The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 81: Labirin Gurun (Part 2)



Mencoba menghilangkan kekhawatirannya, Seo Jun-Woo mulai ikut Tim yang lain untuk memasuki Jalur sebelah Kanan. Sesuai rencana Ketua Tim, kami akan mencoba jalur ini dulu, dan akan kembali jika nanti menemukan jalan buntu, sambil memberikan tanda, begitu pula dengan Phoenix yang akan melakukan hal yang sama nantinya.


Sepintas tidak ada yang aneh ketika Rombongan Seo Jun-Woo memasuki lorong itu, hanya ada sedikit ketegangan tentang monster macam apa yang akan muncul. Sampai kemudian, salah satu Anggota yang berada di depan menginjak sesuatu.


Setelahnya, ada semacam jebakan berupa anak panah sihir meluncur dari berbagai arah. Membuat semua orang yang berada di sana merasa kaget.


"Sial! Ini jebakan kalian harus hati-hati!"


Sayangnya, mereka tidak begitu siap dengan jebakan yang tiba-tiba. Menjadi sedikit panik, walaupun tidak ada yang benar-benar terluka oleh anak panah, karena mereka semua masihlah Hunter level S. Namun kepanikan malah membuat mereka mulai menginjak jebakan disana sini dan jebakan lebih banyak muncul.


"Akhhhhh... Awas!!"


Tidak hanya sampai disana, jebakan menjadi semakin liar.


Seburan Api Panas sampai muncul membakar salah satu Anggota Tim, Api itu sangat besar, dan hampir memenuhi Ruangan itu. Untungnya Tim Support dari Lunar Legionairess cukup waspada dan segera membuat Prisai untuk melindungi semua orang.


Namun Perisai itu tidak benar-benar menghalau Api sepenuhnya, mereka masih bisa merasakan hawa panas dari api itu seolah seperti mereka dipanggang hidup-hidup.


"Tenang semua! Harap hati-hati dengan langkah kalian! Kita tidak pernah tahu kapan hal-hal tidak terduga terjadi," kata Li Wenhua mencoba untuk menenangkan Tim yang lainnya di tengah kobaran api yang perlahan-lahan untungnya mulai padam.


Namun tepat ketika dia mengatakan itu, dia malah menginjak semacam jebakan, kali ini tiba-tiba saja. Di tempat itu terjadi semacam guncangan, lantai di bawah kaki mereka tiba-tiba runtuh, dan mereka terjatuh ke dalam ruang bawah tanah yang gelap.


"Semua! Tolong waspada!!"


Di bawah lantai, ternyata menjadi cukup dalam, kira-kira ada sekitar 100 meter, itu benar-benar cukup dalam, dan lagi di ujungnya ada semacam jebakan paku-paku tajam dan runcing. Beberapa orang sempat menjadi ceroboh dan jatuh dengan buruk, namun beberapa lainnya, berhasil bertahan dan menghindari paku-paku yang ada di ujung bawah dengan kemampuan mereka.


Tim Support segera berjalan ke segala sisi untuk membantu orang-orang yang mulai terluka karena efek jebakan ini. Seo Jun-Woo tentu saja bisa menghindari semua itu dengan tenang dan mendarat dengan aman.


Namun semakin memasuki labirin ini, dia merasakan sesuatu semakin aneh. Dimana letak energi yang begitu besar ini mulai muncul?


Disaat-saat ini monster mulai muncul dari arah sekitar dinding labirin. Kali ini, ada Monter yang memiliki tubuh dari api biru yang menyala cukup terang di tengah kegelapan Dungeon.


Demon Ifrit


Rank A+


Seo Jun-Woo yang melihat monster api itu tidak merasa kaget, Dungeon ini rata-rata memang penuh dengan Monster Rank A. harusnya melawan monster semacam itu akan mudah jika jumlahnya satu mengingat bahwa para Hunter yang memasuki tempat ini merupakan Hunter Level atas rata-rata antara A sampai S.


Namun Jika jumlah monster yang ada di depan banyak tentu saja menjadi merepotkan.


