
Kulit yang awalnya terlihat cantik dan memiliki wujud indah itu, tiba-tiba saja menjadi terkelupas. Tombak yang mengenai bagian perutnya itu, baru saja di cabut oleh tentakel-tentakel tipis berwarna hitam yang muncul dari belakang tubuh Lust.
Perlahan-lahan, wujud yang ada di hadapan Seo Jun-Woo tiba-tiba berubah. Itu juga memancarkan Aura misterius yang sangat menakutkan.
Sekarang yang ada di depan Seo Jun-Woo adalah sesosok yang memiliki wujud aneh, itu adalah kombinasi yang misterius, dengan tubuh setengah manusia dan setengah ular, berkulit hitam berkilau dengan sisa-sisa cahaya biru yang mengalir di sepanjang tubuhnya.
Matanya, dua lingkaran merah menyala, memancarkan daya tarik mematikan dan mengerikan. Dalam setiap gerakannya, tentakel tipis yang tumbuh di belakangnya dengan liar, seperti cambuk, yang akan mencabik-cabik apapun yang disentuhnya, sementara gigi tajam di mulutnya mengancam untuk menghancurkan jiwa siapa pun yang berani mendekat.
Monster ini seolah adalah simbol nafsu tak terkendali dan ketidakmampuan untuk mengendalikannya. Monster aneh itu, tiba-tiba saja berteriak keras,
"Aku tidak akan pernah mengampunimu karena berani membuatku Lust yang Agung dari Seaven Deadly Sin ini, Dewa Jahat dari Dunia lain ini sampai menunjukkan wujud ini! Aku pasti akan menjadi jatuh tubuhmu dan membuatmu merasakan sakit akan kematian yang menyakitkan dan mengerikan!"
Suara itu, bergema, terlihat serak dan sangat mengancam sudah bukan lagi suara seorang wanita namun suara yang terdistorsi dengan aneh. Membuat yang mendengarnya merasakan rasa ngeri, dan ingin menutup telinganya ketika mendengar itu.
Seo Jun-Woo yang akhirnya tahu, Identitas dari musuh yang dilawannya itu, cukup kaget.
Dewa Jahat dari Dimensi lain katanya?
Seaven Deadly Sin....
Namun ini bukan saat kagum oleh identitas sebenarnya dari musuh yang ada di hadapannya ini.
Seo Jun-Woo yang merasa sudah mengerahkan kekuatan itu, jelas merasa kesal. Musuh masih lebih kuat daripada yang dia perkirakan. Namun bukannya dia merasa kecewa, Seo Jun-Woo malah menjadi tertawa.
Mungkin karena dia sudah lama tidak menghadapi lawan yang begitu mengerikan sampai dia tidak tahu apakah bisa menang atau tidak. Ini bukan keputusan, namun juga bukan keyakinan.
Dan yang paling jelas, ini bukan Pertama kalinya dia menghadapi krisis semacam ini.
Jantung Seo Jun-Woo seolah berdebar lebih kencang, seolah ada kekuatan di dalam dirinya yang mulai meraung ingin keluar.
Kekuatan Kegelapan, yang sudah dia tahan selama ini, agar tidak keluar sepenuhnya. Seo Jun-Woo tahu, tidak bisa untuk bergantung dengan kekuatan kegelapan aneh yang bisa mengambil alih dirinya sendiri seperti ini.
Dulu dia pernah diambil kendali oleh kekuatannya...
"Tidak, kali ini Aku pasti tidak akan diambil alih!"
Seo Jun-Woo merasa yakin dengan dirinya sendiri berdasarkan pengalaman yang ada. Tentu dia sudah meperlajari sedikit, tentang Fregmen Kegelapan yang ada di dalam dirinya, itu adalah kekuatan kegelapan yang mengerikan yang bisa menelan segalanya. Hanya saja, sedikit sulit untuk dikendalikan namun bukan berarti tidak bisa dikendalikan.
Pertama-tama Seo Jun-Woo lagi-lagi mulai memfokuskan energi kegelapan yang meraung-raung di dalam dirinya itu. Membayangkan kekuatan kegelapan luar biasa yang pernah dia gunakan dan pernah dia rasakan sebelumnya.
Suara-suara aneh mulai memanggil Seo Jun-Woo, seperti bagaimana kali ini kekuatan itu mencoba untuk mengambil alihnya.
'Aku akan membuatmu lebih kuat...'
Seperti bisikan iblis yang menggoda. Segera sebuah ledakan Kekuatan mengiris Seo Jun-Woo, sebuah kekuatan yang hampir saja menelan sisa kewarasan yang dia miliki.
Perlahan-lahan, wajahnya mulai muncul tato kegelapan, bersama dengan rasa sakit luar biasa yang dia rasakan, ketika tato-tato kegelapan itu menyebar, seperti bagaimana kekuatan mulai keluar dari dalam dirinya.
Aura Kegelapan juga segera menyelimuti tubuh Seo Jun-Woo, sangat pekat, tangannya juga perlahan-lahan mulai berubah warna menjadi hitam, dan membentuk seperti sisik hitam.
