
Saat itu, Zhang Wei sedang berjalan di taman terlihat akan kembali ke Hotel tempat mereka akan menginap setelah menyelesaikan beberapa urusan penting, itu awalnya adalah malam yang tenang dan damai karena tempat itu cukup sepi. Tiga orang itu tentu saja cukup lengah dan tidak mengira bahwa akan ada sebuah tombak cahaya yang mengarah ke arah mereka atau lebih tepatnya itu mengarah pada Zhang Wei, benar-benar tepat melewati sisi kepalanya, dan memberikan beberapa gores luka kepada wajahnya.
"A-- Apa-apaan itu..." Kata Zhang Wei merasa ketakutan karena tiba-tiba diserang dari jarak jauh seperti itu, karena dia tidak terlalu waspada dan karena umurnya tentu saja dia tidak bisa merespon tepat waktu, atau karena serangan itu benar-benar sangat cepat hingga tidak mudah disadari. Dia jelas saja merasa nyawanya barusan terancam, terror itu terlihat mengerikan untuknya yang sudah lama pensiun.
Hal itu jelas membuat Zhang Wei lebih kaget dan ketakutan terlebih setelah melihat tombak cahaya itu tertancap di pohon terlihat seperti sebuah tombak yang sangat familiar.
"Maaf Tuan, kami sempat ceroboh dan tidak mengetahui serangan musuh," kata salah satu Bodyguard dengan ekspresi menyesal di wajahnya, namun Zhang Wei tidak memperhatikan kata-kata dari pengawalnya itu tatapan matanya menjadi fokus pada tombak yang saat ini tertancap di pohon, di tombak itu masih terpancar kilat-kilat dari sihir cahaya yang memiliki bentuk yang familiar.
"Jun-Hee... Tidak... Ini tidak mungkin..."
Wajah Zhang Wei saat ini mulai pucat dan berjalan mundur sambil gemetar, membuat dia tersandung dan jatuh ke tanah.
"Tuan anda tidak apa-apa?" kata salah satu pengawal mencoba untuk membantu atasannya itu berdiri, namun Zhang Wei segera menolak dan menepisan tangan itu setelah dia lebih sedikit menenangkan hatinya, dia segera berdiri walaupun rasa takut masih ada di hatinya dan segera memberikan perintah pada dua pengawalnya itu.
"Kenapa kalian diam saja cepat cari sumber serangan barusan!!"
Seolah mengerti dengan perintah itu salah satu pengawal segera pergi dari sana menuju ke arah tombak itu di lempar, sedangkan Zhang Wei sekarang masih menatap ke arah tombak yang ada di pohon itu dengan ekspresi tidak nyaman. Dia berkata pada dirinya sendiri, bahwa Jun-Hee sudah mati, tidak mungkin untuk tiba-tiba menyerangnya seperti itu.
Namun bagaimana bisa ada serangan yang begitu mirip dengan milik orang itu?
Hal-hal barusan yang dilihatnya seperti orang itu baru saja bangkit dari kuburnya dan ingin balas dendam, dari lemparan tombak itu masih sedikit tersisa Aura membunuh yang mengerikan dari sana.
"Tidak! Ini mungkin hanya orang lain yang iseng."
Dia sekali lagi mencoba untuk menenangkan dirinya namun tetap saja masih ketakutan, sampai salah satu pengawal yang mencoba mencari jejak serangan itu datang kembali dengan membawa berita kosong.
"Kami tidak menemukan apapun, Tuan,"
"Sialan, minta para pengawal lain untuk memeriksa tempat ini sekarang juga dan juga urus soal tombak yang ada di pohon itu aku akan kembali ke hotel,"
Setelah memberikan perintah dia segera kembali ke hotel tempatnya menginap namun sayangnya malam itu dia dihantui mimpi buruk. Tentang keberadaan tertentu yang mengejarnya dan memburunya.
Sayangnya insiden malam itu tanpa adanya jejak sedikitpun, bahkan walaupun sudah diselidiki tetap saja tidak ada jejak seolah-olah hal-hal itu perbuatan dari hantu yang menghilang tanpa jejak.
####
Sejak malam itu, terutama sejak Seo Jun Woo datang ke Museum dia menjadi semakin rajin untuk pergi ke Dungeon, hampir tidak ada waktu luang yang tersisa, antara 2 sampai 3 hari sekali dia akan memasuki Dungeon. Entah itu Dungeon milik Asosiasi, atau beberapa Dungeon Bebas sekitar Rank B-A, atau mungkin beberapa Dungeon yang baru muncul namun segera dideteksi oleh Seo Jun Woo.
