
Beberapa pengawal, mulai ada di sekitar Zhang Wei untuk mencoba melindungi keselamatan Tuan mereka, Zhang Wei sendiri, terlihat mulai mengeluarkan senjata miliknya, yaitu sebuah tombak. Namun jelas saja Zhang Wei masih ketakutan, karena merasa kemampuannya saat ini sudah menurun termakan usia daripada ketika dirinya masih muda dan masih ada pada masa jaya nya.
"Kalian, cepat singkirkan musuh-musuh itu!"
Salah satu Pengawal, yang sepertinya memiliki kemampuan yang cukup hebat segera menggunakan salah satu kemampuannya untuk menghilangkan kabut asap, untuk mencoba menemukan musuh di sekitar mereka.
Namun ketika kabut asap hilang tidak ada siapa-siapa hanya ada beberapa pengawal yang terkena ledakan terkapar di tanah. Sekarang salah satu pengawal didekat Zhang Wei, segera mulai menyadari situasi yang terjadi jadi dia segera memberikan perintah,
"Aku mau minta kepada semua anggota pengawal untuk membuka topeng kalian!"
Ya, tentu saja sebagai pemimpin kelompok pengawal, dia setidaknya mengenali semua anggota bawahannya untuk memastikan tidak ada penyusup. Satu demi satu pengawal yang ada di sekitarnya mulai memperlihatkan wajahnya.
Seo Jun-Woo sendiri, tentu saja sudah memperkirakan akan terjadi situasi itu jadi dia segera cepat cepat bersembunyi didalam bayangan, masih mencoba mencari cara untuk menyerang.
Seo Jun-Woo tidak mengira diantara para pengawal itu ada yang memiliki kekuatan cukup hebat.
'Itu pasti bukan Rank A biasa,'
Sebelumnya, Seo Jun-Woo tidak merasakan kemampuan orang itu karena dia sepertinya berlindung di balik topengnya, benar-benar menyembunyikan kekuatannya dan sekarang ketika topeng itu mulai dibuka kekuatan dan aura miliknya mulai menyebar. Menunjukkan aura menyeramkan dan aura membunuh yang kuat.
Pengawal-pengawal lainnya, tidak ada yang sekuat dia namun dengan adanya beberapa pengawal yang masih tersisa termasuk pengawal Rank A, tentu masih merepotkan untuk Seo Jun-Woo. jadi dia masih berusaha menyembunyikan dirinya sambil menemukan cara untuk mengurangi jumlah musuh.
Dia berpikir keras, namun sepertinya tidak ada artinya jika terus dian semakin banyak waktu orang-orang itu akan lebih banyak bisa berkoordinasi. Seo Jun-Woo lalu mulai mengunakan Shadow Clone, beberapa bayangan hitam mulai muncul, ini hanyalah beberapa bayangan untuk setidaknya mengecoh musuh.
Salah satu kemampuan yang dia dapatkan setelah Rank A. Setiap bayangan, tidak memiliki kemampuan khusus ataupun bentuk wajah khusus hanya terdiri dari kegelapan. Setidaknya mereka masih bisa digunakan untuk melemparkan Bom atau sesuatu.
Seo Jun-Woo memerintahkan bayangan bayangan itu untuk menyebar, ada sekitar 6 bayangan yang dia buat, mulai menyebar kak berbagai arah. Saat ini, musuh ada sekitar 6 juga, termasuk Zhang Wei dan Hunter Rank A itu.
Prioritas Seo Jun-Woo sekarang, adalah untuk memusnahkan Hunter penjaga yang lainnya, mereka tidak begitu kuat namun jika bekerjasama dan keroyokan jelas merepotkan.
Setelah hitung mundur tertentu, Seo Jun-Woo segera memberikan aba-aba agar para bayangannya itu mulai melemparkan berbagai pem yang sudah disiapkan.
Lawan tentu tidak siap dengan serangan mendadak itu, mencoba untuk menghindari lemparan bom namun sayangnya pem kali ini adalah bom beracun.
"Jangan hidup ini semuanya mengandung racun!" Kata salah satu Hunter disana, yang memperingatkan teman-temannya.
Seo Jun-Woo tentu saja segera mengaktifkan kemampuannya dan mulai bergerak cepat juga.
[Kemampuan Shadow Manipulation diaktifkan]
[Kemampuan Solarflare di aktifkan]
Sekarang bola kegelapan dan cahaya yang Seo Jun-Woo buat, sudah menjadi lebih banyak sekitar 10 dia segera menggunakan bola-bola berkecepatan tinggi itu untuk menyerang musuh, keakuratannya tentu cukup tinggi juga.
Tiga musuh yang masih kebingungan di dalam kabut berhasil terkenal serangan itu. Seo Jun-Woo tidak melepaskan kesempatan ini untuk melemparkan bom asap beracun lagi mulai terjun sendiri kesana, membunuh salah satu Hunter Rank B yang tersisa dengan Phantom Sword.
Tepat ketika Seo Jun-Woo hendak melarikan diri, dia sudah di sergap oleh Hunter level A sebelumnya.
"Jadi kamu penyusup nya! ani beraninya kamu melakukan ini kepada semua anak buah ku!" Katanya dengan marah, sambil mulai mengaktifkan kemampuannya.
