The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 110: The Broken Constellation (Part 1)



Suara yang datang tiba-tiba itu jelas membuat Seo Jun-Woo menjadi binggung sesaat. Dia merasa Apakah sedang berkhayal atau sesuatu?


Namun itu Bukan saatnya memikirkan suara yang tiba-tiba muncul, dia harus fokus pada lawan yang ada di hadapannya. Ketika asap setelah ledakan berakhir, salah satu kepala Hydra itu berhasil hancur, sayangnya hal itu hanya membuat Hydra semakin marah, belum lagi kepala yang hilang itu perlahan-lahan mulai beregenerasi.


[Kemampuan Holy Smith diaktifkan]


Segera, engeri cahaya berkumpul lagi di tombak Seo Jun-Woo. Dia tentu tidak membiarkan Hydra segera beregenerasi, dia langsung menyerang lagi kedepan dengan cepat kilat.


ROARRRR


DUARRR


Bersama dengan auman kemarahan dari Hydra itu, serangan engeri Kegelapan yang mematikan menuju kearah Seo Jun-Woo. Itu bertemu dengan engeri cahaya yang dia gunakan, hingga akhirnya membuat sebuah ledakan yang sangat besar.


[Kemampuan Night Fall diaktifkan]


[Kemampuan Shadowmeld diaktifkan]


Menyatu dalam Kegelapan, Seo Jun-Woo ingin membingungkan Hydra itu dengan serangan diam-diam.


CRASS CRASS


Suara tombak Kegelapan mulai menebas perlahan-lahan pada tubuh Hydra. Hal pertama yang ingin dia lakukan adalah menjatuhkan Hydra itu, pertama kakinya dulu.


[Kemampuan Heavenly Thunder diaktifkan]


Sekali lagi, dengan engeri yang sangat besar, dia menebas salah satu Kaki dari Hydra itu, membuat Hydra terjatuh di tanah. Disaat ini tentu saja Seo Jun-Woo juga bergegas untuk memotong salah satu leher dari kepala Hydra. Dia tahu, cara satu-satunya untuk memusnahkan monster semacam ini adalah dengan menghancurkan ketiga kepalanya sekaligus jika sampai salah satu kepalanya regenerasi ini tidak akan mati dan hanya akan menjadi pertarungan jangka panjang.


Sayangnya, Hydra yang mengamuk itu berhasil menyerang Seo Jun-Woo dengan ekornya yang setajam pedang itu. Membuat Seo Jun-Woo terlempar kebelakang, ada luka besar di tubuhnya.


"Sialan, Aku tidak mengira serangan makhluk itu sangat mematikan. Disini tidak ada sistem level atau sesuatu, namun jika dilihat dari kemampuan mahluk itu, apakah itu lebih hebat dari Naga Gurun sebelumnya?"


"Po? Po?"


Vio, Sang Naga Kecil mulai terbang kearah Seo Jun-Woo terlihat cukup khawatir dengan keadaan Master sementaranya itu.


"Ini bukan apa-apa, Vio. Hanya luka ringan, kamu mundurlah sedikit."


Setelah mengatakan itu, Seo Jun-Woo mulai mengaktifkan Kemampuannya yang lainnya. Memfokuskan engeri ke tombak miliknya.


[Kemampuan Dark Heavenly Thunder diaktifkan]


Segera, gelombang energi cahaya dan Energi kegelapan berkumpul di tombak miliknya itu bersama dengan petir berwarna hitam dalam kecepatan kilat, Seo Jun-Woo segera melemparkan tombak itu pada kepala Hydra yang tersisa.


[Kamu mengunakan 40% Mana milikmu]


[Mana yang kamu miliki berkurang Drastis]


Seo Jun-Woo juga mulai melihat berbagai macam pemberitahuan dari sistem yang muncul. Tentu ini bukan pertama kalinya, hah dia tidak mengira jika harus mengunakan salah satu skill andalannya disaat seperti ini. namun daripada buang-buang waktu bertarung lebih banyak dengan serangan sia-sia?


DUARRR


Serangan milik Seo Jun-Woo tentu bertemu dengan gelombang serangan energi kegelapan yang Hydra itu lakukan, sayangnya Kemampuan Seo Jun-Woo lebih kuat, membuat Tombaknya terus melesat maju tanpa ada yang bisa menghentikannya segera menuju ke arah kepala Hydra yang tersisa.


Dalam sekejap mata, Hydra itu, segera kehilangan kepalanya, dan mulai mati.


Melihat hal itu, Seo Jun-Woo merasa lega, bersama dengan Vio segera mendekati Hydra itu.


[Kemampuan Dark Darining diaktifkan]


Dia jelas segera menyerap energi kegelapan yang berasal dari Hydra itu, sebuah energi kegelapan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, sangat besar lebih besar dari Core Naga Gurun sebelumnya. Hal itu mengisi energi miliknya yang sempat hilang akibat dari pertarungan sebelumnya.


Sayangnya, Seo Jun-Woo tidak bisa merasa lega, karena ternyata satu lagi Hydra segera muncul lagi.


ROARRRRR


"Apa? Ada lagi?"


