The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 75: Oasis Misterius



Melihat burung-burung raksasa yang berada di langit terlihat menatap ke arah rombongan Tim, Seo Jun-Woo juga merasa tidak nyaman. Terutama karena ini adalah gurun di mana tidak ada tempat untuk bersembunyi.


Hanya ada dataran pasir kemanapun orang pergi, kecuali Oasis yang tepat berada tidak jauh dari sini sayangnya, bahkan di Oasis tidak ada tempat untuk bersembunyi.


"Sial!! Semua bersiap untuk bertahan!" Salah satu Anggota Guild Mystic Trinity terlihat mulai memberikan aba-aba kepada yang lainnya untuk menghalau serangan burung raksasa yang ada di langit.


Salah satu orang yang sepertinya adalah penyihir mulai merapalkan beberapa mantra. Segera tanduk-tanduk magis yang muncul dari tanah, itu mulai menyerang ke arah salah satu burung yang mulai mendekat kearah mereka, salah satu kemampuan dari Blessing milik Zodiak Capricorn. Sayangnya serangan itu masih meleset karena burung raksasa itu segera mengepakkan sayapnya dan kembali menuju langit.


"Kamu, cobalah untuk berlindung di sekitar pohon itu setidaknya Kamu tidak akan terlalu mencolok," kata seseorang yang berasal dari Guild Abyssal Horder pada Seo Jun-Woo yang kebetulan ada di dekatnya.


Seo Jun-Woo yang mendengar peringatan itu, akhirnya ingat siapa orang yang ada disebelahnya ini, Wakil Master dari Guild Abyssal Holder, Jimmy Cain.


"Lalu bagaimana denganmu? sepertinya berbahaya untuk melawan monster-monster ini jika kamu tidak bisa terbang,"


"Bukan berarti ini tidak mungkin,"


Jimmy segera mengeluarkan sebuah senjata, tombak pajang yang terlihat berbahaya, dan segera dia menggunakan salah satu kemampuannya untuk melapisi semacam aura pada tombak panjang itu.


Seo Jun-Woo menebak mungkin itu salah satu Blessing yang diberikan oleh Constellation dari Nordik, Odin. Wow, tidak pernah mengira akan melihat sendiri salah satu kemampuan yang terkenal itu. Walaupun itu bukan Gunrir milik Sang Constellation, namun sepertinya kualitas senjata itu tidak buruk.


Ketika salah satu Monter Burung mulai turun, segera dalam sekejap mata tombak itu melesat dan mengenai burung itu membuatnya langsung jatuh terkapar. Tombak itupun, langsung segera kembali menuju ke pemiliknya.


"Aku bisa mengatasinya,"


"Tapi mereka masih terlalu banyak jadi aku harap kamu berhati-hati,"


"Baiklah, Aku mengerti,"


Seo Jun-Woo segera mencoba melarikan diri dari sana dan bersembunyi. Bukannya dia tidak ingin bertarung namun lebih tepatnya dia tidak ingin menyelamatkan orang-orang dari Guild Mystic Trinity. Dia mulai berjongkok di salah satu semak-semak yang ada disekitar Oasis.


Lokasi yang pas untuk melihat dan mengawasi sekeliling, di mana dia masih melihat anggota Mystic Trinity sepertinya berniat melarikan diri dan bersembunyi juga. Malah membiarkan hanya Jimmy yang bertarung. Seo Jun-Woo jelas sekali tidak senang dengan hasil ini, melihat orang-orang pengecut itu hanya lari ketika ada bahaya dan kembali ketika mengambil prestasi.


Sampai sebuah ide muncul di pikirannya, dia ingat pernah melawan juga Monster semacam Rob, burung raksasa semacam itu. Dia ingat, jika burung raksasa semacam itu lebih tertarik dengan hal-hal yang berkilauan dan bercahaya.


