
DUARRR
Lagi-lagi, sebuah ledakan besar terjadi, kali ini Leo yang meminjam tubuh Cha-Eun itu, lagi-lagi tidak bisa menghindari serangan gabungan Seo Jun-Woo dan Kim Jung-Hwa dengan baik. Membuat dia terlempar ke belakang, kearah Kang Min-Hee berada.
"Sialan! Min-Hee apa yang dari tadi kamu lakukan! Kenapa tidak segera menghabisi orang yang bersama Phoenix itu!"
"Maaf, Constellation-Nim dia ternyata lebih kuat daripada yang Aku kira."
"Sialan, Aku tidak pernah membesarkan seorang yang selemah kamu!"
Kang Min-Hee yang kena marah itu dalam hatinya juga merasa sangat kesal pada Constellation yang ada dihadapannya itu, yang bahkan tidak bisa mengatakan Phoenix dari tadi, dan malah terkenal serangan bertubi-tubi.
Mereka berdua tidak bisa terlalu banyak berbicara karena lagi-lagi sebuah serangan diarahkan ke keduanya.
Serangan kali ini, masih sama kuatnya seperti sebelumnya, kekuatan Cahaya yang begitu kuat dan meledak-ledak. Leo hampir tidak bisa menahan serangan itu lagi dan lagi-lagi, terlempar kebelakang.
Sekarang, Laser Cahaya mulai datang kearah mereka juga, membuat keduanya kewalahan untuk menghindari serangan-serangan itu. Tempat itu juga menjadi penuh dengan kilauan Cahaya yang sangat terang, yang mengaggu penglihatan mereka berdua.
Leo sendiri, ketika menatap ke arah serangan serangan cahaya yang bertubi-tubi itu, tubuhnya menjadi sedikit gemetar. Dia pernah merasakan keberadaan yang seperti ini, yang menggunakan kekuatan cahaya sebesar ini.
Keberadaan yang paling dia takuti, Sang Constellation of The Light itu sendiri.
Selama ini, tidak ada apapun yang membuatnya takut, namun melihat Kemampuan Cahaya yang begitu kuat itu tiba-tiba membuatnya merasa sedikit ketakutan.
Harusnya, sudah tidak ada lagi seseorang yang mewarisi Kekuatan Fregmen of The Light yang mendekati Constellation of The Light. Hanya ada satu orang, yang dulu hampir mencapai level itu.
Seseorang yang sudah dia lenyapkan.
Keberadaan orang itu, juga sama menakutkannya seperti Constellation of The Light itu sendiri, seolah-olah dia adalah jelmaan dari Sang Constellation.
Sesuatu yang selalu ingin dia hindari itulah kenapa dia menggunakan berbagai cara untuk menyelanyakan orang itu.
Jika bertanya kenapa, alasannya yaitu, dalam sebuah Ramalan yang pernah dia dengar dari Zodiak Libra, dahulu kala, tentang bagaimana semua Constellation Zodiak berakhir.
Pemandangan di mana bintang-bintang jatuh, tidak menyisakan satupun Bintang Zodiak di langit. Dia kira, awalnya itu karena dimakan oleh Kegelapan.
Semua akan kembali pada Kegelapan, sebuah Takdir Akhir dari Seluruh Alam Semesta.
Takdir yang tidak bisa di hindari.
Namun yang dia lihat dalam ramalan Libra, yaitu bagaimana Zodiak berakhir di makan oleh Cahaya itu sendiri. Lenyap termakan oleh Cahaya yang paling terang, menjadi batu asah Cahaya itu untuk menjadi lebih terang lagi.
Itu adalah awal dari semua rencana ini.
Tidak ingin dimakan oleh Constellation yang lebih kuat, dan ingin tetap bertahan, itulah kenapa dia mencari kelemahan Constellation of The Light. Lalu ingin menjadi yang terkuat, dan bertahan sampai akhir.
Dia sudah berhasil dalam semua rencananya, melenyapkan Sang Constellation...
Sampai akhirnya, kemunculan seseorang yang bah jelmaan Sang Constellation of The Light.
Ketika ketakutan kembali menghampirinya.
Kemunculan Sang Pahlawan Manusia, Seo Jun-Hee.
Dengan segala cara, lagi-lagi dia sudah berhasil melenyapkannya gangguan itu untuk selamanya. Untuk menghilangkan semua kecemasannya, dia melenyapkan semua Pemilik Fregmen of The Light selama bertahun-tahun.
Sampai penguna Fregmen of The Light terakhir sepuluh tahun lalu, seseorang yang dia lupa namanya.
DUARRR
Namun sekarang, dia lagi-lagi di selimuti oleh kekuatan Cahaya yang ada disekitarnya, kekuatan cahaya yang akan menelannya hidup-hidup membuat bintangnya tidak lagi terlihat, dan perlahan-lahan menghilang.
"TIDAKKKK.... INI TIDAK BISA!!"
Dalam bayang-bayang, sekali lagi Leo merasakan ketakutan yang dia hindari. Keberadaan familiar, yang seolah selalu menghantuinya dan tidak pernah membuatnya tenang.
"Constellation of The Light Sialan!!!"