
Seo Jun-Woo belakagan ini, memiliki hari-hari yang tenang, mungkin karena dia memang masih butuh beberapa waktu untuk beristirahat terutama untuk menjernihkan pikirannya. Jadi pagi itu, dia pagi-pagi sekali sudah mulai melakukan rutinitas harian dengan berlari pagi di sekitar Apartemen barunya.
Karena ini tempat baru bisa dibilang Ini pertama kalinya dia mulai melihat daerah sekitar tempat barunya. Biasanya dia lebih memilih berolahraga dengan peralatan yang ada di Gmy Apartemennya itu, dari pada berkeliling, namun sepertinya mencoba mencari udara segar terlihat tidak buruk.
Hal-hal yang tidak Seo Jun-Woo kira adalah ketika dia melewati sebuah taman dia melihat sosok yang familiar mengenakan sebuah masker. Karena kebetulan tidak segala bertemu, Seo Jun-Woo jelas segera menyapanya tanpa pikir panjang.
"Nona Choi Hana?"
Gadis bernama Choi Hana itu tentu cukup terkejut karena ada seseorang yang tiba-tiba menyapanya, dia sudah memastikan untuk memilih jam yang pagi di mana masih sedikit orang, jadi tidak akan ada orang yang mulai mengganggunya ketika dia berolahraga. Dia Lalu memalingkan wajahnya dan merasa sedikit lega ketika melihat wajah Seo Jun-Woo, setidaknya pria itu bukan tipe yang akan membuat masalah ataupun kehebohan.
"Tuan Seo Jun-Woo? Aku cukup terkejut melihatmu berada di sekitar sini,"
"Hahaha, aku Kebetulan baru saja pindah di apartemen dekat sini dan sekarang sedang berolahraga, ah Bagaimana denganmu?"
"Aku juga sedang berolahraga salah satu latihan untuk menjaga staminaku. Aku tinggal di Gedung Guild tidak jauh dari sini."
"Jadi begitu, walaupun kamu level S, Ternyata kamu juga melakukan latihan rutin seperti ini?"
"Ini adalah hal-hal yang Master ajarkan padaku, dia bilang bahkan walaupun sekarang Aku adalah Hunter level S, Aku tetap tidak boleh bolos atau menjadi malas berlatih, terkadang latihan dasar seperti ini akan membuat lebih mudah dan lebih fleksibel nanti ketika bertarung dengan monster."
Seo Jun-Woo yang mendengar kata-kata itu menjadi cukup terkejut jang mendengar kata-kata itu menjadi cukup terkejut, terutama merasa kata-kata itu terdengar Familiar.
Dimana dia mendegarnya?
Ah, itu bukan mendegarnya, namun dia pernah mengatakan hal-hal yang mirip semacam itu pada seseorang. Namun pada dasarnya perkataan semacam itu adalah hal-hal yang cukup normal.
"Jadi begitu, kamu ternyata sangat rajin."
"Aku tidak serajin itu, Master yang jauh lebih rajin dariku, dia hampir tidak pernah melewatkan pelatihan Paginya, dia bahkan melakukan pelatihan dua kali lipat dari pada Aku."
"Wow, ternyata dia orang yang cukup ulet?"
Wajar Seo Jun-Woo merasa heran, biasanya dia tahu beberapa level S atau beberapa Hunter level atas mengabaikan latihan dasar seperti ini, mereka hanya fokus pada kemampuan Awakening mereka, dan merasa bangga karena sudah menjadi kuat, dan merasa tidak perlu untuk melatih stamina dalam pelatihan dasar seperti ini.
Padahal hal-hal seperti ini sangat bagus untuk tubuh, itu tadi agar nantinya tubuh tidak kaku ketika Bertarung dengan monster, dan dengan melakukan pelatihan yang teratur kemampuan bahkan meningkat sedikit demi sedikit, yah walaupun tidak sebanyak itu, namun tetap berguna.
Dan lagi, orang-orang yang malas latihan ini hanya suka mengeluh, terutama jika bertemu yang lebih kuat, hanya bilang keberuntungan mereka tidak sebagus itu, hanya bisa merasa iri dan degki.
Ini mengigatkan Seo Jun-Woo pada beberapa orang. Dia dari dulu sering berlatih seperti ini, melatih stamina, melatih pedangnya, dan hal-hal dasar lainnya, berlatih sampai batasnya, dan menjadi lebih kuat. Mereka mengagap dia kuat karena berkah, padahal lebih dari berkah, jika berlatih lebih sering, akan lebih bisa meningkatkan pengendalian Kemampuan Awakening.
Orang-orang malas itu biasanya hanya akan mencari jalan pintas seperti meminta berkah Constellation. Namun terlalu bergantung seperti itu juga tidak begitu baik. Harus tetap mengandalkan diri sendiri salah satunya dengan rajin berlatih.
