
Ketua Baek yang ada di lantai itu, saat ini tengah kesakitan memegangi kepalanya. Informasi menyakitkan yang dia dapatkan barusan benar-benar terlalu berat untuk pikirannya terima. Salah satu Kemampuannya, sederhananya, bisa membaca ingatan dari orang yang bersentuhan dengannya, masalalu mereka secara sekilas.
Namun, hal-hal yang baru saja Dia lihat barusan, benar-benar di luar kemampuannya, terlalu banyak informasi, apalagi bagian-bagian paling mengerikan yaitu ingatan tentang kematian. Dia lalu menatap seram pada Seo Jun-Woo yang saat ini terlihat sedang mengeluarkan pedang miliknya dari balik mantel.
Pedang itu, mengarah pada Ketua Baek yang masih ada di lantai, responnya tentu saja cukup buruk karena syok yang diterimanya, jadi dia tidak sempat menghindar dengan akurat, dan mendapatkan luka di perutnya.
Luka itu mungkin membuat kesadaran Ketua Baek kembali, dia segera berkata dengan suara marah,
"Kamu pikir kamu akan bisa selamat setelah melakukan ini padaku?"
Dia kali ini, Mencoba berdiri untuk menyerang sambil memegangi luka yang ada di perutnya, yang untungnya tidak terlalu dalam. Dia juga Mulai mengeluarkan pisau, di kedua tangannya.
Namun sayangnya, Sudah terlambat untuk orang itu mulai bergerak sekarang karena luka yang diberikan oleh Seo Jun-Woo tidak sesederhana itu.
[Racun Venomspine menginfeksi dirimu]
Pemberitahuan yang muncul di depan Ketua Baek membuat dia menjadi sangat kaget, terutama rasa sakit yang ada di perutnya yang sekarang menjadi bertambah nyeri dan semakin menyakitkan.
"Kamu ... Sialan!!"
Seo Jun-Woo Tentu saja tidak membiarkan orang itu untuk berbicara lebih banyak, dia lebih takut jika orang itu segera memanggil bala bantuan. Sangat beruntung, dia hanya berada di situ sendirian sekarang, tidak ada anggota lainnya.
Namun keamanan tempat ini tentu saja tidak semudah itu. Ada seorang penjaga yang terlihat cukup kuat di luar, ada resepsionis, juga terutama ada Hunter level A di dalam Markas.
Seo Jun-Woo segera bergerak cepat dan menyerang orang itu dengan pedangnya lagi, kali ini ini tepat menusuk jantungnya, benar-benar tidak memberikan kesempatan pada orang itu untuk memanggil bala bantuan. Namun masalah tidak selesai sampai di sana ketika dia membunuh orang itu.
Yang berada di ruangan itu tentu saja tidak hanya mereka ada beberapa calon anggota Guild yang ada disana. Ada dua orang yang terlihat sangat bingung dengan perubahan situasi yang tiba-tiba.
Salah satu orang yang ada disana, menjadi panik dan mulai mengeluarkan pedangnya.
"Kamu! Apa yang baru saja terjadi!"
Seo Jun-Woo lalu menatap ke arah dua orang itu dan berkata dengan tenang,
"Lebih baik kalian berdua diam saja atau kalian ingin memiliki nasib yang sama dengan orang ini?"
Dia menunjuk pada mayat pria yang saat ini terbaring berlumuran darah di lantai. Dua orang itu, yang melihat adegan barusan Tentu saja tidak butuh untuk bisa menyerang secara buru-buru mereka mengukur kemampuan mereka sendiri, dan merasa tidak mungkin untuk mengalahkan pria yang ada di hadapannya itu.
"Min Jae, ikat dua orang itu,"
Min Jae yang dari tadi menatap ke arah dua orang itu, segera mengeluarkan sebuah tali dari Inventorinya dan mengikat dua orang itu sesuai perintah. Sejujurnya dia terlalu takut setelah melihat adegan berdarah yang barusan dirinya lihat.
Bahwa, Seo Jun-Woo ternyata lebih kuat daripada yang dirinya kira hanya dengan beberapa serangan entah bagaimana dia bisa mengalahkan Ketua Tim, walaupun Ketua Tim tidak benar-benar berspesialis dalam penyerangan namun tetap saja dia Hunter level B yang memiliki banyak pengalaman di Guild ini.