Ini adalah salah satu waktu di mana dia baru saja menyelesaikan Solo Dungeon level B, walaupun menyelesaikan semuanya sendiri, namun hasilnya membuat Seo Jun Woo merasa tidak puas.
Seo Jun-Woo segera memilih untuk meninggalkan tempat itu Dan Kembali menuju apartemennya. Setelah memasuki Dungeon, Tentu saja dia sudah memiliki cukup uang untuk setidaknya pindah ke Apartemen yang lebih bagus dari nyaman, terutama tempat yang cukup tenang yang bisa membuat dia fokus untuk berlatih.
Benar-benar tidak ada waktu yang disia-siakan karena selama jeda Dungeon, dia waktunya untuk berlatih secara fisik ataupun melatih sihirnya, mencoba beradaptasi dengan tubuh dan statistik baru yang dia miliki.
Hal-hal untungnya berjalan dengan baik selama beberapa minggu ini, tidak ada lagi kecelakaan di Dungeon.
"Hmm, Namun sepertinya hari-hari ketenangan segera berakhir,"
Seo Jun-Woo segera menatap ke arah langit.
"Besok Malam, pertemuannya akan berjalan,"
Seo Jun-Woo tentu saja sudah bersiap hari ini untuk perjalanan menuju Kota Y, salah satu tempat pinggiran kota, sepertinya tempat yang cukup sepi.
Cukup naik beberapa Kereta sampai bisa tiba disana. Ketika dia sampai di sana dan menemukan itu hanyalah sebuah pelabuhan biasa, Seo Jun Woo merasa kaget.
Tidak pernah mengira jika tempat pertemuannya akan menjadi setenang itu. Kota kecil di pinggiran pelabuhan. Sepintas tempat itu mungkin hanya menjadi salah satu objek wisata yang akan sering dikunjungi, karena tempat itu cukup indah.
"Beberapa orang sial, sepertinya mencoba melakukan hal-hal buruk di tengah kota yang damai dan tenang ini,"
Seo Jun-Woo benar-benar diliputi kemarahan, segera dia menuju ke penginapan yang sudah dia pesan untuk bersiap-siap pada pertemuan nanti malam. Banyak hal yang harus disiapkan salah satunya adalah berbagai macam senjata yang akan dia gunakan.
Dia memang sudah kuat Namun siapa tahu ada hal-hal tidak terduga terjadi.
Seo Jun-Woo bahkan sudah menyiapkan berbagai jenis Racun yang dia beli di Pasar Gelap. Resistensi Racun yang dimiliki Seo Jun-Woo sekarang sudah cukup tinggi jadi bisa menggunakan bom asap racun dengan lebih nyaman dengan tingkat racun yang lebih tinggi tentu saja.
Sampai waktu akhirnya berlalu dan malam segera tiba. Sampai pada hari dimana pertemuan itu berlangsung.
Seo Jun-Woo lalu mulai mendatangi sebuah Bar atau semacam Club, tempat yang cukup ramai di mana orang-orang berkumpul. Suasananya memang tidak seramai dengan Club yang ada di kota namun tetap saja itu masih termasuk ramai dan penuh dengan orang.
Seo Jun-Woo tentu saja sudah mengunakan penyamarannya dan mengenakan sebuah topeng yang menutupi sebagian wajahnya, dan untungnya tidak ada orang yang curiga ketika dia memakai topeng.
Seo Jun-Woo sejujurnya harus berterima kasih kepada Ketua Guild Starlight, yang mempopulerkan hal-hal seperti memakai topeng di sebagian wajahnya. Hal-hal itu membuat Seo Jun-Woo bisa bergerak lebih leluasa tanpa dicurigai oleh orang-orang.
Seo Jun-Woo mulai menatap ke arah sekeliling tempat itu dan merasa tidak ada yang aneh. Sampai kemudian, dia segera melihat seorang gadis yang terlihat sangat cantik mulai memasuki ruangan itu.
Gadis itu, memiliki rambut hitam dan sedikit pirang di ujungnya, mata birunya yang indah, juga pakainya yang modis dan elegan, sepintas benar-benar tidak cocok dengan Bar pinggiran seperti ini.