yakin, apakah ruangan yang saat ini ditempatinya masih bagian dari istana ataukah dia di teleportasi ke suatu tempat.
Karena energi yang mengelilingi tempat itu mirip dengan struktur Dungeon, seolah ini dibuat oleh orang yang sama.
"Ukhh, guncangan apa itu tiba-tiba?" Kata Seo Jun-Woo menjadi penasaran.
"Mungkin karena memang ruangan ini aneh,"
"Kamu ada benarnya, seluruh tempat ini memang aneh."
Keduanya, lalu kembali melihat sekeliling ruangan itu. Hanya ada ukiran aneh yang ada disana.
"Bagaimana jika di ambil Cystalnya saja dari tempatnya? Sepertinya itu tidak masalah, saya merasa berada di tempat ini terlalu lama bukan hal baik."
Mendengar ide Kim Jung-Hwa, Seo Jun-Woo mengaguk.
"Tentu, harusnya tidak apa-apa menghancurkan patung yang menyanga permata itu dan mengambilnya."
Setelah memikirkan ide itu, Seo Jun-Woo segera mengunakan pedangnya dan menyelimutinya dengan kekuatan cahaya, untuk memotong tangan patung yang menyanga Crystal itu.
CRASSS
Sayangnya, tidak ada goresan sedikitpun di patung itu ketika dia mulai menyerangnya, kekuatan dari Cystal sepertinya melindungi hal itu dari di hancurkan.
"Ini sepertinya gagal, mari cari cara lainnya," kata Seo Jun-Woo memilih untuk mencoba melihat ukiran-ukiran yang ada di dinding.
Di dinding itu, kali ini terlihat gambar dari Angel yang tidak memiliki sayap, kemudian sepertinya di berikan semacam cahaya oleh sosok yang tidak begitu jelas di gambarkan.
Kemudian diadakan berikutnya sosok yang tidak memiliki sayap itu kemudian perlahan-lahan memiliki sayap. Dan berubah menjadi sosok yang luar biasa. Melihat bagaimana sosok itu, di puja dan di hormati oleh sosok mahluk lainnya.
Gambar ini mirip dengan lukisan di kaca sebelumnya yang ada di kamar. Hanya bagian awalnya yang dihilangkan.
"Hmm, apakah ini simbol Fregmen Cahaya?"
Kim Jung-Hwa baru saja menujuk kearah simbol seperti bola crystal yang ada di dalam gambar, sesuatu yang diberikan oleh sosok misterius di gambar.
"Jadi kamu juga merasa tempat ini ada hubungannya dengan Fregmen Cahaya? Seberapa banyak yang kamu tahu?" Tanya Seo Jun-Woo dengan nada penasaran.
"Tidak sebanyak anda. Jika di pikir lagi, Fregmen yang aku miliki adalah sesuatu yang anda berikan, bukankah gambar ini cukup mirip? Seperti ketika Constellation memberikan berkah pada Avatar mereka?"
Seo Jun-Woo terdiam sejenak ketika mendengar itu dan segera mengangguk.
"Kamu benar, ini cukup mirip."
Lalu tatapan matanya beralih melihat ukiran berikutnya. Kali ini, sosok yang diberikan Fregmen Cahaya itu, terlihat melalui banyak cobaan, terlihat bagaimana sosok itu bertarung tanpa ampun melawan sesuatu yang diselimuti kegelapan.
Ukiran berikutnya, adalah ketika sosok itu berhasil mengalahkan musuhnya, dan berdiri di atas lautan mayat musuhnya dengan sebuah pedang di tangannya.
Hal yang mengejutkan segera terjadi setelah gambar itu. Sosok itu, segera terlihat diselimuti oleh cahaya, lalu seolah tersapu yang menjadi cahaya.
Berikutnya yang mereka lihat, adalah sosok itu berubah menjadi bintang-bintang yang juga di gambarkan dalam ukiran itu.
"Menjadi Rasi Bintang,"
Setelahnya, Seo Jun-Woo jadi sedikit mengerti. Ada kemungkinan ukiran yang ada di sini menggembarkan bagaimana seseorang bisa menjadi Constellation. Rahasia Para Constellation itu sendiri, yah walaupun Seo Jun-Woo sudah tahu tentang hal itu, walaupun masih belum terlalu jelas soal syaratnya. Namun sepertinya sudah jelas sekarang.
