
"Bagaimana kabarmu Akhir-akhir ini?"
Saat ini, Seo Jun-Woo baru saja menelepon Cha Eun sebelum dia pergi ke Tokyo.
'Aku cukup baik, hanya saja belakangan memiliki beberapa masalah,'
"Masalah apa?"
Seo Jun-Woo penasaran Apakah Gadis itu akan bercerita tentang insiden sebelumnya soal penyerangan itu atau tidak?
'Menurutmu Guild Zodiak Knight itu seperti apa?'
Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu, Seo Jun-Woo segera terdiam, hmm dia tentu tidak bisa asal menyebutkan macam-macam, mana tahu nanti dia malah di curigai, setidaknya, dia harus tetap berusaha memberikan jawaban yang normal.
"Apa? Bukankah Kamu adalah anggota Guild mereka? Kamu yang paling tahu bukan?"
'Belakagan ini, aku berpikir bahwa tidak banyak yang aku tahu tentang Guildku,'
Terdengar ada sedikit nada keraguan di sana, Seo Jun-Woo setidaknya merasa cukup puas dengan keraguan itu,namun tetap berpura-pura tidak tahu.
"Hmm, Aku tidak mengerti apa maksudmu namun untuk bisa memahami sesuatu dengan baik, kamu mungkin harus melihat dari sudut pandang lainnya?"
Setelah mengatakan hal itu ada keheningan dari ujung telepon.
'Su ... Sudahlah, lagian tumben sekali kamu menelepon?'
Terlihat gadis yang ada di ujung telepon itu ingin mengalihkan pembicaraan.
"Apakah salah Aku hanya ingin menanyakan kabar? Yah, bukankah Hunter memiliki Tugas yang berbahaya? Jadi wajar, jika bertanya kabar satu sama lain,"
'Kamu orang pertama yang menanyakan kabarku seperti ini. Karena Aku seorang level S, jarang ada seseorang yang merasa khawatir denganku,'
"Apakah aku bisa menganggap itu sebagai semacam pujian?" Katanya lagi sambil sedikit tertawa.
'Jangan meledekku!'
"Mohon Perhatian, Untuk Penumpang Penerbangan Nomor J-406 Tujuan Tokyo, Jepang, mohon segera bersiap ke Ruang Tunggu,"
Suara pengumuman bandara segera terdengar. Seo Jun-Woo yang awalnya ingin mengobrol lebih banyak akhirnya memutuskan untuk mematikan telepon.
"Maaf jika menyinggungmu. Kalau begitu, Aku akan menantikan teleponnya, sampai jumpa lain kali,"
'Kamu benar-benar aneh tiba-tiba menelepon lalu langsung ingin mematikannya?'
"Aku sebenarnya cukup sibuk,"
'Apakah Hunter Asosiasi memamg sesibuk itu?'
"Hahaha, begitulah, jadi sampai besok lagi,"
'Hey, kalau kamu sudah selesai dengan urusanmu, tidakkah kamu sebaiknya mentraktir ku makan? Tunjukkanlah sedikit ketulusanmu jika Khawatir padaku,'
Mendengar hal-hal yang ada di telepon, Seo Jun-Woo tiba-tiba menjadi terdiam. Entah kenapa janji semacam ini mengingatkannya pada seseorang tertentu.
'Mari setelah selesai Dungeon ini, kamu ikut makan denganku di Guild, Aku akan mentraktir mu,'
Seolah-olah kata-kata itu masih terdengar ditelinga Seo Jun-Woo. Membuat Seo Jun-Woo tiba-tiba memiliki perasaan tidak nyaman, yah mungkin karena sudah lama dia tidak merasakan perasaan kehilangan semacam ini?
'Jun-Woo? Apakah kamu dengar?'
Suara Cha Eun segera membiarkannya dari lamunannya.
"Aku akan meneraktirmu nanti setelah urusanku selesai, apakah kamu puas?"
'Ya, ya, semoga semuanya berjalan lancar entah apa yang kamu lakukan,'
Dengan itu telepon itu segera berakhir. Dan sekarang, Seo Jun-Woo mulai berjalan menuju Ruang Tunggu, sambil menatap kearah kaca besar di Bandara, beberapa pesawat yang Take Off terlihat disana.
"Aku tidak tahu apa yang Dia rencanakan, namun jika pergi kesana... Apakah itu ada hubungannya dengan Guild itu? Hah, Aku tidak akan pernah melupakan Panah-panah sialan itu! Cepat atau lambat, aku pasti mengakhiri mereka dengan tanganku sendiri."
