The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 56: Bentrokan



Seo Jun-Woo tidak akan pernah mengira jika hari ini akan bertemu dengan seseorang yang familiar. Rambut silver panjang dan topeng unik yang tidak akan pernah Seo Jun-Woo lupakan.


"Jadi kamu terlibat ini juga?"


Entah kenapa, Seo Jun-Woo sekarang mulai diliputi dengan rasa kemarahan. Namun disisi lainnya, Phoenix juga menatap Seo Jun-Woo dengan ekpersi marah, dia berkata juga dengan marah.


"Heh, jadi masih ada sampah yang tersisa di sini!!"


Phoenix segera maju kedepan, tanpa segan-segan mengeluarkan kemampuan Api miliknya, Api hitam yang mengerikan, segera menuju kearah Seo Jun-Woo. Seo Jun-Woo yang cukup panik dengan serangan tiba-tiba itu segera mengeluarkan kemampuan Luminous Shield, dan untungnya berhasil menahan serangan Api Hitam itu, namun hal itu justru memberikan provokasi kemarahan yang lebih pada lawan didepannya.


"Kamu!! Kemampuan itu!!!"


Seolah diliputi oleh kemarahan, Phoenix segera mengeluarkan pedang miliknya dan mulai menuju kearah Seo Jun-Woo, benar-benar berniat untuk menebasnya. Pedang hitam itu, tiba-tiba di selimuti oleh api hitam yang panas dan mematikan.


Seo Jun-Woo jelas merasa pedang biasa sepertinya tidak akan bisa menahan serangan ganas itu, Seo Jun-Woo segera melapisi pedang miliknya dengan Light Manipulation, yang memiliki ketahanan paling tinggi, paling cocok untuk pertahanan.


PRANKKKK


Dua Pedang itu saling beradu satu sama lainnya, seolah sedang menguji kemampuan pedang satu sama lain dua orang itu mulai menggunakan berbagai kemampuan pedang mereka. Phoenix cukup terkejut melihat bagaimana lawan yang ada di depannya itu berhasil mengimbangi kemampuan berpedangnya.


CRASSS


Lagi-lagi dua pedang itu bertemu, keduanya benar-benar mengerahkan kemampuan berpedang mereka untuk mencoba menebas satu sama lain, yang sudah diperkuat dengan kemampuan Awakening masing-masing.


Pedang lawan, mengarah kearah kiri Seo Jun-Woo mencoba untuk mencari celah di sana namun, Seo Jun-Woo jelas berhasil menyadarinya dan menghindar mencoba memberikan serangan balik ke arah bagian kanan musuh.


Sayangnya, lawannya juga berhasil menghindari serangan Seo Jun-Woo dengan cukup mudah. Dan segera mencoba untuk menyerang balik.


Seo Jun-Woo, juga cukup terkejut dengan lawannya itu, yang hampir menangkis setiap serangan pedang miliknya, terutama hal-hal yang paling mengganggunya adalah bagaimana orang itu sepertinya memiliki pondasi pedang yang sama dengannya.


Hmm, ini adalah kemampuan pedang yang dia pelajari tujuh puluh tahun lalu, dari salah satu ahli bela diri terkemuka saat itu namun dia sudah lama mati didalam Insiden Dungeon Outbreak bahkan sebelum Seo Jun-Woo memasuki Dungeun Alter Ego Dewa Kegelapan.


Orang pertama yang dia sebut sebagai Masternya.


Harusnya Seni Pedang itu....


Mungkinkah salah satu keturunannya melestarikan seni bela diri itu?


Terutama di Era Dungeon, hal-hal dasar seperti seni bela diri kuno akan sangat membantu dalam sebuah pertarungan di samping dari kekuatan Awakening.


[Kemampuan Solarflare diaktifkan]


Dalam salah satu pertarungan pedang itu, Seo Jun-Woo sempat menggunakan salah satu Kemampuannya untuk menyerang Phoenix. Mencoba untuk mencari celah, namun sayangnya serangan kilat itu ditangkis dengan pedang milik Phoenix, Seo Jun-Woo tidak tahu bagaimana orang itu berhasil memblokir kekuatan gabungan cahaya dan Kegelapan.


Namun yang pasti, Seo Jun-Woo melihat sedikit percikan cahaya terang dari pedang yang dibawa lawannya itu.


Lalu, sebuah pemberitahuan mengejutkan segera muncul.


[Fregmen of The Light dalam tubuhmu sedikit bergetar]


'Tunggu? Apa yang terjadi?'


