
Seo Jun-Woo sempat terteguh sesaat setelah mendengar hal-hal itu.
'Hevenly Realm merupakan Dimensi Khusus untuk tinggal Constellation Calestial Angel. Memiliki 12 Achagel yang memimpin kumpulan Rasi Bintang itu. Constellation Level Atas memiliki cukup pengaruh untuk membuat Dimensi mereka sendiri.'
Seo Jun-Woo yang mengingat fakta itu tiba-tiba merasa miris, dia ingat ketika dia menjadi Constellation hanya memiliki sebuah Ruangan Dimensi berukuran yang cukup kecil dan tidak memiliki apa-apa dan hanya hamparan putih, karena dia dulu Constellation level rendah.
Dan tentu saja, Para Zodiak juga memiliki Dimensi tempat mereka tinggal juga. Sayangnya, tidak mungkin untuk pergi kesana dan menghabisi langsung Constellation disana, kecuali memiliki semacam kekuatan dimensi atau sesuatu. Seo Jun-Woo memilih metode menggunakan Rantai Kegelapan, karena tidak memiliki pilihan.
Sejujurnya lebih nyaman jika langsung menghabisi Para Zodiak di lokasi mereka tinggal. Dan sekarang dihadapkan dengan sebuah kemungkinan baru, sesuatu seperti 'Gerbang Dimensi' yang bisa memasuki tempat tinggal Constellation, Seo Jun-Woo benar-benar merasa sangat tertarik.
Seo Jun-Woo yang mulai tenggelam dalam pikirannya itu segera tersadar, dan mulai menyusup diantara Iblis-ibis itu. Dia jelas tidak boleh ketinggalan setitik informasi pun dari tempat itu namun sayangnya setelah pembicaraan sebelumnya para iblis iblis ini pun tidak tahu apa-apa.
Sampai mereka tiba di sebuah Istana yang sangat megah. Seo Jun-Woo menatap tempat itu dengan ekpersi tidak percaya. Bagaimana cara dia menggambarkannya?
Seo Jun-Woo merasa pernah melihat istana seperti itu sebelumnya.
'Apakah ini mirip Istana yang ada di Heavenly Realm?'
Seo Jun-Woo pernah berkunjung kesana saat menjadi Constellation, terkadang Para Constellation suka mengadakan acara sosial semacam itu untuk ajang saling pamer.
Namun itu Bukan saatnya memikirkan hal itu. Istana yang dilihatnya benar-benar sangat mirip yang berbeda mungkin hanya simbol di gerbang. Dan yang lebih aneh lagi, Seo Jun-Woo segera merasakan pancaran dari Kekuatan Fregmen Cahaya berasal dari lokasi didalam Istana. Seo Jun-Woo merasakan firasat cukup buruk ketika merasakan energi itu.
Dia segera cepat-cepat, mulai memblokir kekuatan fragmen Cahaya yang ada di dalam dirinya dengan Kekuatan Kegelapan, untuk memastikan tidak ada kebocoran dan sampai diketahui sedikitpun. Soal Kekuatan Kegelapan, ditempat penuh Iblis dengan Kekuatan Kegelapan, apa yang perlu di khawatirkan?
Perasaan menyusup ini terdengar familiar, mengigatkannya saat memasuki Markas Shadow Legion. Sangat sayang, karena dia terjabak di Dimensi aneh ini, bahkan Clone miliknya yang menyusup ikut menghilang, Jadi sekarang dia tidak bisa lagi memantau aktivitas Guild itu.
"Hey, mau kemana kamu?"
Salah satu Iblis Penjaga, terlihat curiga ketika melihat Seo Jun-Woo yang berkeliaran di dalam istana itu. Dia lalu mulai memasang ekspresi segugup mungkin sambil berkata,
"Ti-- Tidak, Saya hanya sedikit tersesat ketika mengikuti Rombongan Tuan Diamblo."
Tentu, Seo Jun-Woo cukup berhati-hati agar tidak berkeliaran cukup dekat dengan Raja Iblis, mana tahu penyamarannya nanti bisa saja terbongkar jadi begitu memasuki istana dia memilih menyusup ke tempat lain.
"Hah, kamu ke sisi sana, tempat ini tidak boleh dimasuki, sebentar lagi Rapat akan di Mulai, kamu harusnya berjaga di Ruang Tunggu."
Setelah peringatan itu dia segera melarikan diri mencoba berpura-pura menuju ke arah ruang tunggu.
[XXX berkata dengan cemas, "Hey Aku memperingatkanmu untuk tidak dekat-dekat dengan Istana ini, semua hal yang ada di sini lebih berbahaya dari pada tempat lainnya di Luar sana, Raja Iblis Lucifer yang paling kejam dan berbahaya dari semuanya, kamu bahkan bisa saja tidak keluar hidup-hidup, dan yang paling parah jiwamu bahkan akan di manfaatkan."]
Ekpersi Seo Jun-Woo menjadi buruk ketika mendengar peringatan itu. Dia mulai menebak,
"Apakah Kemampuan adalah Necromancer?"
[XXX berkata, "Ini lebih dari Necromancer biasa, kamu akan tahu jika melihat dia secara langsung namun aku tidak merekomendasikan untuk melihat dia,"]
"Hah, kamu selalu memberikan penjelasan tidak jelas."
