
Seo Jun-Woo yang tiba-tiba terlempar pada situasi tidak terduga itu segera berkata dengan canggung,
"Beberapa kecelakaan terjadi,"
Dia lalu menuju ke sebuah lubang di dinding yang sekarang sudah tidak terlihat bekasnya. Ekpersi Seo Jun-Woo menjadi jelek, benar-benar tidak mengira jika labirin ini memiliki susunan dinding yang aneh.
Bukan berati tidak bisa dihancurkan, namun tidak akan pernah tahu apa yang mungkin terjadi jika dihancurkan, atau Bagaimana jika tiba-tiba runtuh?
Seo Jun-Woo bukan tipe orang yang nekat seperti Li Wenhua sebelumnya, yang benar-benar berani untuk meruntuhkan dinding.
"Apa yang terjadi dengan anggota tim ekspedisi yang lain?"
"Mereka baik-baik saja setidaknya saat ini,"
"Jika bicara yang jelas!"
Ekspresi Seo Jun-Woo segera menjadi buruk,
"Mereka sebenarnya bertemu dengan dua dari Heavenly, Demon, Li Wenhua dan Master Guild Abbysal Holder sedang bertarung dengan mereka dan posisinya sepertinya cukup imbang, namun jika pertarungan itu berlangsung cukup lama itu akan merugikan pihak kita,"
"Dimana mereka?"
Seo Jun-Woo mulai menggelengkan kepalanya karena benar-benar tidak tahu. Sebelumnya dia sempat diputar-putar kan melalui sebuah terowongan ketika jatuh dan berakhir di tempat ini. Dan lagi, sepertinya struktur dari dinding dan jebakan yang di sini sangat random.
Membuat Seo Jun-Woo mulai bertanya-tanya tentang siapa yang membuat Labirin terkutuk ini?
Apakah salah satu dari Heavenly Demon?
Jika itu hal yang terjadi maka tidak ada yang baik jika terus berada didalam Labirin.
"Sepertinya lebih baik jika mencari jalan keluar dari tempat ini," kata Seo Jun-Woo lagi.
"Jangan bicara omong kosong! Apakah kamu mau minta aku untuk meninggalkan semua orang?"
"Jangan marah dulu Bukan itu maksudku, yang aku ingin katakan, sebaiknya kita segera keluar dari tempat ini dan mencoba mencari Bos Dungeon, menemukan Bos akan menyelesaikan lebih banyak masalah pada akhirnya,"
Phoenix tidak lagi bertanya apa-apa dan hanya terus melanjutkan perjalanannya menelusuri lorong yang gelap itu. Seo Jun-Woo benar-benar tidak diangkat dan hanya ditinggalkan begitu saja di sana membuat Seo Jun-Woo sangat kesal.
Dan sekarang ada keheningan di antara dua orang itu, menelusuri lorong panjang, namun untungnya tidak ada tanda-tanda dari jebakan seperti lorong sebelumnya. Hanya saja, suasana dari lorong itu lebih mencekam dari lorong sebelumnya karena dipenuhi dengan kabut hitam.
Seo Jun-Woo memiliki skill deteksi dan Night Vision, hal-hal itu tidak memberikan masalah, hanya saja dia tiba-tiba penasaran pada orang yang ada di depannya itu yang terlihat tidak masalah dengan kabut hitam ini. Apakah dia memiliki semacam skill deteksi juga?
Namun Seo Jun-Woo ingat, Kim Jung Hwa yang dia kenal tidak memiliki skill bawaan semacam itu.
Ketika mereka terus berjalan, ada Monster segera keluar satu demi satu, entah Frame Ifrit, atau Iblis Tipe Api lainnya, yang merupakan lawan paling mudah untuk Phoenix yang kabarnya memiliki kekebalan yang sangat tinggi pada api itu sendiri.
Seo Jun-Woo yang mengikuti orang itu hanya merasa bosan karena pada akhirnya tidak diberikan kesempatan untuk membunuh salah satu Monsterpun, namun untungnya Seo Jun-Woo bisa memanfaatkan statusnya sebagai tim pendukung untuk mengambil Core dari Para Monster, Phoenix bahkan tidak terlalu peduli dengan hal-hal itu.
Satu demi satu, dia ambil pecahan core untuk nantinya di berikan pada Telur Naga itu.
