
[Kemampuan Ignition diaktifkan]
Kali ini, bahkan sebelum Seo Jun Woo sempat bicara dia sudah mengaktifkan salah satu kemampua nya untuk mengubah objek di sekitar Seo Jun-Woo menjadi bola api, lalu mengarahkannya kearah Seo Jun-Woo dengan kecepatan tinggi.
[Kemampuan Luminous Shield di aktifkan]
Lagi-lagi, Seo Jun-Woo cukup waspada dan mulai membuat perisai cahaya di sekitarnya untuk menghindari dari ledakan bola api itu. Sayangnya, itu bukan akhir dari serangan Phoenix.
[Kemampuan Blaze Strike diaktifkan]
Kali ini, Phoenix menciptakan kekuatan api yang sangat kuat pada titik fokus tertentu di Prisai Cahaya milik Seo Jun-Woo, sehingga dapat menghancurkan pertahanan Prisai itu.
Suara retakan dari Prisai yang ditembus segera terlihat. Seo Jun-Woo tentu tidak hanya memasang satu Prisai, dia sudah bersiap dengan Prisai Kegelapan, lalu mulai menyelinap masuk ke dalam kedalam bayangan dengan Shadow Step untuk menghindari serangan itu.
Phoenix sempat kebingungan mencari jejak lawannya yang tiba-tiba menghilang, segera mengaktifkan kemampuan Api yang lebih besar.
[Kemampuan Firestorm diaktifkan]
Dia mulai menciptakan badai api yang sangat besar, sehingga dapat menghancurkan semua yang ada di sekitarnya, mencari keberadaan Seo Jun-Woo yang tersembunyi. Seo Jun-Woo yang melihat bagaimana api berkobar secara membabi-buta disekitarnya, merasa kesal.
'Tidakkah ini terlalu berlebihan?'
Karena kesal, Seo Jun-Woo segera mengambil pedangnya, mulai menciptakan sayap Kegelapan dan mulai tenang dengan kecepatan tinggi ke arah Phoenix, menyerang nya dengan Volid Slash. Tentu saja, Phoenix sangat anggap dan segera menangkis serangan itu dengan pedang miliknya.
CRASSS
Suara dua pedang saling beradu segera muncul. Phoenix sekali lagi, mulai mengaktifkan kemampuan api di sekitarnya mencoba menyerang Seo Jun-Woo, merasa tidak memiliki pilihan, Seo Jun-Woo mempertahankan diri dengan kumpulkan energi kegelapan dan cahaya di sekitarnya untuk menangkis serangan api itu.
Pemandangan terlihat mengerikan ketika api yang sangat besar bertemu dengan kumpulan energi kegelapan dan cahaya menciptakan sebuah ledakan yang membuat buah orang itu masing-masing terlempar.
Phoenix tentu segera menjaga keseimbangan nya menggunakan sayap Api yang dibuatnya untuk terus maju ke depan menuju Seo Jun-Woo.
Ketika dua pedang saling beradu lagi, Seo Jun-Woo segera berkata dengan marah,
"Tunggu! Aku bukan musuhmu!"
"Jangan bicara omong kosong! Kamu pemilik Kekuatan Kegelapan! Pasti Utusan Dewa Kegelapan!"
"Tidak! Ini tidak seperti itu!"
Namun ucapannya jelas tidak didengarkan, Phoenix segera menyerang dengan kemampuan penuhnya kearah Seo Jun-Woo, kuburan api di sekitarnya menjadi semakin panas dan semakin panas. Seo Jun-Woo menyelimuti dirinya dengan energi kegelapan untuk mempertahankan diri dari rasa panas yang menyengat.
Di saat seperti itu, Scorpio yang awalnya berbaring di tanah itu mencoba mencari kesempatan untuk melarikan diri, namun baik Phoenix dan Seo Jun-Woo cukup waspada dan bergerak mengarah ke target yang sama. Seo Jun-Woo memegang sisi kiri sedangkan Kim Jung Hwa memegang sisi kanan.
Sekarang tatapan keduanya saling bertemu dan disaat seperti ini, Seo Jun-Woo mencoba untuk menjelaskan situasi sambil menuju ke arah Scorpion.
"Lihat! Aku disini bukan orang jahat! Targetku adalah Avatar Scropio ini!"