Seo Jun-Woo tiba-tiba diliputi oleh kebingungan ketika pemberitahuan itu muncul namun pemberitahuan itu segera hilang dalam sekejap tidak memberitahukan penjelasan lebih lanjut.


Serangan bola api menghampiri Seo Jun-Woo yang binggung itu, namun untungnya dia tetap bisa menghindar tepat waktu. Setelahnya, Seo Jun-Woo memilih untuk menjaga jarak dengan lawannya itu dan mulai memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan tenang.


Dia lalu melihat keadaan pintu masuk yang ternyata, ada seseorang disana yang terbaring di tanah terlihat dalam keadaan menyedihkan, seperti baru saja di seret paksa kesini wajah itu juga cukup familiar, yang ternyata Ketua Guild Wicked Wolves.


Sampai disini, Seo Jun-Woo akhirnya mulai menyadari situasinya, seperti dia tadi sempat terbawa emosi, dan salah paham.


Jelas, Pria Misterius bertopeng itu bukan musuh, Phoenix entah bagaimana ke tempat ini setelah menghabisi Ketua Guild Wicked Wolves.


Seo Jun-Woo masih tidak tahu Apa motif pria yang ada di depannya itu namun satu hal yang pasti sepertinya mereka ada di pihak yang sama?


Ingin mengakhiri sebuah tragedi yang ada di laboratorium menyedihkan ini.


"Tunggu? Kamu salah paham sesuatu!! Aku bukan bagian dari mereka!!" Kata Seo Jun-Woo mencoba untuk menjelaskan situasinya namun pria yang ada di depannya itu terlihat tidak mendengarkannya sama sekali.


"Jangan bicara omong kosong memangnya kamu pikir aku percaya? Hanya penjahat yang mencoba membela dirinya!!"


Serangan Phoenix terus berlanjut kearah Seo Jun-Woo. Tempat itu menjadi semakin panas dan panas, karena beberapa hal disana mulai terbakar sedikit demi sedikit bahkan ada sedikit retakan atas setelah pertempuran mereka.


Seo Jun-Woo ingat ini ada di lantai bawah tanah, jika runtuh...


Terutama karena lawannya adalah level S, yang lebih kuat dari level S manapun yang pernah dia temui sebelumnya. kekuatan penghancurnya Pasti sangat besar dan orang itu masih menahan beberapa kemampuan maksimalnya mungkin karena khawatir tempat ini runtuh juga?


Tidak ada yang diuntungkan jika tempat ini runtuh tempat dan sumber dari segala barang bukti, terutama masih ada beberapa korban dari Guild Wicked Wolves yang masih terkurung di dalam laboratorium ini, ada beberapa tabung juga disini yang berisi manusia.


Seo Jun-Woo sekarang hanya bisa mencoba bertahan, lawannya kali ini benar-benar sangat kuat. Padahal jelas dia tahu jika lawannya ini masih menahan kemampuannya.


Sial, inilah level Kekuatannya sekarang?


Seo Jun-Woo semakin lama menjadi semakin terdesak mundur.


"Tunggu! Aku disini juga hanya menyelidiki Guild Wicked Wolves! lihatlah aku baru saja menangkap salah satu dalang dari penelitian jahat ini!!"


Seo Jun-Woo segera menunjuk ke arah salah satu tabung disana, yang berisi Zhang Wei.


Phoenix lalu segera menatap ke arah tabung itu menunjukkan keterkejutan ketika melihat wajah yang familiar namun keterkejutan itu sepertinya hanya berlangsung sesaat. Seolah orang itu mungkin sudah menduga jika dalangnya adalah salah satu dari Lima Pahlawan Legendaris.


"Bukan berarti aku harus percaya padamu!!"


Seo Jun-Woo benar-benar merasa kesal melihat bagaimana orang yang ada di depannya itu benar-benar menyebalkan, kenapa dia keras kenapa sekali?


Sialan!


"Sungguh! Aku bukan penipu! Aku bahkan baru saja menemukan beberapa bukti Pengakuan dari Zhang Wei!"


Seo Jun-Woo mulai mengeluarkan salah satu alat perekam miliknya yang berisi pengakuan Zhang Wei soal alasan kenapa dia melakukan project ini rekaman dari percakapan mereka sebelumnya.


Ketika Phoenix mendengar hal-hal dalam rekaman itu ekspresinya sedikit terkejut.


"Itu..."


"Aku tidak bersalah bukan?"


"Hanya karena kamu memilikinya bukan berarti kamu tidak bersalah!!"


Api yang dia keluarkan menjadi semakin besar dan hampir membakar sebagian dari ruangan itu.