Kembali seperti sebelumnya, dia menyuruh Naga kecil menjauh dari arena itu, dan bersiap bertarung dengan Hydra mematikan itu. Sayangnya, begitu dia membunuh satu, muncul lagi dua Hydra lainnya.


Ini adalah pertarungan tanpa henti yang membuat Seo Jun-Woo kewalahan. Sampai entah berapa waktu berlalu, dan entah berapa banyak Hydra yang dia kalahkan.


Walaupun dia bisa kembali mengisi ulang energi setelah menyerap kekuatan dari Hydra, namun tubuhnya menjadi terlalu banyak beban, membuat mentalnya juga merasa lelah.


Saat ini, Seo Jun-Woo mulai mencoba melarikan diri dari sana setelah tidak lagi melihat monster Hydra. Dia mulai berbaring disebuah batu yang sangat tinggi, sambil menatap lelah kearah langit yang gelap.


"Sebenarnya tempat macam apa ini?"


Naga kecil itu, hanya menatap kearah Seo Jun-Woo dengan prihatin.


"Hah, tidak apa-apa Aku masih baik-baik saja,"


"Po?"


"Ya, ya, tidak apa-apa." Katanya lagi sambil mengelus naga merah kecil itu. Mata biru naga kecil itu, setidaknya bisa membuat Seo Jun-Woo merasa sedikit tenang.


Setidaknya, untunglah dia tidak terjebak di tempat mengerikan ini sendirian kalau tidak Dia mungkin sudah menjadi gila. Sudah berapa lama dia di tempat itu?


Tidak ada waktu disana, tidak ada matahari terbit ataupun matahari tenggelam. Tempat yang benar-benar hanya berisi kegelapan tanpa suatu prinsip waktu.


"Sialan, bagaimana cara keluar dari Tempat mengerikan ini?"


Ketika dia mengatakan itu, sebuah Suara tiba-tiba kembali muncul.


[XXX berkata, "Temukan gerbang Dimensi di Istana Raja Iblis di wilayah Barat."]


Kali ini, Seo Jun-Woo merasa benar-benar yakin telah mendengar suara tertentu. Dia menatap kearah Vio, yang sepertinya binggung karena tidak mendegar apapun.


Seo Jun-Woo tahu, Naga adalah spesies yang cukup pintar, karena Vio baru saja lahir, jadi Tentu saja tidak bisa mengharapkan naga itu berbicara segera. Mungkin butuh beberapa waktu agar naga itu bisa berbicara.


Jadi dari mana asal suara itu?


"Hey, siapa kamu? Cepat keluar!"


[XXX berkata, "Kamu bertanya-tanya bukan?"]


"Jangan bertele-tele!"


[XXX segera tertawa, dan berkata "Jika kamu ingin tahu, pergilah kearah Barat tempat ini.]


"Dari mana aku tahu arah di tempat gila semacam ini?"


[XXX berkata, "Utara adalah lokasi dari Hydra yang kamu lihat sebelumnya, Wilayah Kekacauan,"]


Seo Jun-Woo tidak tahu apakah harus percaya dengan kata-kata yang dia dengar itu namun di tempat misterius seperti ini tidak ada pilihan lain selain mempercayai kata-kata itu. Jadi dia mulai berjalan kearah Barat sesuai yang diarahkan itu.


Tentu saja, masih ada monster yang dia lihat kali ini namun monster-monster itu tidak berani mendekat, Seo Jun-Woo hanya melewati mereka dengan damai.


Sampai kemudian, entah berapa lama dia berjalan, dia melihat sebuah langit berwarna merah semerah darah di ujung barat sana.


"Masih seberapa jauh?"


[XXX berkata, "Sedikit lagi, sampai, lihatlah ke Kanan,"]


Seo Jun-Woo segera mengikuti kata-kata itu, dan menatap ke arah kanan dan benar saja saat ini dia melihat sebuah kuil yang sudah rusak. Dari depan Kuil, terlihat patung-patung batu yang rusak dimana-mana, hingga tidak lagi terlihat seperti apa bentuk aslinya.


Kuil itupun, sudah tidak terlihat seperti kuil lagi, hanya reruntuhan.


"Po po!"


Vio yang melihat ke arah kuil itu juga menjadi waspada.


"Ya, Aku akan waspada."


Seo Jun-Woo segera mulai masuk kedalam sana, namun tidak ada apa-apa di sana. Hanya ada sebuah Altera seperti tempat berdoa.


"Apa ini?"


[XXX berkata, "Dunia ini Dulunya disebut 'Terra Di Vita', atau dalam bahasamu di sebut Tanah Kehidupan,]


Seo Jun-Woo yang mendengar hal-hal itu tiba-tiba saja mulai menebak sesuatu.


"Apakah Dunia ini sudah di Hancurkan dan di Kuasai Dewa Kegelapan?"


Namun tidak ada lagi jawaban yang bisa dia dengar. Seo Jun-Woo samar-samar mulai menatap kearah langit, dimana disana banyak batu-batu seperti bintang yang telah kehilangan cahayanya.


Itu tidak jatuh namun juga tidak memancarkan energi apapun.


"Apakah kamu sebelumnya adalah Constellation penghuni Dunia ini?"


[XXX berkata, "Ternyata kamu cukup cerdas, Ya, Aku adalah salah satu dari Constellation yang sudah Hancur.]