The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 197: Teori



Seo Jun-Woo yang akhirnya mulai tersadar ilusi aneh, mencoba untuk memfokuskan energinya agar bisa keluar dari ilusi aneh ini. Dia tidak mengira jika dirinya akan mudah untuk terpengaruh dalam semacam sihir ilusi berskala besar semacam ini.


Padahal dia cukup yakin dengan kemampuan mentalnya, bahwa dia tidak akan terpengaruh oleh hal-hal ini. Jadi untuk bisa membuatnya masuk dalam ilusi seperti ini seberapa kuat musuhnya saat ini?


Siapa lawan yang dia lawan ini?


Seo Jun-Woo masih melihat pemandangan familiar, pemandangan di mana keluarganya satu demi satu mengorbankan dirinya agar dirinya hidup.


Bagaimana mereka terluka parah lalu saat ini mulai mendatanginya satu persatu.


"Ini karena kamu kami tidak lagi ada disana!"


"Ini salah Kakak kenapa Aku jadi seperti ini..."


Satu persatu ekspresi berdarah itu mulai berjalan dan mendatangi Seo Jun-Woo. Dia tahu, bahwa hal-hal yang dilihatnya adalah ilusi namun kenapa dia merasa hal-hal ini sangat nyata?


Seolah kejadian itu baru-baru ini terjadi. Dia sadar tidak boleh terbawa perasaan di saat seperti ini. Namun hatinya sedikit hancur ketika memikirkan tentang kejadian hari itu.


Namun sudah sejak lama sejak dia memutuskannya.


"Itulah kenapa Aku harus pergi dari sini, agar pengorbanan yang kalian berikan tidak jadi sia-sia... Selamat tinggal, Eun-Hye, Ayah, Ibu... Aku sangat merindukan kalian...."


Seo Jun-Woo mulai menutup semua energi-energi negatif yang mungkin masih ke dalam dirinya dan menetralkannya dengan semua sihir kegelapan dan cahaya yang dia miliki.


Dan begitulah cara dia akhirnya terlepas dari ilusi itu. Namun hal yang dia lihat ketika dia lolos dari ilusi itu adalah sesuatu yang tidak terduga.


Tepat ada didepannya adalah Kim Jung-Hwa yang saat ini terluka. Dari semua hal yang terjadi, hal yang Seo Jun-Woo tidak kira adalah pedang yang dia gunakan menusuk bagian samping perut Kim Jung-Hwa.


"Tidak...."


Seo Jun-Woo tidak pernah merasa dikendalikan seperti ini sebelumnya.


"Untunglah, Hyung-Nim sudah sadar..."


Seo Jun-Woo lalu mulai menatap ke arah sekitar, melihat bagaimana baru saja Lust sedang batuk darah, mungkin efek samping karena sihirnya tiba-tiba diputus dengan paksa.


Sayangnya sosok Pria lain yang ada disana, Greed segera menyerang dan melemparkan serangan pada mereka. Seo Jun-Woo bahkan tidak sempat mencoba memahami situasi lebih dalam dan mulai memasang perisai pelindung.


[Kemampuan Dark Nova diaktifkan]


Dengan kemampuan musuh yang tidak diketahui ada hal yang baik jika mereka melarikan diri untuk sementara waktu. Seo Jun-Woo juga ingin mengalahkan mereka, namun dia tidak bisa gegabah, saat ini Kim Jung-Hwa sedang terluka cukup parah. Jika di biarkan mungkin bisa menjadi kemungkinan yang paling buruk.


[Kemampuan Night Fall diaktifkan]


[Shadow Charles di Summon]


Seo Jun-Woo mencoba untuk mengalihkan perhatian musuh mereka kepada Shadow yang dia miliki. Lebih baik mengulur waktu dulu selama proses penyembuhan.


Seo Jun-Woo juga tahu, seberapa kuat Kim Jung-Hwa, jadi bagaimana dia bisa terluka cukup banyak?


DUARRR


Ledakan terjadi ketika benturan kekuatan yang besar bertemu. Hal itu, berhasil membuat ruangan yang cukup sempit itu runtuh, atap-atap langit yang terlihat rapuh itu perlahan-lahan jatuh membuat kekacauan menjadi lebih parah.


Seo Jun-Woo berhasil mencari cara untuk melarikan diri dari tempat itu. Dan sekarang mereka berada cukup jauh dari musuh-musuh.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Kim Jung-Hwa yang terluka itu, segera turun dari papahan Seo Jun-Woo, mencoba meminum Potion yang dia bawa. Namun sepertinya efeknya tidak begitu baik, melihat wajahnya masih pucat walaupun sudah meminum obat-obat itu dari tadi.


