
lSetelah menggunakan kemampuan Fregmen Cahaya miliknya itu, Patung-patung di Aula itu beberapa ada yang hancur. Sayangnya, patung-patung yang hancur itu juga segera pulih kembali.
"Ini...."
Seo Jun-Woo entah kenapa merasa familiar dengan pola-pola ini. Ini mirip seperti Golem, namun bukan Golem. Karena jika diperhatikan lebih lanjut patung-patung yang dia kira terbuat dari batu itu ternyata bukan batu.
Seo Jun-Woo sempat melihat dari balik baju besi, itu berisikan tulang-tulang mirip manusia. Ketika menyadari hal itu dia mulai mengaktifkan kemampuan deteksi miliknya mencoba untuk mencari sumber energi dari patung-patung ini.
Jika di lihat, ini memang mirip dengan kemampuan milik Raja Iblis Lucifer.
"Jangan bilang dia sudah mulai mempelajari kemampuan terkutuk itu bahkan ketika masih menjadi Arcangel?"
Seo Jun-Woo kemudian teringat dengan lorong-lorong yang dilihatnya di Kuil misterius itu. Jika dipikir lagi ini bukan semacam kuil namun lebih seperti sebuah tempat penelitian rahasia yang berkedok kuil.
Seo Jun-Woo sendiri, masih tidak begitu mengerti tentang kemampuan pengendalian jiwa ini.
"Charles, Bangunlah!"
[Shadow Charles Stringfied di summon]
Dari dalam bayangan Seo Jun-Woo segera muncul sosok pria berambut pirang, dengan tubuh yang terbuat dari bayangan Dia segera menunduk ke arah Seo Jun-Woo.
"Apa perintah anda Tuan?"
"Bantu aku untuk menyelidiki tempat ini! Kamu coba masuk ke Ruangan lainnya, biar Aku yang menyelidiki tempat ini."
"Baik Tuan."
[Kemampuan Shadow Clone di aktifkan]
Seo Jun-Woo walaupun merasa tempat itu sangat mencurigakan namun dia yakin tempat itu tidak begitu berbahaya. Kalau tidak, kenapa Mikaela memberitahukan padanya lokasi tempat ini?
Tempat ini, pasti sudah pernah dijelajah dan diselidiki sebelumnya tidak mungkin tidak. Sang Arcangel Mikaela adalah sosok yang cukup teliti untuk hal-hal semacam ini.
Seo Jun-Woo juga segera menyuruh Clone miliknya untuk ikut bertarung bersamanya melawan patung-patung itu, sangat merepotkan bertarung sendiri karena jumlahnya yang sangat hebat.
Seo Jun-Woo sendiri mulai fokus untuk mencari sumber tenaga dari patung-patung itu, namun hal-hal itu cukup tidak terduga, bagaimana kumpulan energi berbentuk benang berasal dari berbagai arah seolah tidak jelas dari mana asalnya. Sama seperti bagaimana hal-hal itu tidak jelas, Seo Jun-Woo juga mulai menyadari jika pergerakan patung-patung yang ada di depannya mulai tidak teratur dan berantakan.
"Hmm, sepertinya ini semacam prototipe yang gagal."
Ini jelas berbeda dari pasukan mayat hidup milik Raja Iblis Lucifer yang dia tahu. Itu jauh lebih kuat lebih sistematis dan lebih berbahaya. Dia masih teringat ketika pertemuan mereka sebelumnya, jumlah Mana yang Sang Raja Iblis miliki bukan main-main.
Seberapa banyak pasukan Mayat hidup yang dimiliki?
Seolah-olah, dia sendiri saja sudah cukup membuat pasukan melawan Heavenly Realm. Belum lagi, Pasukan Raja Iblis.
CRASSS
Pedang Seo Jun-Woo lagi-lagi bertemu dengan senjata dari para patung itu, yang membuat lamunan Seo Jun-Woo menjadi buyar. Dia tahu, terlalu awal untuk memikirkan kemungkinan terburuk.
Harusnya dari hasil diskusi di Perjamuan Malam ini, Para Constellation mereka akan mebentuk semacam Aliansi sementara. Karena pada dasarnya, Para Constellation tidak menyukai bekerja sama dengan Constellation dari pihak lain selain rombongan mereka sendiri.
Namun ini bukan saatnya untuk egois.
Seo Jun-Woo terus fokus pada pertarungan itu, sambil mencoba untuk mengendalikan kemampuan barunya. Dan menyempurnakan tekniknya, agar cocok dengan statistik miliknya yang sekarang sudah meningkat.
****
Di tempat lainnya, saat ini semua orang kembali ke Ruang Perjamuan, kecuali Seo Jun-Woo dan Lee Chae-won yang ada di Ruang Istirahat, walaupun luka yang dideritanya cukup parah sepertinya dia masih membutuhkan waktu untuk merenungkan dirinya sendiri.
"Baik, Terimakasih atas kehadiran kalian pada acara malam ini. Sepertinya karena kalian semua sudah cukup bersenang-senang, Acara akan segera di akhiri. Aku merasa, sebaiknya kita semua memikirkan lagi tentang hal-hal yang terjadi, Aku akan mengirimkan surat pernyataan kerja sama nanti, dan anda semua dapat memutuskannya setelah berpikir matang-matang." Kata Mikaela pada semua hadirin yang ada di sana.
Pada dasarnya hal yang paling penting dalam perjamuan malam itu sudah disampaikan. Yaitu keberadaan musuh besar yang harus mereka musnahkan selain Dewa Kegelapan.
