
DUARRR
Terjadi sebuah ledakan kecil ketika serangan Lee Chae-won mengenai Asura, sayangnya ketika asap efek ledakan itu berakhir yang dilihatnya adalah sosok Asura yang bahkan tidak tergores sedikitpun oleh serangan petir miliknya. Lee Chae-won yang melihat itu jelas memiliki ekspresi yang tidak senang.
Melihat dia sudah mengerahkan kemampuannya dengan cukup banyak. Sekarang, dia kembali menjaga jarak dengan Asura.
CRASS
Namun seberapa kali pun dia mencoba menjaga jarak, dengan mudah Asura bisa mendekatinya dan menyerangnya. Lee Chae-won merasa cukup familiar dengan gerakan itu. Gerakan penyerangan yang mengejarnya.
Dia juga jadi teringat tentang kata-kata orang itu.
'Gerakanmu terlalu mudah dibaca karena kamu akan selalu menjaga jarak setiap kali berhadapan dengan petarung jarak dekat yang kuat, jadi mudah untuk menebak kearah mana kamu bergerak, itu kelemahan utamamu.'
Seseorang yang mengajarinya belakangan mengatakan itu, Seo Jun-Woo. Mereka tidak benar-benar bertarung secara serius, hanya beberapa pertarungan pemanasan, dan dia hanya di ajarkan beberapa gerakan pertarungan jarak dekat, dan sisanya menyuruhnya menemukan gerakan yang pas sendiri.
Sejujurnya sampai saat ini dia masih belum bisa untuk terbiasa dengan serangan jarak dekat mengingat gaya bertarungnya saat ini.
[Kemampuan Hevenly Lighting diaktifkan]
Segera Lee Chae-won mulai mengumpulkan energi petir ditangannya, kali ini dia menambahkan energi yang lebih besar daripada sebelumnya membuat semacam energi terkompresi. Dari serangan itu kemudian dia mulai melemparkan beberapa bola-bola energi kecil itu ke arah lawannya dengan kecepatan penuh, bergerak seperti cahaya kearah Asura.
Namun sama seperti sebelumnya bola-bola cahaya itu masih dibelah dengan mudah dengan senjata-senjata milik Sang Constellation, membuat dia kewalahan.
"Apakah hanya kemampuan semacam itu yang kamu miliki? Sungguh mengecewakan," kata Asura dengan nada meremehkan.
Lee Chae-won bahkan belum sempat untuk marah karena kata-kata ejekan itu namun segera Asura sudah bergerak ke arahnya dan menghantamkan gada tepat keperutnya, membuatnya terpental ke belakang.
Itu belum cukup, Asura masih maju kedepan dan berniat menyerang Lee Chae-won dengan kampaknya, kali ini Lee Chae-won mengaktifkan kemampuan petirnya untuk bisa bergerak cepat menghindari serangan itu.
Rasa sakit karena terkena pukulan dari Gada masih terasa. Sayangnya, Asura masih bisa membaca gerakannya dan tali ini menyerang dengan tombak ke arahnya.
Benturan tombak itu, berhasil dia tangkis dengan pedangnya, namun kekuatan serangan Asura masih cukup besar untuk mendorongnya. Dia mencoba untuk mengumpulkan kemampuan petir ke dalam pedangnya untuk memperkuat serangannya.
Jelas, senjata Asura tidak hanya satu, senjata-senjata itu satu persatu mulai bertemu dengan pedang miliknya dan mulai mendorong Lee Chae-won kebelakang.
Beberapa Constellation memperhatikan pertarungan itu, namun tidak benar-benar serius.
"Heh, dia hanya mempermainkan bocah itu ternyata," kata The Great Sage yang memperhatikan pertarungan yang menurutnya hanya semacam permainan konyol.
Seo Jun-Woo kebetulan berada di samping orang itu jadi dia ikut berkomentar.
"Namun bukankah Lee Chae-won cukup baik? Dia cukup mampu untuk bisa menahan serangan dari seseorang dengan julukan Dewa Perang."
"Kamu benar. Kemampuannya boleh juga bisa bertahan seperti itu, walaupun Asura masih main-main, namun dia cukup mengerahkan kemampuannya jika itu, dan tidak mudah untuk bisa menangkis serangan semacam itu. Jadi Avatar Thor cukup kuat juga, benar-benar menarik. Membuatku ingin mencoba bertarung dengannya juga,"
Mendengar komentar itu, Seo Jun-Woo lalu teringat seseorang, dan berkata,
The Great Sage lalu tertawa, dan berkata,
"Kamu sepertinya sangat suka memuji orang. Memang benar, Li Wenhua cukup kuat. Ini tidak adil yang lain bisa memanggil Avatar mereka ke pertemuan ini namun aku tidak bisa memanggilnya, akan baik jika dia ikut kesini juga, Aku juga akan senang bisa bertarung dengannya juga, orang yang mewarisi kemampuanku."