Seo Jun-Woo jadi kesal sendiri dengan penjelasan setengah-setengah itu. Dia benar-benar tidak berani bersikap ceroboh di sana, Raja Iblis mungkin lebih kuat daripada yang dia kira dan mungkin memiliki skill deteksi yang tinggi, bahkan penyamaran dengan bayangan bisa saja di ketahui, jadi yang paling aman sekarang Seo Jun-Woo hanya bisa menunggu di Ruang Tunggu.
Disana, dia bersama dengan Iblis-ibis pasukan dari Raja Iblis Diamblo, sampai kemudian dari dalam lorong menuju ruang rapat ada Iblis yang datang membawa Perintah.
"Tuan Diamblo sudah menyiapkan beberapa hadiah sebelum kesini, sekarang bersiap dan bawa itu ke Ruang Tahta."
Segera, beberapa orang berdiri, sambil membawa sebuah kotak khusus di sana terlihat segera mengikuti penjaga itu. Seo Jun-Woo baru saja memiliki sebuah ide lalu membuat sebuah Clone kecil untuk ditempelkan pada pembawa barang itu, seharusnya tidak ada yang curiga, karena pembawa barang juga memiliki kemampuan kegelapan.
Sebuah ruangan Tahta mewah segera terlihat, kemudian duduk di atas Tahta, Penampilan yang sangat mirip dengan manusia, memiliki rambut putih indah, kulit putih berseri, mata berwarna merah, dengan wajah yang terbilang cukup tampan. Hal yang membedakan, dari manusia adalah kedua sayap yang terlihat di punggungnya. Sesuatu seperti Sayap Malaikat dengan Dua Warna, Hitam dan Putih. Seolah seperti Simbol Cahaya dan Kegelapan.
Seo Jun-Woo juga merasakan Aura yang mendominasi sangat kuat dari orang itu, yang benar-benar lebih hebat dari Alter Ego Dewa Kegelapan, tidak hal-hal yang dia rasakan dari makhluk yang duduk dengan arogan di atas Tahta itu adalah kegerian.
Dia pernah merasakan hal ini sebelumnya saat ditatap langsung oleh Dewa Kegelapan dari balik Portal.
Sungguh?
Masih ada Mahluk yang begitu Kuat di tempat ini?
"Tuan Lucifer, ini adalah Hadiah dariku, silahkan di Terima." Kata Raja Iblis Diamblo menyuruh bawahannya itu segera memberikan kotak.
Raja Iblis Lucifer yang ada di atas Tahta itu segera mengambil kotak itu, dan membukanya.
"Heh, kamu benar-benar tahu seleraku. Jadi semua berjalan lancar?"
"Benar, itu adalah salah satu Sovenir dari Dunia Manusia, Salah satu Avatar milik 'Mereka' di segel didalam crytal itu, hal itu juga sesuatu yang di butuhkan oleh Tuan Lucifer untuk mencari Kordinar Heavenly Realm."
Segera, Crytal itu dikeluarkan dari dalam kotak, segera sebuah cahaya terang mulai muncul, dari kristal yang awalnya kecil segera menjadi Crytal Kaca yang besar. Setelahnya, didalam crytal kaca transparan itu, terlihat sosok wanita berambut pirang kecoklatan tengah tertidur disana.
"Hahahaha, ini benar-benar bagus, dengan itu salah satu Rencana kita berhasil, kamu benar-benar memanfaatkan orang-orang itu dengan baik."
"Tentu saja, sesuai Rencana Tuan Lucifer, Saya berhasil menyuruh mereka menjalankan rencana ini, Saya sudah berhasil membuat manusia-manusia bodoh itu membuka Portal Dimensi, dan bahkan membuat kekacauan, dan berhasil mendapatkan barang itu. Walaupun masih ada kegagalan dalam tahap Awal, sangat sayang Raja Iblis Belial gagal untuk menyeberang karena Portal yang tidak sempurna."
"Hah, itu karena dia terlalu lemah dan bahkan kalah oleh manusia-manusia lemah itu? Sudahlah, anggap saja itu sebagai Pelajaran, bagi yang lemah untuk dihancurkan."
"Lalu, Apa rencana kita berikutnya Tuan?"
"Aku akan segera mengurus pembuatan Gerbang Dimensi menuju kesana, kamu tenang saja aku akan memberimu kabar berikutnya ketika itu selesai."
"Baik, Tuan saya segera menunggu kabar baik."
"Ah benar, Aku sampai lupa, Orang itu... Dia berhasil mengunakan Sihir Pengendalian Jiwa?"
"Benar Tuan. Sesuai dengan petunjuk yang sebelumnya Tuan Lucifer berikan, Orang itu cukup berbakat. Dia berhasil memindahkan Jiwanya ke Tubuh Baru dengan aman."
"Memang, Aku tidak pernah salah melihat potensi hebat, Hah Para Orang Serakah yang mengejar Keserakahan, tidak cukup untuk menghianati temannya sendiri, kali ini dia berhasil menipu Constellationnya dan seluruh Dunia lagi dengan kematiannya, Haha bajingan licik itu,"
"Ya, Aiden Will memang seseorang yang berbakat dalam penipu, kita harus memanfaatkannya dengan baik."
Nama yang tidak pernah Seo Jun-Woo kira akan dia dengar, tiba-tiba saja muncul dalam percakapan dua raja iblis itu.
Kemampuan Pengendalian Jiwa?
Perpindahan Jiwa Ke Tubuh Baru?
Segera, Seo Jun-Woo teringat tentang pertemuannya dengan seseorang secara tidak sengaja.
Pemimpin dari Shadow Legion
Rambu pirang, tongkat dan gaya yang terlihat familiar.
'Tidak, apakah itu benar-benar si Brengsek itu?'