"Racun...." Kata Seo Jun-Woo panik, tidak mengira Kim Jung-Hwa sepertinya terkena efek racun disaat seperti ini.


"Kamu jangan banyak bergerak dulu,"


Mereka mulai duduk disalah satu tempat yang menurut mereka cukup aman.


Seo Jun-Woo yang mendengar itu kembali mengingat kejadian itu, jika yang dimaksud kejadian itu, bukankah itu artinya pertarungan yang dia lakukan dengan wanita sebelumnya, semuanya adalah bagian dari ilusi?


Seo Jun-Woo emang sudah merasa Aneh ketika dia memotong tubuh Lust, dan bagaimana lawannya itu mengembalikan tubuhnya seolah tidak pernah terjadi apapun.


Dan sekarang semuanya masuk akal, semua ilusi dari awal. Dia sudah memasuki ilusi serangan awal yang mereka lakukan.


Pantas saja, Kim Jung-Hwa bisa memiliki luka sampai separah ini. Dia dikeroyok dari berbagai posisi yang tidak menguntungkan.


"Sialan. Sebenarnya siapa mereka,"


"Penghuni Dimensi lain,"


Jawaban Kim Jung-Hwa cukup mengejutkan.


"Apa katamu?"


"Mereka yang mengatakannya sendiri, Si Pria itu, pamer soal dirinya, salah satu dari Seaven Deadly Sin, Greed."


Seo Jun-Woo kembali mengingat-ingat beberapa informasi yang dia miliki. Namun memang dia tidak pernah tahu ada Constellation atau Raja Iblis apapun yang memiliki julukan semacam itu.


"Lalu kenapa mereka disini?"


Kim Jung-Hwa lalu menunjukan cystal yang saat ini kosong, di depan Seo Jun-Woo.


"Ini..."


"Aku tidak yakin, namun sepertinya mereka mencoba mengambil Fregmen Cahaya,"


Seo Jun-Woo menjadi terdiam ketika mendengar ini. Kuil ini jelas kuil rahasia milik seseorang, Mikaela Sang Acrhangel tentu saja tahu lokasi tempat ini karena dia pemilik Istana Baru. Bisa dibilang kuil aneh ini merupakan sebuah ruangan rahasia yang terlihat sangat rahasia sekali.


Jika ada seseorang yang mengetahui tentang hal-hal yang ada di ruangan rahasia di dimensi ini, pastilah ada hubungannya dengan kulil ini.


"Perintah Raja Iblis. Sial, sepertinya situasi lebih buruk daripada yang kita duga, Raja Iblis meminjam kekuatan dari Dimensi Luar."


"Apa anda tahu tentang hal-hal ini?"


Seo Jun-Woo sendiri, tidak benar-benar tahu tentang hal-hal ini. Namun dia teringat ketika berada di Dimensi Kegelapan.


Keberadaan Dimensi lain jelas sudah di konfirmasi. Dimensi yang pernah di hancurkan oleh Dewa Kegelapan, Dimensi yang rusak, dan target berikutnya adalah Dimensi ini.


Dia juga teringat kata-kata Constellation tanpa nama sebelumnya yang menjelaskan alasan Dewa Kegelapan menghancurkan Dimensi.


'Kerena Sudah Takdir untuk Dunia hancur, takdir Alam semesta.'


Seo Jun-Woo merasa itu tidak masuk akal. Dewa Kegelapan menyerang untuk menghancurkan dimensi mereka?


Ini hal yang sudah dari awal di tentukan?


Terdengar tidak masuk akal.


Lalu bagaimana dengan penghianatan Zodiak?


Jika Para Zodiak tidak berkhianat, apakah Dewa Kegelapan tetap akan menyerang?


"Constellation-Nim?"


Kata-kata itu membuyarkan lamunan Seo Jun-Woo. Membuatnya tersadar dari pikiran aneh yang muncul.


Tidak, ini masih salah Zodiak, jika mereka tidak berkhianat, setidaknya kehancuran tidak akan terjadi begitu cepat. Bahkan walaupun semuanya ditakdirkan untuk hancur, tidak untuk sekarang.


"Apakah kamu sudah cukup membaik? Aku rasa sebaiknya kita harus kembali menceritakan hal-hal ini pada yang lain,"