
Belum sempat Seo Jun-Woo berbicara, Emiliana sudah membungkuk dan memberi hormat pada gadis berambut putih itu sambil berkata,
"Menyapa, Constellation-Nim. Saya sangat berterima kasih diijinkan untuk memasuki tempat tinggal anda. Hal-hal yang terjadi tentu saja tidak masalah untuk kami berdua, anda tidak belum memikirannya."
Uriel yang melihat Emiliana bersikap sopan, segera menarik gadis itu dan memeluknya, yang merupakan kejutan tersendiri untuk Emiliana.
"Kamu bicara apa? Tentu saja kamu di ijinkan kesini, kamu adalah Avatarku yang berharga, tidak tahukah kamu seberapa jumlahnya aku ketika tidak bisa menghubungi mu selama ini? Astaga, aku benar-benar begitu takut ketika mendengar kamu hilang, dan sekarang aku senang kamu kembali dengan selamat."
"Te-- Terimakasih banyak Constellation-Nim!" Kata Emiliana sedikit gugup.
Pelukan sapaan tidak berlangsung lama, karena sekarang terlihat jelas Seo Jun-Woo dan Pria sebelumnya saat ini saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain dengan ekpersi tidak senang.
Kali ini Seo Jun-Woo mencoba bersikap sopan dan menyapa,
"Salam, Constellation-Nim. Maaf jika saya sedikit menyinggung anda."
"Cih, jangan berbicara semanis sekarang jawab aku, apakah kamu pengikut Dewa Kegelapan?"
"Bagaimana bisa? Tolong jangan menuju saya sembarangan seperti ini."
"Aku merasakan energi kegelapan yang ada di dalam dirimu, jangan kamu mengelak!"
"Saya memang baru saja dari Dimensi Kegelapan, itulah mungkin sebabnya,"
"Jangan bohong!"
Melihat dua orang itu sekarang malah adu mulut, Uriel lagi-lagi memukul Pria dihadapan Seo Jun-Woo itu.
"Mikaela! Sudah aku bilang kamu diamlah dulu! Dan untuk Seo Jun-Woo, kamu tidak perlu memperdulikan orang ini dan sekarang ada hal-hal penting yang harus kita diskusikan bukan? Mari kita segera masuk kedalam."
Akhirnya, Seo Jun-Woo dan Emiliana mengikuti mereka masuk kedalam Istana, dan segera mereka duduk di sebuah ruang pertemuan. Tidak ada yang lain selain mereka berempat dan naga kecil Vio.
"Mari kita ke intinya saja. Kamu tadi menjelaskan soal alasan kamu ada di Dimensi Kegelapan karena ulah para Pengikut Dewa kegelapan di Bumi?" Tanya Uriel memastikan.
"Benar, seperti itulah yang terjadi. Sejak Insiden yang menimpa Guild Starlight, saya ikut membantu untuk menyelidiki dalam di baliknya dan secara tidak sengaja bertemu mereka dan akhirnya terseret ke Dimensi Kegelapan. Menurut informasi yang saya dapatkan, mereka sepertinya bekerja sama dengan Raja Iblis, sepertinya Ketua Guild Pemuja Dewa kegelapan mendapatkan sesuatu saat bekerja sama dengan Raja Iblis," kata Seo Jun-Woo mencoba untuk menjelaskan informasi yang dia dapatkan.
"Sesuatu itu, kamu tahu apa?"
"Raja Iblis Lucifer sepertinya menawarkan sesuatu."
"Lucifer katamu? Si sialan itu?" Kata Mikaela dengan ekpersi tidak senang.
"Saya juga tidak tahu, tapi menurut informasi yang saya tahu, ini ada kaitannya dengan Pengendalian Jiwa. Silahkan bertanya pada Nona Emiliana sendiri, dia Melihat bagaimana Raja Iblis Lucifer entah bagaimana juga mendapatkan Jiwa dari salah satu Lima Pahlawan, Johannes Müller."
