
"Mohon Maaf, tidak sembarang orang bisa mengunakan Gerbang Teleportasi ini," kata salah satu penjaga ketika Seo Jun-Woo hendak masuk ke Gedung Teleportasi.
Naik pesawat jelas bukan sebuah pilihan ketika semuanya menjadi kacau dan berantakan seperti ini. Baru saja, Seo Jun-Woo mendegar jika Penyerangan Guild Starlight, melibatkan banyak Monster. Sepertinya, ada semacam Dungeon Outbreak disana, tidak itu semacam retakan.
Dan, baru saja, Seo Jun-Woo mendegar Infomasi dari Clone miliknya, soal aktifitas Guild Shadow Legion. Kabarnya mereka baru saja menggunakan sihir skala besar, dengan sebuah alat tertentu yang mereka gunakan, itu sepertinya semacam barang yang di segel, tidak begitu jauh dari lokasi penyeragan Guild Starlight.
Sepertinya benar, jika Guild Shadow Legion bekerja sama dengan Guild dari Zodiak, untuk melakukan penyerangan itu.
"Apakah benar? Aku adalah Member dari Asosiasi Hunter Korea Selatan, saat ini tengah terjadi hal-hal gawat disana dan Aku diharuskan untuk segera kembali,"
"Maaf, namun harus ada beberapa Prosedur untuk bisa masuk kesana. Apakah anda memiliki surat tugas dari Ketua Asosiasi?"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu jelas saja merasa cukup malas. Sial, hanya mengunakan gerbang Teleportasi saja, sulit seperti ini. Lalu, sekarang bagaimana caranya dia kembali?
Tapi bahkan mendapatkan tiket pesawat jauh lebih sulit di jam-jam seperti ini. Dan lagi, membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk terbang dari sini ke sana, sangat membuang-buang waktu.
Seo Jun-Woo mau tidak mau segera pergi dari depan pintu masuk itu, daripada dituduh membuat keributan, dia mulai duduk di Ruang Tunggu, memikirkan apa langkah terbaik yang harus dia lakukan.
Apakah menyelinap masuk?
Tentu saja, ini cukup mudah untuk menyelinap, namun yang jadi masalah, dia tidak bisa menggunakan Mesin Teleportasi nya, hal-hal ini tentu sangat berbahaya jika digunakan secara asal-asalan, bisa-bisanya Teleportasi tidak sukses dan malah membuat mati karena tubuh terkoyak hancur dalam Prosesnya. Salah satu sihir yang cukup beresiko tinggi, namun tentu saja sudah lebih banyak ditingkatkan kemananannya, namun itu tadi dibutuhkan tenaga ahli untuk mengoperasikannya.
Seo Jun-Woo lalu menatap kearah Jam tangannya, ini sudah hampir dua jam lebih sejak Kim Jung Hwa pergi dan kembali ke Guild Starlight. Seo Jun-Woo sudah merasa terlalu membuang banyak waktu ditempat itu. Menangkap Aquarius di tengah Hutan ternyata bukan perkara yang mudah sama sekali.
Belum lagi, dia sempat di bertemu beberapa member Guild yang lainnya.
Tepat ketika dia mulai merenungkan apa yang ingin dia lakukan sekarang, dari pintu keluar gerbang Teleportasi itu, ada beberapa orang yang keluar dari sana.
Seo Jun-Woo kebetulan melihat wajah yang familiar itu. Karena tempat itu memang tidak begitu ramai, tentu saja orang yang baru saja keluar dari pintu masuk gerbang Teleportasi itu bisa melihat Seo Jun-Woo.
Dengan ekpersi ceria, salah satu orang yang baru saja keluar itu segera mendekati Seo Jun-Woo dengan ekpersi penasaran.
"Eh? Kamu Hunter yang waktu Itu ikut Dungeon Hitam? Seo... Seo Kang Woo?"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera menyapa dengan sopan.
"Saya Seo Jun-Woo, Tuan Li Wenhua."
"Ah, benar Seo Jun-Woo, Aku hanya sedikit lupa dengan kamu, seseorang yang cukup berani untuk menangkis Pedang milik Phoenix. Walaupun Aku tidak melihatnya langsung, kamu Hunter yang cukup hebat,"
"Itu hanya sebuah kebetulan saja,"
"Astaga, kamu sepertinya mulai merendah? Kita, yang sama-sama keluar dari Dungeun Hitam sial itu, tentu saja sama-sama orang Kuat,"
"Saya hanya bagian Tim Support,"
"Owh benar, ini membuatku bertanya-tanya Bukankah kamu itu sepertinya orang Korea? Kenapa kamu ada di sini?"
Seo Jun-Woo yang ditanya itu segera menjadi cukup gugup namun dia segera memikirkan jawabannya dalam sepintas.
"Aku hanya ingin mengambil hari Libur dan Liburan kesini,"
"Ah, jadi begitu? Tempat ini memang salah satu tempat wisata populer, liburan memang perlu bagi kita Para Hunter agar tetap waras, sangat muak untuk melihat monster-monster jelek itu setiap hari bukan? Aww.."
