
Sepertinya tidak ada gunanya mencoba untuk memikirkan hal itu. Seo Jun-Woo juga tahu, bahwa orang yang ada dihadapannya benar-benar Kim Jung Hwa, hanya saja 10 tahun sudah berlalu dan mengubah orang yang ada di depannya. Sepuluh tahun yang tidak Seo Jun-Woo tahu.
Namun satu hal yang pasti kenapa Seo Jun-Woo masih melanjutkan kemarahannya itu.
"Apakah pada akhirnya kamu ingin menjadi sama seperti mereka hah?"
"Hentikan omong kosongmu!" Kata Kim Jung Hwa sambil menepis tangan Seo Jun-Woo dari kerah bajunya.
"Apa? Sungguh, Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu selama ini, namun bukankan Constellation mu tidak pernah mengajarkan hal-hal semacam ini padamu? Bagaimana bisa kamu mengorbankan orang-orang tidak bersalah untuk rencanamu?"
Ekpersi Kim Jung Hwa sekarang berubah menjadi buruk, dan berkata,
"Kamu memangnya tahu apa?"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu, akhirnya hanya menghela nafas karena sepertinya percuma untuk berbicara dengannya dengan kata-kata. Hal-hal memang sudah terjadi.
Namun jika ada hal aneh yang Seo Jun-Woo rasakan dari Pria yang ada di depannya itu adalah, beberapa energi kegelapan yang dia rasakan, berbeda dari saat mereka keluar dari Dungeun sebelumnya. Seo Jun-Woo tidak merasakan gelombang energi itu dari pria yang ada di hadapannya.
Jadi kenapa?
Apa yang terjadi selama beberapa minggu ini?
Apakah ada hubungannya dengan kejatuhan Constellation sebelumnya?
"Sudahlah, jadi apa rencanamu sekarang? Kamu berniat menyerang mereka? Apakah hanya ini?"
"Cari Avatar Utama Sagittarius, Aquarius, dan Pisces, ditengah kekacauan ini."
"Apa? Tunggu dulu ... "
Seo Jun-Woo mulai menatap ke arah sekitar yang saat ini hanya mereka berdua dan firasatnya segera menjadi buruk.
"Maksudmu, hanya kita berdua?"
"Apakah kamu mau atau tidak?"
"Astaga, kamu benar-benar gila!"
Sekarang Seo Jun-Woo mengerti kenapa orang itu, membuat kekacauan yang gila itu mungkin sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan membuat orang-orang panik sehingga di tengah kepanikan dia bisa mulai memburu Para Targetnya.
Seo Jun-Woo tentu merasa rencana ini terlalu gila, namun jika di pikirkan lagi, Guild Calestial Triad berisi Para Hunter, harusnya Para Hunter tidak akan mudah mati dari insiden sederhana semacam itu?
Walaupun Seo Jun-Woo masih sedikit tidak yakin. Namun apalagi yang bisa dilakukan ketika semuanya sudah kacau seperti ini?
Kim Jung Hwa sudah mulai mengaktifkan Kemampuannya, mulai terbang kearah kekacauan yang ada di bawah, Seo Jun-Woo mau tidak mau mengikutinya.
Suasana dibawah sana benar-benar sangat kacau, orang-orang tentunya menjadi sangat panik dengan keruntuhan dan serangan yang tiba-tiba. Ditengah salah satu reruntuhan, terlihat Ryu Haruki menatap kesal kearah Anggota Guildnya.
"Hey! Bagaimana bisa ada kekacauan semacam ini ketika aku pergi?"
Ya, Ryu Haruki baru saja keluar untuk beberapa urusan, dan menjadi begitu kaget ketika dia kembali, Gedung Markas Guild miliknya, sudah hancur berantakan seperti itu. Lupakan soal berapa kerugiannya, hanya saja dia merasa sekarang Reputasi Guildnya hancur.
Bagaimana bisa, Guild besar miliknya bisa dengan mudah mendapatkan serangan ******* semacam ini?
"Maaf Master, kami juga tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba saja pertahanan kami ditembus lalu ... "
"Sialan! Cukup! Kalian memang tidak becus hanya menjaga keamanan Markas saja! Sekarang cepat bereskan semua kekacauan ini!"
"Baik Master!"
Para bawahannya itu segera pergi dari hadapan Master mereka yang saat ini tengah marah. Ryu Haruki dari sana, memandang kearah Gedung Guild miliknya yang saat ini tinggal sebagian yang masih berdiri.
Hanya melihat pemandangan itu hatinya dipenuhi dengan kemarahan.
Siapa yang berani pada Guildnya seperti ini?
Sampai tiba-tiba, ada sebuah panah datang kearahnya, melewatinya dengan kecepatan penuh. Sebuah panah yang memiliki bentuk familiar tertancap di mobilnya, tepat disampaignya.
"Siapa itu!!"
Ryu Haruki menatap panah itu, dengan ekspresi buruk. untuk berpikir dirinya yang merupakan seorang pemanah handal akan diserang dengan serangan panah juga, itu benar-benar memalukan!
Dia ingat, ini seperti panah miliknya?
Namun bagaimana bisa?
Disisi lainnya, Seo Jun-Woo yang awalnya segera berpencar dengan Kim Jung Hwa, jelas segera mencari targetnya sendiri. mencari seseorang di tengah kekacauan semacam itu pasti cukup sulit.
