The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 105: Awal Kekacauan



[Kemampuan Light Draining diaktifkan]


Setelah menyelesaikan urusannya untuk mengumpulkan bagian dari fragmen cahaya, Seo Jun-Woo saat ini, tengah duduk diatas mayat dari Mantan Master Guild Calestial Triad yang saat ini sudah tidak memiliki bentuk menyerupai tubuh manusia. Wajahnya hampir sudah tidak dikenali lagi, terbakar hangus juga penuh luka panah di seluruh tubuhnya.


Seo Jun-Woo saat ini tidak memiliki ekspresi apapun ketika menatap kearah langit, dimana saat ini sekali lagi pemandangan di mana bintang-bintang mulai berjatuhan. Pemadangan dimana Constellation jatuh.


Juga, dia baru saja balas dendam tidak hanya untuk dirinya di masa lalu pada Sang Constellation, namun juga pembalasan atas kematian Viona. namun entah kenapa setelah melakukan semua ini hatinya tetap terasa hampa.


"Ah... Apakah bahkan setelah aku melakukan semua ini, dia tidak akan kembali?"


Seo Jun-Woo tiba-tiba diliputi oleh perasaan yang tidak masuk akal, perasaan terpuruk dan tidak berdaya segera kembali menghantuinya.


Seolah langit setuju, tiba-tiba saja hujan mulai turun membanjiri tempat itu. Rintik hujan yang awalnya gerimis tipis mulai perlahan menjadi hujan yang cukup lebat. Namun dengan datangnya hujan itu membuat dia menjadi kembali sadar dengan situasi.


"Ini bukan saatnya untuk menjadi depresi seperti ini."


Dia mulai berdiri dari tempatnya, mencoba mencari koordinat yang dikirimkan oleh Kim Jung Hwa sebelumnya, soal keberadaan Naga Api itu dan Avatar Pisces. Namum dia merasa sedikit terganggu dengan cuaca yang hujan ini.


"Hah, akan sangat merepotkan melawan Aquarius di tengah Hutan. Sungguh cuaca yang paling buruk."


Dia mulai menghela nafas dan mulai berjalan menelusuri jalanan itu, sampai dia tiba di sebuah gedung yang dimaksud sebelumnya, kemudian segera masuk kedalam. Namun, hal-hal yang ada di dalam cukup membuatnya terkejut.


Dia langsung menerima sebuah serangan meriam Api yang panas. Sangat beruntung, Seo Jun-Woo yang memiliki refleksi yang bagus itu segera menggunakan perisai pelindung sebelum terkena serangan itu.


Setelah kobaran Api mulai padam, Seo Jun-Woo akhirnya mulai melihat pemandangan yang ada di depannya dengan jelas melihat siapa yang memberikan serangan kejutan sebelumnya.


Itu adalah sosok seekor Naga kecil yang saat ini memiliki ukuran sekitar anak-anak.


"Sungguh? Kenapa Naga itu tubuh cepat? Bukankah sebelumnya masih kecil saat ada di pundak Kim Jung Hwa?"


Ketika Seo Jun-Woo binggung, naga itu sekali lagi memberikan serangan nafas Apinya pada Seo Jun-Woo, itu memang bukan serangan yang mematikan, namun tetap cukup menyebalkan dan membuat Seo Jun-Woo menjadi jengkel. Dia segera mengaktifkan kemampuannya dan berjalan dengan sangat cepat ke arah naga muda itu, lalu memegang bagian belakang leher Naga muda itu.


"Roarrrr... Roaoorrr...."


Naga itu berusaha melawan dan mengeluarkan api-api kecil dari mulutnya.


"Tidakkah kamu sudah diberitahu oleh Tuanmu jika aku akan datang?"


Naga Muda itu menatap kearah Seo Jun-Woo, jelas memahami jika Seo Jun-Woo bukan musuh, namun tetap menyemburkan beberapa nafas api pada Seo Jun-Woo, lalu memalingkan wajahnya, seolah tidak sudi untuk menatap wajah Seo Jun-Woo.


Urat-urat kekesalan mulai memuncak, ketika Seo Jun-Woo ingat juga kata-kata Kim Jung Hwa di telepon sebelumnya, yang meremehkannya juga seenaknya menyuruh-nyuruh semaunya. Seo Jun-Woo segera memukul kepala naga itu dengan keras, sampai benjolan muncul.


