The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 154: Kekuatan Gabungan



[Kemampuan Zodiac Wrath diaktifkan]


Leo yang saat ini tengah diliputi oleh kemarahan, mulai mengaktifkan salah satu kemampuan andalannya lagi. Kali ini, tubuh Cha-Eun berubah menjadi bentuk manusia setengah singa, bentuk dari Raja Zodiak, Leo itu sendiri. Energi cahaya matahari yang menyelimuti tubuh Cha-Eun juga semakin kuat.


Tiba-tiba saja semua luka yang ada di tubuh itu perlahan-lahan mulai menghilang, seolah tidak pernah terjadi apapun. Dengan mata orangenya, Leo mulai menatap kearah dua lawannya itu.


Tidak, kali ini yang melawan Leo tidak hanya dua orang.


Putra dari Ketua Asosiasi Hunter, Lee Chae-won sepertinya baru saja menyelesaikan pertarungannya dengan Anggota Shadow Legion, dia segera mendatangi kearah Seo Jun-Woo, kemudian matanya menatap ke arah hal-hal yang dua orang itu lawan sambil menunjukkan ekspresi terkejut sekaligus senang.


"Heh, kalian berdua sepertinya bertarung dengan sosok yang menarik. Apa itu? Aku tidak berpikir itu Monster dari Dungeun."


Mendengar pertanyaan itu, Seo Jun-Woo segera menjawab,


"Constellation Zodiak, Leo. Sang Raja Para Zodiak, dia tengah turun."


Mendengar jawaban yang seolah tidak masuk akal itu, Lee Chae-won jelas menunjukkan keterkejutannya, merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Namun penampakan dan energi yang dia rasakan dari makhluk di depan sana jelas saja, bukan hal-hal yang sederhana. terlihat menyeramkan dan memiliki Aura yang sangat kuat dan mendominasi seolah-olah Jika kamu berani mendekat sebentar saja, kamu akan musnah dan menguap.


Dia sudah lama tidak merasakan ketegangan samacam itu.


"Ini gila, jadi ini yang kamu maksud akan melawan sesuatu yang menarik? Seorang Constellation? Aku selalu ingin melawan satu namun mereka, Para Constellation sangat menyebalkan, hanya selalu menggunakan Avatar mereka yang lemah dan tidak berani menampakkan wujud mereka.'


Seo Jun-Woo yang menatap Lee Chae-won menunjukkan ekspresi bersemangat itu hanya merasa sedikit kewalahan, tidak mengira, bahwa ternyata ada orang sekila itu yang bahkan tidak takut dengan Constellation, terlebih melawannya langsung.


Bagaimanapun juga, Seo Jun-Woo ketika menatap kearah sekitar, dia melihat Charles dan Emiliana jelas menunjukkan ekspresi buruk, dan merasa gemetaran.


Dua orang itu, masih bertarung dengan Para Anggota Shadow Legion, bahkan Para Pemuja Dewa Kegelapan itu, juga menjadi sedikit gemetar ketika merasakan Aura yang sangat kuat yang berasal dari Sang Constellation Leo yang turun.


Jelas, tekanan itu mempengaruhi seluruh medan perang dengan drastis.


Segera gelombang energi yang sangat besar mengarah kearah mereka bertiga, sapuan gelombang energi yang membentuk seperti Tsunami Energi yang sangat besar. Jelas serangan kali ini masih lebih kuat dari yang sebelum-sebelumnya.


Seo Jun-Woo merasa kewalahan hanya dengan menatap gelombang energi yang menyerang ke arahnya itu. Sebenarnya, sejauh mana Constellation Leo menjadi lebih Kuat?


Dia tidak pernah mempertimbangkan akan bertarung dengan Leo seperti ini. Dalam persiapan, dia masih kurang, kekuatannya jelas masih belum sebanding, masih membutuhkan waktu sedikit lagi, dan menyerap Para Zodiak lainnya untuk menjadi lebih kuat.


Namun sekarang, harus dihadapkan dengan pertarungan yang tiba-tiba. Tatapan Seo Jun-Woo lalu menatap ke arah samping, dimana Kim Jung-Hwa menatapnya juga, ketika tatapan keduanya bertemu seolah memberikan kepercayaan satu sama lain.


Seolah sebuah beban yang begitu berat yang harus Seo Jun-Woo tanggung, menjadi sedikit lebih ringan.


Hal yang pasti, dia tidak lagi sendirian. Dia tidak harus bertarung sendirian dan memiliki orang-orang di sekitarnya yang bertarung dengannya yang bisa dipercaya, terutama Kim Jung-Hwa.


Tidak ada yang perlu dicemaskan lagi.


"Aku rasa, membuat Prisai pelindung tidak akan memiliki dampak besar mari balas serangan itu dengan serangan yang lebih besar lagi."


Seo Jun-Woo lalu teringat, sebuah Kemampuan luar biasa yang pernah dia lihat sebelumya.


Penyatuan sempurna dari Cahaya dan Kegelapan milik Sang Raja Iblis Lucifer. Dia pernah merasakan kengerian dari Kemampuan Sang Raja Iblis.


