
Seo Jun-Woo mulai mengeluarkan pedang yang ada di Inventorynya, bersiap untuk bertarung dengan lawan yang tidak terduga yang ada di hadapannya. Dia jelas-jelas merasakan aura yang tidak terduga dari dua lawannya itu.
Ini bukan energi kegelapan yang dia rasakan dari para Raja Iblis. Namun dia merasa energi yang dia rasakan ini jelas bukan sesuatu yang baik. Merasa tidak perlu untuk membuang-buang waktu dia mengambil kesempatan untuk membuka serangan terlebih dahulu.
[Kemampuan Shadow Flare diaktifkan]
Segera beberapa energi kegelapan dalam bentuk leser hitam, ditembakkan ke arah dua musuh yang tiba-tiba datang itu. Sayangnya serangan itu bisa dihindari dengan mudah oleh lawannya dengan kecepatannya yang sangat tinggi.
"Wow, gabungan kemampuan cahaya dan kegelapan? Kamu benar-benar Pria Tampan yang sangat menarik," kata Lust sambil menatap kearah Seo Jun-Woo dengan ekspresi penuh keinginan.
Seo Jun-Woo yang melihat ekspresi itu segera merasa jijik. Namun dengan serangan awal ini dia bisa sedikit mempelajari tentang kekuatan musuhnya, setidaknya selevel dengan Constellation, kecepatan itu cukup sebanding dengan Constellation kelas menengah, atau sekitar Hunter level S tahap awal.
Atau mungkin bisa lebih hebat dari itu. Seo Jun-Woo masih waspada dan kali ini mengaktifkan kemampuannya yang lain, menggunakan teknik berpegangnya untuk melawan salah satunya.
Kim Jung-Hwa juga sudah waspada dan mulai menggunakan kemampuan apinya untuk menyerang. Dia sepertinya berhasil menarik perhatian Greed, dan sekarang keduanya sedang bertarung.
Kali ini Seo Jun-Woo mulai mencoba menebas kearah Lust, namun hebatnya sosok yang dilawannya itu menangkis serangannya dengan semacam cambuk dengan mudah dan sempat-sempatnya juga berbicara.
"Semakin dilihat dari dekat aku semakin menginginkanmu,"
Kata-kata godaan yang benar-benar menyebalkan menurut Seo Jun-Woo.
"Cukup omong kosong mu! Siapa kalian sebenarnya?"
"Mungkin Aku adalah Belahan Jiwa mu, sayang?"
Semakin Seo Jun-Woo mendengarkan kata-kata dari wanita yang dilawannya itu, dia menjadi semakin muak, sudah dia juga jika pembicaraan tidak akan membuahkan hasil apapun.
Kali ini, Lust tidak mengeluarkan cambuknya lagi, berniat menyerang ke Seo Jun-Woo. Tentu saja, serangan itu berhasil di hidari dengan pedangnya. Namun sayangnya, cambuk menjadi lebih fleksibel dan saat ini mulai melingkari pedang Seo Jun-Woo. Yang membuatnya kaget bagaimana cambuk itu ternyata bisa bergerak sendiri oleh semacam sihir.
Sekarang cambuk itu bergerak seperti seekor ular dan berniat untuk melilit tangan Seo Jun-Woo. Tidak tahan dengan itu dia segera mengaktifkan kemampuannya, mencoba untuk menghancurkan cambuk yang ada di tangannya itu.
[Kemampuan Dark Energy Blast diaktifkan]
Dia mengarahkan gelombang energi kegelapan ke arah tombak yang melilit pedang dan tangannya itu. Dan benar saja, dia berhasil lolos dari cambuk itu. Dan kali ini dia mencoba mengambil kesempatan itu untuk memotong pemilik cambuk.
CRASSSS
Tebasan Seo Jun-Woo kali ini berhasil menebas lawannya. Namun serangan itu terasa sangat mudah sampai-sampai Seo Jun-Woo tidak percaya.
"Tunggu.... Ini..."
Seo Jun-Woo segera merasakan seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak dan menjadi gemetar. Dia tidak tahu kenapa tiba-tiba tubuhnya menjadi seperti itu.
Segera setelah itu, dia melihat sosok Lust yang harusnya tubuhnya terbelah menjadi dua itu kembali menjadi utuh, dan muncul dihadapan Seo Jun-Woo.