Sekarang ruangan itu menjadi sangat panas karena ada beberapa Monster Api yang muncul. Kali ini Demon Ifrit mulai mengeluarkan serangan lahar panas.


Seo Jun-Woo juga segera menghindari lahar panas itu membuat lahar itu sekarang melelehkan paku-paku yang ada di sana. Hanya dari jarak segitu saja dia sudah merasakan seberapa panas lahar api itu?


Kali ini, Seo Jun-Woo segera mengeluarkan pedang baru yang dia dapatkan dari Naga Air. karena tempat itu cukup gelap orang-orang tidak akan terlalu memperhatikan senjata yang dia pakai.


Sebenarnya, Dragon Knight Sword memiliki penampilan yang cukup sederhana, tidak terlalu mencolok, Jadi jika itu orang biasa mungkin tidak akan menyadari jika itu adalah senjata Rank S+.


Cukup masuk akal, itu adalah harta pusaka Monster Rank S+, tidak mungkin hanya untuk menjadi senjata biasa. namun dia tetap menuju ke sudut terpencil agar tidak terlalu menarik perhatian orang-orang.


Dengan pedang itu, Seo Jun-Woo segera mengaktifkan Volid Slash. Serangannya menjadi lebih tajam dan lebih ringan daripada sebelumnya, namun itu masih sangat sulit untuk mengalahkan monster itu dalam sekali tebas masih membutuhkan beberapa tebasan pedang untuk benar-benar membunuh Monster itu.


Segera setelah Monster itu mati, api di dalam tubuh itu segera menghilang, dan yang tertinggal hanyalah tengkoraknya dan Core Monster terbelah yang ada di kepala Monster itu.


Monster itu, ternyata tidak benar-benar memiliki tubuh selain tengkorak kecil dan Core Monster. Disaat ini, melihat situasi yang cukup kacau, Seo Jun-Woo mengambil kesempatan ini untuk mencoba mengeluarkan telur yang dia dapatkan sebelumnya.


Memegang Core Monster yang ada tepat di depannya itu, segera Telur itu mulai bereaksi dengan keras.


[Egg's Dragon Bersemangat!]


Dan dalam sekejap mata, telur naga yang ada di tangannya itu mengeluarkan semacam Aura yang diarahkan pada Core Monster, Seo Jun-Woo yang merasakan Aura itu cukup kaget karena kekuatan itu terasa familiar. Dan benar saja, Core yang awalnya berwarna merah dan penuh dengan energi sihir api itu tiba-tiba berubah menjadi hitam, dan energi sihir di dalamnya menghilang.


'Sungguh? Ternyata telur ini benar-benar butuh untuk diberikan makan Core Api?'


Setelah memikirkan kemungkinan itu dia segera menjadi lebih bersemangat. Dan mulai sedikit membantu Hunter lainnya yang saat ini masih sibuk bertarung di sana-sini.


"Baik, mari kita segera kembali naik!"


Li Wenhua menggunakan kemampuannya, menancapkan tombaknya di tanah, dan tombok itu tiba-tiba memanjang sejauh 100 meter membuat Dia segera kembali lantai dasar sebelumnya.


Setelahnya, dia mulai melemparkan tali untuk membantu orang-orang yang tidak bisa terbang untuk naik ke atas. Dan setiap orang yang sudah naik mulai membantu anggota lain yang ada di bawah. Hingga semua kekacauan itu berakhir ketika semua orang kembali ke atas dan sekarang mereka bisa sedikit bernafas lega.


"Astaga, Monster barusan sangat kuat, jika tidak ada kamu Seo Jun-Woo, aku pasti akan sangat kerepotan melawan mereka sendiri," keluh Park Shin Jun disana.


Mereka berdua sempat bekerja sama untuk melawan Monster Api sebelumnya.


"Itu benar monster-monsternya sangat kuat,"


"Tapi Aku benar-benar kaget Bagaimana kamu bisa menetas dengan mudah monster-monster itu,"


"Itu..."


Seo Jun-Woo sedikit kewalahan Jika ditanya semacam itu namun untungnya pria yang ada di hadapannya itu tidak terlalu banyak bertanya.


