
Kedatangan rombongan Mereka ternyata menjadi pusat perhatian Para Constellation yang datang sebelumnya. Mungkin karena mereka datang dengan begitu banyak orang sekaligus.
Sosok-sosok mereka tentu saja tidak dikenali oleh orang-orang yang berada di tempat itu. Namun memang ada di antara mereka yang cukup terkenal sehingga membuat Para Constellation tertarik. Misalnya, sekarang Sang gadis satu-satunya yang berada di rombongan itu saat ini segera di datangi dan disapa.
Yang datang itu adalah sosok wanita dengan rambut emas dan mata emas, dengan sebuah gaun berwarna merah muda, yang menyeret seorang Pria yang mengenakan jas rapi. Wanita itu segera memeluk Emiliana dan berkata dengan semangat,
"Emiliana, Kamu akhirnya datang? Aku sungguh tidak sabar menunggumu untuk tiba di sini! Aku jelas ingin memperkenalkanmu kepada semua orang!"
Itu adalah sosok dari Constellation 'Mother of Holy Fire' Uriel.
"Salam, Constellation-Nim," kata Emiliana dengan sopan, setelah melepaskan pelukan itu.
Tatapan Uriel juga menatap ke arah tamu lain yang datang kesana, termasuk Seo Jun-Woo.
"Aku dengar kamu yang mengusulkan untuk Emiliana datang?"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera mengangguk dengan sopan dan menyapa lalu segera berkata,
"Aku hanya menginginkan hal yang terbaik untuk Nona Emiliana, dia selama ini sudah banyak membantuku jadi tentu saja aku ingin membantunya sebisaku apalagi saat ini keadaan Guildnya tidak begitu baik."
Uriel yang baru saja ingat kejadian yang menimpa Guild Guardian of Calestial segera menunjukkan ekspresi kesalnya. Tentu saja Avatarnya tidak hanya Emiliana, beberapa Avatarnya yang lainnya, termasuk Avatar milik Arcangel lainnya, juga menjadi korban dari Insiden itu. Uriel juga segera menatap sosok Pria yang dia seret tadi, yang saat ini memiliki ekspresi sangat buruk.
"Mikaela, kamu jangan diam saja kamu sebaiknya menyapa Emi, Aku tahu hal-hal pasti sama-sama berat untuk kalian berdua,"
Sang Constellation 'The True of Judgment' Mikaela itu juga segera berkata,
"Ya, Aku senang setidaknya kamu selamat. Soal Kakakmu, aku juga benar-benar minta maaf karena kejadiannya begitu cepat..."
Emiliana yang mengingat kejadian sedih itu segera menundukkan kepalanya teringat akan Sosok Sang Kakak. Seo Jun-Woo jelas melihat bagaimana gadis yang ada di sampingnya itu sekarang memiliki mood yang buruk. Dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Hal-hal memang sulit. Namun Nona Emiliana adalah sosok yang cukup hebat dan bisa kembali bangkit dari keterpurukan itulah kenapa sekarang dia memberanikan diri untuk datang ke sini, bertemu dengan Para Constellation disini,"
Uriel juga membaca suasana dari Emiliana menjadi tidak baik, sebagai Constellation yang terhubung dengan Avatarnya, terkadang akan bisa merasakan emosi dari Sang Avatar.
"Terimakasih Seo Jun-Woo, kamu selama ini membantu Emiliana, dan bahkan mengusulkan hal-hal seperti kerja sama, ini benar-benar sangat membantu," kata Uriel dengan santai.
"Bukan masalah besar."
Tentu saja, percakapan mereka berhasil menarik perhatian Constellation lainnya yang datang. Segera, sosok Pria yang tidak mengenakan jas, memiliki rambut panjang yang di kucir, di wajahnya ada beberapa bulu yang menutupi sebagian wajahnya, sosok yang cukup khas, segera menyapa merek juga.
Namun tatapannya, tidak menunju ke Seo Jun-Woo melainkan kearah Kim Jung-Hwa. Mungkin karena sosok itu cukup familiar, namun terasa cukup aneh untuk dilihat sekarang.
"Tunggu, sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat?" Katanya tiba-tiba.