"Kemampuanmu boleh juga."
Dia memulihkan tubuhnya seolah-olah serangan itu tidak pernah terjadi. Seo Jun-Woo mencoba mengatur sirkulasi energi yang ada di dalam tubuhnya yang sempat menjadi tidak stabil. Dia mulai mundur ke belakang dan menjaga jarak dengan lawannya itu.
Sayangnya, Lust kali ini yang malah makin mendekat ke arah Seo Jun-Woo, menggunakan cambuk panjangnya itu untuk menyerang Seo Jun-Woo. Seo Jun-Woo mulai menggunakan perisai penghalang untuk menangkis cambuk itu.
[Kemampuan Dark Energy Blast diaktifkan]
DUARRR
Gelombang energi kegelapan itu mulai meledak satu persatu ketika diarahkan ke Lust, sayangnya tidak ada satupun serangan itu yang berhasil.
Seo Jun-Woo entah kenapa merasa aneh dengan jalannya pertarungan ini seperti ada sesuatu yang tidak beres. Baru sekarang lah dia mulai memperhatikan daerah sekitarnya.
Ini sudah bukan lagi kuil misterius yang didatanginya tadi. Dia kali ini tidak melihat Kim Jung-Hwa ada disekitarnya.
Ini aneh...
Apakah ini semacam sihir teleportasi?
Seo Jun-Woo kali ini mencoba menggunakan kemampuan deteksi miliknya untuk mengetahui tempat apa ini. Namun kali ini kemampuan itu dibatalkan.
[Fungsi Kemampuan tidak tersedia karena kondisi khusus]
Pemberitahuan yang tiba-tiba itu membuatnya bingung.
CRASSS
Kali ini, cambuk milik Lust berhasil mengenai pedang Seo Jun-Woo. Lagi-lagi, situasi awal kembali terjadi. Namun berbeda dari sebelumnya cambuk kali ini yang mengenainya jauh lebih buruk, itu melilit dan tiba-tiba muncul semacam duri yang langsung menusuk tangannya membuat darah memancar keluar, itu cukup menyakitkan.
Seo Jun-Woo segera mengeluarkan satu lagi pedang dari Inventorynya, dan menebas cambuk yang melilit tangannya itu.
Dan masih sama seperti sebelumnya cambuk itu mudah untuk ditebas, namun segera cambuk itu mau kembali ke bentuknya semula seperti tidak pernah ditebas.
Dan disini, tatapan Seo Jun-Woo bertemu dengan tatapan Lust yang masih menunjukkan senyuman ke arahnya. Seo Jun-Woo benar-benar merasa sangat tidak suka dengan senyuman itu dia buru-buru mengaktifkan kemampuannya lagi.
[Kemampuan Dark Nova diaktifkan]
Kali ini gelombang energi kegelapan yang lebih besar segera berkumpul dan diarahkan ke arah Lust.
DUARRR
Terjadi ledakan efek dari gelombang energi itu. Sampai ketika asap hasil ledakan itu menghilang, Seo Jun-Woo segera dikejutkan oleh sesuatu. lagi-lagi Lust masih berdiri di sana dan tidak terlihat tergores sedikitpun.
Mungkin Seo Jun-Woo mulai merasa kesal dan segera menggunakan kecepatannya melesat ke depan berniat menyerangnya dengan pedangnya secara langsung.
CRASS
Sama seperti sebelumnya, salah satu pedangnya terkena cambuk namun dengan pedang satunya dia segera menebas cambuk itu.
Kali ini, dia menggunakan celah itu untuk mencari titik lemah Lust, dan mencoba untuk menyerangnya. Dia berhasil menemukan beberapa titik dan mulai menusuk tubuh Lust.
Namun hal berikutnya yang membuatnya terkejut, bukan Lust yang terkena tusukan pedang itu melainkan dirinya sendiri.
Tiba-tiba sebuah rasa sakit yang familiar segera memasuki tubuhnya. Sebuah luka besar mengenai bagian perutnya, luka yang sangat besar dan mengerikan. Darah mulai keluar dari luka itu juga dia mulai terbatuk darah.
"Ini.... Sejak kapan...."
Seo Jun-Woo benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba terluka parah, namun rasa sakit yang dia rasakan sangat nyata.