The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 168: Pengendalian Jiwa (Part 1)



"Emiliana! Tenanglah dulu!" Kata Seo Jun-Woo sambil menarik gadis itu, agar tidak mendekat kearah Kakaknya Charles yang saat ini dalam kondisi aneh.


"Bagaimana aku bisa tenang? Melihat Kakakku seperti itu? Sebenarnya apa yang terjadi ini?"


Seo Jun-Woo kembali menatap ke arah depan, dimana Charles masih ingin menyerang kearah mereka, dia mencoba melarikan diri dan membawa Emiliana dalam gendongannya. Sejujurnya, dia cukup ragu-ragu untuk memberitahu kenyataan yang sebenarnya pada gadis itu.


Bagaimana cara memberitahunya?


Perasaan Seo Jun-Woo menjadi tidak nyaman. Baru saja, Emiliana bercerita tentang betapa berharganya Guild itu untuknya dan Kakaknya, Keluarga yang paling dia sayangi, tempat yang dia sebut rumah, tempat dia kembali.


Namun orang-orang itu, termasuk Kakaknya satu-satunya saat ini sudah mati. Hal-hal yang mereka saat ini lihat tidak lebih dari mayat hidup yang dikendalikan seseorang.


Setidaknya, Seo Jun-Woo merasa cukup lega karena lawan yang dia takuti tidak ada. Dia jelas tidak merasakan sedikitpun hawa keberadaan Sang Raja Iblis. Namun kekacauan yang ada di depannya itu jelas hanya ulah Raja Iblis itu.


Seo Jun-Woo tahu, bahwa sejak gerbang Dimensi Rusak, ada kemungkinan bahwa Raja Iblis sudah bisa bebas keluar masuk ke dimensi ini. Namun mungkin masih memiliki beberapa batasan.


Kemungkinan terburuk, jika semua Raja Iblis yang tersisa langsung berada di Bumi, hal-hal akan menjadi lebih buruk dari yang dia kira. Apalagi jika mereka menyebar.


Seo Jun-Woo memilih menggelengkan kepalanya tidak ingin memikirkan situasi yang paling buruk.


"Emiliana, dengarkan Aku. Saat ini yang ada di depan bukanlah kakakmu,"


CRASS


Suara serangan saling beradu di udara, antara Seo Jun-Woo dan Charles. Seo Jun-Woo mencoba untuk bertahan dari serangan-serangan itu sambil melindungi Emiliana yang panik di gendongannya.


"Tapi... Dia jelas Kakakku!"


Emiliana terlihat panik juga, mulai melihat ke arah sekeliling di mana wajah yang dia kenal, Para Anggota Gudil, sekarang menyerang Tim Ekspedisi Guild, yang baru saja tiba.


Mata mereka sama seperti kakaknya, mata hitam tanpa emosi. Itu benar-benar, pemandangan yang mengerikan untuk melawan teman sendiri.


"Apakah mereka di kendalikan? Kak Carles sadarlah!"


Emiliana mulai melepaskan diri dari Seo Jun-Woo, segera berjalan menuju ke arah Kakaknya.


"Emiliana!! Jangan mendekat kesana!"


DUARRR


Seo Jun-Woo saat ini masih sibuk menghalau serangan jarak jauh dari Carles, membuat dia kewalahan untuk menjaga Emiliana. Dan lagi, beberapa sosok Iblis yang muncul untuk menyerangnya.


Emiliana benar-benar mengabaikan kata-kata peringatan itu hanya segera berjalan mendekat ke arah kakaknya itu. Sebuah serangan petir jelas diarahkan pada Emiliana, namun dengan perisai pelindung yang dia miliki, Emiliana berhasil menahannya, dan masih berjalan ke depan menuju ke arah Kakaknya.


"Kakak? Ini Aku Emiliana!"


Sosok Charles menatap gadis itu sekilas, namun masih tidak menunjukkan perubahan ekspresi. Sebuah pedang dikeluarkan olehnya, dan diarahkan kearah Emiliana.


Emiliana tidak menyerah, mulai mengeluarkan pedang miliknya juga untuk menangkis serangan Kakaknya.


"Kakak! Ini Aku! Jangan biarkan Kakak dikendalikan oleh orang lain!!"


