
Sayangnya, keberadaan Emiliana tentu saja sudah disadari oleh Lucifer. Lucifer segera memanggil salah satu mahluk Summoningnya, kali ini Mayat Kesatria.
"Heh, aku jelas merasakan energi dari Si sialan Uriel, Apakah Avatarnya sembunyi di sekitar sini? Jangan harap tipuan kecil semacam itu akan bisa menipuku."
Seo Jun-Woo yang mendengar itu juga segera menunjukkan ekspresi yang buruk. Namun dia tetap berpura-pura tidak tahu dan melanjutkan untuk menyerang arah depan.
SRASSSS
Pedang Seo Jun-Woo yang hendak menyerang kearah Lucifer dihadang oleh 'Johannes Müller', membuat dia menjadi kesulitan.
[Kemampuan Shadow Clone diaktifkan]
Seo Jun-Woo segera membelah dirinya sendiri dan membuat sebuah Shadow Clone yang cukup kuat. Setidaknya ini akan bisa menahan serangan salah satu Summoning dari Raja Iblis Lucifer.
Sedangkan Seo Jun-Woo setelah membiarkan klonnya itu berurusan dengan 'Johannes Müller', dia sekali lagi mencoba menyerang kearah Lucifer.
Namun sepertinya, Lucifer dari awal tidak berniat bertarung serius dengannya dan hanya bermain-main. Dengan sigap, Lucifer terlihat santai menghindari serangan pedang Seo Jun-Woo.
"Kamu cukup kuat juga, Apakah kamu berminat menjadi salah satu bawahanku?" Kata Lucifer dengan senyum liciknya.
Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera menunjukkan wajah marah.
"Jangan kamu berharap!!"
Lucifer hanya tertawa, dan berkata dengan santai,
"Mari lihat ketika kamu sudah mati, Aku pasti akan memastikan jiwamu menjadi milikku."
Seo Jun-Woo yang mendengar itu merasakan rasa jijik tertentu, terutama ketika melihat mantan rekan setimnya, 'Johannes Müller' yang jiwanya dalam kendali Lucifer terlihat begitu menyedihkan, menjadi mainan Sang Raja Iblis. Seo Jun-Woo pikir, Tidak ada yang lebih buruk daripada itu, selain setelah kematian Jiwanya di tangkap oleh Necromancer, yang mana Jiwanya mungkin tidak akan bisa mendapatkan kedamaian bahkan setelah mati.
Bukan berati Seo Jun-Woo tidak pernah merasakan 'Mati'. Tapi jujur, dia cukup bersyukur tidak berakhir menjadi salah satu Mahluk dibawah Kendali Necromancer. Memikirkan jiwanya dikendalikan dan dimanfaatkan habis-habisan membuat Seo Jun-Woo merasa marah.
"Kamu pikir kamu bisa?"
[Kemampuan Dark Heavenly Thunder diaktifkan]
Kali ini sebuah kilat hitam besar segera muncul dari langit dan dalam sekejap menyerang kearah Lucifer.
CTARRR
Suara kilat berhasil mengenai sasaran terdengar jelas. Seo Jun-Woo merasa sedikit lega karena serangannya berhasil. sayangnya kelegaan itu hanya berlangsung beberapa detik karena tepat setelah ledakan kilat hitam itu, Sosok Lucifer masih berdiri tegap bahkan tanpa sedikitpun goresan.
Seo Jun-Woo mendengus dengan kesal. Dia Lalu menatap ke arah sekeliling di mana Emiliana saat ini sedang di sibukkan melawan salah satu Monster milik Lucifer. Jika seperti ini, rencana pelarian mereka akan gagal.
"Ternyata level pengendalian Cahaya dan Kegelapan milikmu boleh juga, namun itu masih sangat lemah." Kata Lucifer sambil berjalan santai keluar dari zona serangan petir hitam. Lalu dalam sekejap mata, bahkan sebelum Seo Jun-Woo bisa bereaksi, Lucifer sudah ada didepannya, lalu dengan tangannya memukul Seo Jun-Woo dengan kumpulan Energi Cahaya yang menghancurkan tulang-tulang, sampai membuat Seo Jun-Woo terpental.
Namun hanya itu efeknya, dan Seo Jun-Woo yang saat ini terbaring di lantai akhirnya paham, bahwa Raja Iblis Lucifer didepannya itu, benar-benar hanya berniat bermain-main serangan itu memang menyakitkan namun tidak fatal. Seolah Sang Raja Iblis baru saja menemukan mainan baru untuk dihancurkan berkeping berkeping.
DUAKKK
Kali ini, serangan tendangan mendarat pada Seo Jun-Woo. Ini hanya menyakitkan, namun tidak mematikan.
"Brengsek!"
Seo Jun-Woo mengumpat karena marah. Lalu serangan berikutnya, Seo Jun-Woo mencoba mengagkis pukulan yang di lancarkan oleh Lucifer dengan Prisai Cahaya, namun Prisai itu tidak cukup kuat dan perlahan-lahan suara retakan terdengar.
Perisai yang terlihat sangat kokoh dan kuat itu remuk bagikan selembar kertas, dan pukulan Lucifer mengenai tangan Seo Jun-Woo yang memasang pose untuk melindungi dirinya.