Hanya ketika mereka bersalaman, apa yang Seo Jun-Woo itu lakukan?
Seo Jun-Woo sekarang menjadi cemas sendiri setelah melakukan semua hal-hal ini. Ini mungkin hanya menghitung waktu sampai dirinya akan ketahuan oleh orang-orang yang ada di markas ini. Dia juga merasakan ada banyak Hunter sepertinya yang ada di markas ini, orang-orang di lantai dua.
Dia tadi sempat mengecek ke lantai 2 dan memang melihat beberapa Hunter tengah berlatih atau sesuatu. Jadi ini memang semacam tempat persembunyian.
"Kenapa kamu diam saja? Ayo segera melarikan diri dari sini Jika kamu masih ingin selamat," kata Seo Jun-Woo segera pergi keluar dari ruang tunggu itu menuju ke arah lorong yang sepi.
Dan seperti yang Seo Jun-Woo duga, segera ada beberapa orang yang menghadangnya. Seo Jun-Woo benar-benar merasa ini sangat buruk. Dia Kembali menuju ke ruang tunggu barusan, melihat bahwa ruang tunggu ternyata ada di ujung dan dekat menuju keluar, ada jendela di sana Jadi dia segera merusak jendela itu.
[Kemampuan Shadow Blast diaktifkan]
Serangan kegelapan segera menembus jendela besi itu dalam sekejap, dan menghancurkannya berkeping-keping, hingga bisa dilewati oleh seseorang. Seo Jun-Woo bersyukur bahwa tempat ini sepertinya tidak diberikan prisai pelindung sihir atau sesuatu.
Seo Jun-Woo jelas saja mencoba melarikan diri secepatnya dari sana dengan Shadow Step miliknya, meninggalkan Min Jae yang saat ini juga sedang melarikan diri.
Sayangnya keributan itu juga didengar oleh Hunter level A yang berada di ruang Ketua Baek. Ketika dia buru-buru menuju arah keributan dia melihat mayat yang familiar terbaring di lantai.
"Sialan!!! Siapa yang berani membuat kekacauan semacam ini di markas milikku!"
Dua orang yang tadi sempat memergoki Seo Jun-Woo, jelas segera menunjuk ke arah jendela dan berkata,
"Ini adalah seseorang yang mengenakan topeng namun dia menghilang ke arah jendela kami kehilangan jejaknya,"
Ekspresi kemarahan semakin muncul di wajah Carlos.
"Bos, Apakah kami perlu ikut?"
"Kalian diam saja di sini tidak perlu ikut! Aku saja sudah cukup! Awasi tempat ini siapa tahu penyusup itu tidak hanya sendiri!"
"Baik, Bos!"
Dia segera berjalan kearah jendela, tentu saja Seo Jun-Woo sayangnya tidak bisa pergi sejauh itu dari sana. Sialnya, Carlos memiliki kemampuan pendeteksi tertentu, sehingga bisa menemukan jejak dari Seo Jun-Woo.
Dia segera berlari mengejar Seo Jun-Woo yang saat ini masih berlari di balik bayang-bayang.
Sampai akhirnya, mereka berdua tiba di salah satu tempat Yang sepertinya merupakan tempat pembuangan sampah, dan durasi Shadow Step Seo Jun-Woo berakhir.
Seo Jun-Woo lalu segera berhenti dan menatap Bagaimana ada seseorang yang mengejarnya. Itu adalah Hunter level A, Carlos yang juga sepertinya merupakan Eksekutif Guild.
Seo Jun-Woo merasa saat ini dirinya tidak diuntungkan, namun apa boleh buat, hal-hal ternyata sudah menjadi seperti ini. Dia hanya merasa beruntung setidaknya Carlos yang sombong itu datang sendiri, coba dia membawa beberapa orang lainnya, Seo Jun-Woo jelas akan merasa sangat merepotkan.
Lagipula, Seo Jun-Woo sebenarnya merasa sedikit tertarik dengan tangan kanan orang itu yang sedikit memancarkan Aura tertentu yang dikenalnya.
'Fregmen Cahaya'
Seo Jun-Woo mengira bahwa ini mungkin saatnya untuk mencari tahu misteri yang baru saja dirinya dapatkan itu. Ya, soal Fregmen Cahaya, mungkin jika dirinya melawan orang yang ada di depannya itu dirinya akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Hmm, tapi Seo Jun-Woo jelas sangat yakin dirinya tidak akan mendapatkan informasi yang berarti dari orang itu, ya Anggota Guild semacam ini, lebih suka mati daripada menjawab pertanyaan dari musuh, lawan yang paling merepotkan.