Lalu kata-kata mengejutkan lainnya segera terdengar,
"Apakah kamu ingin menjadi Constellation, Kim Jung-Hwa?" Tanya Seo Jun-Woo tiba-tiba.
"Apa?"
"Untuk menjadi salah satunya. Aku merasa itu bukan hal yang mustahil untukmu, saat ini kamu bukan milik siapa-siapa."
Seo Jun-Woo tahu pasti hal ini, Kim Jung-Hwa bukan milik siapa-siapa, bukan milik Constellation manapun. Ikutan antara mereka sebagai Constellation dan Avatarnya sudah lama terputus dan tidak lagi diakui oleh sistem.
Bukankah ini adalah sebuah kesempatan?
"Tidak ada salahnya untuk mencoba," kata Seo Jun-Woo lagi.
Namun hal itu tidak mendapatkan tanggapan positif dari Kim Jung-Hwa, dia terlihat terdiam, ekspresi di wajahnya terlihat tidak nyaman, namun sepertinya bingung kenapa.
Seo Jun-Woo tentu melihat perubahan ekspresi itu, lalu berkata lagi,
"Ah, itu terserah kamu, Aku tidak akan memaksamu. Bagaimanapun juga, menjadi sesuatu seperti Constellation itu bukan hal yang mudah untukmu."
Seo Jun-Woo ingat, sudah terlalu banyak beban yang dia berikan kepada Kim Jung-Hwa selama ini. Untuk bisa menjadi lebih kuat seseorang pasti mengorbankan lebih banyak hal, begitu pula untuk Kim Jung-Hwa. Hal-hal yang sudah dialami selama 10 tahun itu bukan hal mudah.
Dan sekarang, dirinya bisa-bisanya dengan egoisnya mencoba meminta Kim Jung-Hwa untuk menjadi Constellation?
Walaupun itu demi bertambah kuat...
Demi rencana besar mereka...
Namun segera, Kim Jung-Hwa menunjukan senyumannya, dan bertanya,
"Apakah ini agar aku bisa menjadi lebih kuat?"
Dengan canggung, Seo Jun-Woo berkata,
"Benar."
"Aku akan melakukannya jika memang aku bisa. Constellation-Nim tidak perlu menjadi begitu canggung seolah memberiku beban baru, bukankah anda tahu? Aku melakukan ini karena keinginanku dan karena aku ingin, jika aku tidak menginginkannya Aku tidak akan melakukannya."
"Jadi begitu caramu menjadi lebih kuat?"
"Benar, karena Aku percaya pada Constellation-Nim."
Setelah berbagi isi pikiran mereka, keduanya kembali menatap ke arah ukiran yang ada di dinding. Namun tidak ada lagi ukiran yang terlihat setelah menggambarkan bintang-bintang itu.
Seo Jun-Woo mencoba berpikir keras apa yang sebaiknya dilakukan pada Crystal itu. Dan hubungan dengan Fregmen Cahaya yang ada di dalam dirinya.
Jika di ingat, sepertinya Fregmen Cahaya yang dia miliki, ada hubungannya dengan milik Raja Lucifer dulu.
Kepingan Cahaya...
Rusak...
Ahh...
"Sebentar, aku sepertinya memiliki cara untuk mendapatkan kekuatan itu."
Berbeda dengan keduanya yang saat ini masih berada di ruangan misterius itu. Keadaan di Istana Uriel, saat ini kacau balau.
DUARR DUARRR
Raja Iblis yang datang, cukup kuat untuk membuat kekacauan di sana dan berhasil membuat penghalang di sekitar mereka, mencegah lebih banyak Acrhangel masuk. Uriel sendiri saat ini ada di depan gerbang istana miliknya dan kesulitan untuk menebus penghalang. Menyaksikan bagaimana salah satu Acrhangel didalam saat ini sedang di bantai habis-habisan dengan kekuatan kegelapan.
"Mikaela! Apakah kamu tidak memiliki cara untuk menembus penghalang itu?"
"Diamlah, Uriel. Aku sedang menemukan caranya! Aku juga tidak tahu kenapa mereka bisa membuat penghalang sekuat ini! Bagaimana bisa?"
"Aku tidak yakin, namun aku merasakan energi yang aneh dari penghalang ini,"
Mikaela juga mulai melihat-lihat ke arah penghalang itu dan sudah merasakan energi tidak nyaman, sesuatu yang benar-benar berbeda dari energi yang pernah dia rasakan sebelumnya.
"Tidak mungkin... Ini... Energi Outer... Bagaimana bisa..."