
Namun begitu Seo Jun-Woo menyentuh tubuh gadis itu lagi dan mencoba memeriksa nya dia sudah tidak merasakan kehangatan dan detak jantungnya.
"Tidak.... Ini tidak bisa! Viona bangun!!"
Namun Seo Jun-Woo tidak lagi bisa merasakan nafas Gadis itu membuat dia panik dan mulai mengeluarkan potion-potion miliknya untuk di siramkan pada luka gadis itu.
Namun sekali lagi Tidak ada reaksi apapun. Seo Jun-Woo tiba-tiba dilanda keputus asaan ketika dia mulai mencabut salah satu panah itu.
Ketika Seo Jun-Woo melihat panah itu, dia merasakan semacam Aura Familiar, tidak bahkan panah ini terlihat familiar.
Seo Jun-Woo mencoba untuk mengingat lagi dari mana panah ini berasal. Namun lokasi yang ditutipi kabut membuat hal-hal menjadi semakin samar.
Sekarang Seo Jun-Woo terasa hancur melihat tubuh dingin yang berada di depannya seolah-olah barusan masih bisa melihat suara gadis ini yang marah-marah padanya. Dia tidak terlalu mengenal gadis ini namun, entah kenapa mereka sudah menjadi cukup dekat.
Dan lagi, kenapa gadis ini bisa terluka?
Karena dia menjadi ceroboh saat mendekati lubang misterius itu. atau jika seandainya dia tidak menyembunyikan kekuatannya dari awal dan menggunakannya lebih cepat mungkin tragedi ini tidak akan terjadi.
Rasa bersalah segera memasuki hatinya. Ini jelas Bukan Pertama kali dia melihat kematian di dalam Dungeon, namun hal-hal semacam ini masih sangat menyakitkan. Mengigatkannya pada sebuah kenangan masa lalu yang jauh ketika dia masih 'Seo Jun-Hee', yang masih cukup muda dan lemah.
Hari dimana Dungeon muncul, Tragedi tujuh puluh tahun yang lalu. Semuanya terjadi secara tiba-tiba, saat itu dia juga baru saja makan siang untuk merayakan dia diterima di Universitas. Keluarga yang jarang berkumpul itu akhirnya berkumpul dengan lengkap.
Sampai tragedi terjadi, dan dia harus dilindungi oleh orang tuanya dan Kakaknya agar bisa melarikan diri dari Monster.
Adegan itu, tiba-tiba kembali muncul di mana dia tidak berdaya ketika melihat orang-orang yang paling dia sayangi itu mati dihadapannya.
"Tidak.... Harusnya tidak seperti ini..."
Sejak hari itu, Seo Jun-Woo mencoba berjanji pada dirinya tidak akan pernah lagi membiarkan ada orang yang dia sayangi menjadi korban lagi, atau ada tragedi semacam itu di depannya. Namun pada akhirnya tragedi itu terus berulang dan berulang.
Seo Jun-Woo selalu merasa jika hal-hal itu karena dia tidak kuat, jadi dia terus berlatih, dan berlatih, untuk menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi agar tidak perlu untuk dilindungi atau mengorbankan siapapun lagi.
Sampai dia ada di titik terkuat, Seo Jun-Woo sudah mulai menjaga jarak dengan orang-orang karena begitu takut untuk merasakan perasaan kehilangan. Namun itu jalan yang sudah dia pilih.
Hari dimana dia kembali membuka hatinya, kepada rekan-rekannya, namun orang-orang itu menghianatinya.
Dalam kehidupan ini, Seo Jun-Woo juga memilih untuk tidak ingin terlibat terlalu banyak orang. Hanya saja, hal-hal tidak pernah dia kira dan membuat dia terlibat dengan beberapa orang. Seperti bagaimana dia bertemu dengan Viona, gadis aneh yang hanya suka marah-marah dan mengejeknya dalam berbagai situasi jika mereka bertemu.