Berkat kemampuannya, Seo Jun-Woo setidaknya berhasil menahan serangan itu, namun tetap saja tangannya terasa sangat menyakitkan. Seo Jun-Woo segera mundur ke belakang dan menjaga jarak yang aman.
Seo Jun-Woo juga tahu, serangan dangkal semacam itu mungkin tidak akan memberikan dampak yang cukup efektif, namun sekarang hanya ini yang bisa dia lakukan, setidaknya untuk mengulur waktu. Emiliana walaupun sibuk bertarung, dia terlihat cukup percaya diri dengan rencana melarikan dirinya. Pasti Emiliana merencanakan rencana cadangan lainnya.
Ya, setelah semua Emiliana tidak bodoh, pasti juga menyadari seberapa Kuat Raja Iblis Lucifer. hanya dengan beberapa tipuan seperti menyembunyikan keberadaan jelas tidak mempan.
"Dasar Payah, sekarang apa yang coba kamu lakukan?"
[Kemampuan Dark Radiant Burst diaktifkan]
Pancaran kekuatan Cahaya dan kegelapan memancar dari Seo Jun-Woo memenuhi sekitar tempat itu.
[Kemampuan Night Fall diaktifkan]
Dia mulai membuat arena pertempuran menjadi tidak begitu jelas. Tapi jujur, Seo Jun-Woo sudah hampir tidak tahu lagi bagaimana cara mengukur waktu.
DUAKK
Bahkan dalam arena yang terlihat kacau itu, Lucifer berhasil menemukan Seo Jun-Woo dan memberikan pukulan yang sangat menyakitkan di perut Seo Jun-Woo. Seo Jun-Woo berhasil batuk darah karena itu.
"Aku melihat Jiwamu sedikit Kacau, aku belum pernah melihat hal-hal semacam ini sebelumnya. Jadi sebenarnya Kamu ini apa?"
Lucifer bertanya dengan penuh penasaran ketika menatap ke arah Seo Jun-Woo, menggunakan kemampuannya untuk membaca jiwa milik Seo Jun-Woo. Namun hal-hal yang dia temukan cukup membuat terkejut.
Ada aura kematian, dan hal-hal yang tidak Lucifer mengerti dalam jiwa Seo Jun-Woo.
"Hah, Kamu pikir aku akan memberitahumu?"
"Hmm, jika Aku menebaknya, apakah ini Karena Constellation of The Light? Ah, jelas ulah si Sialan itu bukan? Bahkan setelah dia menghilang dari Dunia ini, dia meninggalkan hal-hal yang merepotkan, seperti Fregmen Cahaya dan Dungeon, bahkan Sistem untuk manusia, tidak heran Jika dia masih menyiapkan hal-hal sampah lainnya yang tidak terduga."
Seo Jun-Woo tentu terkejut dengan kata-kata itu, namun ini bukan saatnya dia terkejut karena sebuah telepati memasuki pendengarannya.
'Kearah Kiri! Portal sudah siap kita bisa segera melarikan diri! Vio sudah mengurus tugasnya dengan baik.'
Seo Jun-Woo yang mendengar hal itu jelas saja merasa sangat kaget, baru disini dia tadi sempat bertanya-tanya kemana keberadaan Naga kecilnya itu?
Ternyata, Naga Kecil itu baru saja melakukan tugas yang sangat penting untuk menyelamatkan mereka!
"Ya, ini semua adalah karena Constellation of The Light, mungkin karena aku adalah orang yang dia pilih? Berbeda denganmu, bukan? Seseorang yang sudah dia buang?"
Seo Jun-Woo terlihat memberikan beberapa provokasi. Dia tentu saja sudah mendengar cerita tentang Lucifer dari XXX. Sang Constellation yang rusak juga, yang dulunya pengikut Constellation of The Light.
Mantan Pemimpin dari Para Arcangel...
"Kamu! Jangan bicara sembarangan! Siapa yang dibuang!"
[Kemampuan Wave of The Darkness diaktifkan]
Gelombang energi kegelapan yang sangat besar segera muncul, Seo Jun-Woo mengunakan sebagian besar Mana miliknya untuk menggunakan kemampuan ini. Setidaknya dalam hal ini dia berharap serangan ini bisa mengecoh Lucifer, apalagi saat ini Lucifer dalam keadaan Emosi, cukup mudah memancing seseorang yang sedang emosi.
Dan disinilah, Seo Jun-Woo teringat berpura-pura melancarkan serangan penghabisan itu sambil perlahan-lahan menuju ke arah portal yang Emiliana katakan, disana sudah ada Emiliana dan Vio yang menunggu.
Dalam hal ini, Seo Jun-Woo segera melompat kearah mereka berdua, kemudian memasuki Portal.
Dalam hal itu tepat ketika Seo Jun-Woo hendak menghilang di Portal, pandangannya bertemu dengan Sang Raja Iblis yang baru saja keluar dari gelombang serangan Seo Jun-Woo.
Seo Jun-Woo tanpa segan-segan menunjukkan jari tengahnya, dan berkata,
"Sampai Jumpa Sampah yang di buang! Aku harap tidak pernah bertemu denganmu lagi, Brengsek! Sudah selayaknya Sampah mendekap di Tempat sampah seperti Dunia Kegelapan ini!"