The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 112: Jejak Yang Tertinggal



"Po! Po!!"


Seekor naga berwarna merah cerah terlihat sedang terbang mengelilingi Seo Jun-Woo dengan ceria sambil menunjukan mayat-mayat Iblis yang saat ini terbakar di tanah, terlihat sedang menunjukkan kehebatannya dengan bangga.


"Bagus, Vio. Kamu melakukannya dengan baik Mari kita lanjutkan!"


"Po! Po!"


Seo Jun-Woo sebenanya ingin melihat juga jendela status dari Vio, ingin melihat bagaimana perkembangan Naga itu, sayangnya fungsi semacam itu hanya bisa dilakukan oleh si pemilik. Sayang sekali Naga kecil itu bukan benar-benar miliknya dan hanya pinjaman.


Namun Seo Jun-Woo setidaknya bisa mendeteksi bahwa naga itu semakin lama tumbuh menjadi semakin kuat setelah menyerap esensi energi dari Iblis Api yang barusan naga itu kalahkan.


"Tidak perlu terburu-buru kah Masih ada banyak sampah yang berkeliaran di sekitar sini."


Seo Jun-Woo lalu mulai menatap ke arah gerombolan Monster yang muncul dari arah depan, ada sekitar 50 sampai 60 Monster berbeda. Dan kebanyakan diantaranya sepertinya memiliki Tipe Api. Hal-hal ini benar-benar mengingatkannya pada pasukan dari Raja Iblis Belial di Dungeon Hitam.


Hanya saja disini tidak ada Informasi seperti nama atau level Mosnter.


Kali ini, Seo Jun-Woo mulai mengeluarkan dua jenis pedang dan memegangnya kedua tangannya, masing-masing pedang di selimuti oleh Energi Cahaya yang sangat terang. Ini hanya beberapa pedang koleksi miliknya, tidak sekuat Dragon Knight Sword, namun akan sia-sia jika menggunakan pedang sehebat itu untuk melawan monster-monster kecil itu yang hanya akan mengurangi ketahanan pedang disaat Seo Jun-Woo tidak tahu berapa lama dia akan terjebak di tempat itu.


Semakin hati-hati dalam penggunaan peralatan akan menjadi semakin baik. Dia mulai memikirkan untuk menggunakan tulang monster atau sesuatu nanti.


CRASS CRASS


Suara pedang mulai memotong tubuh Monster-monster itu satu demi satu mulai terdengar.


ROARRR


Vio Sang Naga Kecil itu juga tidak ingin kalah mulai menyemburkan api dari mulutnya untuk membakar Monster-monster itu. Semakin banyak Monster yang dikalahkannya, Vio menjadi semakin kuat.


Jika di bandingkan dengan Hydra sebelumnya rombongan monster-monster ini terlihat lebih lemah, benar-benar sangat membosankan untuk Seo Jun-Woo. Sampai kemudian, dia mulai merasakan gelombang energi yang sangat besar.


Ada Monster Raksasa muncul, memiliki kulit merah gelap yang mengerikan, diselimuti oleh energi kegelapan dan energi api yang sangat besar. Gelombang Energi yang sangat besar muncul dari Monster itu, sepertinya berniat menyerang Seo Jun-Woo langsung.


Seo Jun-Woo bukannya merasa takut dia malah merasa tersenyum senang ketika menghadapi lawan yang lebih hebat. Ini jelas masih di tingkat yang sama atau mungkin sedikit lebih kuat dari Hydra?


"Siapa yang berani-beraninya menganggu Wilayah Mullpeheim yang Hebat!!"


Monster Raksasa itu terlihat bisa berbicara, dan mulai berbicara sombong di sana.


Seo Jun-Woo menghindari serangan pertama. Lalu menatap kearah naga kecilnya, Vio.


"Vio atasi semua Monster kecil disana! Aku serakah semuanya padamu! Aku akan mengurus yang itu!"


CRAASSSS


Pedang Seo Jun-Woo bertemu dengan Kampak besar Monster itu. Dari dekat, Seo Jun-Woo bisa merasakan kengerian dari monster itu. Namun ini masih di bawah Raja Iblis Belial. Yang itu artinya monster Ini kemungkinan besar masih bawahan Raja Iblis, bukan Raja Iblis itu sendiri.


"Heh, kamu benar-benar memiliki nyali!"


DUARRRR


Dua kekuatan itu segera bertemu dan menimbulkan efek ledakan karena pantulan kekuatan masing-masing. Seo Jun-Woo sempat terdorong mundur, namun dia tidak menyerah, dan tetap bergerak maju untuk menyerang Monster itu.


Segera, serangan demi serangan bertemu di udara mengguncang arena sekitar membuat tanah di bawah mereka sampai membentuk kawah besar akibat dari benturan kekuatan dari keduanya.


Vio yang bertarung dengan Para Iblis Api, bahkan sampai ikut sedikit terpental dengan Aura pertarungan itu.


Pertarungan itu, lebih lama dari pada yang Seo Jun-Woo kira. Monster bernama Mullpeheim ini, memiliki regenerasi yang tinggi belum lagi serangan api yang dimilikinya benar-benar panas. Armor yang di pakai Seo Jun-Woo bahkan sampai melelah sempat terkena serangan api magma yang sangat panas itu.


Seo Jun-Woo juga cukup berkeringat dan merasa gerah di seluruh pertarungan itu. Kondisi itu sayangnya tidak hanya berlaku untuk Seo Jun-Woo, lawannya juga sepertinya terkena beberapa serangan mematikan, jika bukan karena regenerasinya yang tinggi monster itu mungkin sudah lama mati.


Pilihan Seo Jun-Woo sekarang adalah untuk menusuk jantung atau memotong kepala Monster itu.


[Kemampuan Dark Heavenly Thunder diaktifkan]


Gelombang energi besar segera memenuhi Tombak yang di pakai Seo Jun-Woo. Dia sempat berganti beberapa senjata selama pertarungan ini berlangsung.


Tepat ketika itu, Tombak Petir hitam itu, berhasil menghancurkan senjata milik Sang Monster Raksasa. Sayangnya hanya menghilangkan tangan Raksasa itu.


Mengunakan kesempatan ini saat raksasa itu mulai tidak bisa menggunakan tangannya untuk menyerang, Seo Jun-Woo segera mengaktifkan Kemampuannya yang lain.


[Kemampuan Wave of Light and Darkness di Aktifkan]


Gelombang energi berbentuk seperti ombak segera muncul memenuhi Arena itu, dan diarahkan Seo Jun-Woo pada Monster itu. Monster itu hampir tidak bisa menghindari serangan arena besar itu, energi Cahaya dan Kegelapan mencabik-cabik tubuhnya.


Di saat-saat terakhir itu, Sang Monster itu bukannya takut, dia malah tertawa.


"Hahahaha... Kamu ternyata lebih hebat dari yang aku pikirkan! Kamu benar-benar memiliki gaya yang mirip dengan orang itu! Keberanian yang hebat! Aku Abadi dan tidak akan pernah Mati! Lihat saja nanti ketika Aku kembali bangkit! Sang Api Abadi, Mullpeheim! Ingat namaku!"


Seo Jun-Woo yang mendegar itu, segera merasa buruk. Namun dari ucapan monster itu satu hal yang menarik perhatiannya. Lagi-lagi dia mendengar kabar soal seseorang yang pernah lolos dari tempat ini.


Membuatnya semakin penasaran kira-kira sekuat apa orang itu?