"Huwaaa..."


Naga itu terlihat merigis merasa kesakitan.


"Kamu dan pemilikmu benar-benar sama-sama menyebalkan nya!! Kamu berani padaku hah? Tidak tahukah kamu! Jika Aku yang menemukan saat kamu dalam bentuk telur! Jika tidak aku temukan, Kamu pasti sudah jadi telur goreng sekarang! Harusnya dulu aku langsung menggoreng mu setelah menemukanmu!"


Seolah mengerti dengan kata-kata itu, Sang Naga Api lalu mulai merintih ketakutan, dan menyusut menjadi naga kecil mungil berukuran seperti kucing. Naga itu sepertinya sedikit mengenali Aura Mana yang Seo Jun-Woo miliki.


Melihat Naga itu menjadi patuh dia segera merasa puas, dan tatapannya menuju ke arah sebuah tubuh yang saat ini di ikat oleh semacam rantai berwarna hitam yang benar-benar melilit seluruh tubuhnya. Itu adalah tubuh seorang wanita, yang terlihat penuh luka bakar dengan pakaian compang-camping.


"Sial, jika ada orang yang menemukan ku dalam posisi ini, orang-orang akan menuduhku melakukan pelecehan."


Seo Jun-Woo lalu mulai mengeluarkan Dragon Knight Sword, dan melakukan tindakan lanjutannya, yaitu membuat orang yang berbaring itu sadar. Namun orang itu tidak kunjung sadar juga.


Seo Jun-Woo menatap lagi kearah santai hitam yang mengikat nya. Seo Jun-Woo kan energi kegelapan yang sangat besar di sana.


"Dari mana Kim Jung Hwa itu memiliki rantai semacam ini? Dan lagi, energy aneh yang aku rasakan darinya sebelumnya... Ini terasa sama... Tunggu, jangan bilang dia mengunakan Fregmen Kegelapan juga?"


Seo Jun-Woo mulai tenggelam dalam pikirannya memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi. Tepat pada saat itu, mata yang awalnya tertutup itu segera mulai terbuka.


"Akhhhhh.... Ampun!!"


Terdengar suara yang sedikit aneh dari sana, suara yang seolah bukan berasal dari dunia ini.


"Hey, Pisces. Kamu akhirnya sadar?"


"Kamu!!! Kamu berani melakukan ini padaku! Siapa kamu! Siapa!! Siapa!! Akhhh!! Sagitarius tidak akan tinggal diam jika kamu melakukan ini padaku!"


Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera tertawa,


"Pfff, Sagitarius katamu?"


Seo Jun-Woo lalu mulai mengunakan Shadow Manipulation untuk membuka sebuah jendela dari ruangan itu, begitu jendela dibuka terlihat jelek pemandangan di luar sana, sudah mandi mana bintang-bintang berjatuhan.


"Dia yang kamu cari?" Kata Seo Jun-Woo sambil menunjuk kearah langit. Dari sini, Orang itu terlihat menjadi semakin pucat dan ketakutan.


Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera tersenyum.


"Jika iya memangnya kenapa?"


"Apakah kamu tidak tahu apa yang baru saja kamu lakukan? Jika Kamu membunuh kami Para Constellation, tidak akan ada lagi, yang melindungi kalian dan dimensi ini wahai para manusia! Kalian semua akan dimakan oleh Dewa Kegelapan! Sama seperti Dimensi lainnya! Kalian semua akan jatuh pada kehancuran dan keputusasaan!!"


Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera menjadi marah, dan mencekik orang yang ada dilantai itu.


"Apa? Sejak kapan kalian melindungi kami? Kamu pikir aku tidak tahu siapa yang membuat kekacauan ini dari awal? Kalian Para Zodiak adalah Penghianat!!"


"Ukhhh... Ukahhh... Penghianat apa? Apa yang kamu tahu! Jangan bicara omong kosong!"


"Constellation of The Light, kalian bukan yang memusnahkannya? Hari saat gerhana, kalianlah yang berkhianat dan menyerangnya saat lemah, hingga Dewa Kegelapan bisa masuk ke Dimensi ini bukan?"


"Kamu... Kamu .. bagaimana bisa..."