"Sayangnya, saya dengar Tuan Li Wenhua cukup sibuk?"
Benar, Seo Jun-Woo cukup kecewa juga tidak bisa membaca Li Wenhua kesini, namun saat ini Bumi masih kritis, kejatuhan Guild Zodiak masih memberikan dampak yang sangat besar pada kekuatan pertahanan di bumi.
Sekarang, Li Wenhua sebagai Hunter paling kuat, tidak memiliki waktu istirahat dan terus berkeliling ke seluruh dunia untuk mengatasi portal-portal yang lepas kembali itu. Seo Jun-Woo cukup senang ada orang kuat seperti itu, jadi dia bisa menjadi fokus untuk urusan disini dan bisa menyerahkan keamanan di Bumi padanya.
DUARR DUARRR
Kali ini pandangan Seo Jun-Woo kembali mengarah pada Arena Pertarungan. Sekarang, posisi pertarungan sepertinya sedikit berbalik.
Lee Chae-won yang sekarang mulai menyerang ke arah Asura, namun kali ini serangannya menggunakan senjata yang tidak biasa, yaitu sebuah Palu. Seo Jun-Woo melihat serpihan pedang yang ada di lantai. Sepertinya pedang milik Lee Chae-won baru saja patah efek dari serangan sebelumnya dan sekarang dia mulai menggunakan palu, peninggalan Sang Constellation.
Disinilah pertarungan menjadi lebih menarik.
Dalam kecepatan kilat, tentu saja semua Constellation masih bisa mengikuti pertarungan itu, hanya beberapa manusia disana yang tidak bisa mengikutinya, misalnya Ketua Guild dan Wakil Guild Abyysal Horde atau Emiliana yang memang tidak berspesialisasi pada pertarungan.
CRASS CRAKKK DUAKK
Serangan demi serangan bertemu, palu itu ternyata bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Lee Chae-won. Seo Jun-Woo menata bagaimana pria itu sepertinya belajar banyak hal dengan baik, padahal dia hanya mengajarkan beberapa teknik dasar menggunakan senjata itu.
Seseorang yang memiliki bakat pertarungan memang benar-benar berbeda. Bahkan ketika dia mengajari Kim Jung-Hwa dulu untuk mengunakan pedang, Kim Jung-Hwa tidak belajar secepat itu dan masih membutuhkan banyak waktu untuk benar-benar menguasai teknik pedang yang dirinya ajarkan.
Seo Jun-Woo menatap Kim Jung-Hwa disampingnya. Kalau masalah soal bakat, berbeda dengan dirinya dan Lee Chae-won yang seperti memiliki bakat baik dalam pengunaan senjata dan bertarung. Kim Jung-Hwa sendiri, tidak begitu memiliki banyak bakat pada awalnya.
Seo Jun-Woo menjadi penasaran, seberapa banyak latihan yang telah dia lakukan selama ini sampai bisa masuk ke tahap ini?
Walaupun mereka berdua saling berbicara satu sama lain hanya beberapa poin-poin penting saja yang dibicarakan. Seo Jun-Woo masih tidak bisa mengerti bagaimana Kim Jung-Hwa hidup selama ini, dan bagaimana perasaannya.
Dulu ketika menjadi Constellationnya, Seo Jun-Woo bisa melihat langsung suasana hati Avatarnya, itu mungkin membuatnya lebih dekat dan lebih mudah untuk memahami Kim Jung-Hwa, namun tanpa itu masih sulit untuk memahami Pria itu.
Sekarang, semua orang dikejutkan dengan awan yang ada di langit. Sesuatu yang harusnya tidak ada di Dimensi Constellation. Dari awan itu segera terkumpul energi yang sangat besar di sana.
Seo Jun-Woo tentu saja mengenali kekuatan itu. Itu masih energi yang sama yang digunakan untuk mengalahkan Constellation Leo, Seo Jun-Woo tahu betul kehebatan kemampuan itu.
"Wow, Dia benar-benar memiliki kemampuan yang sangat menarik."
Sang Great Sage menatap pertarungan itu dengan penuh minat.
Seo Jun-Woo juga menjadi bersemangat ketika melihat hal itu. Apalagi, sekarang Asura yang awalnya hanya bermain-main itu mulai terpancing untuk menggunakan kemampuan penuhnya.
Gelombang energi juga terbentuk dari tubuh Asura, sepertinya bersiap untuk menghalau serangan besar dari Lee Chae-won.