
Seo Jun-Woo kali ini masih mencoba bertarung dengan sekuat tenaganya walaupun seluruh tubuhnya terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Perlahan-lahan energi dalam tubuhnya juga terkuras dengan cepat akibat kemampuan-kemampuan yang dia keluarkan.
Gerakannya juga sedikit makin melambat jika di bandingkan saat melawan Lust sebelumnya.
CRASSSS
Benturan antara dua senjata yang beradu bertemu di udara. Greed sepertinya bisa menahan serangannya dengan cukup baik, namun juga tidak memberikan serangan yang cukup baik. Bisa dilihat juga, jika lawannya sepertinya bukan tipe petarung.
Seo Jun-Woo mendengar namanya ada Greed, bagian dari Seaven Deadly Sin.
'Apakah dia mencari sesuatu di Kuil ini?'
Seo Jun-Woo mencoba menebak keinginan lawannya saat ini. Jika dipikir lagi satu-satunya alasan kenapa dua makhluk aneh itu berani memasuki Istana Sang Acrhangel, terlebih bisa menemukan keberadaan Kuil misterius ini, pasti karena perintah seseorang.
Pemilik Kuil yang sebenarnya, tentu saja tidak perlu di pikirkan hal itu sebenarnya sudah jelas, apalagi di luar ternyata ada serangan dari Dua Raja Iblis.
"Apakah ini Perintah Raja Iblis Lucifer?"
Walaupun Seo Jun-Woo cukup yakin dengan hipotesisnya tidak ada salahnya untuk mencoba memastikan lagi barangkali bisa mengorek beberapa informasi dari lawannya itu dan mencari tahu hal apa yang benar-benar mereka cari di kuil misterius ini.
"Apakah Aku memiliki kewajiban untuk mengatakan hal-hal itu padamu?"
Tentu dengar nada angkuh dari lawannya itu.
Seo Jun-Woo juga tidak mau terlalu berharap mendapatkan informasi apapun mari fokus untuk bertarung saja. Dia bisa mencari tahu nanti dan melihat hal-hal di kuil ini.
Ada Crystal aneh, dan cermin misterius, mungkin saja salah satu dari benda-benda ini yang dicari.
[Kemampuan Shadow Blast diaktifkan]
Seo Jun-Woo lagi-lagi menggunakan kemampuan kegelapannya untuk menyerang lawannya, juga di imbangi dengan serangan pedang miliknya. Greed sedikit ceroboh hingga bagian wajahnya sedikit tergores.
Lawan Seo Jun-Woo mundur kebelakang, kali ini mulai mengeluarkan suatu benda aneh dari balik baju yang dia pakai. Itu adalah sebuah kotak, lalu segera dilemparkan.
Hal berikutnya yang terjadi, sebuah mahluk yang terlihat familiar muncul di depan Seo Jun-Woo. Ini mahluk aneh dengan banyak tentakel hitam yang dia lihat di pertarungan antara Acrhangel Mikaela dan Para Raja Iblis sebelumnya, hanya saja ukurannya lebih kecil.
Tidak ada informasi yang tertera pada mahluk itu, yang memancarkan energi yang seolah bukan dari dimensi manusia ataupun dari dimensi ini, kekuatan yang mengerikan.
Seo Jun-Woo kali ini, merasa lawannya sepertinya benar-benar mulai serius, dia juga tidak bisa menjadi lengah dan segera memanggil Shadow miliknya, Charles yang sebelumnya sempat hancur karena kekurangan mana. Mengunakan kemampuannya sebelumnya saat mode kegelapan, menguras begitu banyak mana sehingga semua satu miliknya harus di hilangkan.
Seo Jun-Woo sedikit cemas, apakah Kim Jung-Hwa tidak apa-apa sendiri?
Ini bukan saatnya untuk memikirkan hal itu.
Ketika Charles di panggil, ekspresi Greed segera menjadi buruk, dan berkata,
"Hah, lagi-lagi kamu menyuruhku untuk melawan mahluk lemah keras kepala itu?"