Kim Jung-Hwa yang di sapa itu segera mengangguk dengan sopan,
Kata-kata itu jelas menarik semua perhatian Para Constellation disana. Tidak ada yang tidak tahu sosok legendaris, Sang Hero Phoenix yang juga Master dari Guild Starlight. Yang lebih membuat semua orang merasa tertarik karena semua orang juga tahu bahwa sosok itu tidak memiliki Constellation.
Informasi tentangnya di rahasiakan bahkan dengan topengnya, Para Constellation juga tidak bisa mengintip masa lalu atau latar belakang orang itu. Sosok misterius yang selalu menjadi incaran Para Constellation, mereka ingin menjadikannya Avatar mereka sendiri.
Bahkan tanpa dukungan Constellation manapun, dia sudah sekuat itu apalagi jika memiliki dukungan Constellation?
Sayangnya, Sosok Phoenix sosok yang cukup dingin dan mengabaikan semua tawaran.
Constellation The Great Sage Equals to Heaven, Sun Go Kong tentu saja terkejut dengan fakta itu. Namun bukan itu yang membuatnya merasa Kim Jung-Hwa terasa familiar. Dia segera mencoba menggali ke dalam ingatannya kemudian teringat pada sosok tertentu yang keberadaannya samar di dalam ingatannya.
"Phoenix? Topeng putih itu? Jadi begitu sekarang semuanya masuk akal kenapa aku merasa kamu sangat familiar, dan alasan kenapa kamu tidak memiliki Constellation. Kamu adalah Avatar orang itu."
Kim Jung-Hwa tentu terkejut ketika sosok Constellation yang ada di hadapannya mulai mengungkit hal itu.
Uriel yang mendengarkan percakapan itu jelas saja menjadi tertarik dan bertanya,
"Eh? Siapa yang kamu maksud, Sun? Avatar siapa? Bukankah Phoenix tidak memiliki Constellation manapun?"
"Itu dulu lebih dari 10 tahun yang lalu. Aku tidak tahu apakah kamu masih mengingatnya atau tidak, namun sekitar 10 tahun yang lalu ada Constellation yang bermana 'The Forgetten Hero'. Seperti namanya, mungkin kamu akan lupa,"
Uriel yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi terkejutnya,
"Apa? Tunggu... Dia... Dia itu..."
Terlihat mencoba mengingat-ingat tentang kenangan lama.
"Kamu lupa? Yah, ingatanmu memang buruk."
"Jangan meledekku seperti itu. Dia yang aku juluki Fallen Hero. Hah, Aku tidak pernah mengira jika Avatar kebanggannya itu ternyata sosok Phoenix yang hebat. Namun untukmu mengingat Constellation yang biasa saja sepertinya, itu aneh. Kamu padahal tidak begitu tertarik dengan apapun yang ada di sekitarmu."
Mendengar itu, dia hanya tersenyum dan berkata,
"Hmm, ini adalah sebuah taruhan? Seperti namanya, dulu dia pernah bertaruh, 'Jika Aku menghilang apakah kalian semua juga akan melupakanku?'. Aku bilang jika Aku tidak akan lupa, ingatanku sangat baik, dan jelas Aku tidak akan pernah lupa! Hanya tidak mengira lelucon itu benar-benar terjadi...."
Sekarang tatapannya mengarah lagi pada sosok Kim Jung-Hwa yang masih terdiam. Seo Jun-Woo sendiri, tiba-tiba merasa terharu mengingat namanya disebut.
Tidak mengira, orang-orang itu masih ada yang mengingat sosoknya ketika menjadi Constellation. Dulu, dia bukanlah sosok yang hebat dan bahkan hanya memiliki satu Avatar.
"Hmm, kamu sepertinya sosok yang setia. Aku suka kesetiaan itu. Namun jangan terlalu dingin begitu, Aku ingat Wen Hua selalu membicarakanmu, jika kamu selalu menolak ajakannya,"
"Ah, tidak ada yang bisa aku katakan tentang itu. Namun terimakasih karena telah mengigat sosok Constellation ku. Namun aku bisa sampai sekuat ini karena dia."