The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 114: Musuh Berbahaya



Di sebuah istana yang megah terlihat sisa-sisa dari pertarungan yang hampir meruntuhkan seluruh istana itu. Ada banyak kekacauan di mana-mana di sekitar sana di mana banyak mayat monster tergeletak. Puing-puing bangunan yang berceceran.


Sampai, aroma darah dimana-mana bisa di lihat. Beberapa mayat terlihat seperti habis terbakar oleh Api yang sangat panas, sisa-sisa asam masih memenuhi sebagian dari tempat itu. Sesuatu yang awalnya adalah Istana itu, sekarang sudah tidak terlihat lagi seperti sebuah istana.


Di ruangan Aula Utama Istana, yang seharusnya berdiri kokoh, terlihat sudah runtuh. Di dalam ruangan yang rusak itu, ada dua orang yang tengah bertarung dengan ganas.


Ledakan energi yang sangat besar saling berbenturan satu sama lain mencoba untuk mendapatkan dominasi. Kegelapan dan Kegelapan bertemu.


Masing-masing terlihat tidak ada yang mengalah. Setiap kali benturan kekuatan itu bertemu ledakan segera terjadi. Awalnya, itu adalah pertarungan yang cukup imbang. Sampai akhirnya, satu sisi terlihat memimpin.


[Kemampuan Dark Heavenly Thunder diaktifkan]


Gelombang energi Kegelapan dan Cahaya bercampur petir segera muncul dan mengarah pada musuh yang terdorong mundur itu.


Dan dalam sekejap pertarungan itu sepertinya sudah berakhir ketika, Seo Jun-Woo menusuk jantung makhluk yang ada di depannya itu, memojokkannya di dinding sampai tidak bisa bergerak lagi.


"A--- Ampuni Aku!! Akhhh..."


Sosok itu yang memiliki penampilan mirip manusia, namun memiliki kulit putih pucat seperti mayat, dengan dua tanduk merah dikepalanya, saat ini merintih kesakitan ketika sebuah Pedang menembus tubuhnya.


"Katakan, Asmodeus, Apakah kamu tahu Gerbang Dimensi?" Kata Seo Jun-Woo dengan ekpersi dingin, dia mencoba untuk mendapatkan informasi dari musuh yang baru saja dia kalahkan.


Salah satu dari Raja Iblis yang ada di Dimensi Kegelapan ini. Menurut Informasi yang dia miliki dari Constellation yang rusak itu, ada sekitar 11 Raja Iblis di Dimensi Kegelapan ini, mereka adalah bawahan setia dari Dewa Kegelapan.


"Sungguh, Manusia!! Aku tidak tahu apa-apa!"


"Menurutmu aku akan percaya padamu? Pada Iblis seperti mu?"


"U-- Untuk apa Aku berbohong di situasi semacam ini?"


Seo Jun-Woo merasa jawaban yang diberikan oleh orang itu cukup masuk akal. Ya, ini jelas bukan saatnya berbohong.


"Lalu berikan aku informasi yang berguna mungkin aku masih akan mempertimbangkan hidupmu."


"Si Brengsek Lucifer itu mungkin tahu sesuatu."


"Siapa dia?"


Seo Jun-Woo cukup terkejut dengan nama yang tiba-tiba muncul itu.


"Raja Iblis penjilat, yang suka mencari muka itu, Si Bermuka dua Sialan itu!!"


Seo Jun-Woo tidak mengerti penjelasan tidak jelas yang diberikan oleh salah satu Raja Iblis yang ada di depannya itu.


Namun sebuah Pesan tertentu mulai menjelaskan kepadanya.


[XXX mencoba menjelaskan, "Jika itu Lucifer ini menunjuk pada Raja yang Paling Kuat saat ini, Pemimpin dari Para Raja Iblis, Bawahan Langsung Dewa Kegelapan, dia Entitas yang paling mendekati Kekuatan Dewa Kegelapan itu sendiri, Sang Penguasa Daratan Timur. The Falling Star"]


"Jadi berikutnya kesana?"


Seo Jun-Woo yang merasa tidak ada gunanya lagi membiarkan mahluk yang ada di depannya itu tetap hidup, segera menusuk pedangnya lebih dalam, dan mengaktifkan Kemampuan, untuk meledakkan tubuhnya. Darah hitam segera memenuhi seluruh tubuhnya. Namun ekpersi yang dia miliki masih tenang.


