The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 104: Pembalasan



Tapi dia memilih untuk mengabaikan kata-kata dari lawannya itu, Seo Jun-Woo fokus pada serangannya mengarahkan rantai-rantai hitamnya pada Ryu Haruki. Namun sebagai pengguna serangan jarak jauh, Ryu Haruki memiliki kemampuan menghindar yang cukup tinggi, hampir semua serangan Seo Jun-Woo meleset. Belum lagi, Forstbite yang menyerang Seo Jun-Woo sempat menghalangi pergerakannya.


[Kemampuan Dark Nova diaktifkan]


Segera gelombang energi kegelapan yang sangat besar segera aktif, membuat sebuah ledakan besar untuk menghabisi semua Monster Forstbite yang ada di lokasi itu. Disaat seperti ini, Seo Jun-Woo jelas tidak melewatkan kesempatan itu untuk menangkap Ryu Haruki.


Sampai akhirnya, Ryu Haruki yang sempat terkena efek ledakan itu, dia menjadi sedikit ceroboh sehingga pergelangan tangannya tertangkap oleh rantau hitam itu.


"Akhhh!! Apa-apaan ini!!"


Ryu Haruki mencoba untuk melepaskan rantai yang ada di tangannya itu, namun hal-hal mengejutkan terjadi rantai itu putus dengan mudahnya.


"Hahaha, ternyata itu hanya serangan sampah!!" Kata Ryu Haruki meremehkan serangan itu dan menatap ke arah Seo Jun-Woo.


"Kamu pikir kamu bisa menangkapku? Coba aku tanya sialan, siapa yang mengirimmu?"


Seo Jun-Woo yang melihat orang yang ada di hadapannya itu saat ini terlihat santai dan tidak menyadari situasinya segera tersenyum. Senyuman itu terlihat dari sudut wajahnya yang tidak tertutup topeng.


"Kamu! Apa yang membuat mu merasa bangga hah?" Kata Ryu Haruki dengan ekspresi marah lagi.


"Sepertinya kamu tidak menyadari situasimu!"


"Tidak menyadari apa ... Akhhhhh apa ini ... Apa? Co-- Constellation-Nim?"


Tiba-tiba tubuh Ryu Haruki segera bersinar terang, seolah Sebuah gelombang energi yang sangat besar memasukinya.


"Akhhhhh... Apa yang kamu lakukan padaku! Co-- Constellation-Nim Tidak! Kamu tidak bisa mengambil alih Tubuhku!!!"


Seolah ada pergolakan besar pada tubuh Ryu Haruki. Penggabungan antara Avatar dan Constellationnya terkadang akan menimbulkan pertentangan jika keduanya tidak bekerja sama. Berbeda, dengan saat melawan Scorpio yang sepertinya antara Constellationnya dan Avatar Utamanya memiliki ikatan yang cukup kuat, sehingga ketika bergabung, Avatarnya bisa dengan mudah menyerahkan pengendalian tubuhnya.


Namun sepertinya hal-hal berbeda?


Apakah Sagitarius tidak memiliki hubungan yang baik dengan Avatar Utamanya?


Yah, walaupun ini pada akhirnya tidak mempengaruhi kemampuan Dark Chain's itu sendiri.


"Heh? Sagitarius, Sungguh? Kamu akan di kuasai oleh Avatarmu sendiri?"


Terlihat, Ryu Haruki masih mencoba melawan kehendak Sagitarius yang tiba-tiba terperangkap dalam tubuhnya itu dia masih berusaha keras untuk mempertahankan keberadaannya.


"Constellation-Nim... Tolong berikan saja berkahmu dan tetaplah disini! Aku yang akan mengatasinya!! Pinjamkan saja Kekuatan mu!"


Orang itu mulai berteriak. Jelas Seo Jun-Woo tidak hanya buang-buang waktu untuk melihat adegan semacam itu. Sayangnya tiba-tiba ponselnya segera berbunyi.


Ini adalah sinyal panggilan Darurat, tentu sebelum dia dan Kim Jung Hwa berpisah mereka sempat bertukar nomor darurat untuk bisa saling menghubungi satu sama lain untuk menjalankan rencana mereka.


Dan kali ini, Seo Jun-Woo yang tiba-tiba mendapatkan panggilan darurat itu segera menjadi bingung.


"Ada apa?"


Dia langsung mengangkat teleponnya dan bertanya karena merasa kaget dengan panggilan tiba-tiba.


