The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 107: Gerbang Dimensi (Part 1)



Saat ini, Seo Jun-Woo baru saja tiba di arena pinggiran hutan, dia menatap ke arah sebuah desa yang cukup terpencil di sekitar sana. Sekilas tidak ada yang aneh dengan desa itu, sayangnya dia merasakan energy kegelapan yang sangat besar berasal dari arah desa itu.


"Sebenarnya percobaan macam apa yang orang-orang pemuja dewa kegelapan dilakukan?"


"Po... Pooo.."


Tentu saja tidak akan ada yang menjawab pertanyaannya itu, hanya sebuah naga kecil yang baru saja menyelinap keluar dari tas yang dibawa Seo Jun-Woo, naga kecil itu menatap kearah Desa yang Seo Jun-Woo lihat, sambil menunjukkan ekspresi yang tidak senang juga.


"Apakah kamu juga merasakan energi yang buruk dari sana?"


"Po, po!"


Tentu saja, Seo Jun-Woo tidak mengerti tentang bahasa naga namun merasa cukup menyenangkan berbicara dengan naga kecil itu. Awalnya dia memilih untuk pergi ke tempat ini juga karena naga ini. Bagaimana cara membicarakannya?


Naga ini mengigatkannya pada Kim Jung Hwa, walaupun saat ini sedang terjadi semacam krisis, setidaknya Seo Jun-Woo merasa bisa yakin dan percaya kepada mantan Avatarnya itu. Dia pasti cukup kuat untuk bisa menghadapi krisis yang terjadi sekarang. Jadi dia akhirnya memutuskan untuk tidak perlu pergi ke sana dan lebih memilih menuju tempat yang lebih gawat.


Tidak akan ada yang tahu, rencana busuk macam apa yang para Pemuja Dewa Kegelapan inginkan. Jadi dia mulai berjalan menuju kearah Desa itu, untuk mencoba menyelidiki apa yang sebenarnya mereka lakukan.


Salah satu Clone miliknya, sayangnya tidak bisa ketempat ini karena tidak diijinkan oleh salah satu pengurus Guild itu. Tidak ada yang baik untuk menyuruh Clonenya dengan gegabah pergi ke sini. Jadi, Seo Jun-Woo mau tidak mau, harus kesini sendiri jika ingin benar-benar mengetahui apa yang terjadi.


Dimalam yang gelap, Seo Jun-Woo mengaktifkan Kemampuannya, menyatu dalam bayang-bayang kegelapan dan mulai memasuki Gerbang Desa. Jelas, energi kegelapan yang awalnya samar-samar itu perlahan menjadi semakin kuat.


Ada semacam kabut hitam yang berada di desa itu samar-samar, semakin membuat orang akan kesulitan berjalan-jalan di malam hari. Beberapa lampu penerangan menyala namun tidak benar-benar bisa membuat orang melihat dengan jelas.


Hal yang paling aneh dari sana, Seo Jun-Woo tidak melihat tanda-tanda aktivitas manusia. Padahal dia yakin, saat ini masih cukup senja, baru menunjukkan sekitar jam setengah tujuh, mengigat perbedaan waktu. Dan jam segini, harusnya masih akan ada aktivitas manusia di sekitar desa setidaknya.


"Sialan, Apakah aku sudah terlambat?"


Seo Jun-Woo segera buru-buru untuk memeriksa salah satu rumah yang ada di sana, mencoba mengetuk pintu. Perasaan cemas jelas mendatangi dirinya.


Sampai sebuah pintu terbuka, hanya terlihat seorang Pria Parubaya, yang membuka sedikit pintu rumahnya, bertanya dengan ekpersi takut di wajahnya.


"Siapa kamu?"


"Maaf, Aku orang dari luar Desa,"


"Ah pantas saja, kamu tidak tahu dilarang untuk pergi keluar rumah setelah senja, apalagi bertamu seperti ini."


"Kalau boleh tahu, kenapa?"


"Belakangan ini banyak kejadian aneh di sekitar desa ini,"


"Kejadian aneh?"


"Beberapa warga desa sempat hilang, mungkin karena kemunculan Dungeon belakagan ini, orang-orang tidak begitu merasa aneh tentang kejadian orang menghilang. Namun tetap saja, sebelumnya kami sudah melaporkan juga insiden ini kepada Guild Hunter di Kota, namun kata mereka, tidak ada aktifitas Monster atau tanda-tanda Dungeun di sekitar sini, namun tetap saja masih ada orang hilang misterius, yang sepertinya perbuatan Monster. Jadilah Aku sarankan kamu segera pergi dari sini, atau mencari tempat penginapan."


Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera mulai memikirkannya, Apakah kejadian orang hilang ini ada hubungannya dengan eksperimen yang dilakukan oleh Guild Shadow Legion?


"Baiklah, Terimakasih atas Informasinya. Jadi begitu, Kalau boleh tahu selain orang hilang Apakah ada kejadian aneh lainnya di sekitar sini?"


"Entahlah, Aku juga tidak tahu,"


"Kalau begitu, apakah ada pendatang ke Desa ini selama beberapa bulan atau Minggu terakhir ini?"


"Kenapa sih kamu banyak tanya segara memangnya kamu itu siapa?" Kata orang itu, terlihat mulai tidak senang ditanya-tanya seperti itu.


"Saya adalah Hunter dari Asosiasi, berniat untuk menyelidiki hal-hal yang terjadi di sekitar sini, Jadi mohon bantuannya untuk memberikan informasi yang anda tahu,"


"Kamu Hunter? Aku malas berurusan dengan kalian! Kalian hanya tanya-tanya saja, dan tidak menyelesaikan masalah kami! Jadi berhentilah bertanya dan pergilah! Tidak ada yang Aku tahu!"