Ada seorang gadis yang tiba-tiba memukul kepala Li Wenhua.
"Master, tolong jangan berbicara omong kosong dengan orang asing kita ke sini karena ada Tugas penting."
"Lin Lin, kamu benar-benar tidak asik sama sekali, Aku hanya ingin menyapa beberapa kenalan Apakah ini salah?"
"Tapi Master kita sedang buru-buru,"
"Jika Tuan Li Wenhua sedang buru-buru, mari berbicara lagi lain waktu saja jika memiliki waktu senggang,"
"Ayolah, aku tidak seburu-buru itu. Hanya ingin memeriksa soal Kehancuran Gedung Guild Calestial Triad, toh itu sudah benar-benar hancur tidak ada yang bisa aku lakukan aku hanya ke sana untuk mengeceknya."
"Ah, benar aku juga cukup terkejut karena keributan itu, ketika Aku sedang jalan-jalan,"
"Eh? Apakah kamu melihat kejadiannya? Katanya, itu ada sebuah serangan dadakan, dan meledak seperti itu?"
Seo Jun-Woo tentu saja melihatnya secara penuh karena dia dekat langsung dengan sumber malapetaka, namun jelas dia tidak bisa mengatakan kebenarannya.
"Saya juga kurang tahu, hal-hal terlalu tiba-tiba dan begitu mengejutkan."
"Memang, aku saja terkejut. Siapa yang tahu gedung yang begitu Mekah dan kokoh itu akan jatuh dan hancur dalam semalam?"
"Benar sekali."
Li Wenhua, terlihat masih ingin memulai beberapa percakapan dengan Seo Jun-Woo, namun wanita yang sebelumnya, yang terlihat seperti seorang asisten itu mendesak masternya itu untuk segera pergi dari sana Jadi dia tidak memiliki pilihan selain mengakhiri percakapan itu. Namun sebelum itu, Li Wenhua bertanya untuk terakhir kalinya,
"Ngomong-ngomong Kenapa kamu ada di gerbang teleportasi ini?"
Seo Jun-Woo tiba-tiba memiliki sebuah ide yang bagus.
"Aku sebenarnya ingin segera kembali, karena terjadi Hal-hal gawat, di sana. Namun... Yah, karena Aku hanya member biasa dari Asosiasi, aku tidak bisa menggunakan gerbang teleportasi untuk mengurus surat izin juga akan lama, jadi Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Aku benar-benar cemas apa yang terjadi di Seoul, Aku dengar ada Rift dan disana kacau ... "
Li Wenhua yang mendengar itu juga segera menunjukkan ekspresi khawatir, tentu saja dia juga mendengar hal-hal itu dari berita. Insiden malam ini, tidak hanya runtuhnya Gedung Guild Calestial Triad. Dia lalu segera menatap Asistennya itu, seolah memberikan persetujuannya, akhirnya Li Wenhua berkata,
"Baik, Aku akan mengaturnya ijin dariku untuk mengunakan Gerbang, Toh ini Situasi mendesak, bahkan bantuan satu orang sangat berarti bukan? Maaf, Aku tidak bisa membantu kesana, kamu tahulah, hal-hal soal ini cukup rumit, ini saja cukup sulit kesini,"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera mengucapkan terimakasih, dan membungkuk hormat.
"Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan hati anda, Terimakasih banyak,"
"Astaga, tidak perlu khawatir,"
Merasa hal-hal berjalan dengan lancar, Seo Jun-Woo segera memasuki pintu masuk setelah mendapatkan beberapa izin itu. Dan sekarang, ketika dia melihat Alat Teleportasi, dia menjadi cukup takjub, Ini pertama kalinya dia menggunakan alat-alat semacam ini setelah dia kembali. Dulu, mana ada Alat Teleportasi semacam ini?
Keberadaan Dungeon ternyata, memiliki banyak perkembangan untuk Umat Manusia juga. Namun tetap saja, efek negatifnya lebih banyak.
"Baik, sekarang tujuannya akan kemana?" Tanya salah satu petugas.
Seo Jun-Woo yang ditanya itu segera merenungkan diri. Terutama karena dia baru saja mendapatkan laporan dari Clone nya soal, Guild Shadow Legion yang menuju ke Daerah Sekitar India.
Apa yang coba orang-orang itu lakukan?
Namun jelas itu pasti bukan hal yang baik.
Dia ingin menyuruh Clone kesana, namun jika nantinya terjadi hal-hal di luar kendali, Clone miliknya mungkin tidak akan cukup kuat untuk menghentikan rencana jahat itu.
Kemana sebaiknya?
####
Disisi lain, saat ini disalah satu Daerah yang cukup tandus, terlihat beberapa orang sedang berdiri menatap sebuah Desa yang cukup ramai di tengah perdalaman.
"Jadi kamu sudah memasang semuanya?"
"Ya, Persiapan Ritual sudah hampir beres, dengan ini harusnya cukup untuk memenuhi syarat Pemanggilan, Gerbang Dungeon baru, hanya saja masih ada beberapa alat yang belum dipasang di sana, nanti Tuan tinggal memulai Ritualnya,"