Dan lagi segel yang ada di tubuh mereka, ini sepertinya tidak hanya buatan dari Hunter level B bernama Baek itu, pasti masih ada orang lain ahli di balik semua ini.
Ya, siapa lagi jika bukan Anggota Guild Zodiak Knight?
Tidak perlu ditanya lagi di sana banyak orang-orang hebat, atau mungkin anggota dari Guild milik Constellation Zodiak lainnya.
"Jangan berpikir kamu bisa melarikan diri setelah Apa yang kamu lakukan!"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera berkata,
"Hah, Bukankah kamu hanya banyak bicara?"
Seo Jun-Woo pertama-tama mencoba memprovokasi orang itu ketika seseorang marah, terkadang orang itu akan melakukan tindakan impulsif di luar logika dan membuatnya bersikap lebih ceroboh, ini hanya salah satu strategi sederhana dalam sebuah pertarungan melawan Hunter lainnya.
Tentu saja, Seo Jun-Woo terbiasa juga dalam pertarungan antar Hunter, dimasalalu, ada beberapa Constellation jahat yang membuat Avatar juga disini, mereka adalah Constellation Raja Iblis, pengikut Dewa Kegelapan, yang menyesatkan orang-orang agar saling membunuh.
Para Constellation Penghuni Dunia Kegelapan, yang berhasil menyusup ke sini berkat lubang yang di buat oleh para Penghianat. Namun ini bukan saatnya untuk memikirkan hal-hal itu.
Carlos sendiri, segera mengaktifkan kemampuannya itu adalah kemampuan untuk mengendalikan tanah, dia menggerakkan tanah tempat Seo Jun-Woo berdiri, membuat duri-duri tajam muncul dari permukaan tanah. Sangat beruntung, Seo Jun-Woo sangat waspada sehingga dia berhasil melompat dalam sekejap dan menghindari serangan itu.
Lawannya sayangnya, juga waspada mulai menggunakan kemampuannya itu melemparkan semacam bola tanah kearahnya. Namun itu jelas bukan bola tanah biasa. Kecepatannya juga sangat cepat hampir menyamai sebuah peluru.
Seo Jun-Woo hampir saja tidak bisa menghindari itu, tubuhnya untungnya memiliki respon yang baik dan cukup gesit setelah melalui berbagai macam pelatihan.
"Kamu cukup hebat juga bisa menghindari seranganku,"
Seo Jun-Woo memilih untuk tidak menjawab lawannya itu dan lebih berkonsentrasi untuk menghindari serangan lainnya, ya bola tanah ternyata masih berlari dan mengejarnya, Seo Jun-Woo segera menggunakan pedangnya mengaktifkan kemampuan Shadow Manipulation, dan membelah bola tanah itu sampai akhirnya tidak ada lagi bola tanah yang menuju ke arahnya.
Lawannya, juga tidak memberikan kesempatan Seo Jun-Woo bebas dari serangannya, dia segera maju kedepan, dan mengunakan sebuah pedang menyerang langsung jarak dekat.
PRAKK
Suara dari dua pedang yang saling bertemu, namun serangan itu tidak hanya sampai disana. Lagi-lagi Carlos menggunakan kemampuannya mengendalikan tanah untuk membuat pijakan Seo Jun-Woo berantakan, Seo Jun-Woo langsung segera menggunakan Shadow Step untuk bergerak dengan cepat menjauh dari Carlos.
Merasa, sepertinya serangan jarak dekat tidak menguntungkan. Seo Jun-Woo jelas mencoba menjaga jarak yang cukup jauh agar serangan tanah milik Carlos tidak sampai padanya, pasti akan ada semacam jarak khusus di mana orang itu bisa menggunakan kemampuannya.
Apakah seratus meter?
Dia mencoba untuk menganalisis situasi dan sedang memikirkan cara untuk mengalahkan orang itu.
Mana tahu, kemudian hal-hal tidak terduga terjadi. Sebuah kilatan cahaya muncul dari tangan Carlos, mengarah kearah Seo Jun-Woo.
"Ini ... "