
Genggaman tangan Seo Jun-Woo yang berada pada tombak itu mulai sedikit terlepas karena naga itu mulai bergerak dengan liar. Merasa sepertinya percuma untuk menusuk lebih dalam dia segera menarik kok tombak itu kembali. Kali ini, dia mulai menyerang sisi lain dari Naga itu.
Kelemahan Monster jenis Naga cukup mirip dengan Ular, ada semacam titik sisik yang terbalik, tempat yang akan cukup lembek dan mudah untuk ditembus.
Seo Jun-Woo mencoba untuk mencari kemana titik itu dan ternyata ada tempat di leher bagian atas. Karena Naga terfokus pada cedera yang ada di badan bagian kiri dia tidak memperhatikan bagaimana Seo Jun-Woo mulai di jalan menuju kelemahannya.
Dan sekali lagi, Seo Jun-Woo berhasil melukai naga itu membuat tombak itu menembus dalam pada Tubuh Naga. Kali ini, merasakan titik lemahnya ditembus begitu dalam membuat naga itu mulai kesakitan dan bergerak lebih liar, dia mulai sedikit jatuh dan oleng, membentur pasir dengan sangat keras. Benturan kekacauan ini sempat membuat Seo Jun-Woo mulai terlempar, dan melepaskan genggaman tombaknya.
"Cih, Naga ini sangat gigih,"
Seo Jun-Woo juga mulai merasakan batasan dari tubuhnya sendiri, namun ini bukan saatnya untuk mengeluh. Sekarang, Naga yang terluka itu kembali bangkit dan mulai melancarkan serangan nya kepada Seo Jun-Woo. Tidak hanya Gelombang Kegelapan, namun juga Gelombang Air Panas mulai keluar.
Seo Jun-Woo mencoba menggunakan beberapa kemampuannya entah untuk menghindari serangan itu atau menangkis nya dengan kemampuannya.
Pertarungan antara keduanya berlangsung sengit. Setiap serangan mereka menghancurkan oasis dan membangkitkan badai pasir yang mengamuk. Namun, semakin lama pertarungan berlangsung, semakin jelas terlihat bahwa keahlian Seo Jun Woo menggabungkan kekuatan Elemen Cahaya, Kegelapan, dan keahliannya dalam bertarung dengan pedang memberinya keunggulan atas Naga.
Naga itu, mulai perlahan-lahan terluka oleh tebasan Seo Jun-Woo, namun sekali lagi ada batasan dari sebuah pedang untuk bertemu sisik level sisik level S itu.
CRASSS
Itu adalah suara dari pedang yang patah.
Seo Jun-Woo memegangi bagian dari Phantom Sword yang tinggal ada separuhnya di tangannya.
"Astaga, apakah hanya sebatas ini kemampuan pedang ini?"
Seo Jun-Woo benar-benar merasa cukup menyesal atas patah nya pedang miliknya itu. Dan sekarang, melihat Phantom Sword miliknya rusak, membuat Seo Jun-Woo menjadi kebingungan bagaimana cara melawan Monster itu. Bukannya dia tidak memiliki pedang lain, namun Phantom Sword adalah pedang satu-satunya miliknya yang paling kuat.
"Cih, Sialan,"
Seo Jun-Woo mulai mengeluarkan pedang biasa miliknya, untuk Pedang Level B saja, harganya sudah begitu mahal. Dia mulai kembali melesat menuju kedepan, memberikan semua serangan terkuatnya. Merasa, jika pedang ini mungkin tidak akan bertahan lama paling banyak hanya memberikan satu atau dua serangan.
[Kemampuan Volid Slash di aktifkan]
[Kemampuan Holy Smith diaktifkan]
Dua kekuatan mematikan disatukan jadi satu ke dalam pedang itu membuat pedang itu berkilau dalam dilawan cahaya dan kegelapan. Dengan gerakan yang penuh kegrisan, Seo Jun Woo menerjang Naga dengan pedangnya yang bersinar terang.
Kemudian, dia mengaktifkan Kemampuan terkuatnya untuk penghabisan.
[Kemampuan Dark Heavenly Thunder diaktifkan]
Kemampuan ini, tidak dia gunakan dari awal karena akan menguras begitu banyak mana dalam tubuhnya. Benar-benar semacam dejafu, mengigatkan Seo Jun-Woo pada serangan terakhir yang mengalahkan Alter Ego Kegelapan.
Segera, langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, petir berwarna hitam segera muncul dari arah atas naga itu, kemampuan untuk memanggil petir legelapan yang sangat kuat dan menyerang Naga dengan kekuatan yang menakutkan.
Dan begitulah pertarungan itu berakhir, dengan Naga itu meraung terbelah dan terbakar oleh Petir yang begitu kuat, membuat Naga itu terjatuh ke pasir secara tidak berdaya.
Seo Jun-Woo yang mulai kehilangan semua mananya itu, juga mulai jatuh ke pasir dekat di antara naga itu jatuh.