Namun bukan Seo Jun-Woo yang membalas kata-kata tajam itu, namun Charles sendiri.
"Untuk seseorang yang bahkan tidak bisa mengalahkanku terlalu banyak berbicara,"
Setelah mengatakan itu, Carles juga mulai mempersiapkan pedang miliknya dan mulai menggunakan kemampuannya untuk mendekat kearahnya Greed. Seo Jun-Woo yang melihat ekspresi percaya diri dari Shadow miliknya itu, merasa sedikit lega.
Butuh banyak mana dan kekuatan sihir untuk bisa memanggil mahluk bayangan semacam ini. Seo Jun-Woo sejujurnya tidak bisa membayangkannya seberapa banyak mana dan kekuatan sihir yang dimiliki oleh Raja Iblis Lucifer, yang sepertinya bisa memanggil begitu banyak Undead level tinggi seperti ini.
Ini bukan saatnya mengeluh, Seo Jun-Woo lagi-lagi mulai meminum Potion energi lagi, namun ada batas seberapa banyak minuman seperti ini bisa digunakan. Ini adalah botol terakhir, jika minum lebih dari ini tidak akan memberikan efek dan malah hanya memberikan efek samping.
Sebenarnya, Seo Jun-Woo juga mulai merasakan gelombang energi Fregmen Cahaya yang ada di dalam dirinya terus bergejolak dari tadi. Dia ingat, sebelumnya pernah menyetap cystal misterius dengan Kim Jung-Hwa, dia bahkan belum sempat mengatur energi baru yang dia dapatkan karena terburu-buru dengan pertarungan berikutnya.
Sepertinya efeknya cukup tertunda, dan sekarang Seo Jun-Woo barulah merasakan efek bagaimana energi itu bergejolak mungkin karena selama ini dia terlalu mengandalkan kekuatan kegelapan jadi sedikit mengabaikan tentang perubahan fragmen cahaya yang dia miliki.
Pertama, Seo Jun-Woo mulai mengedarkan energi cahaya ke seluruh tubuhnya, mencoba untuk mencuci efek dari penggunaan fragmen kegelapan yang berlebihan sekaligus untuk menstabilkan fragmen energi cahaya yang dia didalam dirinya.
Namun segera, darah mulai keluar dari mulut Seo Jun-Woo. Perasaan menyakitkan kembali muncul efek dari pertarungan dan juga tambahan efek dari penyesuaian kekuatan.
Mahluk tentakel menyerang kearah Seo Jun-Woo, dengan gelombang energi, dan disisi lainnya juga mencoba menangkapnya dengan tentakel yang dimiliki mahluk itu.
Seo Jun-Woo mengaktifkan Volid Slash, untuk menebas tentakel itu, namun sisi tentakel yang terpotong segera beregenerasi, belum lagi potongan tentakel yang jatuh ketanah itu, tiba-tiba masih bergerak sendiri seperti makhluk hidup, dan berubah seperti ular yang bergerak menuju Seo Jun-Woo.
Darah hitam keunguan terlihat dari sisi tentakel yang terpotong, darah hitam itu mulai mengumpal dan membentuk sebuah jeli yang menempel pada tentakel yang terpotong di lantai itu, seperti mulai membentuk sebuah mata kecil di sana.
Sebuah mulut juga mulai terbentuk, Seo Jun-Woo yang melihat itu tiba-tiba merasa sangat mual.
Apakah ini kemampuan Dewa Jahat dari Dimensi luar?
Sangat beruntung, dia sebelumnya bisa menghancurkan tubuh Lust berkeping-keping, jika tidak dan tubuh itu malah beregenerasi seperti itu hal-hal buruk mungkin terjadi.
Lalu bagaimana cara menangani ini?
Sepertinya, butuh untuk diletakkan sampai ke akar-akarnya. Seo Jun-Woo mulai mengaktifkan kemampuan deteksi, dan melihat aliran-aliran mana yang terhubung satu sama lain antara makhluk itu dan tentakel yang tumbuh.
Sepertinya prinsipnya sama, dengan mengirimkan mana ke pecahan tentakelnya itu bisa bergerak dan menjadi hidup.
