The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 176: Raja Asgard



Rombongan itu segera menatap ke pria berambut kuning yang menatap mereka itu, dan berkata kasar pada mereka. Namun tidak satupun dari rombongan itu yang berani membalas, termasuk Seo Jun-Woo. Kebanyakan, pasti ragu-ragu karena tidak tahu identitas orang itu.


Jika mereka menyinggung orang yang salah, jelas efeknya akan menjadi sangat buruk apalagi di tempat tinggal Constellation.


Seo Jun-Woo sendiri, memilih diam saja karena tahu siapa yang ada di depannya itu. Constellation 'God of Tricks', Loki. Terkenal karena penuh dengan tipu muslihat. Tidak ada yang baik untuk berurusan dengannya, apalagi menyinggungnya.


"Kenapa kalian diam saja? Kalian sebenarnya tidak pantas disini."


Mendengar kata-kata makian itu, Lee Chae-won jelas Merasa tidak senang. Lagi pula dia itu tipe yang tidak begitu banyak berpikir, dan mudah tersinggung.


"Siapa yang kamu bilang tidak pantas? Jelas kami berada di sini karena diundang oleh Raja kalian. Jika mau jujur aku sebenarnya malas untuk pergi ke sini,"


Ekspresi Loki jelas dipenuhi dengan kemarahan ketika melihat sikap tidak sopan dari Lee Chae-won. Dia segera mengeluarkan Aura Constellationnya, untuk menakut-nakuti orang itu.


Sayangnya, Lee Chae-Won yang merasakan Aura membunuh datang ke arahnya itu tidak terpengaruh sama sekali malahan dia ikut mengeluarkan aura ancaman yang tidak sama kuatnya.


Melihat tantangan itu, Loki tiba-tiba tertawa, dan menepuk bahu Lee Chae-won.


"Jadi ini orang yang di pilih Kakak? Kamu sepertinya memiliki nyali dan berani, atau nekat? Aku suka orang nekat,"


"Lepaskan tanganmu," kata Lee Chae-won sambil menepis tangan Loki.


"Hmm, mungkin aku belum memperkenalkan diri dengan benar. Walaupun Aku terlihat seperti ini Namun aku adalah, Constellation, 'God of Tricks', panggil saja Aku Loki,"


Lee Chae-won yang mendengar itu, sedikit memiliki ekspresi kaget, namun segera menormalkan kembali emosinya. Tidak boleh terpengaruh atau gencar dengan hal-hal ini.


Karena dimasa depan, mungkin saja akan berhadapan dengan Constellation. Lee Chae-won masih ingat, ketika dia berhadapan dengan Constellation Leo, walaupun itu bukan pertarungan satu lawan satu namun pengalaman melawan Constellation jelas hal luar biasa.


Dan, fakta yang paling penting yang dia pelajari dari kejadian itu adalah, bahwa Constellation bukan mahluk yang mutlak dan tidak tersentuh. Mereka, masih bisa dilawan dan dikalahkan.


"Salam Constellation-Nim," kata Ketua Mail, sambil menunjukkan tanda hormat bersama dengan Jimmy di sebelahnya.


Seo Jun-Woo pun, mengikuti keduanya dan memberikan salam. Dia jelas tipe yang rasional, lebih baik untuk tidak membuat masalah.


Sekarang tatapan Loki, menuju ke arah orang-orang di belakang Lee Chae-won termasuk Seo Jun-Woo. Setelahnya, tatapannya menuju kearah samping Seo Jun-Woo, ada sosok yang terlihat familiar namun juga tidak familiar.


Entah dimana seperti pernah melihatnya, namun lupa entah dimana.


Tatapan Loki bertemu tatapan tajam Kim Jung-Hwa, yang juga tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun ketika menatap ke arahnya.


"Wow, sepertinya ini penuh dengan orang-orang yang menarik. Aku menantikan kerjasama kalian, mari masuk, Aku akan memandu kalian!"


Seorang Perjurit yang tadinya memandu mereka, segera berkata,


"Tidak perlu Tuan Loki. Anda tidak perlu repot-repot, biar saja saya yang melakukannya,"


"Ini hanya kebetulan saja aku akan bertemu dengan Ayah, sekalian membawa mereka, jadi kamu sebaiknya pergi saja, serahkan tugas ini padaku,"


"Tapi Tuan..."


"Diamlah, dan dengarkan kata-kataku jadilah penurut."


Prajurit itu, segera mengangguk dan akhirnya pergi dari sana.