Namun tidak dia kira, orang yang dia benci benar-benar segera muncul tidak tahu dari sana. Ryu Haruki yang baru saja keluar dari mobil dan menatap markas Guildnya dengan ekpersi marah.
Seo Jun-Woo entah kenapa begitu suka dengan ekpersi kemarahan itu. menurutnya ini bukanlah apa-apa daripada apa yang orang itu lakukan.
Jadi, Seo Jun-Woo segera mengeluarkan sebuah anak panah dari Inventorynya, melapisi panah itu dengan kekuatannya. Dan segera melemparkan kuat-kuat panah itu pada targetnya.
Ini bukan serangan sebesar itu karena dari awal targetnya memang hanya sebuah peringatan. Untuk memperingatkan orang itu dari dosa yang dia lakukan.
Ryu Haruki yang di serang, Tentu saja tidak diam saja setelah mencabut panah dari mobilnya mulai mencari ke arah sekeliling Siapa yang mencoba menargetkannya itu.
[Kemampuan Solarflare diaktifkan]
Seo Jun-Woo jelas segera mengambil kesempatan ini untuk mencoba memancing orang itu kearahnya. Dan benar saja, setelah beberapa leser Kegelapan di tembakan pada Ryu Haruki, orang itu segera mulai mendekat kearah Seo Jun-Woo.
Seo Jun-Woo tentu tidak diam saja, mencoba menjaga jarak dengan orang itu, akan baik jika bertarung tidak di tempat yang ramai, agar dia bisa lebih leluasa menggunakan kemampuannya.
Keduanya terlibat saling kejar-kejaran menelusuri gedung-gedung di kota. Sampai mereka tiba di lokasi sekitar taman yang cukup sepi.
Saat Seo Jun-Woo masih mencoba melarikan diri kali ini sebuah panah dengan kecepatan super segera datang ke arahnya. Itu berhasil mengenai ujung bajunya, menembus Prisai Kegelapan miliknya. Seo Jun-Woo benar-benar tidak mengira jika periksa pertahanannya itu akan gampang untuk ditembus.
Hal yang membuat Seo Jun-Woo kaget adalah panah yang menyerangnya terlihat lebih kuat dari panah yang dia lihat di dalam Dungeon. Ada energi cahaya yang terpancar dari panah itu, mirip dengan energi miliknya.
Ketika Seo Jun-Woo memperhatikan lebih dekat, dia merasakan gelombang energi Fregmen Cahaya yang sangat besar dari orang itu.
'Sungguh? Percobaannya berhasil? Bagaimana bisa menjadi sekuat itu hanya dalam beberapa Minggu?'
"Jaman kamu pikir kamu bisa lari! Berani sekali kamu mencoba menyerangku!" Kata Ryu Haruki dengan marah, kali ini dengan panah-panah miliknya, dia mulai melancarkan hujan panah pada Seo Jun-Woo.
Seo Jun-Woo mencoba menahan serangan panah-panah itu dengan pedang miliknya dan sekarang berjalan mendekat ke arah Ryu Haruki. Dia setidaknya tahu, jika orang itu tipe serangan jarak jauh jadi pasti memiliki beberapa pertahanan lemah.
Namun mana tahu, ketika Seo Jun-Woo mendekat, Ryu Haruki terlihat tersenyum licik.
"Hoh, kamu mendekat? Kamu pikir pertahananku lemah?"
Ryu Haruki lalu mulai mengeluarkan semacam Crystal berwarna hitam aneh dari saku bajunya.
Seo Jun-Woo yang melihat batu itu, tiba-tiba memiliki firasat tidak enak, ada energi tidak menyenangkan yang berasal dari kristal berwarna hitam itu.
Dan benar saja, tiba-tiba ketika Crystal itu di lemparkan ketanah, dan Ryu Haruki seperti merapal beberapa mantra, tiba-tiba sebuah Monster Aneh mulai terbentuk dari Cystal itu.
Seo Jun-Woo tentu merasa cukup familiar dengan Monster itu. Monster bertubuh besar, dengan kulit terlindungi oleh lapisan Es Beku, Monster itu memiliki kekuatan beku yang menakutkan, yang segera menyerang kearah Seo Jun-Woo dengan gelombang rasa dingin.
Ada sebuah Bar Status aneh ketika Seo Jun-Woo menatap Monster itu.
Frostbite (Status Tidak Normal)
Rank A
ERORRR
Dan tidak hanya satu yang muncul, Ryu Haruki mulai mengeluarkan beberapa kristal lain dan monster-monster mulai muncul.
"Serang dia!"
Seolah Monster yang muncul itu memenuhi perintah orang itu segera memberikan serangan pada Seo Jun-Woo yang masih binggung.
Ada Kekuatan Kegelapan yang familiar ketika Seo Jun-Woo menatap kearah Monster itu.
Energi dari Fregmen Kegelapan, Kekuatan dari Monster yang pernah dia lihat di dalam Dungeon.
'Sungguh? Orang-orang sialan itu bahkan berhasil entah bagaimana mengendalikan Monster dari Dungeun? Apa yang coba mereka lakukan dengan itu?'
Kemarahan tiba-tiba memenuhi hati Seo Jun-Woo, memikirkan berbagai situasi menakutkan yang mungkin saja terjadi, dengan memanfaatkan monster-monster semacam itu yang sekarang bisa bebas keluar dari Dungeon.