"Jadi semua yang aku katakan benar?"


"Tidak! Kami tidak pernah melakukan Apapun pada Constellation of The Light!! Dia... Dia.... Dia menghilang karena keinginannya!"


"Hah? Omong kosong apa yang kamu katakan? Kenapa dia melakukannya?"


Seo Jun-Woo kali ini benar-benar bingung dengan apa yang barusan dia dengar.


"Sistem ini ... Tidakkah kamu penasaran dari mana Asalnya?"


"Apa maksudmu?"


"Ini adalah Ujian yang 'Constellation of The Light' buat! Dia! Dia yang melakukan segalanya!! Kalau tidak, bagaimana Kalian Manusia biasa bisa memiliki Kekuatan melawan Monster? Ini semua sudah di atur!"


"Kamu pikir aku percaya dengan omong kosongmu itu? Kamu bilang


Constellation of The Light malah bekerja sama dengan Dewa Kegelapan Hah?"


"Ya! Tidakkah kamu pernah mendengar Cerita? Tentang, Avatar Dewa Kegelapan?? Sang Pemilik Kekuatan Cahaya? Dia bisa menipu semua orang karena Dewa Kegelapan bekerja sama dengan Constellation of The Light itu sendiri!!"


Awalnya, Seo Jun-Woo mulai terbawa suasana oleh cerita yang barusan dia dengar itu. Karena Seo Jun-Woo juga tidak benar-benar tahu tentang rahasia dibalik Kemunculan Dungeon dan Dewa Kegelapan, juga menghilangnya Constellation of The Light.


Kenapa Manusia tiba-tiba memiliki kekuatan Awakening dan bisa melihat Sistem?


Masih banyak misteri yang tidak Seo Jun-Woo tahu.


Lalu, bagaimana dengan Sistem milik Para Constellation yang berdasarkan Poin itu?


Apakah musuhnya hanya 'Dewa Kegelapan'?


Apakah ini benar-benar selesai setelah 'Dewa Kegelapan' musnah?


Atau...


"Kamu dengar Aku? Jika kamu berani! Dunia kalian akan hancur wahai manusia!"


Kata-kata itu, membuat Seo Jun-Woo keluar dari lamunannya.


"Seo Jun-Hee? Avatar Sang Dewa Kegelapan?"


"Ya! Ya! Kamu benar sekali! Itu! Dewa Kegelapan akan..."


Sebelum kata-katanya bisa di lanjutkan, Seo Jun-Woo menarik orang itu keatas dengan memegang lehernya, membuat Sang Constellation hampir tercekik dan tidak bisa berbicara lagi.


Dengan beberapa kemampuan Shadow Manipulation yang semakin meningkat, Seo Jun-Woo sekarang bisa sedikit melakukan perubahan wajah. Jadi dia mulai membuka topengnya, dan menujukan sebuah wajah lamanya.


Sang Pahlawan 'Seo Jun-Hee', Legenda terkuat.


"Ya, Aku adalah Avatar Dewa Kegelapan, Seo Jun-Hee, ada apa dengan itu? Aku disini telah kembali dari Neraka, untuk membawa kalian jauh, wahai Para Constellation Zodiak tercinta!!"


Wajah wanita itu menjadi pucat melihat wajah familiar itu, simbol ketakutan mereka sendiri, sesuatu yang seharusnya sudah tidak ada lagi.


"Kamu pasti binggung? Sama, aku juga bingung, kenapa Aku kembali? Aku juga tidak mengerti, kamu tahu? Sebelumnya, Aku juga Pernah menjadi Constellation. Dan karena kalian juga para sampah Zodiak, Aku hancur lagi. Namun, Aku akhirnya Kembali lagi, aku menjadi penasaran dari semua orang kenapa harus aku yang mengalami semua ini?"


Namun tanpa menunggu jawabannya, Seo Jun-Woo sudah segera mengaktifkan kemampuan miliknya, dan menusuk orang itu dengan pedang miliknya, hingga sekali lagi, bintang-bintang yang jatuh mulai semakin banyak di langit-langit.


"Kenapa sebenanya ini terjadi? Kemana Constellation of The Light sebenarnya?"


Ada rasa kehampaan dan rasa takut tiba-tiba yang menghantuinya.