####
Saat itu hampir senja, namun jalanan di bawah Tokyo Tower masih cukup ramai penuh dengan orang-orang. Bahkan walaupun itu bukan akhir pekan, tempat itu masih tetap sama aktifnya.
Seo Jun-Woo berada disalah satu kerumunan orang-orang itu, sekarang mulai mengambil topeng untuk menutupi wajahnya. Dan sekarang, dia tengah menuju kearah lift, ke tempat di mana Dia memiliki janji bertemu dengan seseorang.
Ketika dia mulai menaiki lift perlahan-lahan, tatapannya mengarah ke pemandagan keluar lift. Tentu saja Ini bukan pertama kalinya dia ketempat ini. Namun mau bagaimana dia melihatnya, pemandangan senja dari atas sini masih tidak berubah sejak dulu.
Langit orange yang perlahan-lahan menjadi gelap, dan gedung-gedung yang semakin lama terlewati oleh ketinggian lift. Semakin lift berjalan keatas, hanya akan ada langit senja yang terlihat di ujung mata memandang, harusnya seperti itu.
Namun, tepat ketika lift terus naik, ada sebuah pemandangan baru untuk Seo Jun-Woo, yaitu sebuah gedung pencakar langit yang memiliki ketinggian hampir menyaingi tempat yang dinaikinya ini.
Gedung itu begitu tinggi memiliki dekorasi megah, berdiri di tengah-tengah Kota Tokyo seolah memamerkan kemegahannya. Sebuah Gedung yang dulu tidak pernah ada disana.
Ada beberapa simbol besar yang sangat terlihat dari gedung itu.
"Simbol Dua Belas Zodiak. Hah, kehadiran Gedung itu saja sudah sangat Arogan, berani merusak Tradisi dan ingin menyaingi Tokyo Tower? Sungguh, Guild Calestial Triad sangat sombong."
Ketika dia tengelam dalam pikirannya, lift itu masih terus berjalan naik, sampai akhirnya tiba di ujung paling atas. Namun tepat itu untungnya cukup sepi, mungkin karena ini bukan Akhir Pekan?
Seo Jun-Woo mulai keluar dari lift, melihat beberapa orang yang berwisata di sana. Dia melihat kesekeliling tempat itu mencoba mencari seseorang yang ingin dia temui. Namun seberapa banyak dia menatap tidak ada orang yang dia cari.
'Sialan, dimana sih Kim Jung Hwa?'
Seo Jun-Woo menatap ke arah jam tangannya yang saat ini sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore. Matahari juga sudah mulai benar-benar tengelam dan hanya tersisa remang-remang cahaya samar. Seo Jun-Woo mau tidak mau hanya mulai menatap kearah luar Tower, melihat pemandangan dari atas sana yang memang saat ini cukup indah. Tapi bukan ini yang dia cari.
Sampai sekali lagi sebuah pesan masuk ke emailnya.
'Ke Puncak Tower'
Ekpersi Seo Jun-Woo segera menjadi binggung, ke Puncak?
Ini sudah puncak?
Lalu Seo Jun-Woo mulai menatap ke atasnya. Tempat wisata memang hanya dibatasi sampai tempat ini.
'Sungguh? Benar-benar keatas? Kenapa dia memilih tempat yang sangat merepotkan?'
Pada akhirnya, Seo Jun-Woo mengaktifkan salah satu kemampuannya dan mulai menyelinap untuk menuju ke atas lagi, kebagian benar-benar di puncak menara.
Hari yang mulai gelap, membuat hal-hal yang ada di puncak menara tidak terlalu terlihat jelas. Namun Seo Jun-Woo yang memiliki Night Vision, bisa melihat jelas seorang Pria yang saat ini berdiri di ujung puncak Tower ini, dan di pundaknya ada naga kecil bertenger. Dia berdiri santai, sambil menatap kearah tertentu.
"Ada apa kamu memintaku kesini?" Tanya Seo Jun-Woo, namun orang yang dia tanyai itu tidak menjawab dan malah terlihat mulai mengeluarkan semacam tombak dari Inventorynya tombak itu memancarkan energi yang cukup kuat dan memiliki simbol-simbol aneh di pegangannya, terlihat seperti semacam Artefak, dia mulai mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Seo Jun-Woo.
"Kamu datang?"
"Aku jelas disini, kamu masih bertanya lagi? Jadi cepat katakan apa yang kamu inginkan untuk bertemu di sini?"