Kali ini, Lee Chae-won berkata lagi,


"Kamu tidak bermaksud untuk membuat kami tersesat bukan?"


"Astaga, Kamu orang yang penuh dengan kecurigaan. jika aku melakukan itu pemilik Istana ini pasti akan murka padaku. aku benar-benar ke sini karena ada urusan mendesak yang harus aku sampaikan itu saja," kata Loki, lalu mulai membimbing orang-orang agar mengikutinya.


Pemandangan yang mengejutkan ketika mereka memasuki istana adalah adanya lemari kaca besar di sekeliling ruangan, di sana dipajang berbagai senjata legendaris, yang terlihat sangat kuat dan hebat. Diantaranya bahkan ada senjata Roh misterius.


Ada juga, beberapa Armor dan Aksesoris kelas atas di pajang disana. Semakin menuju ruangan dalam semakin tinggi tingkat senjata yang mereka lihat.


"Sungguh, Ini semua milik Constellation itu? Berapa banyak senjata yang dia miliki astaga, ini semua buatannya?" Kata Lee Chae-Won terlihat kagum ketika melihat senjata-senjata hebat itu.


Seo Jun-Woo menatap sekelilingnya juga, lalu mengingat salah satu pedangnya yang patah jadi dua saat pertarungan melawan Leo. Alangkah bagus jika memiliki penggantinya segera, sedikit rasa serakah memenuhi hatinya.


Dia juga melihat Kim Jung-Hwa menatap ke arah senjata-senjata di sana, dan kali ini tatapannya mengarah pada sebuah Tombak besar yang terlihat mengerikan.


"Ini sepertinya Replika Gunrir. Tentu saja yang asli ada bersama Odin. Tertarik dengan ini?" Kata Seo Jun-Woo pada Kim Jung-Hwa.


"Tidak, hanya penasaran saja."


"Memang tidak ada senjata yang membuat kamu tertarik?"


"Entahlah? Mungkin, pedang yang ada disana," katanya sambil menuju ke arah pedang tertentu yang memiliki Aura menakutkan.


"Mau mencoba kotak gacha?"


"Kebiasaan buruk, Hyung-Nim."


"Jika itu kamu, aku yakin kamu bisa mendapatkan senjata macam itu dari kotak itu, itu pasti."


Ketika mereka sedang asik melihat-lihat ke Ruang pameran itu, tiba-tiba seseorang memasuki ruangan itu, itu adalah Pria dengan jenggot hitam, luka di sisi kiri wajahnya, mengenakan sebuah mahkota yang mewah, dan membawa sebuah tombok yang diperlakukan seperti sebuah tongkat.


Orang-orang yang ada di sana jelas merasa tegang melihat kedatangan orang itu. Bahkan walaupun menyembunyikan seluruh Aura miliknya rasa segan dan takut masih meliputi orang-orang, nah itulah gambaran kekuatan orang itu, Sang Raja Asgard, Constellation 'A Wise and Powerful King' Odin.


Secara refleks, orang-orang segera menunduk dan memberi hormat padanya.


"Hmm, Sepertinya kalian terlalu asik menikmati ruang pameran? Dari pada masuk ke Ruang singasanaku?"


"Maafkan ketidak sopan kami," kata Ketua Guild Abyssal Horde, sambil menundukkan kepalanya.


Namun Odin tidak memperhatikannya tatapannya hanya segera menuju ke arah Seo Jun-Woo dan Kim Jung-Hwa, yang barusan membicarakan hal-hal yang sangat menarik.


Odin segera mendekati kearah keduanya.


"Kalian membicarakan Kotak Hadiah Random? Berani sekali kalian berdua berpikir senjataku yang hebat ini bisa keluar dari kotak sampah seperti itu?"


Seo Jun-Woo yang mendengar itu, segera tersemyum dan berkata,


"Benarkah itu tidak mungkin?"


"Tidak ada yang seperti itu!" Kata Odin dengan nada penuh kemarahan, lalu tatapannya menuju ke arah Kim Jung-Hwa, merasa sosok itu terlihat familiar.


Kotak Random


Segera, wajah tertentu masuk kedalam ingatannya.


"Ah, ini Avatar Fallen Hero itu? Orang menyebalkan yang memiliki keberuntungan tinggi. Sudah lama Aku tidak melihatmu,"


Sekarang, Seo Jun-Woo tahu kenapa Kim Jung-Hwa tidak lagi memakai topeng mungkin karena dia ingin dikenali oleh Constellation didepannya?


Dan yang paling hebat, Odin masih ingat padanya saat menjadi Constellation?