The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 159: Eye's of Darkness



Ketika Seo Jun-Woo mulai menatap kearah langit, wajahnya segera diiringi oleh ketakutan yang mendalam ketika melihat 'Mata' yang tertutup itu. Rasanya masih sangat menyeramkan ketika 'Mata' itu masih tertutup.


Rasa ngeri benar-benar mulai memasuki seluruh tubuh Seo Jun-Woo. Seolah teror yang menghantuinya ketika berada di Dimensi Kegelapan telah kembali.


"Bagaimana bisa ... "


Ketika rasa panik itu menyerang, 'Mata' yang awalnya tertutup itu tiba-tiba saja terbuka, tatapan 'Mata' itu, segera bertemu dengan tatapan Seo Jun-Woo. Seolah 'Mata' itu, menembus langsung sampai hati Seo Jun-Woo.


'Aku menemukanmu ... Serpihan Kegelapan,'


Sebuah kata-kata yang tidak terdengar seperti suara manusia segera muncul didalam pikiran Seo Jun-Woo. Hal-hal itu hanya berlangsung dalam sekejap mata, karena 'Mata' itu kembali tertutup.


Namun dalam diri Seo Jun-Woo seolah ledakan kekuatan yang tidak terkendali mulai memasuki dirinya. Kekuatan kegelapan yang selama ini dia pinjam dan andalkan, disisi lainnya juga kekuatan yang paling dia takuti.


Jika memikirannya, Dewa Kegelapan adalah esensi dari Kegelapan itu sendiri. Jadi bagaimana bisa dia melawannya dengan Kekuatan Kegelapan?


['XXX' berkata lagi dengan nada santai, "Tidak ada yang perlu kamu takutkan. Tidak seperti Dewa Kegelapan benar-benar bisa menembus masuk Dimensi ini. Lihatlah bagaimana itu hanya 'Mata' itu yang ada disana, dan lagi hal-hal itu, Hanya selalu tertutup seperti itu sejak pertama kali muncul kemarin. Bahkan keberadaan Dewa Kegelapan masih di rasa terlalu kuat untuk Dimensi ini."]


Seo Jun-Woo yang melihat pemberitahuan yang ada di depannya itu tersegera tersadar dari lamunannya. Jantungnya yang sempat penuh dengan rasa tidak nyaman, kembali stabil.


"Barusan, hal itu terbuka," kata Seo Jun-Woo lagi, masih mengingat tatapan mengerikan yang seolah menembus hatinya itu.


['XXX' berkata, "Jangan bicara macam-macam, tidak ada yang seperti itu. Itu masih tertutup, jika itu tiba-tiba terbuka pasti orang-orang akan segera panik,"]


Tepat ketika itu, Perawat yang sebelumnya, datang dengan dokter dan perawat lainnya yang terlihat ingin memeriksa keadaan Seo Jun-Woo. Bagaimanapun, mereka buru-buru kesana karena Seo Jun-Woo adalah Pasien VVIP mereka, yang di kirim oleh Guild-Guild Penting.


"Itu ... Tuan Seo Jun-Woo? Kenapa wajah anda pucat? Apakah anda tidak apa-apa?" Tanya perawat Ahn terlihat cemas.


"Apakah kamu melihat bagaimana hal diatas sana tadi tiba-tiba terbuka?" Tanya Seo Jun-Woo tiba-tiba, yang segera mendapatkan ekspresi bingung dari Sang Perawat dan Dokter.


"Tidak ada yang seperti itu."


Seo Jun-Woo yang mendengar jawaban itu masih tidak percaya dan sekali lagi menujuk ke arah atas.


"Tidak! Mata itu barusan terbuka dan menatap ke arahku!"


Seo Jun-Woo jelas merasa tatapan yang barusan dia lihat jelas bukan khayalan sama sekali, itu pasti nyata, 'Mata' yang mengawasi gerak-geriknya.


"Tuan Seo Jun-Woo mohon tenang dulu. Mungkin anda masih sedikit tertekan karena keadaan, ini cukup wajar. Mari lakukan pemeriksaan dulu," kata Sang Dokter mencoba menenangkannya.


Seo Jun-Woo akhirnya tidak lagi mencoba berbicara pada orang-orang itu. Hanya berpikir, mungkin saja 'Mata' itu barusan terbuka hanya bisa dilihat olehnya. Dia mencoba menenangkan dirinya dan kembali duduk ditempat tidur dan melakukan segala macam prosedur pemeriksaan.


