The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 111: The Broken Constellation (Part 2)



Tentu saja, hal yang barusan Seo Jun-Woo dengar adalah sebuah kejutan untuknya. Dia awalnya hanya menebak secara acak namun tidak mengira bahwa itu benar-benar nyata.


Tapi bagaimana bisa?


Tepat ketika dia memikirkan itu sebuah jawaban segera terjawab.


[XXX berkata, "Dimensi tempat kami semua awalnya tinggal sudah menyatu dengan Dimensi Dewa Kegelapan, tempat ini adalah kegelapan itu sendiri, semua cahaya sudah menghilang dari tempat ini, termasuk Cahaya milik Kami Para Constellation, kami tidak lagi memiliki Cahaya kami, Kekuatan, ataupun kedudukan, kami tidak mati, menghilang, ataupun jatuh namun kami bukan apa-apa, poin kami 1. Itu adalah Takdir bagi yang kalah, tengelam dalam keabadian tanpa bisa berbuat apa-apa."]


Kata-kata itu terdegar sedih, Seo Jun-Woo sebenarnya tidak cukup mengerti bagaimana itu. Takdir yang mengerikan, tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menonton.


Tenggelam dalam kegelapan abadi, mungkin Para Constellation ini juga melihat sendiri Dunia tempat mereka tinggal dihancurkan, kehilangan hal-hal berharga milik mereka. Namun mereka tidak bisa apa-apa selain melihat.


Ikut tengelam dalam keputusaan.


"Jadi begitu, itu adalah akhir yang tidak pernah Aku kira."


Tidak ada lagi kata-kata yang Seo Jun-Woo dengar lagi, segera dia pergi dari Kuil itu, menuju ke tempat yang sebelumnya di tujukan oleh Suara aneh itu. Daerah Kekuasaan Raja Iblis, Dia berjalan ke arah barat. Dan ternyata itu lebih jauh dari yang dia kira.


Dataran kegelapan itu, benar-benar begitu luas, pasti akan sangat merepotkan jika menjelajahi tempat itu.


Sampai setelah beberapa saat, Seo Jun Woo sampai di wilayah Raja Iblis. Kali ini, langit berwarna merah semakin terang. Dan berbeda dengan sebelumnya, tempat itu sepertinya tidak hanya memiliki makhluk kegelapan dan bayangan kali ini, ada beberapa Tipe Iblis disana, salah satunya adalah Tipe Api yang menarik.


"Vio, sepertinya ini adalah saatnya kamu bersinar,"


"Po!"


Seolah mengaguk semagat, Naga kecil itu pulau melangkah maju lebih dulu, terbang dengan sayap-sayap kecilnya lalu mulai menyerang salah satu Iblis yang cukup lemah. Seo Jun-Woo Tentu saja tidak bisa membiarkan naga itu melawan hal-hal yang lebih berbahaya, Setelah semua itu baru naga kecil yang keluar dari cangkang telur, namun dia tetap berharap dari insiden Ini bisa memberikan beberapa pertumbuhan pada naga itu.


[XXX berkata, "Kamu adalah orang yang menarik."]


Kali ini, Seo Jun-Woo hanya membaca layar transparan di depannya, sepertinya karena jarak tempat ini cenderung sangat jauh dari kuil, Constellation itu tidak bisa lagi mengunakan Suaranya?


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?"


[XXX berkata, "Siapa yang tahu? Aku hanya bosan karena tertidur terlalu lama.]


"Hah, pasti tidak ada apa-apa di tempat seperti ini."


[XXX berkata, "Benar, tidak ada apa-apa disini. Sungguh hanya ingin melihat cahaya lagi,"


Seo Jun-Woo yang mendengar itu, lalu segera tertawa, dan berkata dengan yakin,


"Kamu akan segera melihatnya,"


[XXX berkata, "Jangan berbicara omong kosong,"]


"Aku akan mengalahkan Dewa Kegelapan, jika dia musnah apakah tempat ini akan kembali mendapatkan cahayanya?"


Itu entah sebuah pertanyaan ataukah sebuah pernyataan.


Tidak ada kata-kata balasan, Seo Jun-Woo kembali menatap ke arah Naga kecil itu, yang saat ini sedang membakar salah satu Iblis dengan Apinya.


Seo Jun-Woo segera menjadi diam ketika mendengar itu.


"Siapa?"


Dia tentu penasaran.


[XXX berkata, "Bukankah terkadang ada seseorang yang tidak sengaja tersangkut atau terjebak di tempat semacam ini?"]


Ini adalah sebuah Informasi terbaru yang Seo Jun-Woo tahu. Jadi sebelum dirinya, ada orang lain yang pernah terjebak di dimensi kegelapan ini?


Dari mana orang itu?


Siapa dia?


Apakah dia selamat dan kembali ke Dunianya?


[XXX berkata, "Dia awalnya begitu bersemangat, namun akhirnya hancur."]


"Apakah itu hanya untuk menakut-nakutiku saja?"


[XXX berkata, "Siapa yang tahan berada di tempat terkutuk ini begitu lama?"]


"Dia pasti jadi gila, jika tidak bisa mempertahankan tekadnya,"


[XXX berkata, "Tidak, dia berhasil Keluar dari tempat ini,"]


"Jadi benar-benar ada jalan keluar dari tempat ini?"


[XXX berkata, "Jika tidak ada jalan keluar bagaimana kamu bisa masuk?"]


"Rertakan Dimensi?"


[XXX berkata, "Ya, kamu sangat pintar. Jadi selamat mencobanya,"]


"Apakah tidak ada petunjuk lainnya?"


[XXX berkata, "Mana Aku tahu? Orang itu hanya berjalan ke arah Barat, lalu keberadaannya menghilang di suatu titik, kamu akan menemukan petunjuknya."]


Pada dasarnya ini adalah perjalanan acak. Gerbang Dimensi ini, hanya muncul secara random.


Tidak, ada sebuah kekuatan besar yang bisa membuatnya. Seo Jun-Woo segera menahan kearah langit yang gelap.


Dewa Kegelapan itu sendiri.


Seo Jun-Woo tidak tahu apakah beterjebak disini merupakan sebuah keberuntungan atau sebuah kesialan. Namun ini mungkin saat yang tepat untuk menjadi lebih kuat?


Untuk bisa melampaui dirinya yang dulu.


Lebih kuat, untuk bisa menghancurkan Kegelapan itu sendiri.