Orang itu, segera berubah dalam wujud sesuatu yang bukan manusia, kulitnya perlahan-lahan berubah menjadi merah ada dua tanduk di kepalanya, lalu sayap di punggungnya, itu adalah bentuk Transformasi dari Iblis, mirip monster yang berada di dalam Dungeon, yang biasanya memiliki pertahanan yang cukup kuat pergerakan yang lincah, dan sihir yang cukup kuat.
Seo Jun-Woo tidak pernah mengira akan bertemu dengan pengguna Kemampuan Transformasi yang setinggi ini. Namun ini cukup menarik juga untuk menguji kemampuan yang dia miliki.
"Habisi penghianat itu! Jangan sampai biarkan dia lolos!" Kata Zhang Wei dari samping, sepertinya dia cukup percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki oleh bawahannya itu.
Seo Jun-Woo lalu mulai mengaktifkan Kemampuannya yang lainnya, merasa sepertinya tidak perlu menyembunyikan kemampuannya di tempat seperti ini.
[Kemampuan Nightfall diaktifkan]
Seo Jun Woo mulai mengeluarkan kegelapan yang misterius dan mematikan yang dapat membuat musuh kebingungan dan mengurangi kemampuan bertempur mereka, kabut asap tidak berujung mulai muncul, berbeda dari Bom Asap yang bisa dihilangkan sekejap, hal-hal ini benar-benar cukup mengganggu dan juga memberikan beberapa Debuff pada musuh.
Seo Jun-Woo sengaja tidak mengeluarkan dari awal, karena masih ingin memberikan serangan kejutan, bagaimanapun juga dalam pertarungan semakin banyak kartu yang disimpan semakin baik.
[Kemampuan Volid Slash diaktifkan]
Seo Jun-Woo segera mulai maju ke depan dan menyerang musuh itu dari belakang, sayangnya, musuh itu berhasil menghindari serangannya, Seo Jun-Woo kembali menghilang dalam Night Fall yang dibuatnya, mencoba untuk mencari celah musuh.
[Kemampuan Shadow Blast diaktifkan]
Gumpalan energi kegelapan mulai bermunculan, kali ini Seo Jun-Woo sudah bisa membuat lebih banyak energi kegelapan, itu mulai menyerang kearah musuh, walaupun tidak secepat Solarflare, namun daya ledaknya masih cukup baik, dan tersamarkan dalam kegelapan.
Musuh sepertinya terkena salah satu Shadow Blast, Seo Jun-Woo tidak mengabaikan kesempatan ini untuk bergerak maju menggunakan pedangnya, dan mengunakan Volid Slash.
Segera, pedangnya bertemu dengan Kampak itu lagi, tangan kanan musuh sepertinya sudah terluka cukup parah. Membuat pegangan Kampak mulai melemah.
Namun, musuh mulai mengeluarkan sebuah ledakan sihir dari tangan kirinya diarahkan pada Seo Jun-Woo.
[Kemampuan Luminous Shield diaktifkan]
Kemampuan itu menciptakan perisai Cahaya yang cukup kuat, berhasil menahan sihir ledakan Arcane Blast dari musuh. Musuh jelas terkejut dengan Perisai tembus pandang dan bersinar itu, terlihat sangat menyilaukan di antara kegelapan.
Orang yang paling terkejut adalah Zhang Wei, yang awalnya menonton dengan tenang, mungkin karena ketakutan, dia segera mencoba melarikan diri dari Night Fall.
Seo Jun-Woo tentu tidak cemas orang itu pergi, dia sudah memberikan tanda padanya dengan Shadow Mark, sehingga kemanapun dia pergi pasti akan bisa ditemukan setidaknya, dalam Arena ini. Sebenarnya Seo Jun-Woo sedikit cemas jika hal-hal ini akan menarik perhatian Para Constellation juga. Namun Seo Jun-Woo sudah menemukan caranya.
Ya, mungkin dia terinspirasi pada Penyerang Misterius itu, dengan kemampuan kegelapan, sepertinya bisa memblokir Channel Constellation agar tidak bisa menonton untuk beberapa saat, Prisai pelindung Kegelapan yang sudah dia pasang di sekitar gedung ini, tentu saja itu memiliki jangka waktu.
Merasa bukan saatnya untuk membuang terlalu banyak waktu di sana, Seo Jun-Woo segera memutuskan untuk menggunakan salah satu serangan pamungkasnya.
[Kemampuan Dark Shadow Blast di Aktifkan]
Ini menciptakan ledakan kegelapan yang lebih mengerikan dari pada Shadow Blast biasa, musuh yang sekarang sudah menjadi cukup lemah itu tidak siap dengan ledakan energi yang begitu besar mengira awalnya itu hanya ledakan energi Biasa seperti sebelumnya.
DUARRRR
Bersama ledakan itu, Night Fall menghilang, dan Mayat hitam dari Hunter level A itu, terbaring di lantai.
"Sungguh, itu ternyata serangan penghancur yang lebih kuat daripada yang aku kira namun menggunakan terlalu banyak energi,"
Seo Jun-Woo merasa cukup puas dengan kemampuan barunya, karena sudah pemanasan Bukankah saat ini tiba untuk hidangan Utamanya?
Seo Jun-Woo mulai tersenyum lalu menuju ke arah Zhang Wei melarikan diri itu.