Namun Ekpersi Seo Jun-Woo menjadi buruk ketika dia tidak mendapatkan notifikasi yang diharapkan. Dengan sisa Kekuatannya, Seo Jun-Woo mencoba untuk berdiri, jujur hanya untuk bergerak menuju arah naga itu sangat susah.
Membuat Seo Jun-Woo takut jika sampai serangannya gagal dan naga itu bangkit lagi, apa yang harus dilakukan?
Ketika Seo Jun-Woo mulai mendekati Naga itu, tiba-tiba dia merasakan sebuah energi yang familiar seperti sebuah energi cahaya, seolah energi itu baru saja memakan energi kegelapan menakutkan yang dia rasakan dari naga itu.
Yang Seo Jun-Woo lihat, sekarang adalah Naga itu mulai memiliki sinar terang, dan bercahaya, Naga itu masih membuka matanya, tatapannya segera bertemu dengan tatapan kaget Seo Jun-Woo.
"Jangan Takut Wahai Pahlawan Muda ... "
Sebuah suara mulai memasuki pikiran Seo Jun-Woo, suara seperti bukan laki-laki ataupun perempuan, semacam seperti suara yang mirip dengan suara Sistem.
"Ini ... Apakah kamu Naga itu?"
"Ya, Aku adalah Sisa Kesadaran dari Oasis Leviathan, namun kamu tidak perlu takut tuh bu ini sudah tidak memiliki kekuatan untuk bertarung lagi ... "
"Kamu ... Apa maumu?"
Seo Jun-Woo jelas aja merasa bingung karena ini pertama kalinya dia benar-benar bisa berkomunikasi dengan Monster di Dungeon dengan Aura yang hangat.
Memang, ada beberapa Monster yang memiliki kecerdasan dan bisa barbicara, namun mereka jelas tidak ingin untuk diajak berbicara, mengagap manusia hanyalah masuk yang lebih rendah daripada mereka.
"Terimakasih telah membebaskan Jiwaku dari tawanan Dewa Kegelapan."
Terlihat ada nada perdamaian ketika Naga itu, mengatakan hal hal itu yang malah membuat Seo Jun-Woo menjadi binggung.
Mengerti dan memahami kebingungan Seo Jun-Woo, naga itu segera mulai untuk melanjutkan kata-katanya.
"Dahulu Kala, Dunia Tempat Kami tinggal, sangat Damai, sama seperti Duniamu di Luar Sana, sampai Suatu Hari Raja Iblis dan Dewa Kegelapan menyerang dan menghancurkan Tanah Kami ... Kami mencoba bertahan, namun gagal."
Seo Jun-Woo yang mendengarkan cerita tiba-tiba itu tentu saja sangat terkejut, dia tidak pernah tahu, sejarah seperti apa yang dimiliki Monster yang ada di dalam Dungeon.
Naga itu terus melanjutkan kata-katanya,
"Kegelapan yang memakan tanah tempat kami berada, membuat Bintang-bintang di langit kehilangan Cahayanya dan Jatuh. Dunia diliputi dengan kegersangan dan kegelapan, membuat Mahluk Hidup hampir punah, dan perlahan-lahan di makan oleh Kegelapan, bagi kami yang terkikis oleh Kegelapan, membuat kami menjadi makhluk yang tidak hidup namun juga tidak mati, Dewa Kegelapan menanamkan Kepingan Kegelapan pada Tubuh kami, memerangkap Jiwa dan Tubuh Kami untuk di perbudak, agar bisa menjajah Dunia Lain ... "
Seo Jun-Woo mendengar nada kesedihan di sana Jujur saja menjadi cukup diliputi kesedihan dan sedikit simpati, namun bukan berarti dia bisa memaafkan dan menerima makhluk dari Dungeun begitu saja.
"Aku cukup bersimpati padamu, Namun bukan berarti aku tidak membenci kalian,"
"Aku mengerti wahai Pahlawan Muda, Aku mengatakan semua ini tidak untuk mendapatkan simpati atau belas kasihan darimu. Aku hanya ingin memberimu sebuah peringatan,"
"Peringatan?"
"Ya, jangan sampai kalian memiliki nasip seperti kami ... "
"Tidak, Kami tidak akan pernah memiliki nasib seperti kalian, entah itu Dewa kegelapan atau apapun aku tidak akan pernah membuat nya berhasil menghancurkan Duniaku!" katanya dengan penuh percaya diri.
"Itu sangat bagus, Wahai Pahlawan Muda ... Kamu benar-benar mengingatkanku pada Raja Kesatria ku ... "
Naga itu, seolah baru saja mengingat kenangan masa lalu yang jauh, namun Seo Jun-Woo tidak ingin tahu tentang hal-hal itu jika dia bisa berkomunikasi dengan Naga ini, Ada hal penting yang ingin dia tahu.
"Bolehkah Aku bertanya? Apa itu Dungeon? Tempat apa ini sebenarnya?"