"Aku tidak akan bertanya apapun Jika kamu tidak ingin menjawabnya,"


"Terimakasih atas pengertiannya,"


"Asal kamu tahu aku sebenarnya mendapatkan Perintah dari Presdir Asosiasi untuk memastikan keselamatanmu Namun sepertinya bahkan tanpa aku melindungimu kamu bisa melindungi diri sendiri?"


"Tidak perlu repot-repot,"


"Cih, mari setelah kita keluar ... "


Sebelum orang itu sempat mengatakan atau mencoba membuat janji sesuatu, Seo Jun-Woo jelas memiliki firasat tidak enak jadi langsung memotong kata-katanya.


"Apapun yang ingin kamu katakan pikir saja nanti saat ini kita masih di Dalam Dungeon, jadi harus waspada,"


"Baiklah-baiklah,"


Seo Jun-Woo benar-benar merasa tidak enak karena pernah membuat janji sebelumnya dengan seseorang sebuah janji yang tidak akan pernah bisa ditempati.


Ketika mengingat itu kemarahan dan rasa kesedihan segera muncul.


Dendam yang membara segera mulai memasuki hatinya dan dia mulai melihat anggota Member Guild Perwakilan Zodiak yang lainnya, yaitu Celestial Triad. Seo Jun-Woo jadi teringat bahwa, Guild itu milik Zodiak Sagittarius, yang memiliki keahlian dan spesialis untuk menembakkan anak panah yang sangat luar biasa.


Seo Jun-Woo teringat pada anak panah yang menembus dan membuat Viona mati. Dia mulai memikirkannya, jika yang terlibat pasti tidak hanya Mystic Trinity, namun juga Celestial Triad. Ketika dia serius berpikir itu, Seo Jun-Woo menatap seseorang yang terlihat sangat mencurigakan di Guild Celestial Triad.


Orang itu mengenakan sebuah masker yang menutupi sebagian wajahnya, memiliki rambut pirang panjang juga memegang sebuah panah besar yang ada di tangannya.


Sebenarnya, tidak ada hal-hal aneh yang Seo Jun-Woo rasakan dari orang itu bahkan orang itu tidak terlihat kuat sama sekali, Aura yang terpancar juga terlihat cukup lemah. Namun kenapa Seo Jun-Woo merasa ada yang aneh dengan orang itu?


Jika ada yang aneh, itu karena orang itu memiliki wajah yang begitu santai benar-benar tidak memperdulikan kengerian yang ada Di Dungeon. Tentu saja Seo Jun-Woo membaca daftar anggota Tim yang terlibat dengan ekspedisi Jika dia tidak salah ingat, Hunter yang dia lihat itu baru level A?


Setidaknya, Hunter level A, masih akan panik untuk menghadapi Monster Rank A+ yang statistiknya hampir mendekati monster Rank S.


Namun kenapa orang itu begitu santai?


"Baik semuanya Mari kita melangkah dengan hati-hati mulai sekarang kita tidak tahu jebakan apalagi yang menunggu,"


Seo Jun-Woo tidak bisa berbuat apa-apa pula hanya kembali mengikuti tim yang saat ini mulai bergerak kembali.


Mereka terus berjalan di lorong sempit dan panjang itu dengan penerangan seadanya. Dan untungnya tidak ada lagi jebakan yang terlihat. Sampai kemudian, mereka seperti tiba di ujung ruangan sesuatu seperti jalan buntu.


Li Wenhua yang memimpin tim dan melihat dinding yang ada di depannya jelas merasa kesal, merasa bahwa mereka sudah datang jauh-jauh sampai ke tempat ini namun yang dilihat hanyalah jalan buntu?


Jelas sangat sulit untuk kembali ke titik awal terutama karena jebakan-jebakan yang masih terpasang di tempat yang pernah mereka lewati sebelumnya.


Dengan ekspresi gegabah orang itu segera memfokuskan kekuatannya pada tombak yang dimilikinya, segera sebuah ledakan energi mulai muncul, dan menghantam Dingin Labirin, membuat sekali lagi beberapa guncangan terjadi.