
Saat ini, Seo Jun-Woo dan Emiliana tengah melewati beberapa lorong kosong menuju kearah tempat Emiliana di sekap sebelumnya. Sempat ada beberapa ruangan yang mereka lewati.
"Mari Coba periksa ruangan itu." Kata Seo Jun-Woo membuka pintu salah satu ruangan.
"Emm, bagaimana jika kita ketahuan?" Kata Emiliana sedikit cemas.
Walaupun sejauh ini mereka berdua belum ketahuan karena penyamaran mereka, tetap saja membuat Emiliana gugup, karena ini adalah pertama kalinya dia menyusup ditempat berbahaya seperti ini. Sebagai Tim Support di Dungeon, dia jarang dihadapkan dengan situasi yang sangat berbahaya.
"Tidak ada yang perlu kamu cemaskan."
Seo Jun-Woo lalu mulai melihat-lihat ke dalam ruangan itu, yang ternyata hanya semacam ruangan kosong tidak jelas. melihat ruangan kosong tidak jelas itu dia kembali melangkah keluar menuju ke ruangan berikutnya.
"Aku pikir tidak perlu untuk memeriksa setiap ruangan?" Kata Emiliana memberikan saran.
Seo Jun-Woo masih terus memeriksa ruangan yang sejauh ini tidak menemukan apapun. dia jadi mulai berpikir jika hal-hal ini malah membuang-buang waktu. Beberapa ruangan hanya ruangan kosong terkadang ada juga semacam kamar. Namun tidak ada apa-apa lainnya yang mencurigakan.
"Kamu benar, semakin lama kita di sini hanya membuang-buang waktu. Aku tidak akan memeriksa lagi semua ruangan,"
Merasa tidak terlalu berguna, Seo Jun-Woo mulai membuka ruangan terakhir, dan setelah ruangan itu dia berniat akan langsung menuju ke tempat di mana Emiliana di sekap.
Kali ini ruangan yang dia masukin, penuh dengan beberapa senjata. Seo Jun-Woo yang tertarik, mencoba masuk.
Dia melihat-lihat ke arah sekeliling, seperti yang diduga dari pintu yang tidak memiliki pengamanan ketat. Tidak ada senjata yang berharga disana.
"Hah, sebaiknya kita keluar saja," kata Seo Jun-Woo terlihat menunjukkan ekspresi kecewa.
Emiliana sendiri, saat ini mulai melihat-lihat senjata di sekeliling ruangan. Sampai dia menemukan sebuah bola kristal tertentu yang cukup menarik. Seo Jun-Woo juga menatap Bagaimana Gadis itu diam saja di depan beberapa bola kristal, disana ada cukup banyak bola kristal yang memiliki bentuk yang mirip, semuanya tidak terlihat ada yang istimewa.
"Ada apa dengan bola kristal ini?"
"Aku sepertinya pernah melihatnya, tidakkah kamu merasa ini cukup familiar?"
Seo Jun-Woo mulai menatap bola kristal hitam ini. Dia tentu merasakan energi kegelapan dari bola kristal itu, yups, rata-rata semua barang di Dimensi Kegelapan memang memiliki energi kegelapan.
Namun ada yang unik tentang bola kristal ini. Mengigatkan Seo Jun-Woo pada Core Monster yang muncul setelah mengalahkan Bos Dungeon.
"Mungkin ini akan berguna."
Seo Jun-Woo tanpa segan-segan segera mengambil bola kristal itu. Emiliana juga tidak keberatan, dan segera mengikuti Seo Jun-Woo untuk keluar dari sana.
Keduanya, kembali berjalan di lorong namun tetap saja masih bertemu beberapa Iblis penjaga.
"Hey, bagaimana ini? Orang itu, lolos, Pasti Tuan Lucifer akan marah!"
"Astaga, Aku benar-benar tidak tahu bagaimana jika sampai Tuan tahu, mana tim pengejar belum datang pula."
Saat ini, beberapa penjaga terlihat sedang bergosip, Seo Jun-Woo dan Emiliana mendengarkan diam-diam, kurang lebih mereka tahu apa yang dibicarakan para penjaga, ini pasti menyangkut Emiliana yang melarikan diri.
"Tapi Aku dengar, bukankah Gadis itu sudah tidak berguna?"
"Memang sih, Aku dengar Tuan Ash sudah melakukan percobaan yang di perlukan pada gadis itu."
"Benarkah? Berarti kita tidak akan dimarahi walaupun Gadis itu melarikan diri?"
"Hey, jangan senang dulu! Kita masih tidak yakin tentang itu, sudahlah, sebaiknya kamu perintahkan saja beberapa orang untuk membuat tim pengejaran lagi daripada terkena masalah."
Melihat para penjaga akhirnya pergi dari lorong itu, Seo Jun-Woo mulai bertanya pada Emiliana.
"Percobaan apa yang mereka lakukan padamu?"
Emiliana mengelengkan kepalanya, terlihat tidak mengerti.
"Ketika aku kembali mendapatkan kesadaranku, Aku masih ada di Ruangan itu, ini semua berkat kemampuan Pasifku yang aktif dan bisa lepas dari segel itu. Namun sejujurnya, ketika aku bangun aku merasakan energi dalam tubuhku menghilang, seperti di habiskan atau sesuatu, disana Aku juga merasakan ada gumpalan Energi Api milikku, Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, aku belum sempat mengapa kan tempat itu karena buru-buru ingin melarikan diri, takut ketahuan."