Seandainya saja Dia bisa menggunakan kemampuan sehebat itu dan menyatukan Cahaya dan Kegelapan lebih sempurna lagi, bukan hal yang mustahil untuk menahan serangan yang menuju ke arahnya itu.


Tangannya lalu memegang tangan Kim Jung-Hwa, mencoba memfokuskan sesuatu. Seolah mengerti, Kim Jung-Hwa juga Mulai berkonsentrasi untuk mengumpulkan kekuatan cahaya yang ada di dalam dirinya.


[Fregmen of The Light beresonansi]


[Tingkat Resonansi semakin meningkat]


Kali ini, Seo Jun-Woo tidak hanya mengunakan energi cahaya, namun juga mengunakan energi kegelapan yang ada dalam dirinya. Dia mencoba memfokuskan kedua energi itu agar bisa bersatu dan bergabung juga dengan energi yang Kim Jung-Hwa keluarkan.


Dia juga mulai berteriak pada Lee Chae-won,


"Kamu juga, keluarkan Kemampuan penyerang apa saja untuk menangkis serangan di depan itu!"


"Tidak perlu kamu katakan aku juga akan melakukannya!" Kata Lee Chae-won, dia mulai mengaktifkan Kemampuan juga, kumpulan energi petir mulai muncul di sekitarnya, dia tentu tidak bergabung dan membuat gabungan Kemampuan seperti Seo Jun-Woo dan Kim Jung-Hwa, namun mengaktifkan serangan pamungkasnya sendiri.


Segera, langit-langit mulai dipenuhi dengan awan putih. Dari atas awan, munucul energi petir yang dahsyat, membentuk sebuah naga besar, mulai terbang menuju kearah Gelombang Energi serangan Leo.


Seo Jun-Woo juga tidak memiliki waktu untuk kagum dengan kemampuan yang dia lihat itu, dia kembali fokus pada kemampuannya sendiri.


[Kemampuan Wave of the Darkness diaktifkan]


[Kemampuan Wave of the Light diaktifkan]


Gelombang energi cahaya dan kegelapan milik Seo Jun-Woo mulai bergabung menjadi satu juga dengan gelombang energi yang Kim Jung Hwa bentuk.


[Fregmen of The Light Beresonansi]


[Kemampuan Ultimate Wave of the Light and the Darkness terbentuk]


Kali ini, serangan itu membentuk ombak energi yang cukup besar juga, mulai mengarah pada serangan Leo di depan.


CRAASSSS


Serangan saling bentrok satu sama lainnya, dua serangan dahsyat, membentur serangan gelombang energi yang dikeluarkan oleh Leo. Serangan-serangan itu, mencoba untuk mendorong satu sama lain mencoba untuk mendominasi.


Awalnya ada keseimbangan di sana, sampai akhirnya, perlahan-lahan Naga Petir dan Gelombang Cahaya Kegelapan itu, perlahan-lahan mulai memukul mundur gelombang energi dari serangan Leo.


Leo disisi lainnya, mencoba untuk mengeluarkan energinya lebih besar lagi. Namun akhirnya, dia kembali diliputi dengan gelombang ketakutan ketika melihat energi yang begitu besar mengarah ke arahnya itu.


Ramalan itu, dimana akhir dari Zodiak terdengar tidak masuk akal.


Hari dimana Cahaya memakan segalanya, dan dirinya, dan menjatuhkannya dalam kegelapan abadi.


Leo semakin gemetar, melihat serangannya tiba-tiba dipukul mundur begitu saja. Dimana serangannya, mulai termakan oleh gelombang cahaya yang sangat kuat.


Dia mencoba untuk fokus, namun serangan yang dipancarkan oleh lawan menjadi begitu kuat dan benar-benar memakan serangan yang dia keluarkan. Dalam sekejap mata, gelombang energi besar itu ada di hadapannya, dan akan menerpa tubuhnya.


Dengan buru-buru, dia mencoba membuat perisai pelindung, namun perisai-perisainya ditembus dengan mudah.


"Akhhhhhhh....."


Dia mulai berteriak kesakitan, ketika energi dahsyat itu mulai menerpa tubuhnya.


Arena sekitar tempat mereka bertarung jelas saja sudah menjadi porak-poranda dan berantakan, Labirin dan Rumah Mewah sebelumnya, sudah hampir hancur efek dari pertarungan itu.


Di tengah kekacauan itu, tiba-tiba muncul sebuah lubang hitam muncul, kemudian dua sosok orang keluar dari lubang hitam itu, menatap ke arah sekitar di mana tempat itu menjadi berantakan sampai tidak pernah dikenali lagi.


Ekspresi wajahnya, yang awalnya tenang itu sekarang berubah menjadi buruk. Namun orang itu tetap tidak menunjukkan emosinya secara berlebihan.


"Heh, sepertinya ada beberapa tamu tidak diundang yang berani sekali membuat Rumahku berantakan."


Dia masih tersenyum ketika melihat pertarungan mengerikan yang tepat berada di hadapannya.


"Hmm, sepertinya aku harus menyambut para tamu-tamu ini dengan baik," katanya lagi sambil tersenyum licik.