Sebuah cakar mulai muncul disalah satu tangan Seo Jun-Woo, sebuah cakar yang memiliki aura kegelapan mematikan dan dipenuhi oleh kekuatan Kegelapan.
Dengan ini, Seo Jun-Woo lalu mulai mengeluarkan kemampuan Fregmen Cahaya miliknya.
[Fregmen of The Light menstabilkan Fregmen of The Darkness]
[Fregmen of The Darkness yang mengamuk di stabilkan]
[Kestabilan bertahan selama 2 menit]
[Hitung mundur sampai Fregmen of The Darkness mengambil alihmu]
Pemberitahuan berbahaya segera muncul satu demi satu dihadapan Seo Jun-Woo. Saat ini, dia memang tidak bisa menggunakan kekuatan mengerikan ini terlalu lama namun dia merasa 2 menit sepertinya sudah cukup untuk kekacauan ini.
Dia pasti bisa menghabisi musuh dengan cepat, dan harus.
CRASSS
Seo Jun-Woo bergerak sangat cepat itu mulai mencabik bagian manusia yang masih tersisa dari tubuh Lust. Dan segera, pancaran darah berwarna ungu hitam keluar dari sana mengenai pakaian Seo Jun-Woo.
Rasa dari darah itu, terasa menjijikan sama seperti pemiliknya, Seo Jun-Woo mundur sedikit mencoba menyingkirkan darah yang mengenainya itu. Sebuah mencoba tentakel mulai melilitnya, namun dengan kecepatan Seo Jun-Woo yang luar biasa dia berhasil kabur dan segera berada di belakang makhluk itu.
CRASSS
Dengan cakar tajam yang penuh dengan energi kegelapan itu kali ini dia menghancurkan tentakel yang ada di belakang tubuh Lust.
Teriakan mengerikan segera muncul memekakkan telinga.
[Kemampuan Ultimate Dark Nova diaktifkan]
Kali ini Seo Jun-Woo kembali mengumpulkan energi kegelapan dan menyerang ke arah Lust di depannya, kali ini energi dari sebelumnya.
Serangan itu, mengenai tubuh bagian bawah Lust yang berbentuk ular itu. Mungkin karena wujudnya yang sudah berubah, ke fleksibelan Lust mulai berkurang, namun daya penghancurnya masih sangat besar.
Dengan kekuatannya, Lust berhasil mengunakan ekornya untuk menyerang Seo Jun-Woo, memberikan luka pada punggung Seo Jun-Woo.
Hantaman itu, benar-benar sangat mengerikan sampai membuat tulang belakangnya mengalami keretakan, membuat rasa sakit yang mengerikan.
'Sial, pantas dia tidak menghindar, jadi kekuatan penghancurnya naik berkali-kali lipat,'
Tubuh Seo Jun-Woo masih tubuh manusia, masih tidak tahan dengan serangan kuat semacam itu, bahkan dengan energi kegelapan yang melindunginya.
Lust mulai mencoba menjaga jarak setelah bagian tubuhnya terluka, dia terlihat murka dan kali ini mencoba menyerang dengan salah satu tentakel yang masih tersisa.
Seo Jun-Woo tidak membuang waktu karena waktu terus berjalan dengan cepat segera memfokuskan energinya kali ini.
Dia harus benar-benar memusnahkan monster yang ada di depannya secepat mungkin waktunya sudah tidak banyak.
Tato-tato di wajah Seo Jun-Woo juga mulai menyebar ke lehernya, tanda jika proses stabilisasi yang terjadi perlahan-lahan berkurang.
"AKHHHHH..."
Lust yang lagi-lagi salah satu tentakelnya berhasil dihancurkan oleh Seo Jun-Woo segera berteriak kesakitan. Disaat ini, Seo Jun-Woo berhasil menemukan celah yang dimiliki monster yang ada di hadapannya itu.
Sebuah luka dari tombak miliknya sebelumnya. Itu bukan tidak terpengaruh.
Jika dia menyerang titik itu lagi....
[Kemampuan Ultimate Volid Slash diaktifkan]
Seo Jun-Woo mulai memunculkan energi di cakar miliknya itu membuat cakarnya menjadi semakin kuat dan tajam, dengan itu dia segera bergerak dan berubah menjadi bayangan dan melingkari Monster itu, mencari celah yang tepat untuk menyerang titik itu.
Setelah membuat beberapa pengalihan, Seo Jun-Woo akhirnya menemukan celah untuk menyerang titik yang ada di tubuh bagian samping Lust.
Seo Jun-Woo berhasil menyobek sisik-sisik bercahaya biru itu, membuat sebagian tubuh Lust menjadi hancur.
Kali ini, Seo Jun-Woo mengeluarkan kemampuannya lagi.
[Ultimate Dark Nova diaktifkan]
Segera, tangan Seo Jun-Woo yang mengenai luka tubuh Lust, memancarkan sebuah energi kegelapan, untuk membuat sebuah ledakan besar.
DUARRRR
Seo Jun-Woo mundur, menjaga jarak dari ledakan itu.
Sekarang di ruangan itu mulai terjadi hujan dari darah berwarna hitam dan ungu yang menjijikan.
[Stabilisasi Fregmen of The Darkness berakhir]