Harusnya, juga bisa benar-benar menghancurkan tubuh utamanya ini akan selesai. Kebetulan ada kemampuan yang cocok juga untuk itu.
[Kemampuan Holy Fire Burst diaktifkan]
Segera, bola-bola api berwarna keemasan muncul, ini adalah Api Suci yang menghancurkan kejahatan, harusnya efeknya akan bertambah jika mahluk yang dilawan memiliki atribut jahat seperti makhluk aneh yang dilawannya itu.
DUARRRR
Dalam sekejap, Seo Jun-Woo mulai mengarahkan api miliknya pada mahluk tentakel, dan benar saja api itu benar-benar memiliki efek yang bagus dan membakar makhluk tentakel aneh itu dalam sekejap.
"Sungguh menarik, kamu bahkan bisa mengunakan Kemampuan dari Arcangel Uriel? Padahal Aku kira kamu bukan Avatarnya,"
Mendengar komentar itu, Seo Jun-Woo tersenyum penuh percaya diri dan berkata,
"Aku memang bukan Avatarnya, aku bisa menggunakannya karena memang aku hebat,"
"Dasar banyak omong!"
Greed menjadi kesal, dan mulai mengubah tongkat emas miliknya menjadi sebuah pedang, dengan pedang itu dia menebas Shadow Charles yang ada di hadapannya. Dan bergerak dengan cepat menuju ke arah Seo Jun-Woo.
Namun sebelum dia sampai kearah Seo Jun-Woo, Shadow Charles yang terbelah itu, dengan cepat meregenerasikan dirinya dan bergerak segera kedepan Seo Jun-Woo menangkis serangan Greed.
"Sialan!"
Jika ada yang bertanya, kenapa Greed tidak bisa mengalahkan Shadow Charles dari pertarungan sebelumnya itu mungkin karena sifat Shadow itu, yang akan bangkit berapa kali pun ditebas dan dihancurkan sama seperti bayangan itu sendiri yang tidak terbentuk, Greed mengalami kesulitan tentang bagaimana menghancurkan Shadow itu.
Tipe Kekuatannya jelas tidak cocok dengan pertarungan jenis ini. Jadi cara satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah untuk menghabisi langsung Sang Panggilan, yaitu Seo Jun-Woo. Tidak ingin bertarung sia-sia dengan Shadow miliknya.
"Kerja bagus!" Kata Seo Jun-Woo pada Shadow Charles yang bergerak dengan tepat, dengan ini Seo Jun-Woo bisa mendapatkan kesempatan untuk memberikan serangan balasan mulai menebas Greed.
CRASSS
Senjata keduanya saling beradu, Greed yang merasa terdorong kebelakang, oleh serangan dari dua orang itu mencoba mengubah senjatanya, senjata menjadi lentur dan mulai melilit senjata milik Seo Jun-Woo dan Shadow Charles.
"Cih, ini bahkan lebih buruk daripada cambuk!"
Namun Seo Jun-Woo memiliki beberapa ketertarikan pada senjata itu, senjata yang bisa berubah bentuk sesuai keinginan pemiliknya pasti benar-benar sangat berguna untuknya yang bisa menggunakan berbagai macam senjata.
Seo Jun-Woo kembali mundur kebelakang, Charles sendiri memanfaatkan dirinya sebagai umpan untuk menahan Greed. Seo Jun-Woo tentu saja tidak senang dengan cara bertarung Shadow Charles, dia tahu sekarang Charles bukan lagi mahluk hidup, itulah kenapa dia berani menjadi umpan semacam itu.
Semakin waktu berlalu, rasa sakit di tubuh Seo Jun-Hee juga semakin tidak tertahankan begitu juga dengan mana miliknya yang terkuras dengan cukup cepat. Kali ini, dia butuh satu serangan pamukas untuk mengakhiri ini dengan cepat.
Seo Jun-Woo segera mulai mengumpulkan energi yang tersisa di dalam tubuhnya, walaupun sempat batuk darah lagi, karena terlalu memaksakan diri dengan kondisinya yang seperti ini.
