The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 147: Pertarungan Sengit (Part 2)



Segera gemolong energi petir hitam menuju kearah Kang Min-Hee, namun serangan Seo Jun-Woo itu, berhasil di hindari tepat waktu. Segera setelah itu, Kang Min-Hee segera melancarkan serangan balasan karena merasa kesal kata-katanya sempat dipotong.


"Kurang Ajar! Terima ini!!"


Kali ini, gelombang cahaya panas segera terkumpul ditangan Kang Min-Hee, segera diarahkan kearah Seo Jun-Woo.


DUARRR


Serangan itu berbenturan dengan perisai miliknya, itu cukup untuk menahan beberapa serangan namun tetap membuat dia terdorong ke belakang.


Disaat ini, Kim Jung Hwa yang terjatuh segera bangun, dan kali ini mulai melancarkan serangannya.


Gelombang energi Api Hitam yang sangat panas mulai diarahkan pada Kang Min-Hee.


DUARRR


Lagi-lagi ledakan segera terjadi ketika serangan Kim Jung-Hwa bertemu dengan gelombang serangan Kang Min-Hee. Benturan antara energi api berwarna kuning yang begitu panas dengan energi api hitam yang mematikan.


Seo Jun-Woo yang cukup dekat dengan serangan itu, tentu saja merasakannya efeknya. Dia melihat bagaimana dua serangan itu terlihat cukup imbang.


[Kemampuan Wave of Darkness diaktifkan]


Segera gelombang energi kegelapan muncul, dan diarahkan pada Kang Min-Hee. Dengan serangan itu, Kang Min-Hee mulai terdorong ke belakang namun segera, sebuah pancaran energi cahaya yang sangat kuat muncul.


[Kemampuan Heavenly Burst diaktifkan]


Kang Min-Hee, Mulai mengumpulkan energi cahaya di tangan kanannya untuk memperkuat serangan api kuning miliknya.


DUARRR


Segera, ledakan besar terjadi, membuat masing-masing pihak yang menyerang terlempar ke belakang. Disaat ini, seseorang mulai muncul dibelakang Kang Min-Hee, dia adalah Anggota Guild Shadow Legion sebelumnya, tangan Kanan Aiden Will.


"Tuan Kang Min-Hee apakah anda tidak apa-apa?"


"Cih, tidak ada yang perlu diributkan."


[Kemampuan Calestial Healing diaktifkan]


Dalam sekejap, tubuh Kang Min-Hee diselimuti oleh aura kuning, dan dalam sekejap beberapa luka yang sempat ada ditubuhnya, perlahan-lahan pulih.


Saat dia menyelesaikan penyembuhannya, sebuah seragam Api kuning diarahkan padanya. Namun dengan satu tangan, dia bisa menangkis serangan itu dengan mudah.


"Heh, Jadi sekarang kamu berani padaku, Cha-Eun sayang?"


"Siapa yang kamu panggil sayang! Dasar Bregsek!"


"Cha-Eun, Jika kamu masih menurut padaku sekarang aku akan memaafkanmu,"


Pedang Cha-Eun segera bertemu dengan pedang Kang Min-Hee.


Disisi lainnya, Seo Jun-Woo yang akan menyerang, tiba-tiba kembali dihadang oleh Pria bertato sebelumnya Yang sepertinya baru saja selesai menyembuhkan beberapa cedera di tubuhnya.


Seo Jun-Woo tidak mengira, jika orang itu cukup keras kepala, Seo Jun-Woo Tentu saja tidak berani mengeluarkan kemampuan terlalu banyak, takut energinya akan terkuras, melihat masih ada lawan kuat seperti Kang Min-Hee didepan, dan kemungkinan yang paling buruk bisa saja nantinya akan menjadi pertarungan melawan Constellation.


Jadi, Seo Jun-Woo yang mencoba menghemat mananya itu hanya menggunakan Volid Slash dan beradu pedang dan sabit dengan lawannya. Dia pikir, bisa menyerahkan Kang Min-Hee pada Kim Jung-Hwa, mana tahu seragam Kim Jung-Hwa malah di tahan oleh tangan kanan Aiden Will itu.


"Kamu pikir kamu bisa memperhatikan yang lain ketika bertarung denganku?" kata pria bertato itu menunjukkan ekspresi marah dan dalam sekejap mengaktifkan kemampuannya.


CRASS


Dua senjata saling beradu satu sama lain.


Seo Jun-Woo mencoba fokus untuk menghadapi lawannya. Baik, sepertinya tidak bisa ditunda, dia segera mengaktifkan Kemampuan Dark Nova kearah Pria bertato, kemudian langsung dia serang lagi dengan Volid Slash, tidak membiarkan lawannya memiliki jeda.


Dalam sekejap mata, pedang Seo Jun-Woo berhasil menembus tubuh Pria bertato.


"Sialan!"


Darah hitam mulai muncul dari mulut Pria itu, bersama dengan darah yang keluar dari lukanya itu, yang mengenai tepat jantungnya.


Merasa sangat terdesak, dan tidak bisa lolos dari maut, dia mulai melafalkan semacam mantra. Tiba-tiba sebuah lingkaran sihir muncul, lalu sebuah rantai hitam keluar dari punggung Pria itu, mencoba untuk menjerat Seo Jun-Woo.


Seo Jun-Woo sudah memiliki firasat tidak nyaman ketika Pria bertato menahan dirinya, namun tidak mengira bahwa lawannya itu masih tidak menyerah untuk mencoba membunuhnya dan sekarang mencoba melakukan serangan bunuh diri.


Para Pemuja Dewa Kegelapan memang gila.


Namun, melihat rantai yang familiar mengikat tubuhnya itu dia hanya sedikit tertawa.


"Kamu! Apa yang coba kamu tertawakan! Bahkan Jika Aku Mati kamu juga akan ikut mati denganku!"


Terdengar suara penuh tekad di sana, sayangnya Seo Jun-Woo segera memegang rantai yang mengikat tubuhnya itu. Mulai mengaktifkan salah satu kemampuannya, menyerap energi kegelapan dari rantai itu, dan dalam sekejap, rantai hitam yang seharusnya tidak akan putus itu tiba-tiba berubah menjadi abu.


"Kamu...."


Namun Pria bertato itu, sudah meledakkan dirinya, bahkan sebelum dia sempat bereaksi dengan Seo Jun-Woo yang sudah meloloskan diri dari cengkramannya.


Merasa maslahah akhirnya selesai, Seo Jun-Woo sekarang mengalihkan tatapannya kepada Kang Min-Hee yang sekarang bertarung dengan Kim Jung Hwa. Tangan Kanan Aiden sebelumnya, saat ini sedang bertarung dengan Charles.


Seo Jun-Woo cukup senang ada banyak orang di pihaknya. Hanya, yang membuatnya menjadi begitu kaget adalah bagaimana sebuah rantai hitam ada ditangan Kang Min-Hee.


"Sial. Bukankah aku sudah bilang padanya untuk berhenti menggunakan kemampuan itu?"


Seo Jun-Woo benar-benar tidak habis pikir betapa keras kepalanya Kim Jung-Hwa itu.