"Sialan! Kamu jangan seperti ini atau tempat ini akan runtuh dan akan lebih banyak korban!!"


"Itu bukan urusanmu!!"


"Apakah kamu benar-benar berniat menyelamatkan semua orang disini? Jika kamu menyerang, orang-orang disini akan mati juga terkenal reruntuhan!!"


Ekpersi Phoenix segera menjadi dingin dan berkata lagi,


"Jadi kali ini kamu menggunakan trik licik untuk menyandra orang-orang disini?"


Seo Jun-Woo merasa pusing mendengar perkataan barusan, merasa sepertinya tidak ada habisnya jika berbicara dengannya seperti ini Bukankah langkah sebaiknya yang harus dia lakukan adalah melarikan diri?


Lalu Zhang Wei bagaimana?


Seo Jun-Woo segera buru-buru mengeluarkan Bom Asap, untuk mencoba menutupi tempat itu dan segera mengambil sebagian Fregmen Cahaya yang sudah dia ektrak itu.


Masih ada tempat untuk melarikan diri.


CRASSS


"Kamu pikir aku akan membiarkanmu kabur?"


Seo Jun-Woo yang sudah berjalan menuju pintu keluar itu segera menangkis serangan Api hitam itu, dengan Luminous Shield nya lagi.


Sekali lagi, Kemampuan itu membuat Phoenix merasa terkejut.


Seo Jun-Woo merasa ini tidak akan ada akhirnya jika terus seperti ini.


[Kemampuan Night Fall diaktifkan]


Segera lingkungan itu diliputi dengan kegelapan pekat, pintu keluar tidak hanya ada satu. Seo Jun-Woo segera berlari menuju pintu lain sambil berkata lagi,


"Jika kamu benar-benar menginginkan untuk menghancurkan tempat ini, dan segalanya, kumpulkan Bukti di Ruang Arsip!! Bongkar semua kejahatan dan kebohongan dari Salah Satu Pahlawan! Mungkin kamu akan menemukan sebuah kebenaran yang tidak akan pernah kamu kira!!"


Setelah mengatakan itu, Seo Jun-Woo buru-buru mengunakan Shadow Step, tentu saja setelah mengeluarkan beberapa bukti miliknya ke ruangan itu.


Yah, Seo Jun-Woo tidak tahu kenapa dia bisa percaya dengan orang itu, namun sepertinya akan mudah jika dia yang berasal dari Guild besar mengungkapkan tentang kejahatan dari salah satu Lima Pahlawan?


Namun beberapa hal masih menggangu Seo Jun-Woo, terutama ketika ada pemberitahuan aneh sebelumnya, soal Fregmen Cahaya yang ada di dalam dirinya sempat bergetar, seolah bereaksi kepada sesuatu.


Namun apa?


Ini bahkan tidak terpengaruh sedikitpun ketika berhadapan dengan salah satu dari Lima Pahlawan, yang memiliki kemampuan fragmen cahaya yang cukup besar.


Jadi kenapa?


Sayangnya pertanyaan itu hanya bisa disimpan olehnya, Seo Jun-Woo hanya bisa mencoba melarikan diri dari sana, dan untungnya orang itu sepertinya tidak bisa mengejarnya.


Dan tentu saja, Seo Jun-Woo dalam perjalanan melarikan diri ini bertemu juga dengan beberapa musuh lain, namun itu cukup mudah untuk Seo Jun-Woo kalahkan, dari beberapa Hunter yang dia lawan, Ternyata ada seseorang yang memiliki bagian juga dari Fregmen Cahaya, walaupun tidak kuat.


"Ini benar-benar pemburuan yang menarik,"


####


Di tempat yang jauh, jauh di sebuah gurun, tiba-tiba terjadi sebuah gempa yang sangat besar. Seorang pengelana yang kebetulan melewati tempat itu menjadi takut ketika tiba-tiba ada sebuah badai besar.


"Tuan, kita harus melarikan diri dari sini!!"


"Cuaca sangat bagus Kenapa tiba-tiba ada badai!!"


"Tidak!! Tuan Lihat itu!!!"


Dalam kabut asap itu, terlihat sebuah cahaya yang menyilaukan, yang seolah-olah menarik orang-orang untuk masuk ke dalamnya.


Badai sedikit mereda, membuat hal-hal yang ada di dalam badai mulai sedikit terlihat, sebuah gerbang besar berwarna Hitam.


Sesuatu yang seharusnya tidak muncul.


"Tidak!! Ini... Bencana!"


"Akhhhhh....."


Sebuah Monster mulai keluar entah dari mana, menerkam salah satu pengembara.