"Hehehe, sepertinya aku memiliki beberapa kemampuan berguna untuk hal-hal ini,"


[Kemampuan Twilight Prism di aktifkan]


Kemampuan memadukan kegelapan dan cahaya dalam prisma yang memancarkan semacam energi berpola unik, dan kemerlap, sekilas hal-hal ini memang tidak memiliki begitu banyak kegunaan selain tampilannya yang mencolok mungkin bisa mengejar perhatian musuh. Beberapa Prisma transparan mulai muncul di sekitar Seo Jun-Woo, itu memiliki cahaya gemerlap seperti permata.


[Kemampuan Light Manipulation di aktifkan]


Setelahnya, dengan Kemampuan Light Manipulation, Seo Jun-Woo mengirim terbang kearah para Member Mystic Trinity yang mencoba untuk melarikan diri itu. Dan menempel pada baju-baju mereka.


"Ahh... Kenapa ini malah menjadi semakin banyak dan menuju ke arah kita!!" Kata salah satu orang yang mencoba melarikan diri itu dengan panik ketika menatap ke arah langit melihat ada dua burung mulai mengejarnya secara Pribadi.


Beberapa burung lain mulai tersebar dan masing-masing mengejar anggota Mystic Trinity. Membuat mereka semua menjadi panik, salah satu orang mulai tertangkap, dan malah menjadi rebutan dari Burung Raksasa, dan memiliki akhir yang menyedihkan.


Melihat kepanikan dari orang-orang itu, Seo Jun-Woo tertawa, menikmati pemandangan itu, di mana mereka perlahan-lahan satu persatu entah dibawa kabur burung atau dicabik-cabik karena menjadi bahan rebutan.


"Bukankah itu pantas untuk kalian menerima nasib ini?"


Satu demi satu, Anggota Mystic Trinity mulai tumbang dan berjatuhan. Jimmy sendiri, masih terlihat menyerang dari jauh monster burung raksasa itu, Walaupun dia juga sedikit bertanya-tanya kenapa monster itu tidak menyerangnya.


Seo Jun-Woo benar-benar sangat menikmati pembantaian Member Mystic Trinity itu.


Namun, kesenangan itu tidak berlangsung cukup lama, karena Seo Jun-Woo ingat, bahwa ketua dari komplotan itu belum juga ditangkap. Wakil Master Guild Mystic Trinity yang hilang, dia pasti dalang yang menggunakan panah itu?


Atau, yang melarikan diri sebelumnya setelah menusuk Choi Hana?


Mengingat kejadian itu ekspresi serius segera muncul di wajahnya.


"Sial, aku jelas harus menemukan orang itu dan membunuhnya dengan tanganku sendiri!!"


Sayangnya ketika dia mulai memikirkan hal-hal itu, segera tanah menjadi berguncang, tidak lebih tepatnya, air danau yang awalnya tenang itu mulai bergejolak. Dan segera tidak lama setelah itu mulai terjadi gelombang pasang air, dan Air itu membuat sebuah pilar di angkasa dan meledak, membuat arena sekitar sana basah kuyup.


Lalu sebuah lolongan suara yang mengerikan muncul tepat setelah itu memberikan rasa ketakutan dan sebuah teror. Hal-hal itu, bahkan membuat monster burung raksasa itu menjadi ketakutan dan melarikan diri.


Seo Jun-Woo juga menjadi tegang memikirkan hal-hal yang muncul dari dalam air. Sebuah Monster Besar mengerikan segera muncul dari sana, monster itu memiliki warna biru dan hitam, mulai meletakkan sayapnya membuat air yang berada di dalam danau terciprat ke mana-mana.


Mahluk itu, mulai perlahan-lahan terbang ke udara dengan tubuh besarnya itu memiliki dua tangan dan satu kaki, dan sisik khas yang dimiliki mahluk itu.


RARRRHHHHH


Raungan yang keluar dari makhluk itu menandakan sebuah kekesalan dan kemarahan seolah-olah baru saja merasa bahwa tidurnya diganggu.


Seo Jun-Woo sendiri, merasa sedikit gemetar ketika mendengar suara raungan mengerikan itu.


"Naga... Aku tidak pernah mengira ada naga yang tertidur di tempat semacam ini.


Oasis Leviathan (Race Naga)


Rank S+