The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 47: Pembukaan Museum (Part 1)



Mendengar salah satu pertanyaan dari reporter, Seo Jun-Woo segera melihat ke arah sekeliling dan memang benar jika di sana ternyata tidak hanya ada Reporter, namun ada beberapa Hunter di ujung sana, salah satunya seseorang yang terlihat Familiar yang baru saja memasuki mobilnya sepertinya hendak pergi dari sana setelah melihat Anggota Ekpersi Keluar dengan aman.


Seseorang dengan rambut silver tertentu, dan memakai topengnya.


Seo Jun-Woo cukup kagum dengan Master Guild itu, sepertinya karena ada sinyal keanehan dari Dungeon, dia buru-buru kesini untuk memeriksa keamanan Anggota Guildnya?


Benar-benar Master yang perhatian, pantas saja, Choi Hana dan Viona banyak memujinya ketika berada didalam Dungeon.


Sepintas, tatapan Seo Jun-Woo bertemu dengan tatapan orang itu, yang kebetulan membuka jendela mobilnya. Seo Jun-Woo jelas buru-buru memalingkan wajahnya, entah kenapa merasa tidak nyaman bertemu dengan orang itu takut-takut orang itu curiga padanya atau sesuatu.


Lebih baik untuk tidak terlalu menjadi pusat perhatian.


Dan itu adalah akhir dari Dungeon itu, malam itu setelah beberapa urusan dengan Tim selesai, Seo Jun-Woo segera kembali ke apartemennya seperti biasanya.


Malam itu, Seo Jun-Woo memilih untuk beristirahat dengan tenang memulihkan kondisi tubuhnya, dan baru keesokan harinya dia mulai menyerap Core Monster dari Dungeun. Dan benar saja kekuatannya segera meningkat sangat pesat setelah menyerap Core itu.


[Selamat! Fregmen of The Darkness naik ke Level A+. Beberapa Kemampuan Khusus ditambahkan.]


Lalu pemberitahuan tentang Statistik Seo Jun-Woo yang menjadi semakin meningkat hingga mencapai batas bawah level A, kira-kira diatas 160.


Ketika Seo Jun-Woo yang saat ini merasa berkeringat dan nyeri di seluruh tubuhnya itu, dia segera mulai berbaring lagi, mencoba menstabilkan energi yang ada di dalam tubuhnya yang benar-benar meningkat pesat.


Ini benar-benar hal yang baik, apalagi dia memiliki Liontin Hadiah Dungeon sebelumnya.


Ketika dia mulai bersantai tiba-tiba ponselnya segera berbunyi, itu ternyata adalah sebuah pengingat dari sesuatu.


"Sial, Museum akan di buka hari ini? Sungguh? karena belakangan terlalu sibuk Aku sampai lupa dengan hal-hal penting ini, Museum Lima Pahlawan,"


Seo Jun-Woo yang mengingat itu segera memiliki perasaan tidak senang, mengigatkan pada Insiden Penghianatan itu...


"Seandainya saja mereka tidak berkhianat, Pasti Aku tidak akan ... "


"Tidak, Apa gunanya memikirkan soal masa lalu? Lagipula mereka juga sudah mati karena Usia, hanya tinggal satu orang yang masih hidup, dia kabarnya akan jadi salah satu tamu yang akan memberikan sambutan di Museum nantinya, yang paling muda di antara kami, namun dia..."


####


Itu adalah Sore hari ketika Pembukaan Museum. Jelas sekali ada begitu banyak orang yang sudah datang di sana, mulai dari yang muda sampai orang-orang yang cukup tua. Seo Jun-Woo yang melihat kerumunan orang itu entah kenapa merasa tidak senang.


Karena Seo Jun-Woo tahu semua kenyataan yang sebenarnya bahwa pahlawan yang mereka puja tidak lebih dari para penghianat dan penipu, semua cerita kepahlawanan mereka adalah tipuan dan manipulasi.


"Wow, lihat nanti Pahlawan Zhang Wei akan melakukan pembukaan! Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengannya!" Kata seorang anak muda dengan semagat.


Seo Jun-Woo tentu saja mengenali nama ini dengan baik, ini adalah Junior termudanya, saat itu dia baru di usia belum delapan belas tahun, jadi jika sudah tujuh puluh tahun, itu artinya dia mendekati 90 tahun?


Seberapa tua itu?


Dan benar saja, ketika Seo Jun-Woo mulai menerobos kerumunan dan mulai berjalan ke depan dia mulai melihat seseorang mulai muncul dari belakang panggung untuk memberikan sambutan. Pria itu sekarang memiliki rambut putih yang dominan, dengan sedikit surai hitam yang tersisa, penampilan seorang Kakek yang cukup tua.


"Saya sangat senang bisa diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan disini,"


Bagian pertama dari sambutan itu, adalah Hal-hal yang tidak ingin Seo Jun-Woo dengar, hanya beberapa omong kosong tentang Hunter sekarang dan pemberian semagat.


Benar-benar penuh omong kosong, namun tiba-tiba sambutan itu beralih ke sebuah cerita kenangan di masa lalu.


"Sayang sekali, rekan-rekan saya sudah lama pergi, rasanya seperti baru kemarin kami berlima memasuki Dungeon Alter Ego Dewa Kegelapan, tidak tapi berenam. Ini sebenarnya sebuah cerita yang sudah lama di Rahasiakan. Ya, Aku merasa mungkin ini saat yang tepat untuk aku menceritakan kenangan dari pertarungan hari itu... Tentang siapa Penghianat diantara kami, dulu ada seseorang bernama Seo Jun-Hee, pemimpin Tim kami, namun ternyata dia adalah Avatar Dewa Kegelapan, Ini adalah sebuah cerita tragis jika aku mengingatnya... Teman-temanku saat itu banyak berkorban karena Penghianatan nya..."


Semua orang yang berada di sana jelas saja menunjukkan keterkejutan, tentu saja semua orang kurang lebih mungkin tahu kejadiannya, namun demi keamanan hal-hal itu dirahasiakan terutama Identitas Penghianat itu, tidak ada foto ataupun namanya yang tersebar luas karena diblokir oleh petinggi dianggap hal-hal itu berbahaya jika namanya tersebar lebih luas, mungkin hanya orang-orang dari masa lalu yang benar-benar tahu nama itu.


Seo Jun-Woo segera menunjukkan ekspresi kemarahan ketika mendengar cerita itu, ketika namanya di kehidupan sebelumnya disebut-sebut.


Penghianatan apa?


Kalian berlima yang meninggalkan Dungeon dan hampir membunuhnya!