Semua orang juga segera bubar, hanya saja Kim Jung-Hwa tentu merasa tidak senang melihat Seo Jun-Woo tidak ada disana. Dia berpikir, sepertinya Constellationnya itu sedang mencari sesuatu disekitar sini.
Kim Jung-Hwa ingat, ini adalah Heavenly Realm, keduanya sempat membahas sebelumnya cara untuk meningkatkan fragmen cahaya yang mereka miliki mungkin saja jawabannya ada di tempat itu. Jadi dari pada ikut kembali ke Asgard bersama yang lainnya Kim Jung-Hwa meminta ijin dulu,
"Saya akan menyusul nantinya, sepertinya saya akan mencari Tuan Seo Jun-Woo dulu,"
"Jangan bicara omong kosong Loki, Dia bisa berkeliaran karena memiliki izin dari pemilik Istana."
"Bagaimana bisa?"
"Diamlah, dan bawa Lee Chae-won kembali,"
Loki akhirnya diam, dan pergi mencari Lee Chae-won. Sedangkan Kim Jung-Hwa yang mendapatkan izin itu juga segera pergi, dia ingin bertanya pada Sang Pemilik Istana, namun sebelum dia sampai di Aula utama, dia tiba-tiba saja tertarik dengan suatu barang yang ada di ruangan tertentu.
Itu adalah sebuah Pedang, ada sebuah energi yang sangat besar terpancar dari pedang itu. Pedang yang di bawa oleh sosok patung Angel yang tidak dia kenal.
Mungkin karena merasa tertarik oleh kekuatan misterius itu dia mendatagi pedang itu. Namun setelah dia melihatnya lebih dekat yang dia lihat ternyata bukanlah pedang namun semacam replika. Ada sebuah tulisan di bawah pedang itu di pajang.
"Twilight Sword,"
Dia menahan pedang itu dengan rasa ingin tahu. Mungkin karena rasa penasaran dia mulai menyentuh pedang itu. Mana tahu setelah menyentuh pedang itu dia segera dimakan oleh cahaya, tepat ketika dia kembali membuka matanya dia berada di ruangan aneh.
Disana dia melihat sosok yang familiar.
"Tunggu... Master Guild Guardian of Calestial?"
Kim Jung-Hwa menatap sosok di depannya yang memiliki wajah yang familiar walaupun penampilannya sedikit berantakan, dan merasakan energi kegelapan yang terasa aneh.
Kim Jung-Hwa tidak begitu yakin, jadi dia segera menyerang sesuatu yang mirip Charles itu.
Mungkin karena memiliki kekuatan itu sadar, Seo Jun-Woo yang mendapatkan telepati dari Shadow miliknya itu, segera menuju ketempat itu. Melihat bagaimana Kim Jung-Hwa sangat bersemangat untuk menyerang bayangan Charles.
CRASS
"Astaga, kamu masih sangat senang sekali asal menyerang apa saja?"
Dua pedang beradu lagi, Kim Jung-Hwa jelas kaget dengan sosok yang tiba-tiba datang itu.
"Constellation-Nim? Bagaimana anda ada disini?"
"Bukankah aku yang harusnya bertanya? Sial, apakah kamu mengikuti ku?"
"Hanya kebetulan sedang jalan-jalan dan sampai kesini,"
"Keberuntungan sialan!"
Berbeda dengan Seo Jun-Woo yang sudah payah sampai kesana, setelah melewati banyak patung aneh. Lokasi mereka saat ini, sepertinya di Aula Utama. Ruangan itu terlihat kosong dan hanya ada sebuah bola cahaya yang besar.
Ini adalah sumber energi yang Seo Jun-Woo cari, hal-hal yang menggerakkan patung-patung sebelumnya.
"Tunggu jangan bergerak!" Kata Seo Jun-Woo pada Kim Jung-Hwa yang memiliki jarak tidak jauh dari bola crystal itu.
****
Di tempat lainnya, saat semua Constellation baru saja pulang. Hal-hal terduga segera terjadi di wilayah Heavenly Realm.
Tiba-tiba sebuah gerbang berwarna hitam muncul di sebuah taman disana. Beberapa sosok mengerikan segera keluar dari gerbang itu.
"Hmm, tempat ini benar-benar sangat indah, seperti yang Tuan Lucifer katakan,"
"Jangan banyak bicara, Agares. Ini bukan saatnya untuk itu. Kita harus segera mendapatkan pusaka peninggalan Raja kita di ruangan rahasia."
"Cih, Belphegor kamu terlalu kaku. Ini bukan tugas kita, itu tugas orang itu, hal yang kita lakukan adalah membuat kekacauan di tempat ini. Aku benar-benar tidak sabar untuk membuat tempat indah ini penuh dengan darah."
Tepat setelah keduanya keluar dari gerbang ada lagi sosok yang keluar lagi. Kali ini, itu adalah sosok yang memiliki penampilan cantik, dan seksi, yang hanya dengan menatapnya saja, memberikan efek hipnotis.
"Jadi ini tempat tinggal Tuan Lucifer dulu? Benar-benar sangat indah, sampai-sampai Aku menghancurkannya, jika tidak bisa dimiliki. Aku mengerti perasaan Tuanku,"
Sosok lain, juga mulai keluar dari gerbang itu, kali ini seorang Pria yang memiliki tubuh cukup gemuk.
"Kalian semua terlalu banyak omong kosong. Segera selesaikan semua ini, Aku ingin segera pulang dan makan,"
"Hey, jelek kenapa kamu sok memerinah? Hanya karena kamu bagian dari Pasukan Pribadi Tuan Lucifer, jangan harap kamu bisa memerintahku Sang Raja Iblis yang agung ini?"