Phoenix lalu menatap ke arah Hanzel, yang di kakinya ada semacam borgol dari Kekuatan Kegelapan, yang membuat dia menjadi waspada.
"Apa tujuanmu!"
"Tentu saja untuk memusnahkan orang-orang jahat seperti Para Zodiak!"
"Jangan pikir aku percaya dengan omong kosong mu! Apakah kamu Anggota Pemuja Dewa kegelapan? Sebelumnya jelas Aku bertemu dengan kalian, yang berniat sesuatu pada Avatar Para Zodiak!"
"Tidak! Aku sungguh tidak memiliki hubungan dengan mereka!"
"Cukup!!"
Seo Jun-Woo akhirnya melepaskan genggamannya pada tubuh Hanzel, membiarkan Phoenix untuk memegangnya. Tepat setelah dia melakukan itu, tubuh Hanzel segera dipenuhi oleh Api hitam ganas yang mematikan dan terbakar habis, bahkan belum sempat membuat Scropio miliki waktu untuk berteriak kesakitan, dan itu merupakan akhir dari Sang Constellation Scorpio.
Seo Jun-Woo menatap kearah mayat hitam dan hangus di tangan Phoenix dengan ekpersi rumit.
Dan sekarang, target Phoenix jelas kembali menuju kearah Seo Jun-Woo.
Bersama dengan itu, bintang-bintang di langit sekali lagi mulai berjatuhan seperti sebelumnya. Kumpulan bintang milik Scorpio perlahan-lahan mulai terjatuh. Pemandangan itu sekali lagi menciptakan pemandangan malam yang cukup indah, namun dua orang itu jelas tidak memperhatikan arah langit.
Phoenix terus melancarkan serangan nya kearah Seo Jun-Woo bertubi-tubi, dan Seo Jun-Woo mau tidak mau hanya mencoba mempertahankan dirinya dengan membalas serangan itu.
Sampai pada suatu titik, Seo Jun-Woo yang sebagian bajunya sedikit terbakar itu mulai tidak tahan lagi, sempat keceplosan.
"KIM JUNG HWA!! AKU MINTA TENANGLAH, BRENGSEK!!"
Dia mengatakan itu sambil terbang kedepan, mengayuhkan pedangnya kearah Phoenix. Mungkin karena Phoenix cukup terkejut ketika nama aslinya dipanggil itu menjadi terdiam dan membeku tidak sempat untuk menangkis serangan Seo Jun-Woo dengan pedangnya.
Seo Jun-Woo juga jadi panik ketika serangannya tidak ditangkis, disaat seperti itu dia bisa saja memberikan luka yang fatal kepada orang didepannya itu, namun itu cukup terlambat untuk menghentikan serangan nya sekarang, dia hanya bisa memperlambat sedikit gerakannya.
Dan akhirnya, serangan pedang Seo Jun-Woo mengenai topeng Phoenix, membuat topeng berwarna putih itu terbelah menjadi dua lalu wajah di balik topeng mulai terlihat. Itu merupakan wajah yang sangat familiar yang sudah lama tidak Seo Jun-Woo lihat.
Benar-benar wajah dari Kim Jung Hwa yang dia kenal. Hanya saja sosok yang ada di depannya itu, terlihat lebih dewasa dari yang dulu pernah dilihatnya.
"Kamu! Siapa kamu sebenarnya! Bagaimana bisa kamu tahu?"
Sekarang di hadapankan dengan pertanyaan itu, Seo Jun-Woo menjadi bingung harus menjawab seperti apa.
Namun Kim Jung Hwa, tidak menunjukkan ketenangan sama sekali dia kembali mengangkat pedangnya dan menyerang Seo Jun-Woo dengan kekuatan Apinya.
"Sialan! Aku bilang tenanglah sedikit!"
"Untuk seseorang yang tahu identitas ku, kamu tidak bisa dibiarkan hidup!"
Sial, Seo Jun-Woo merasa kali ini dia salah langkah. Dan tidak tau harus berkata apa lagi untuk menenangkan Kim Jung Hwa.
Pertarungan itu sekali lagi terus berlanjut dengan serangan Kim Jung-Hwa yang terus menerus.
Sampai, Seo Jun-Woo akhirnya memiliki sebuah ide.