Sekarang Kim Jung Hwa menunjuk ke arah Gedung Markas Guild Calestial Triad dengan tombak ditangannya. Seo Jun-Woo yang melihat itu, jelas mengerti apa maksudnya.
"Kamu ... Kamu berniat menyerang mereka?"
Namun tidak ada jawaban dari Pria itu. Hanya saja, jumlah energi yang sangat besar mulai berkumpul di tangan Kim Jung Hwa, Gelombang Energi yang sangat kuat, mulai membentuk sebuah inti, dan mengelilingi Artefak Tombak itu.
[Kemampuan Solar Blaze diaktifkan]
Energi cahaya dan api mulai muncul memberikan beberapa gelombang tekanan yang cukup kuat dan berkumpul di tangan Kanan Kim Jung Hwa yang memegang tombak.
[Kemampuan Heavenly Thunder diaktifkan]
Dan sekarang gelombang energi petir juga mulai berkumpul disana, memancarkan gelombang mematikan.
Hal-hal itu sayangnya berlangsung dengan cukup cepat, membuat Seo Jun-Woo bahkan belum sempat mengatakan apa-apa ketika Kim Jung Hwa mulai mengumpulkan gelombang energi itu.
Dan itu sepertinya masih belum cukup, sepertinya Artefak yang dua bawa baru saja diaktifkan, dan gelombang energi mematikan segera muncul.
"Kamu! Apa yang kamu lakukan?"
Kim Jung Hwa saat ini sedang berkonsentrasi untuk membuat serangan yang cukup kuat yang ternyata membutuhkan persiapan lebih lama dari yang dia pikirkan, dan lagi lebih menguras mana dari yang dia pikirkan.
Kim Jung Hwa menatap Seo Jun-Woo dan berkata dengan tenang,
"Dari sini Apakah kamu tidak mengerti? Apakah kamu bodoh?"
Dengan itu, Artefak yang penuh dengan energi itu segera dilemparkan dari tangan Kim Jung Hwa, tujuannya sangat jelas sekali yaitu sebuah gedung yang menyaingi ketinggian Tower ini.
Dan dalam sekejap mata, tombak itu meluncur kearah gedung itu, berhasil menembus lapis demi lapis sihir pertahanan yang melingkari gedung itu, seolah-olah hanyalah selembar kertas. Kemudian, itu langsung menghantam Pas Simbol Dua Belas Zodiak yang ada disana.
DUARRRR
Segera sebuah ledakan yang sangat besar terjadi. Api ada dimana-mana, bersama dengan petir, percikan-percikan yang seolah terlihat begitu terang dan indah di langit malam.
Percikan mematikan yang menghancurkan gedung pencakar langit itu, membuat Gedung itu runtuh dari serangan tombak itu.
Seo Jun-Woo menatap pemandangan yang ada di depannya itu dengan tidak percaya. Gedung sebelumnya yang terlihat sangat kokoh dan begitu tinggi itu, sekarang terbelah menjadi dua, bagian tengah yang terkena serangan membuat bagian atas gedung menjadi roboh, dan perlahan-lahan jatuh ketanah.
Sebuah pemadangan kejatuhan yang tidak pernah dia kira akan dia lihat. Dari atas sini, pemadangan itu terlihat sangat luar biasa.
Namun di bawah sana, ada kepanikan yang sangat jelas.
Seo Jun-Woo langsung tersadar dari lamunannya, menghampiri kearah Kim Jung Hwa, menunjukkan ekspresi kemarahan, dan memegang kerah bajunya, menunjukkan sikap mengancam.
"Kamu! Apa yang kamu lakukan! Sial! Bahkan jika kamu berniat menyerangnya, bukankah ini terlalu berlebihan? Bagaimana jika anggota tidak bersalah ikut terkena imbasnya? Tidak, bagaimana dengan orang yang ada di sekitar tempat itu yang tidak tahu apa-apa?"
Namun sebuah jawaban mengejutkan dan sebuah ekspresi dingin segera muncul.
"Apakah itu Penting? Hal-hal itu tidak masalah, Asalkan Tujuanku tercapai."
Sebuah ekpersi dan kata-kata yang cukup kejam, yang tidak akan pernah Seo Jun-Woo kira akan dengar dari orang ini. Seolah orang yang ada di depannya itu benar-benar sosok yang sangat asing bagi Seo Jun-Woo.
Membuat Seo Jun-Woo tiba-tiba menjadi bertanya-tanya apakah sosok yang ada di depannya itu benar-benar, Kim Jung Hwa yang dia tahu?
Siapa dia sebenarnya?