"Apa jiwa lima Pahlawan bagaimana itu mungkin? Jiwanya kan harusnya di lindungi oleh Constellationnya?" Tanya Uriel dengan ekspresi tidak percaya.
"Cih, si Lucifer itu memang pintar menipu, aku yakin dia bekerja sama dengan manusia yang memiliki Hubungan dengan Lima Pahlawan hingga dia bisa mendapatkan jasadnya," kata Mikaela dengan kesal.
"Bagaimana jika itu ulah salah satu Lima Pahlawan itu sendiri?"
Mendengar pertanyaan Seo Jun-Woo, jelas membuat semua orang kaget, terutama Emiliana, dia berkata dengan sedikit emosional,
"Eh? Bagaimana bisa? Kamu jangan bicara sembarangan! Lima Pahlawan adalah orang-orang yang pernah menyelamatkan manusia dulu ketika Era kehancuran!"
Namun tanggapan Uriel berbeda,
"Jadi begitu, kamu curiga bahwa salah satu Lima Pahlawan mungkin terlibat dengan Raja Iblis sendiri? Itu cukup masuk akal, setelah semua, 'Lima Pahlawan' itu benar-benar hanya omong kosong."
"Maksud Constellation-Nim?" Tanya Emiliana binggung.
"Kamu mungkin tidak tahu, Emiliana. Bagaimana aku mengatakannya? Rasanya aneh melihat mereka menang, seingatku, mereka tidak sekuat itu. Dan lagi, mereka bilang mengalahkan salah satu Avatar Dewa Kegelapan yang menyamar menjadi Manusia bukan? Selain Monster yang ada di dalam Dungeon? Tidakkah itu tidak masuk akal? Jika 'Dia' benar-benar Avatar Dewa Kegelapan, tidak mungkin Lima Pahlawan itu menang, hah hanya menyentuh ujung jari orang itu pun mereka akan kesusahan," kata Uriel lagi.
"Saya tidak mengerti Constellation-Nim."
"Sudahlah, tidak perlu untuk membahas masa lalu. Yang paling penting, Sekarang adalah Informasi yang mereka dapatkan dari dimensi kegelapan, apa lagi Informasi yang kalian dapatkan?"
Seo Jun-Woo lalu segera menatap Emiliana yang ada di sampingnya, menyuruh dia menjelaskannya, Emiliana mengaguk dan mulai menceritakan soal bagaimana mereka menemukan portal dan menggunakannya sampai akhirnya tiba di sini.
"Menurut saya, sepertinya mereka ingin kesini entah Bagaimana."
Segera, meja yang mereka tempati retak setelah mendengar itu.
"Kurang Ajar! Lucifer itu sangat berani!"
"Mikaela! Kamu tenanglah!"
"Bagaimana Aku bisa tenang? Si Penghianat itu! Jika dia tidak melakukannya, pasti..."
"Diam!" Kata Udel marah.
Lalu tatapan Uriel menuju kearah Seo Jun-Woo dan Emaiana,
"Mungkin cukup di sini pertemuan hari ini para pelayan akan mengantarkan kalian ke ruang istirahat. aku akan mencoba menemukan cara mengembalikan kalian ke Dimensi Manusia.
Seo Jun-Woo hanya bisa kecewa setelah pergi dari ruangan itu, karena benar-benar tidak mendapatkan informasi berguna. Namun setidaknya, dia bisa meyakinkan Para Constellation itu tentang keterlibatan Lima Pahlawan dan Raja Iblis, tinggal menghitung waktu sampai kebenaran Aiden Will masih hidup, dan dia tidak bersalah.
Lalu, Zodiak Knight yang bersalah.
Dan lagi, Seo Jun-Woo jelas ingin segera kembali ke Bumi, saat ini Guild Starlight benar-benar dalam Masalah besar, sedang berperang dengan Guild milik Para Zodiak, melawan dua dari delapan Guild Besar.