"Benar, Master Kami sangat hebat," kata Choi Hana lagi, dengan ekspresi yang terlihat bahagia di wajahnya, membuat Seo Jun-Woo mau tidak mau bertanya secara refleks,
"Kamu menyukai Master mu?"
"A-- Apa? Me-- Menyukai apa? Ini tidak seperti itu."
Ekpersi wajah memerah dan malu-malu itu terlihat sekali jelas di mata Seo Jun-Woo.
Astaga, dia cukup populer di kalangan wanita?
Tunggu, bukanlah Guild Starlight kebanyakan wanita?
Apakah Phoenix itu membentuk Guild atau membentuk Haremnya?
Sialan.
Seo Jun-Woo yang tidak mau terlalu memikirkannya mencoba mencari pembicaraan lain.
"Tentu saja,"
Keduanya segera mulai berkeliling dan berlari bersama di sekitar taman dan kompleks di sana.
Mana tahu, tepat ketika mereka berdua sudah berlalu cukup jauh dari komplek tuh, Seo Jun-Woo yang berlari lebih dulu itu malah tidak sengaja menabrak seseorang, dan orang yang dia tabrak itu memiliki wajah yang familiar juga.
"Nona Lee Cha-Eun?"
"Seo Jun-Woo? Kamu disini?"
"Kebetulan berlari disekitar sini, lalu kamu?"
"Aku kebetulan hanya lari di sekitar sini saja,"
Choi Hana yang akhirnya berhasil menyusun itu menjadi cukup heran ketika melihat Seo Jun-Woo tiba-tiba berhenti, dia belum melihat Cha Eun dari belakang karena tertutup tubuh pria itu.
"Eh? Tuan Jun Woo, kenapa kamu tiba-tiba berhenti?"
Tatapan Seo Jun-Woo dan Cha Eun jelas saja menatap ke arah Choi Hana. Ekpersi Choi Hana menjadi buruk begitu pula dengan Cha-Eun.
"Tuan Jun Woo, kenapa anda dekat-dekat dengan member Zodiak itu? Aku kira kita ada di pihak sama, sama-sama membenci mereka,"
"Cih, antek-antek Starlight sialan, jangan bicara omong kosong! Siapa yang bilang Seo Jun-Woo membenci Zodiak Knight? Dia bilang ingin bergabung beberapa saat lalu!"
"Apa? Kamu benar-benar ingin masuk Guild Sampah Zodiak itu?"
Seo Jun-Woo yang tiba-tiba dikelilingi oleh dua orang gadis yang bertengkar itu segera menjadi pusing. Dia baru saja in atika ada perselisihan antara Guild Starlight dan Zodiak Knight, dan bagaimanapun dua orang itu masing-masing perwakilan dan orang penting di Guild mereka.
"Tolong kalian berdua denganmu dulu bagaimana jika bersantai duyung dan tidak perlu membawa Masalah Guild disini?"
"Tentu saja tidak bisa, Bagaimana Aku bersikap diam pada Guild Zodiak Knight pengecut itu? Yang tidak mau ikut ekspedisi Dungeun di Gurun Sahara?" Kata Choi Hana marah.
"Apa? Kamu jangan bicara sembarangan! Guild ku jelas tidak seperti itu! Bukankah itu Master kalian saja yang tidak ingin Guild kami ikut? Dia mencoba membocorkan Master Kami di Pertemuan Besar!"
"Kamu jangan bicara sembarangan! Jelas memang dari awal kalian pengecut mana berani memasuki Dungeon berbahaya itu?"
"Sialan! Jika aku bisa aku juga ingin untuk Pergi ke Dungeon itu!"
Seo Jun-Woo menjadi pusing dengan pertengkaran dua gadis itu namun segera dia menjadi tertarik dengan topik pembicaraan mereka.
"Eh? Dungeon apa yang kalian bicarakan? Apakah Dungeon Hitam di Gurun Sahara?"
"Oh benar hal-hal ini memang belum diberitakan ke publik, namun Tim Ekspedisi sudah mulai dibentuk mungkin sebentar lagi akan diumumkan kepada publik siapa saja yang akan ikut, namun yang jelas Guild kami, Starlight aja ikut, termasuk Master Guild kami. Dan hal-hal yang lebih jelas lainnya adalah, Guild gadis itu tidak akan ikut memasuki Dungeun!"
"Eh? Sudah ditentukan anggotanya? Apakah itu hanya Guild Starlight?"
"Tidak, harusnya ada beberapa perwakilan dari berbagai Guild. Apakah kamu belum dapat kabar dari Pemimpin Asosiasi? Dia adalah orang yang membantu membentuk Tim Ekspedisi," kata Choi Hana mencoba menjelaskan.
Seo Jun-Woo yang tidak tahu apa-apa itu jelas memiliki ekspresi yang buruk. Sial, jelas entah bagaimana caranya dia harus masuk ke Dungeon itu!!!
Dia penasaran juga dengan isinya.
Apakah benar-benar Alter Ego Dewa Kegelapan?
Atau...