"Aku ... Aku utusan dari Constellation 'The Forgetten Hero'. Aku di sini untuk membalaskan dendam miliknya dan untuk mendukungmu!"
Ketika mendengar nama Constellationnya di sebut, serangan Kim Jung-Hwa segera berhenti dan menatap tidak percaya.
"Apa kamu bilang?"
"Aku utusan dari Constellation 'The Forgetten Hero'!"
"Kamu berhenti bicara omong kosong! Tidak ada Constellation semacam itu!"
Ekpersi Seo Jun-Woo segera menjadi buruk dan berkata,
"Kamu! Kamu benar-benar tidak lagi mengingat pada Constellation yang memberimu semua kekuatan itu?"
"Kamu tidak tahu apa-apa!!! Dia yang pergi dan menghilang dengan egois!"
"Kim Jung-Hwa! Kamu jangan seperti itu! Ada alasan kenapa dia menghilang sementara yaitu untuk memulihkan kekuatannya!"
"Hah, lupakan omong kosong ini kamu pikir aku percaya padamu? Setahuku, Constellation'The Forgetten Hero', hanya memiliki satu Avatar, dan tidak mungkin memiliki utusan lain! Dan lagi ...."
Seo Jun-Woo jadi binggung tentang apa yang harus dia lakukan untuk menyakinkan pria yang ada di depannya. Bukan berarti dia bisa mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya bukan?
Bahwa dialah Constellation'The Forgetten Hero' itu sendiri.
"Percayalah padaku! Lihat Aku memiliki beberapa warisan dari Constellation'The Forgetten Hero' untuk mu! Aku memang bukan Avatarnya, hanya utusannya saja, disini angkat saja aku semacam pengantar pesan aku mendapatkan beberapa hadiah jika membantunya! Dia tidak bisa muncul di hadapanmu karena situasinya!"
"Warisan apa?"
Seo Jun-Woo sekarang menjadi panik sendiri, jika dia tidak memberikan sesuatu yang kira-kira berharga, Pria di depannya pasti akan lebih mengamuk dan menyerang ke arahnya lebih brutal.
Namun barang apa yang dia punya?
Sesuatu yang kira-kira berguna untuk Kim Jung-Hwa?
Tidak mungkin, Pedang berharga miliknya ini bukan?
Dragon Knight Sword adalah satu-satunya pedang hebat miliknya tanpa itu dia tidak bisa bertarung.
Lalu kira-kira barang apa?
Segera, Seo Jun-Woo terpikirkan sesuatu dan mengeluarkan sebuah telur dari Inventorynya.
"Ini adalah Telur Naga Api! Constellation 'The Forgetten Hero' memberikan ini sebagai hadiah untukmu karena memiliki atribut cocok! Ini adalah barang legendaris! Agar bisa menemanimu selama dia tidak bisa muncul dulu!"
Seo Jun-Woo segera melemparkan telur itu pada Kim Jung Hwa. Dan Kim Jung Hwa menangkap telur itu dengan ekpersi binggung.
Seo Jun-Woo benar-benar berapa tidak ikhlas memberikan Telur Naga Api ini, padahal dia sudah susah susah mengumpulkan Core Api dari Dungeon, untuk bisa menetaskan telur itu hanya beberapa langkah lagi sebelum telur itu menetas. Namun belakangan agak susah karena persentase inkubatornya tidak pernah meningkat lagi berapa banyak pun core Api yang dia berikan.
Benar-benar masalah.
"Kamu bisa memberikan kekuatan api mu pada telur itu untuk menetaskannya."
Kim Jung-Hwa masih menatap curiga kepada telur yang ada di depannya dan juga menatap curiga ke arah Seo Jun-Woo, namun dia juga merasa penasaran lalu mencoba mengaktifkan Kemampuannya. Dia tentu sudah memeriksa keterangan telur itu dan benar itu memang telur naga Api.
Mana tahu, ketika telur di berikan kekuatan Api milik Kim Jung Hwa telur itu beraksi.
[Tingkat Inkubator naik, 80/100%]
[Tingkat Inkubator naik, 90/100%]
.
.
.
.
Sebuah pemberitahuan tiba-tiba muncul. Telur itu, terus menyerap energi api panas dari Kim Jung Hwa, hingga akhirnya, mencapai tingkat 100%.
Hal-hal mengejutkan terjadi ketika telur itu mulai retak.