Tidak lama sampai kabar Seo Jun-Woo yang sadar menyebar, dan segera beberapa kawan Seo Jun-Woo yang khawatir jelas segera datang. Salah satunya adalah Choi Hana.


Seo Jun-Woo tentu terkejut melihat kedatangan gadis itu.


"Tuan Seo Jun-Woo akhirnya sudah sadar."


"Kamu ... "


Seo Jun-Woo ingin bertanya kenapa gak di situ ada di sana bukannya Guild Starlight juga harusnya cukup sibuk?


"Saya di utus Master untuk memeriksa kondisi anda, saat ini Master sedang ada di Tokyo dan mengurus beberapa kekacauan disana, jadi dia tidak bisa kesini langsung."


Termasuk situasi yang tiba-tiba kacau ini, juga tentang masalah Constellation itu.


"Aku mengerti. Ucapkan Terimakasihku padanya."


"Ya."


Choi Hana tidak berencana disana terlalu lama, karena sepertinya gadis itu juga cukup sibuk dia hanya mampir, bertanya seputar keadaan Seo Jun-Woo dan berniat pergi dari sana.


"Mau kemana?"


"Aku harus ke perbatasan. Aku baru saja mendengar laporan bahwa di sana tiba-tiba muncul Gerbang,"


Seo Jun-Woo tanpa pikir panjang, segera berdiri dan berkata,


"Biarkan aku ikut ke sana."


"Tidak Tuan Seo Jun-Woo. Anda harus lebih banyak beristirahat."


"Ayolah, jangan mulai lagi. aku sekarang sehat dan baik-baik saja kamu juga sudah mendengarnya dari dokter bukan? Aku sama sekali tidak terluka atau apapun, hanya kehilangan beberapa mana, dan setelah tidur dari kemarin bukankah Aku sekarang baik-baik saja?"


"Tapi Tuan Seo Jun-Woo ... "


"Aku hanya ingin memeriksa keadaan secara langsung,"


"Baiklah."


Seo Jun-Woo lalu bangun dan mulai memakai peralatan dari Inventorynya, berniat keluar dari sana, sayangnya ketika dia ndak keluar dari sana dan membuka pintu, dia segera dihadapankan oleh seorang gadis yang familier.


Tatapan keduanya bertemu, namun segera gadis cantik itu berlari dan menghindari tatapan Seo Jun-Woo. Terlihat dari tadi gadis itu mengintip dari balik pintu.


"Cha-Eun?"


Namun secepat gadis itu muncul, gadis itu juga segera menghilang dengan begitu cepat dan melarikan diri ke lorong.


Choi Hana juga melihat seluruh kejadian itu lalu segera berkata,


"Nona Lee Cha-Eun sepertinya merasa bersalah tentang semua kejadian ini dan semua yang menimpa Anda,"


Ekspresi Seo Jun-Woo segera menunjukkan rasa tidak senang dan hanya bisa menghela nafas.


"Harusnya dia tidak perlu seperti itu. Nanti Aku akan coba berbicara dengannya."


Saat ini Seo Jun-Woo masih memiliki banyak hal penting yang harus dia urus, dia segera melanjutkan rencananya dan pergi dengan Choi Hana ke pinggiran Kota.


Selama perjalanan menuju tempat itu, Seo Jun-Woo melihat pemandangan kota yang sangat sepi seperti tidak ada penghuninya. Seperti yang dia lihat dari jendela Rumah Sakit. Masih ada banyak mayat monster dimana-mana. Beberapa Tim yang terlihat seperti sebuah tim evakuasi sepertinya sudah mulai membuat tanda di kawasan-kawasan itu, dan membereskan beberapa kekacauan. Beberapa mayat manusia juga di angkat oleh Tim Evakuasi.


Seo Jun-Woo sudah lama tidak melihat pemandangan yang mengerikan ini yang benar-benar mirip dengan tujuh puluh tahun yang lalu.


Tatapannya kembali menatap ke arah langit, dan sekali lagi melihat 'Mata' itu sekali lagi terbuka seolah-olah sedang melihat gerak-gerik nya dan semua hal yang dia lakukan sekarang.


Rasanya masih sangat ngerti untuk diawasi seperti ini dia masih tidak terbiasa.