Orang itu segera menutup pintunya, seolah-olah sedang ketakutan.


Seo Jun-Woo merasa itu aneh, namun tidak terlalu memaksa juga untuk mencoba mencari informasi. Dia mulai berkeliling lagi ke sekitar Desa mencoba merasakan dari mana energi kegelapan yang begitu kuat dia rasakan.


Sampai kemudian, dia tiba didepan sebuah patung, yang sepertinya menjadi salah satu objek simbol Desa itu. Jelas, dia merasakan energi tidak menyenangkan dari sana. Dia mencoba untuk memegang patung batu itu, mengamati sekeliling patung itu, sampai kemudian dia menemukan sebuah segel sihir yang terukir di patung batu itu.


"Po ... Po?"


Naga kecil itu juga terbang dan menatap kesimbol sihir pada batu itu.


"Hmm, jadi menurutmu, Tidak hanya disini simbolnya?"


"Po!"


Naga itu mengaguk bersemangat, sepertinya mengerti ucapan Seo Jun-Woo.


Seo Jun-Woo segera mulai mengaktifkan kemampuan deteksinya lebih dalam, dan mulai memindai keseluruhan Desa. Dan benar saja dia menemukan energy Kegelapan yang cukup kuat di beberapa titik.


"Tidak itu terlalu gegabah,"


Dia tidak tahu, apa nanti yang terjadi jika hancur, dia harus lebih dulu menyelidiki soal simbol sihir dan pusat energi kegelapan lainnya.


Sayangnya, ketika menemukan simbol sihir lainnya, tiba-tiba ada serangan mengarah kearah Seo Jun-Woo dari balik bayangan.


CRASSS


Sebuah belati bertemu dengan pedang Seo Jun-Woo, dia baru saja menghindari lemparan belati itu. Dengan sigap, dia segera mencari ke arah mana lawan itu berada.


Namun, orang itu sepertinya mulai bersembunyi dan Seo Jun-Woo sulit untuk menemukan keberadaannya. Seo Jun-Woo menebak, mungkin lawannya juga penguna Elemen Kegelapan?


Setelah semua, mereka adalah Pemuja Dewa Kegelapan, ada alasan kenapa mereka di benci, yaitu kemampuan pengendalian elemen kegelapan mereka.


Seo Jun-Woo tersemyum setelah mengaktifkan Kemampuannya, saat ini dalam pengendalian Elemental Kegelapan, Dia cukup percaya diri.


[Kemampuan Solarflare diaktifkan]


Segera leser kegelapan muncul dan menyerang ke arah tertentu dan benar saja dari balik bayangan itu seseorang tiba-tiba terlempar keluar dengan ketakutan.


"Ukhh! Kamu!! Bagaimana bisa?"


"Coba tebak?"


Namun Seo Jun-Woo tidak memberikan kesempatan lawannya itu untuk melawan, dia segera maju dan menyerang dengan pedangnya, mengenai bagian perut orang itu.


"Siapa kamu sebenarnya?"


Seo Jun-Woo memilih untuk tidak membunuh orang itu karena masih membutuhkan informasi darinya.


"Tidak penting siapa Aku. Jadi coba katakan, apakah kamu tahu sesuatu tentang simbol sihir yang ada di bangunan itu?"


"A-- Apa maksudmu??"


Seo Jun-Woo mulai menancapkan pedangnya lebih dalam membuat orang itu semakin kesakitan.


"Akhhh.... Kamu! Dewa Kegelapan Akan Mengutukmu! Kamu berani melakukan ini padaku!"


"Hah, berhenti bicara omong kosong!! Cepat jawab saja pertanyaanku itu!"


"Tidak! Aku tidak akan menjawabnya! Sumpah Setia pada Shadow Legion!!"


Orang itu, sepertinya, baru saja mengigit lidahnya, serangan bunuh diri yang khas. Seo Jun-Woo tentu tidak waspada dengan hal-hal yang tiba-tiba itu.


"Sialan, sekte ini benar-benar berisi orang-orang gila! Bagaimana mungkin memilih mati daripada memberikan Informasi?"


Tepat ketika Seo Jun-Woo meletakan tubuh orang itu, dia segera merasakan ledakan energy dari Simbol yang berada di sebuah bangunan jam di Desa itu.


Simbol itu, lalu menjadi lebih kelam dan mengeluarkan sinar keunguan gelap.


"Sial, apakah ini sudah di aktifkan?"


Seo Jun-Woo lalu mencoba untuk terbang, dari atas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan benar saja, orang-orang yang awalnya sembunyi di dalam rumah itu, tiba-tiba saja keluar dari rumahnya, namun Mata orang-orang itu terlihat kosong.


"Sial! Sepertinya tidak ada cara lainnya!!"


Seo Jun-Woo lalu mencoba menghancurkan salah jam dengan simbol sihir itu.


DUARRRR


Sayangnya, kali ini beberapa orang mulai muncul lagi, menghalangi Seo Jun-Woo menghancur barang itu. Kali ini, yang muncul sekitar 6 orang.


"Vio! Bakar Mereka!"


Seo Jun-Woo senang, dia tidak sendirian sekarang, Naga Kecil yang awalnya kecil itu segera bertransformasi berubah menjadi ukuran anak-anak, Naga itu mulai terbang dan mengaktifkan sihirnya, kali ini Kobaran Api Besar segera menuju kearah Rombongan musuh itu.


Seo Jun-Woo tidak membuang kesempatan ini untuk menghancur simbol sihir.


DUARRR


Sampai tiba-tiba Seo Jun-Woo yang baru menghancurkan simbol itu, melihat hal-hal aneh.


Itu adalah sebuah lubang kecil yang tiba-tiba saja muncul di udara.