'Tidak, Aku harus kuat!! Sedikit lagi aku yakin masih bisa menggunakan kemampuan itu!'
Sebuah serangan yang akan mengakhiri ini dengan cepat, juga sebuah kemampuan baru yang dia dapatkan.
[Kemampuan Wave of The Light and Darkness diaktifkan]
Seo Jun-Woo merasa, dia akhirnya mendapatkan kemampuan ini setelah menyerap Crystal misterius sebelumnya. Sepertinya, itu juga bagian dari Fregmen Cahaya dalam tubuhnya.
Gelombang energi cahaya dan kegelapan mulai berkumpul di hadapan Seo Jun-Woo, dia juga mulai berkeringat, dan merasakan rasa pusing di kepalanya akibat menggunakan kemampuan ini.
[Jumlah Mana milikmu kurang untuk mengaktifkan kemampuan penuh dari Wave of The Light and Darkness, Kemampuan output akan di sesuaikan]
Seo Jun-Woo yang menahan gejolak raksasa sakit, dan rasa dari energi terkuras itu, merasa kesal dengan pemberitahuan yang muncul. Tidak mengira akan kekurangan mana untuk mengaktifkan kekuatan penuh dari kemampuan ini. Seo Jun-Woo masih ingat bagaimana Raja Iblis Lucifer menggunakan kemampuan yang sama, namun tingkatnya jelas berbeda.
'Sepertinya Aku masih harus lebih banyak mengasah kemampuan ini.'
Sekarang, Seo Jun-Woo mulai memfokuskan energinya dan dalam sekejap gelombang energi cahaya dan kegelapan itu menuju ke arah Greed dan Shadow Charles. Greed tentu saja awalnya tidak ingin diam saja dan ingin mencoba kabur, namun Charles menahan Greed agar tidak bisa lari dari sana.
"Kurang Ajar!!!'
Greed menjadi marah, karena bisa-bisanya terkena umpan seperti ini.
Cahaya dan Kegelapan segera memenuhi isi dari ruangan itu, menyebar ke mana-mana.
DUARRRRR DUARRR
Dalam sekejap, ledakan energi mulai terjadi di sana bersama dengan gelombang energi itu, membuat Seo Jun-Woo tidak benar-benar bisa melihat apa yang terjadi di depannya.
"Hah...."
Begitu menggunakan kemampuan itu tubuhnya menjadi sangat lemas, seolah bisa jatuh kapan saja. Bahkan untuk berdiri saja membuatnya kesulitan.
"Sialan, sepertinya Aku berlebihan...."
Seo Jun-Woo mencoba untuk tetap bisa berdiri untuk melihat apa yang terjadi dari balik ledakan. Namun tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, dia yang lemas itu mulai kehilangan tenaga dan mulai terjatuh.
Namun ketika Dia mengira akan terbaring di lantai sebuah tangan hangat menangkapnya.
"Constellation-Nim tidak apa-apa? Maaf saya datang terlambat,"
"Sialan, kamu benar-benar datang sangat terlambat!"
Bersama dengan itu, pemandangan didepan Seo Jun-Woo segera terlihat, namun dari balik ledakan, dia tidak menemukan apapun, apakah itu tubuh Greed yang terluka parah, ataupun Shadow Charles.
Seo Jun-Woo mengira, apakah tubuh Greed benar-benar hancur menjadi debu?
Namun bagaimana bisa tidak ada jejaknya sedikitpun?
Seolah-olah tidak pernah ada disana sebelumnya.
Seo Jun-Woo menjadi sedikit waspada, jangan bilang, Greed berhasil melarikan diri dari kemampuannya itu?
Namun Seo Jun-Woo sudah tidak memiliki mana yang tersisa bahkan untuk mengaktifkan kemampuan deteksi sederhana.
"Hati... Hati..." Guma Seo Jun-Woo dengan lemas.
Kim Jung-Hwa yang mendengar itu juga segera menjadi waspada, dan mengaktifkan kemampuan deteksi miliknya.