Seo Jun-Woo menjadi diam, dia mulai memikirkan alasan kenapa gadis itu dibawa, ini untuk mencari sesuatu seperti koordinat Dimensi Heavenly Realm. Jelas sepertinya membutuhkan semacam energi dari gadis itu, energi yang langsung diberikan oleh Constellationnya, mungkin energi itu digunakan untuk melacak lokasi keberadaan Uriel, di Heavenly Realm.
Seo Jun-Woo tidak tahu apakah itu hal baik atau buruk. Jadi tanpa terlalu banyak bicara keduanya buru-buru menuju ke ruangan laboratorium.
Disana, tentu saja ada seorang Iblis yang terlihat sedang berada di depan semacam portal. Seo Jun-Woo segera menggunakan kemampuannya, dan dengan seragam kilat, membunuh Iblis itu, bahkan sebelum Iblis itu bereaksi.
Sekarang Seo Jun-Woo mulai menatap ke arah sekeliling laboratorium. Disana, ada crytal kosong, yang sebelumnya berisi Emiliana. Di sekitar ruangan itu ada beberapa bola kristal hitam seperti yang Seo Jun-Woo temukan di ruangan senjata.
Dan lebih dari segalanya dia menemukan beberapa hal yang terlihat seperti portal, ada sekitar 10?
Emiliana awalnya tidak terlalu memperhatikan karena tempat itu gelap namun sekarang setelah cukup terang, dia akhirnya bisa melihat hal-hal dengan jelas.
"Mungkin saja iya."
Seo Jun-Woo mulai berjalan menuju salah satu portal, namun tidak menemukan energi atau sesuatu dari portal itu, yang benar-benar mengecewakan.
"Bagaimana cara mengaktifkan nya?"
Emiliana hanya menggelengkan kepalanya, sambil melihat sekeliling dan akhirnya menemukan semacam buku.
"Emm, apakah ini dasar-dasarnya?"
Emiliana terlihat kaget ketika melihat isi buku yang berisi cetak biru pembuatan portal, disana juga ada sedikit penjelasan tentang Bagaimana cara menggunakannya. Seo Jun-Woo juga segera mengambil buku itu dan ikut mempelajarinya.
"Jadi di butuhkan Crystal ini untuk membuka portalnya? Juga butuh energi yang sangat banyak?" Kata Seo Jun-Woo menyimpulkan.
"Sepertinya begitu. Namun... Jumlah energi ini..."
Seo Jun-Woo juga mengerti jumlah energi yang dibutuhkan sangat banyak, cukup wajar sih ini adalah Portal Dimensi. Yang membuka Portal membutuhkan seseorang yang sangat kuat.
Seo Jun-Woo kurang lebih bisa menebak Siapa yang memiliki tugas untuk membuka portal. Itu mungkin Raja Iblis Lucifer sendiri.
Portal Dimensi yang dibuat berdasarkan Portal milik Dewa Kegelapan.
Seo Jun-Woo tidak begitu yakin namun dia ingin mencoba membuka salah satu gerbang. Dia memiliki semacam ide bagaimana cara membuka gerbang itu tanpa mengunakan terlalu banyak kekuatan.
Ini salah satu kemampuan barunya, yaitu Darkness Darining Cube. Dia bisa menyerap energi kegelapan, namun tanpa dia langsung menyerapnya, jadi bisa di tampung di semacam kotak atau sesuatu.
"Kamu bantu aku mengambil semua kristal Hitam yang ada di gudang senjata sebelumnya,"
"Namun untuk apa itu?"
"Nanti kamu juga akan tahu."
Rencana mereka segera di mulai, Seo Jun-Woo mulai membuat kotak kegelapan, di sekitar gerbang itu dan menghubungkannya ke arah gerbang. Sekarang, energy kegelapan yang dimasukkan ke dalam kotak ini akan secara otomatis masuk kedalam portal.
Ini mirip dengan mengalirkan energi sihir kesana.
Sayangnya, masalah muncul.
"Hey, sepertinya ada tikus-tikus kotor yang berani menyusup ke Istanaku."
Raja Iblis Lucifer tiba-tiba saja muncul tepat dihadapan Seo Jun-Woo, membuat Seo Jun-Woo bahkan merasa sangat kaget karena tidak merasakan keberadaan atau kedatangannya, baru setelah suara itu, dia baru merasakan energi Raja Iblis.
Seo Jun-Woo segera mundur untuk menjaga jarak.
Sebuah benturan dua kekuatan terbentuk membuat ledakan kecil.
"Heh, menarik. Kamu akan cocok untuk dijadikan salah satu Bonekaku."
Lucifer mulai tersenyum, lalu mengaktifkan salah satu kemampuannya.
[Kemampuan Dark Soul Manipulation di aktifkan]
Setelahnya, dari arah lantai yang awalnya tidak ada apa-apa mulai bermunculan bayangan-bayangan kecil yang perlahan-lahan berubah menjadi besar, Kemudian dari bayangan itu muncullah satu demi satu sosok monster.
Seo Jun-Woo ingat, Kemampuan Raja Iblis ini yang di katakan oleh XXX sebelumnya.
Seorang Necromancer, Pengendali Jiwa, bisa mengendalikan makhluk bayangan yang diambil dari orang-orang yang mati..
Yang membuat Seo Jun-Woo terkejut, adalah salah satu mahluk panggilan itu adalah Johannes Müller, salah satu dari Lima Pahlawan, dalam bentuk masa jayanya ketika muda.
"Bagaimana bisa..."
Sekarang mantan teman setimnya, tiba-tiba saja ada di hadapannya, dalam bentuk yang paling menyedihkan.
"Apakah kamu tertarik? Ini adalah salah satu mahakarya terbaikku,"
Terlihat sebuah senyum licik di wajah Lucifer.