Terkadang seseorang merasa terlambat ketika menyadari hal-hal itu terasa penting. Sambil menatap panah itu, kemarahan, kesedihan segera meliputi hati Seo Jun-Woo. Dia juga tahu ini bukan saatnya untuk bersedih.
Dia meletakkan tubuh Viona di tempat yang relatif aman sambil memasangkan pelindung dari Shadow Manipulation.
Targetnya jelas, mencari sumber dari panah mematikan ini.
"Avatar Sagitarius, pasti dia!"
Seo Jun-Woo yang melintas Choi Hana terluka itu, segera datang kesana, melawan Pria Misterius itu.
"Pasti kamu!"
Rasa marah membuat Seo Jun-Woo menyerang orang itu, dengan pedangnya secara membabi-buta. Namun lawannya, ternyata cukup hebat untuk bisa menangkis semua serangan itu.
"Jun-Woo! Kamu mundur! Dia terlalu berbahaya!!"
Disaat seperti ini, tiba-tiba sebuah panah meluncur dari arah jauh, datang ke arah mereka. Seo Jun-Woo jelas sudah memasang sejenis pendeteksi dengan Shadow Manipulation, merasakan kemana anak panah itu datang segera mundur dan menangkis panah itu dengan pedangnya.
"Arah Kanan Kah?"
Panah itu tidak hanya satu dan mulai menghujani ke arah arena itu, terutama kearah Choi Hana. Seo Jun-Woo yang masih bertarung dengan pria misterius itu sedikit menebak bahwa target anak panah itu kemungkinan memang Choi Hana. Member Guild Starlight jelas menjadi incaran orang-orang misterius ini.
"Choi Hana! Kamu mundur dulu! Kamu adalah orang yang mereka incar!"
"Ukhh... Aku... Aku tidak bisa mundur, atau Anggota Guild Starlight lainnya dalam bahaya!"
"Mastermu harusnya sedang perjalanan ke sini!"
Seo Jun-Woo sebenarnya tidak begitu yakin namun dia percaya dengan Kim Jung Hwa dan kemampuannya, Dia pasti sudah mengalahkan Monster aneh di dalam ruangan aneh itu dan tengah perjalanan kesini, karena sudah diberikan sinyal sebelumnya.
Dan benar saja, ditengah keadaan kacau ini, Api Biru terang menembus asap yang memenuhi tempat itu, membuat pandangan orang-orang semakin jelas.
Ketika Phoenix sampai disana, hal yang dia lihat adalah Anggota Member Guildnya banyak yang terluka, termasuk Choi Hana yang memiliki tusukan di bagian dekat perutnya, yang masih mengeluarkan banyak darah. Dan lagi, ada beberapa orang misterius yang mengenakan tudung hitam dan memiliki penampilan seperti Iblis menyerang Anggota yang tersisa dari Guild Starlight.
Melihat semua kekacauan itu Sang Master Guild segera dipenuhi Kemarahan. Jelas dia segera memasuki Arena Pertempuran setelah membakar beberapa Monster kalajengking yang menghalanginya.
Seo Jun-Woo mau tidak mau merasa lega melihat kedatangannya. Sekarang dia bisa fokus untuk menghabisi orang dihadapannya, namun sayangnya orang itu sekarang terlihat ingin melarikan diri.
Seo Jun-Woo mengunakan Shadow Step untuk bergerak mengejar orang itu.
[Kemampuan Shadowflare diaktifkan]
Sinar laser kegelapan ganas segera menuju kearah orang itu, namun serangan itu ternyata di halau dengan panah yang datang dari jauh yang memiliki kecepatan sama cepatnya.
Ledakan tidak bisa dihindari ketika dua kekuatan saling bertemu.
Seo Jun-Woo kaget melihat serangan Panah Aura barusan.
Hal ini membuat dia semakin yakin tentang Siapa dalang di balik semua ini.
"Para Zodiak sialan!"