Seo Jun-Woo menebas Iblis yang ada di depannya menjadi dua dengan Volid Slash. Dia kembali fokus menatap Emiliana yang saat ini memeluk Kakaknya.


Tidak, itu bukan pelukan namun terlihat sosok Carles baru saja menikam Emiliana.


"Tidak! Emi!"


"Emiliana! Dia bukan lagi Kakakmu! Kakakmu sudah mati!"


Dia terpaksa mengatakan yang sebenarnya, dan menarik Emiliana menjauh dari Carles. Sangat beruntung, yang terkena tusukan hanya bagian pinggang Emiliana, hanya beberapa goresan, tidak sampai mengenai titik vital.


"Jangan bicara omong kosong!"


"Jangan keras kepala! Kamu juga tahu yang sebenarnya bukan? Apakah kamu merasakan energi kehidupan dari orang itu? Tidak hanya dia namun Apakah kamu merasakan energi kehidupan dari semua orang yang ada di sini?"


Seo Jun-Woo juga yakin, Emiliana pastilah memiliki kemampuan semacam itu untuk mendeteksi energi kehidupan, setelah semua dia adalah Saintees.


"Ini tidak mungkin ... "


Gadis itu mulai menagis, merasa tidak bisa menerima kenyataan. Namun gadis itu, masih terlihat keras kepala untuk mendekati ke arah kakaknya.


"Jangan seperti ini!"


Kali ini, Cerles yang ada didepan, menyerang secara agresif dengan pedangnya. Seo Jun-Woo menangkis serangan-serangan itu.


Mungkin karena Emiliana menjadi keras kepala, dia mengalirkan kekuatan penyembuhahnya pada Kakaknya. Namun tentu saja, kekuatan kegelapan yang sangat besar menghalangi, kekuatan cahaya itu ke Carles.


"Kakak ... "


Emiliana benar-benar tidak sanggup untuk melihat keadaan kakaknya seperti ini. Seo Jun-Woo juga merasa pemandangan itu tidak enak dipandang. Dan hanya satu hal yang bisa dia lakukan saat ini yaitu mengakhiri ini dengan cepat.


Namun hal-hal yang tidak terduga terjadi.


"Emi ... Emiliana ... "


Walaupun sesaat, mata hitam itu sekilas kembali ke warna aslinya. Dua orang itu terteguh, seolah kekuatan cahaya yang sangat besar, memenuhi tubuh Carles.


[Constellation 'The True of Judgment' memberikan Blessing's pada jiwa Mantan Avatarnya]


[Constellation 'The True of Judgment' berkata, "Hanya itu, satu-satunya yang bisa aku berikan padanya untuk yang terakhir kali, agar jiwanya tidak dikendalikan Kegelapan, jiwa-jiwanya akan kembali kedalam Cahaya,"]


Emiliana juga membaca pemberitahuan itu, namun dia tetap tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Dia memeluk erat Kakaknya.


"Tidak... Kakak! Kak Carles!"


Emiliana segera memeluk Kakaknya itu.


Namun segera kekuatan kegelapan kembali memasuki tubuh Carles.


"Tidak ... Emiliana jangan dekat-dekat ... "


[Constellation 'The True of Judgment' berkata, "Hati-hati, efek Blessing's tidak akan bertahan lama, ini juga karena dia memiliki tekad yang kuat jadi dia bisa kembali dari kegelapan, jadi jangan sia-siakan ini, potong Inti jiwanya,"]


Seo Jun-Woo menatap adegan itu, tiba-tiba mulai memikirkan sesuatu.


Ada hal yang selalu dia ingin tahu, yaitu pengendalian jiwa Milik Raja Iblis Lucifer, jelas itu bukan Necromancer biasa, Kemampuannya berbeda dengan Necromancer biasa, terlihat lebih kompleks dan lebih rumit. Seperti Bagaimana caranya bisa membangkitkan jiwa dengan Kekuatan jiwa itu sama seperti masa hidupnya.


Misteri dari hal-hal ini, mungkin saja bisa diungkap.


Seo Jun-Woo perlahan-lahan, mendekat ke arah keduanya, dan memegang tangan dingin Carles. Dia lalu, mencoba mengaktifkan kemampuannya.


[Kemampuan Dark Manipulation diaktifkan]