Tepat ketika Seo Jun-Woo merasa jika perjalanan ini akan berjalan dengan lancar mereka berdua segera dihadapkan oleh sebuah monster yang sangat aneh. Seo Jun-Woo yang menatap ke arah monster itu jelas merasa itu sangat familiar.
Voidspawn
Rank S
'Ini seperti Monster yang dia lihat di Dimensi Kegelapan? Apakah itu Mahluk Asli dari Dimensi Kegelapan?
Hal-hal ini jelas tidak berjalan sesuai rencana, saat tentakel gelap kebal terhadap serangan Api.
Mahluk aneh yang tidak bisa dibakar, juga memiliki regenerasi yang tinggi.
Seo Jun-Woo tentu pernah melawan hal-hal ini sebelumnya, dulu dia tidak cukup kuat untuk melawan sesuatu semacam itu namun kali ini jelas berbeda.
Setelah memikirkannya beberapa saat, Monster semacam itu memiliki Core atau Inti, pada akhirnya jika hal-hal itu dihancurkan Master itu akan musnah. Begitulah cara kerjanya.
Seo Jun-Woo segera mengeluarkan Tombak miliknya, mengalirinya dengan kekuatan kegelapan dan kekuatan Aura, untuk segera dilemparkan pas pada Inti Monster. Tanpa diduga serangan itu malah berbenturan dengan pedang milik Phoenix Yang sepertinya mengincar titik yang sama.
Pria bertopeng itu, segera menatap Seo Jun-Woo dengan ekpersi marah.
"Setidaknya, Jika mengikutiku kamu tidak perlu menjadi beban, kamu bertarung hanya membuat aku repot,"
Seo Jun-Woo mencoba menahan amarahnya untuk tidak berkata apa-apa lagi, benar-benar jengkel dengan sikap tidak sopan yang dimiliki Phoenix itu, yang benar-benar terlihat tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya.
Bagaimana bisa dia jadi sosok seperti itu?
####
Entah berapa lama waktu berlalu, lorong yang Phoenix dan Seo Jun-Woo lewati, terasa berputar-putar dan tidak memiliki ujung.
"Bagaimana jika menghancurkan salah satu dinding?"
Akhirnya, Seo Jun-Woo memutuskan jika rencana itu adalah satu-satunya cara untuk keluar dari sana, walaupun memiliki begitu banyak resiko namun apa boleh buat daripada terjebak di sini.
Namun bagaimana jika hal itu membuat kekacauan di tempat lainnya?
DUARRRR
Bahkan ketika Seo Jun-Woo masih sibuk berpikir itu, Phoenix segera menebas dinding Labirin. Namun dari balik dinding, hanya ada dinding-dinding yang lain namun kali ini memiliki struktur yang sedikit berbeda seperti semacam dinding.
Mereka berdua bisa melihat ke arah langit hitam yang artinya mereka sudah keluar dari Labirin. Seo Jun-Woo segera mengikuti Phoenix untuk memanjat dinding besar yang ada di hadapannya. Baru Setelah tiba di atas dia akhirnya tahu hal-hal apa yang ada di depannya, itu adalah Gerbang dari Sebuah Istana.
Dan tepat di balik gerbang itu ada sebuah istana yang sangat megah. Keduanya segera loncat masuk, namun tetap saja merasa sangat aneh kenapa tempat itu begitu sepi, terlihat tidak ada iblis yang menjaga?
Sampai ketika mereka tiba di depan pintu kastil dan membukanya, berikutnya yang mereka lihat adalah sebuah Ruangan Tahta dimana di tengah ruangan, terlihat sosok berambut pirang kecoklatan dengan pakaian Khas Raja, menatap lurus kearah Seo Jun-Woo dan Phoenix.
Tatapannya sangat mengerikan dan penuh dengan teror, hanya dengan keberadaan makhluk itu saja sudah membuat semua orang ketakutan dan gigil merasa ngeri.
Raja Iblis Belial
Rank SS
Sayangnya, orang yang duduk di atas tahta itu tidak memberikan sambutan yang ramah. Segera, tempat itu dibanjiri dengan energi sihir yang sangat besar, sebuah ledakan api mulai muncul disana sini, mencoba melukai Keduanya.
Dengan itu pertarungan dengan Raja Iblis segera dimulai.