'Kamu urus disini, Aku akan segera kembali ke Seoul, Guild ku tiba-tiba di serang,'


Seo Jun-Woo yang mendengar hal-hal itu jelas saja dihadapkan dengan rasa kaget dan tidak percaya, Tentu saja dia sangat terkejut tentang penyerangan Guild Starlight, namun dia lebih terkejut untuk ditinggalkan di sini sendirian untuk mengatasi kekacauan?


"Apakah kamu gila?"


Mendengar nada meremehkan dari ujung telepon, Seo Jun-Woo merasa terprovokasi dan segera berkata,


"Hah? Siapa yang kamu anggap lemah?"


'Kalau begitu urus semuanya, Aku akan meminjamkan, Vio untukmu,'


"Vio apa?"


Jelas, Seo Jun-Woo menjadi bingung dengan kata-kata dari ujung telepon yang tiba-tiba itu.


'Naga milikku, Aku meninggalkannya di Gudang Distrik A, harusnya tidak jauh dari lokasimu, disana Vio mengawasi Avatar Pisces yang sudah Aku lumpuhkan. Aku sudah mengikat dan menyegelnya, ingatlah untuk membunuhnya saat Aquarius dan Sagitarius tertangkap, Aku tidak ingin dua hal itu melarikan diri ketika melihat bintang-bintang berjatuhan,'


Bahkan sebelum Seo Jun-Woo memberikan persetujuannya untuk rencana gila itu, telepon sudah dimatikan.


"Si Brengsek itu, seenaknya saja menyuruh-nyuruh memangnya aku ajudannya atau apa?"


Seo Jun-Woo lalu kembali memasukkan ponselnya dan mulai menghela nafas menatap ke arah Ryu Haruki yang masih dalam posisi seperti kerasukan itu. Banyak hal yang ingin Seo Jun-Woo katakan sebagai bentuk protesnya.


Salah satunya, kenapa naga itu di beri nama Vio?


Selera penamaan yang sangat buruk.


"Namun sepertinya ini bukan saatnya memikirkan hal itu, baik aku sepertinya masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan?" Katanya sambil menatap kearah lawannya itu.


"Hah, Mari akhiri ini secepatnya saja,"


[Kemampuan Heavenly Thunder diaktifkan]


Segera sebuah segarangan petir yang sangat besar berkumpul di tangannya dan bersiap dilemparkan ke arah Ryu Haruki. Tentunya, Seo Jun-Woo tidak bermaksud untuk mengikuti rencana Kim Jung Hwa, terlalu merepotkan jika harus mengikat dan menangkap orang itu.


Aquarius belum ditemukan?


Hah, tidak perlu Avatar Utama untuk melakukannya. Karena Efek Kemampuan Fregmen of The Darkness milik Seo Jun-Woo cukup kuat, dia bisa menarik Avatar mana saja untuk menjatuhkan Constellation, tidak harus Avatar Utama.


Namun, Seo Jun-Woo memiliki beberapa dendam pribadi pada orang yang ada di hadapannya itu.


"Jadi, mari lihat, karena Ryu Haruki itu masih memiliki kesadarannya, kira-kira dengan cara apa aku harus membunuhnya?"


Petir ditangannya, sudah segera dilemparkan, dan mengenai sisi tubuh sebelah kiri Ryu Haruki yang masih mencoba mengendalikan dirinya itu.


"AKHHHHH....."


Orang itu mulai berteriak kesakitan suaranya seolah bercampur dengan suara-suara lain. Mungkin karena Sagitarius yang tidak pernah merasakan rasa sakit akhirnya merasakannya.


Seo Jun-Woo lalu segera mengeluarkan sebuah busur panah dari Inventorynya. Seo Jun-Woo tentu bisa menggunakan hal-hal ini dengan cukup baik, setelah semua dulu dia di juluki Sang Weapon Master, bisa menggunakan berbagai macam senjata dalam berbagai situasi.


Beberapa anak panah juga sudah dikeluarkan. Masing-masing anak panah, sepertinya memiliki bentuk yang sedikit aneh dan memiliki banyak gerigi di sisinya, yang sepertinya membuat itu akan lebih menyakitkan ketika di cabut.


"Jelas aku tidak akan memberimu kematian yang mudah,"


Terlihat ada sebuah senyum licik ketika dia mengatakan hal-hal itu.


"Ah, tapi aku harus melakukannya dengan cepat, hal-hal sepertinya sudah berjalan, Perang yang di rancang oleh Guild milik Zodiak, aku tidak mengira jika rencana mereka cukup cepat, sepertinya malam ini akan menjadi kejatuhan begitu banyak bintang, dan merupakan pemandangan yang paling indah ... "