[XXX berkata, "Jangan gegabah Wahai Manusia! Dia sangat kuat, kekuatannya melebihi apa yang kamu perkirakan. Bukankah kamu melawan Raja Iblis ini saja kesusahan?"]


Tepat ketika membaca Pesan itu, Seo Jun-Woo mulai terbatuk darah. efek luka yang dia terima dari serangan Raja Iblis benar-benar bukan hal yang main-main. Walaupun Kabarnya ini adalah Raja Iblis paling lemah, dan bahkan lebih lemah dari Raja Iblis Belial itu, namun dia sudah kewalahan.


Banyak luka di sekujur tubuhnya.


"Cih, ini akan merepotkan."


Segera, Seo Jun-Woo mulai mengaktifkan salah satu kemampuan dan mulai menetap kekuatan dari mayat Raja Iblis yang ada dihadapannya.


[Kemampuan Dark Draining diaktifkan]


Gelombang energi kegelapan memenuhi tubuhnya, membuat beberapa statistiknya naik dengan cukup banyak. Namun tetap, hal-hal itu tidak menyembuhkan luka-luka yang dia miliki.


Vio yang baru saja membakar salah satu Iblis disana, segera mendatangi Seo Jun-Woo yang terbaring ditanah itu.


"Po .. po ..."


Ada ekspresi khawatir yang terlihat di wajah naga kecil itu. Seo Jun-Woo yang mendapat perhatian itu segera mencoba tersenyum dan berkata,


"Aku hanya lelah, ini bukan apa-apa. Jadi bisakah kamu menolongku sedikit?"


"Po?"


"Jaga tempat ini sebentar, Aku akan beristirahat."


Seo Jun-Woo yang benar-benar begitu lelah dan merasa terkuras energinya itu pun mulai memejamkan matanya.


Entah berapa lama waktu berlalu, namun ketika Seo Jun-Woo terbangun hal yang dia lihat bukanlah langit merah. Namun sebuah langit-langit terbuat dari Batu.


Seo Jun-Woo masih merasakan pusing dan tidak nyaman di seluruh tubuhnya namun sudah mending daripada sebelumnya.


"Po! Po?"


Naga kecil yang melihat Seo Jun-Woo sadar, mengelus kepalanya dengan ringan.


"Apakah kamu yang memindahkanku ke sini?"


"Po!"


"Terimakasih, Vio."


Namun ini bukan saatnya untuk bersantai-santai. Seo Jun-Woo masih membutuhkan untuk memulihkan dirinya sebelum kembali bertempur. Seperti yang dia duga, stok Potionnya benar-benar hampir habis, dia jadi tidak bisa menggunakannya secara sembarangan untuk mengatasi situasi kritis.


"Hah, pemulihan manual."


Tidak ada pilihan lainnya.


Dalam waktu yang berlalu, Seo Jun-Woo mencoba memilihkan dirinya. Baru saat itulah, dia segera menuju kearah Wilayah Timur.


Namun kali ini, Seo Jun-Woo memiliki sebuah rencana, terlihat Bagaimana penampilannya saat ini yang diselimuti oleh energi kegelapan. Dia baru saja menyamar menjadi bentuk salah satu iblis. Naga Kecil Vio, dia sembunyikan di Tas miliknya.


"Pertama, mari kumpulkan Informasi dulu."


Namun hal tidak terduga terjadi ketika Seo Jun-Woo menuju ke wilayah Timur. Dia jelas melihat Beberapa Mahluk yang terlihat Kuat, juga sedang menuju kearah Timur juga..


[XXX berkata, "Kamu harus hati-hati, yang ada di depan adalah Raja Iblis Diamblo,"]


"Kenapa dia datang ke Istana Timur? Apakah untuk bertarung?"


[XXX berkata, "Aku juga tidak tahu, namun sepertinya Dia tidak memiliki nyali untuk melawan Sang Pemimpin,"]


Seo Jun-Woo mencoba untuk mendekati rombongan itu. Mulai menyusup diantara kerumunan Pengawal Raja Iblis.


Beberapa Iblis terlihat sedang bergosip satu sama lain.


"Apakah kita akhirnya bisa ke Heavenly Realm?"


"Kabarnya begitu,"


"Kita akan memusnahkan Para Angel sialan itu?"


"Ya, Ini akan menjadi Perang Besar."


"Itu bener, kabarnya Tuan Lucifer sudah berhasil membuka Gerbang Dimensi,"


Seo Jun-Woo kaget, karena dia tahu tempat Apa yang dimaksud oleh orang-orang itu.