
Pertarungan Seo Jun-Woo bersama dengan Guild Guardian of Calestial berjalan dengan lancar, Seo Jun-Woo juga berhasil membunuh Bos Monster sampai Portal itu tertutup. Sekarang, Emiliana sedang menyembuhkan beberapa orang yang sempat terluka akibat pertarungan itu.
Seo Jun-Woo sendiri, sedang menyendiri di ujung tempat Istirahat, melihat pemandangan yang ada di depannya.
Bisa terlihat, bagaimana Guild Guardian of Calestial bekerja sama dengan baik. Mereka juga tidak begitu banyak bertanya atau meragukan dia ketika Seo Jun-Woo bergabung. Kerja sama Tim mereka juga sangat bagus.
Mereka memadukan kekuatan dari Elemen Cahaya dengan baik. Mereka memang tidak memiliki Fregmen of The Light, namun Kekuatan Cahaya berasal dari Constellation mereka.
Heavenly Realm Constellation, tempat tinggal Para Archangel pengikut Constellation of The Light.
"Apa yang kamu lamunkan dari tadi?" Kata Emiliana yang tiba-tiba datang ke samping Seo Jun-Woo setelah menyelesaikan urusannya.
"Tidak ada. Aku hanya berpikir bahwa kamu memiliki Guild yang cukup bagus,"
"Benar. Untukku, Guild Guardian of Calestial adalah Rumah untuk kembali. Master Guild di masalalu, yang menemukan Aku dan Kakakku yang terlah kehilangan segalanya setelah Dungeon Outbreak. Memberikanku harapan dan membawaku tempat ini. Mimpiku adalah Melindungi Guild ini, Keluargaku."
Kata-kata itu terdengar cukup asing bagi Seo Jun-Woo, yang selalu menghabiskan waktu lebih banyak sendirian. Membuatnya hampir lupa Apa makna dari sebuah Keluarga, sejak tidak ada orang yang ada disisinya.
Sayangnya, ketika keduanya sedang memiliki percakapan yang baik. Sebuah pemberitahuan tidak terduga muncul di hadapan Emiliana.
[Constellation 'Mother of Holy Fire' berkata dengan panik, "Untuk seluruh Anggota Guild Guardian of Calestial agar segera kembali ke Markas, saat ini Markas Pusat di serang oleh Raja Iblis.]
Seo Jun-Woo terkejut melihat perubahan ekspresi pada gadis yang duduk di sampingnya itu.
"Ada apa?"
"Markas di serang ... Ini ... Oleh Raja Iblis ... "
Emiliana terlihat gemetar dan memiliki wajah pucat ketika mengatakan itu. Mungkin karena dia menjadi teringat kenangan buruk ketika berada di dimensi Kegelapan. Lebih dari itu, dia sangat khawatir dengan keadaan Guildnya.
"Tenanglah, Emiliana. Semuanya akan baik-baik saja, tenangkan dirimu dulu."
"Tapi bagaimana ini? Aku tidak mengira mereka bergerak begitu cepat, namun kenapa Guild ku?"
Seo Jun-Woo terdiam mendengar pertanyaan itu karena dia tidak tahu juga jawabannya. Apa tujuan Sang Raja Iblis?
"Mari kita kesana dengan gerbang Teleportasi,"
Posisi mereka kebetulan ada di Luar Negeri. Sayangnya, bahkan untuk menuju ke Gerbang Teleportasi terdekat masih membutuhkan begitu banyak waktu. Karena lokasi mereka yang cukup terpencil.
"Sial, kapan mobil ini sampai ke Gerbang Teleportasi?" Kata Emiliana panik.
"Tenanglah dulu."
Keduanya juga tidak lagi mendapatkan pemberitahuan setelah pesan sebelumnya. Bahkan Emiliana tidak bisa menghubungi Kakaknya yang ada di markas. Membuat perasaannya semakin tidak karuan.
Butuh waktu sekitar 2 jam, sampai mereka tiba di Markas Utama Guild Guardian of Calestial.
Namun pemandangan yang menunggu mereka adalah sesuatu yang tidak terduga.
Ada mayat dimana-mana, mayat-mayat yang terlihat familiar, dengan wajah pucat, dikelilingi oleh energi kegelapan. Mayat-mayat yang mirip zombie itu seolah menyambut kedatangan orang-orang yang baru saja datang.
Emiliana benar-benar menjadi ketakutan ketika melihat pemandangan yang ada di depannya. Terutama setelah melihat wajah Kakaknya yang bergerak kearahnya.
"Emi ... Pergilah dari sini ... "
"Akhhhhh....."
"Tidak.... Akhhh... Pergi Emi ... "
Pria itu terlihat memiliki wajah pucat, seolah mencoba untuk mengendalikan dirinya namun tatapan matanya segera berubah menjadi hitam, penuh dengan kegelapan.
Emiliana menghampiri Kakaknya Charles, namun Charles segera menyerang Emiliana dengan pedang ditangannya.
Seo Jun-Woo Tentu saja tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan gadis itu. Dia awalnya mengamati situasi, dan menggunakan sihir deteksi di tempat itu.
Namun apa yang dia temukan sangat mengejutkan.
Tidak ada tanda-tanda mahluk hidup di Arena itu.
Lalu itu artinya ...
Orang-orang yang menatap kearah mereka sekarang ...
Seo Jun-Woo bahkan tidak pernah membayangkan kemungkinan ini.
"Emiliana jangan mendekat kesana!"
"Ap-- Apa maksudmu? Tidakkah kamu melihat? Kakakku terlihat sedang kesakitan! Aku harus segera menolongnya!"
Seo Jun-Woo tidak tahu bagaimana harus mengatakan kenyataan yang ada di depan matanya itu.
"Emiliana ... Dia .. Dia bukan lagi Kakakmu ..."
"Apa maksudmu?"
"Kemu teringat dengan Raja Iblis yang kita lawan sebelum kita melarikan diri?"
"Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan tentang hal itu?"
Seo Jun-Woo kembali menatap kekacauan yang ada di depannya. Tempat itu hampir rata dengan tanah, gedung hancur. Namun yang begitu aneh adalah tidak ada satupun mayat yang terbaring di tanah.
Yang ada adalah, 'mahluk' bernama hitam yang menatap tajam kearah mereka.
Seo Jun-Woo menjadi begitu marah sekarang. Ini bahkan hanya dua jam sejak kabar penyerangan itu datang namun tempat ini sudah menjadi seperti ini.
Hanya ada satu Raja Iblis yang mungkin bisa melakukannya.
Seo Jun-Woo dengan cemas, mulai memindai ke arah sekitar mencoba mencari target yang dia takuti itu.